BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemkot Banjar memperkuat upaya pemutusan mata rantai penularan Tuberkulosis melalui program penelusuran kasus secara aktif.
Pemerintah meluncurkan Program Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis berbasis X-Ray untuk skala kota tahun 2026.
Baca Juga: Satpol PP Kota Bandung Bongkar 36 Bangunan Liar dan Tertibkan PKL di Jalan Rajiman
Wali Kota Banjar Sudarsono meresmikan langsung kegiatan tersebut di Pendopo Desa Langensari, Kecamatan Langensari.
Program nasional besutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini berlangsung serentak di 514 kabupaten dan kota.
Pelaksanaan program di Kota Banjar menjangkau seluruh wilayah desa hingga kelurahan.
Petugas menyiapkan alokasi 15 lokus pada setiap desa dengan target 100 peserta per titik.
Skema penjangkauan luas ini bertujuan mempercepat penemuan serta penanganan kasus TBC di tengah masyarakat Kota Banjar.
Wali Kota Banjar Sudarsono mendukung penuh langkah pencegahan penularan penyakit menular tersebut.
“Investigasi kontak atau tracing merupakan kunci utama percepatan penemuan kasus TB dan pencegahan penularan. Untuk itu, saya mengajak kepada semua kepala OPD beserta jajarannya, Forkopimcam, organisasi profesi, dan lintas sektor yang ada di Kota Banjar untuk bergerak bersama menangani tuberkulosis menuju Kota Banjar eliminasi TBC tahun 2030,” ujarnya.
(Agus Purwadi)



