spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 284

BMKG: Cuaca Indonesia 4–10 Agustus 2026 Didominasi Kondisi Kering

0
BMKG cuaca Indonesia fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: bpbd.purworejokab.go.id)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau akan semakin mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada 4-10 Agustus 2026.

Kondisi tersebut di tandai dengan semakin panjangnya periode tanpa hujan yang berpotensi memicu kekeringan serta meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

BACA JUGA:

Kepala BGN: Program MBG tak Habiskan Seluruh Anggaran Negara

Memasuki awal Agustus, kondisi cuaca kering di perkirakan meluas ke berbagai daerah. Situasi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air, meningkatkan kerawanan lahan terhadap kebakaran hingga berdampak pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan bahwa musim kemarau tidak sepenuhnya menghilangkan peluang terjadinya hujan.

Beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat di sertai petir dan angin kencang akibat pengaruh dinamika atmosfer.

Berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026, sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH kategori Sangat Panjang dengan durasi 31–60 hari.

Selain itu, terdapat 306 titik pengamatan yang telah memasuki kategori HTH Ekstrem Panjang atau lebih dari 60 hari tanpa hujan.

BACA JUGA:

Kasus TPPU Febrie Adriansyah Berlanjut, Kejagung: 6 Saksi Mangkir dari Pemeriksaan

Sebaran wilayah dengan kondisi tersebut meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara hingga sebagian Sulawesi.

Durasi hari tanpa hujan terpanjang tercatat mencapai 90 hari di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kondisi ini berpotensi mengurangi cadangan air sekaligus meningkatkan kerentanan vegetasi terhadap kebakaran.

Indikasi menguatnya musim kemarau juga tercermin dari meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Di antaranya, Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Pemantauan citra satelit turut mendeteksi keberadaan sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

BMKG menjelaskan, arah pergerakan asap dari Kalimantan Barat berpotensi melintasi perbatasan menuju Sarawak dengan arah dominan ke barat laut.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak musim kemarau tidak hanya di rasakan di tingkat lokal. Tetapi juga dapat memengaruhi wilayah lain di luar Indonesia.

Walaupun cuaca kering mendominasi, hujan lebat masih sempat terjadi di beberapa daerah pada periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Curah hujan tertinggi tercatat di Aceh sebesar 164,3 mm per hari, di susul Sumatera Utara 144 mm per hari, Sumatera Barat 102,5 mm per hari, Kepulauan Riau 97 mm per hari dan Kalimantan Utara 59 mm per hari.

Kondisi tersebut di pengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta anomali OLR negatif yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.

BACA JUGA:

Bulan Kemerdekaan 2026 Dimulai, Ini Jadwal Lengkap Agenda HUT ke-81 Republik Indonesia

Dari sisi iklim global, BMKG menyebut El Nino kuat masih berlangsung. Hal tersebut tercermin dari nilai indeks Niño 3.4 sebesar +2,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -29,2.

Sementara itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada Dasarian III Juli mencapai +0,44 yang mengindikasikan kecenderungan menuju fase IOD Positif.

Kombinasi kedua fenomena tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya pembentukan awan hujan dan menurunnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Prakiraan Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia akan di dominasi curah hujan kategori rendah.

Sedangkan 7,41 persen lainnya di prediksi mengalami curah hujan kategori menengah. Pada periode tersebut belum terdapat wilayah yang di perkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi.

Meski demikian, peluang hujan tetap ada di beberapa daerah akibat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatra dan sekitarnya.

Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu di prakirakan membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra Barat hingga Bengkulu serta area di sekitar pusat sirkulasi tersebut.

BACA JUGA:

Cabai hingga Telur Meroket! Cek Update Harga Pangan Terbaru PIHPS Bank Indonesia

BMKG juga memperkirakan peningkatan kecepatan angin permukaan melebihi 25 knot masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Laut Andaman, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, perairan selatan Sulawesi Selatan, Laut Banda serta Laut Arafuru.

Kondisi ini dapat memicu peningkatan tinggi gelombang yang perlu di waspadai oleh pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir.

Untuk periode 4–7 Agustus 2026, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia di prediksi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Sementara itu, angin kencang berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua Selatan.

Memasuki periode 8–10 Agustus 2026, kondisi cuaca secara umum masih di dominasi cerah berawan hingga hujan ringan.

Potensi hujan sedang di prakirakan terjadi di Aceh, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

BACA JUGA:

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Kurs Dolar AS Masih Tembus Rp18 Ribu

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh. Terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga di minta menghemat penggunaan air, tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara di bakar. Khususnya di kawasan yang rawan kebakaran seperti lahan gambut, semak belukar, hutan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi hujan lokal yang di sertai kilat, petir dan angin kencang tetap perlu di tingkatkan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame maupun bangunan yang rapuh saat cuaca buruk.

Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini juga di harapkan terus di pantau melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem, kekeringan maupun Karhutla.

(Jingga Sonjaya)

3 Rumah di Mekarsari Kota Banjar Dilalap Si Jago Merah

0
Mekarsari banjar fokusjabar.id
Petugas Damkar berusaha memadamkan api. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kebakaran menghanguskan tiga rumah warga di Lingkungan Cimenyan 1, RT04/03 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar, Kota Banjar Jawa Barat (Jabar), Rabu (5/8/2026).

Peristiwa yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.20 WIB ini mengundang perhatian warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan tiga bangunan rumah.

BACA JUGA:

Banjar Patroman FA Sapu Bersih Piala Soeratin 2026, Siap Gebrak Tingkat Jabar

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api melalap bangunan.

Ketua RW03, Pardi mengatakan, rumah terdampak kebakaran milik Iing, Yani dan Dila.

Menurut informasi yang dia terima dari warga, api di duga berasal dari kompor yang berada di dekat tabung gas.

“Katanya dari kompor yang dekat tabung gas. Mungkin selangnya bocor,” kata Pardi.

Ia bersyukur seluruh penghuni rumah berhasil keluar tepat waktu. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Alhamdulillah semuanya sudah keluar rumah, tidak ada korban,” ungkapnya.

Mendapat laporan kebakaran, petugas pemadam kebakaran segera menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil suplai air.

Dengan di bantu warga, petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah lain yang berada di kawasan permukiman padat.

BACA JUGA:

Pemkot Banjar Luncurkan Program Tracing TBC Berbasis X-Ray untuk Percepat Deteksi Kasus

Asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah titik di sekitar Kelurahan Mekarsari.

Banyak warga berdatangan untuk membantu proses evakuasi barang-barang milik korban sekaligus menyaksikan proses pemadaman yang berlangsung hingga api berhasil di kendalikan.

Hingga berita ini di tayangkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

Sementara itu, besaran kerugian material akibat musibah tersebut juga masih dalam proses pendataan.

(Agus Purwadi)

Viman Ungkap Alasan TPP ASN Kota Tasikmalaya Dipangkas, Kondisi Fiskal Sedang Tidak Baik-Baik Saja

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Rapat Paripurna Penyampaian KUA Perubahan dan PPAS 2026, yang digelar di Aula Utama Gedung DPRD Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gelombang pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat hingga provinsi membuat keuangan daerah di berbagai wilayah goyah. Guna bertahan, pemerintah daerah harus memutar otak mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengetatkan pos belanja yang tidak mendesak.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya kini merasakan dampak langsung dari tekanan fiskal tersebut. Sebagai langkah penyesuaian dan strategi keuangan, Pemkot Tasikmalaya mengambil kebijakan untuk melakukan efisiensi pada anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN serta belanja modal.

Baca Juga: Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Pesantren

“Ini strategi kami dalam mengoptimalkan anggaran di tengah kondisi fiskal yang saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, usai Rapat Paripurna bersama DPRD di Aula Utama Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026).

Viman membeberkan bahwa pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat serta tiadanya bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat menguras amunisi kas daerah.

Meski begitu, Viman menilai posisi Kota Tasikmalaya masih jauh lebih baik jika membandingkannya dengan sejumlah kota/kabupaten lain, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

“Alhamdulillah, sampai Juli 2026 ini pemberian TPP untuk ASN Kota Tasikmalaya masih bisa dibayarkan full. Ada daerah lain bahkan yang kondisinya jauh lebih berat dari kita,” ujarnya.

TPP Masuk 10 Besar Tertinggi, Wali Kota Minta ASN Tetap Loyal

Viman menyoroti besaran TPP ASN di Kota Tasikmalaya yang masuk dalam 10 besar tertinggi di tingkat nasional. Karena itu, ia menganggap penyesuaian anggaran sebagai langkah wajar saat pendapatan daerah belum optimal.

Ia meyakini pemotongan TPP tidak akan menyurutkan semangat kerja para pegawai negeri di lingkungan Pemkot Tasikmalaya dalam melayani publik.

“Efisiensi dengan pemotongan TPP, tidak akan menurunkan tingkat produktivitas kinerja para ASN di lingkungan Pemerintahan Kota Tasikmalaya. Dan kita yakin ASN di Kota Tasikmalaya memiliki loyalitas tinggi terhadap tanggung jawab kinerjanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

“Kami mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, untuk tetap bekerja dengan penuh loyalitas penuh untuk melayani warga Kota Tasikmalaya, meskipun ada pengurangan TPP,” pintanya.

Pangkas Acara Seremonial dan Seleksi Ketat Proyek Fisik

Di tengah keterbatasan dana daerah, Pemkot Tasikmalaya mengalihkan prioritas anggaran secara ketat menuju program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Pihaknya resmi memangkas hingga menghapus kegiatan seremonial serta belanja non-prioritas.

Langkah efisiensi ini juga berlaku pada pos belanja modal. Pemkot Tasikmalaya menerapkan kriteria ketat untuk menentukan proyek fisik agar tepat sasaran dan tidak menguras kas daerah.

“Kita harus realistis. Fokus dulu ke kebutuhan yang menjadi prioritas dasar masyarakat,” tegasnya.

Viman berharap pola belanja yang hemat dan terukur ini mampu menjaga keberlangsungan pelayanan publik tanpa membebani keuangan daerah.

Melalui efisiensi ketat dan fokus pada program prioritas warga, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis mampu menjaga kestabilan roda pemerintahan di tengah pusaran tekanan fiskal nasional.

(Seda)

Asah Literasi Pelajar Depok, Siti Chaerijah Ajak SMP dan MTs Unjuk Gigi di Lomba Cerdas Cermat

0

DEPOK,FOKUSJabar.id: Diskarpus Kota Depok menggelar Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP dan MTs se-Kota Depok. Acara ini berlangsung untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Diskarpus Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah menyebut kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis siswa.

Baca Juga: Cegah Kanker Rahim dan Perundungan, DWP Gelar Edukasi Seru di Kabupaten Bekasi

“Lomba Cerdas Cermat ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar, berkompetisi secara sehat, serta menumbuhkan semangat literasi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” ujarnya, Selasa, (4/8/2026).

Panitia membuka pendaftaran gratis mulai 4 hingga 8 Agustus 2026 mendatang. Peserta akan mengikuti technical meeting pada 12 Agustus 2026 secara resmi.

Pelaksanaan perlombaan bertempat di Aula Lantai 1 Gedung Perpustakaan Umum Kota Depok pada 13 Agustus 2026. Siti mengimbau seluruh sekolah tingkat SMP dan MTs di Depok segera mengirimkan perwakilan terbaik mereka.

“Pendaftaran dapat melalui tautan https://s.id/cerdascermatdepok atau dengan memindai QR Code pada flyer. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi WhatsApp di nomor 0812-8007-9010,” tutupnya.

(Depok.go.id/Irfansyahriza)

Cegah Kanker Rahim dan Perundungan, DWP Gelar Edukasi Seru di Kabupaten Bekasi

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Cegah Kanker Rahim dan Perundungan, DWP Gelar Edukasi Seru di Kabupaten Bekasi

BEKASI,FOKUSJabar.id: DWP Bekasi Mengajar menggelar edukasi budi pekerti dan antibullying di SDN Telajung 04 Cikarang Barat. Kegiatan pada Selasa, 4 Agustus 2026 ini mengusung tema “Budi Pekerti dan Antibullying (Saling Menyayangi Teman)”.

Kasubag TU UPTD Puskesmas Danau Indah, Lilis Sri Mulyati, hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut. Lilis menekankan pentingnya pembentukan karakter positif dan rasa saling menyayangi antar sesama siswa sejak dini.

Baca Juga: Kunjungi Sumedang, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Napak Tilas Perjuangan Cut Nyak Dien

“Yang paling penting itu anak-anak paham dulu kalau semua teman harus diperlakukan dengan baik. Jangan mengejek, jangan mengucilkan, karena hal-hal seperti itu bisa melukai perasaan teman,” kata Lilis Sri Mulyati.

Ia mengajak para siswa menghargai perbedaan serta membangun hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.

“Kadang anak menganggap mengejek itu hanya bercanda, padahal buat temannya bisa jadi menyakitkan. Sebelum bicara atau bertindak, coba pikirkan dulu apakah itu membuat teman senang atau justru sedih,” ujarnya.

Materi edukasi membeberkan berbagai bentuk perundungan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan media digital bagi siswa. Lilis mengimbau para siswa agar berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua.

“Kalau ada yang melihat temannya dibully, jangan cuma diam atau ikut-ikutan. Ceritakan ke guru atau orang tua supaya bisa segera dibantu. Jangan takut untuk melapor karena itu bukan mengadu, tetapi membantu teman,” jelasnya.

Konsisten Menerapkan Nilai Budi Pekerti

Tim Puskesmas Danau Indah juga menggelar penyuluhan imunisasi HPV bagi siswi kelas 5 dan 6. Program imunisasi ini bertujuan mencegah potensi penyakit kanker leher rahim sejak usia dini.

“Penerapan Budi pekerti itu bukan cuma di kelas, tapi harus menjadi kebiasan setiap hari. Mulai dari menyapa teman, meminta maaf kalau salah, sampai mau membantu teman yang sedang kesulitan,” tuturnya.

DWP berharap para siswa konsisten menerapkan nilai budi pekerti di sekolah maupun di rumah.

“Harapan kami sederhana, sepulang dari kegiatan ini anak-anak bisa lebih peduli satu sama lain. Kalau semua saling menyayangi dan saling menghargai, sekolah pasti menjadi tempat yang nyaman, aman, dan menyenangkan untuk belajar,” pungkasnya.

(BekasiKab/Irfansyahriza)

Kunjungi Sumedang, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Napak Tilas Perjuangan Cut Nyak Dien

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Menteri Ekraf Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien di Sumedang

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Selasa, (4/8/2026). Sekretaris Daerah Sumedang Tuti Ruswati mendampingi langsung kunjungan Menteri asal Aceh tersebut di Kompleks Gunung Puyuh.

Teuku Riefky Harsya melakukan ziarah ini dalam rangka napak tilas perjalanan sang pahlawan nasional. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas keramahan masyarakat Sumedang yang telah merawat makam pahlawan Aceh tersebut.

Baca Juga: Kunjungan Menteri Ekraf ke Sumedang Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

“Kami melihat masyarakat Sumedang keramahannya. Bagaimana merawat orang tua kami. Terimakasih atas sambutan hangat dari masyarakat Sumedang,” ujarnya.

Menteri Ekraf melanjutkan kunjungan menuju rumah pengasingan Cut Nyak Dien di kawasan Kaum, Kelurahan Regol Wetan.

Sekda Tuti Ruswati menilai kunjungan Menteri Ekraf ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi daerahnya. Ia menyebut Sumedang terus menumbuhkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa Indonesia.

“Sumedang menjadi simbol. Daerah ini bukan sekedar tempat persinggahan sejarah. Melainkan ruang untuk terus menumbuhkan semangat perjuangan, keberanian, pengabdian kepada bangsa,” kata Tuti.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Gandeng Kejari, Disrumkim Depok Inspeksi Proyek Rumah Kreatif Anak Istimewa dan Puskesmas

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Foto, Depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Disrumkim Kota Depok bersama Kejaksaan Negeri Depok meninjau dua proyek pembangunan strategis daerah. Tim gabungan mendatangi Rumah Kreatif Anak Istimewa di Pondokcina dan Puskesmas Pancoran Mas, Selasa (4/8/2026).

Kepala Disrumkim Kota Depok Adnan Mahyudin memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai target pemerintah.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Aset dan Ruang, Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi

“Hari ini saya bersama Kepala Bidang Tata Bangunan Disrumkim, jajaran, dan pihak kejaksaan meninjau dua lokasi pembangunan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Adnan mengonfirmasi bahwa progres pembangunan fisik kedua gedung tersebut berjalan sangat baik di lapangan. Pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa telah mencapai 4,9 persen dari target awal mingguan 0,27 persen.

Capaian positif ini mencatatkan percepatan pengerjaan hingga 4,6 persen dari rencana kerja awal. Pekerja proyek mulai menggarap struktur pondasi usai menyelesaikan proses pembersihan lahan secara menyeluruh.

Pihaknya menggelar rapat evaluasi rutin mingguan bersama pelaksana proyek untuk memantau kendala teknis.

“Monitoring dan evaluasi rutin menjadi bagian dari komitmen kami agar seluruh pembangunan selesai tepat waktu dan memenuhi target,” tutupnya.

(Depok.go.id/Irfansyahriza)