spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 283

Tanpa Suporter, Lucho Sebut Semifinal Persib vs Persija Terasa Berbeda

0
Lucho persib fokusjabar.id
Luciano Guaycochea (foto: web)

BALI, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Luciano Guaycochea (Lucho) merasakan hal berbeda dengan tidak adanya suporter pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 menghadapi Persija Jakarta.

Pertandingan semifinal Persib vs Persija berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) dan di gelar tanpa kehadiran penonton dengan pertimbangan keamanan.

BACA JUGA:

Luciano Guaycochea Soroti Kondisi Lapangan usai Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Menurut Lucho, kehadiran penonton atau suporter sangat penting, karena menambah motivasi dan kepercayaan diri pemain.

“Ya, bagi kami motivasi kami selalu tinggi, tetapi dengan hadirnya suporter, suporter kami, itu memberikan motivasi ekstra,” kata Lucho.

“Tahu tidak? Saya pikir kami bermain lebih baik dengan adanya suporter. Terkadang saat kami lelah, mereka mendorong kami untuk memberikan yang terbaik,” ucapnya menambahkan.

Dengan tidak adanya suporter di Stadion situasi pertandingan menjadi berbeda, meski demikian sebagai pesepakbola profesional ia berusaha memberikan penampilan terbaiknya dan menerima keputusan panitia.

“Jadi, tidak menyenangkan bermain tanpa suporter, tetapi keputusan tersebut bukan di tangan kami. Kami harus bertanding, kami harus mengambil motivasi ekstra itu, dan mencoba melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Pada pertandingan semifinal, Persib berhasil meraih kemenangan atas Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1. Dengan hasil tersebut, skuad Maung Bandung lolos ke final.

BACA JUGA:

Shin Tae-yong Ucapkan Selamat untuk Persib usai Persija Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Hasil tersebut menurut gelandang asal Argentina ini menjadi kado bagi Bobotoh, dan di partai final ia bersama rekan-rekannya siap untuk menampilkan permainan terbaiknya dan membawa pulang gelar juara.

“Namun, yang pasti Bobotoh senang bisa berada di final lagi. Jadi, ya, kami akan melakukan yang terbaik untuk membawa piala tersebut ke Bandung,” tegasnya.

(Arif)

Krisis Air, Puluhan Warga Ciwahangan Ciamis Mandi di Sungai

0
warga ciwahangan ciamis fokusjabar.id
Seorang warga Dusun Ciwahangan saat mencuci pakaian di Sungai Ciwahangan

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Puluhan warga Dusun Ciwahangan  Desa/Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) sudah mulai mencuci pakaian dan mandi di Sungai.

Mereka terpaksa menggunakan air sungai untuk menghemat air bersih yang sudah jauh berkurang.

BACA JUGA:

Tinggalkan Api Pembakaran Sampah, Gudang Kayu di Ciamis Ludes Dilalap Si Jago Merah

Menurut Amih (45) warga Dusun Ciwangan, air sumur yang ada sudah berkurang. Sehingga kalau di pakai mencuci pakaian dan mandi tidak cukup untuk kebutuhan memasak,” katanya, Rabu (5/8/2026).

“Banyak yang mencuci di sungai ini. jika sore hari biasa di pakai mandi anak-anak,” ucapnya.

Dia menyebut, sudah dua minggu terakhir ini warga memanfaatkan aliran sungai Ciwahangan untuk mencuci. Mereka berjalan kaki sekitar 200 meter menuruni jalan setapak untuk menuju sungai.

“Peralatan mencuci tidak lupa di bawanya dari rumah. Warga mempersiapkan sabun cuci hingga ember sebagai wadah untuk membawa pakaian bersih,” jelasnya.

Senada di katakan Neni. Dia mengaku tidak mengkhawatirkan adanya sampah rumah tangga di aliran sungai. Kondisi air sungai cukup bening.

“Ya ini kan hanya untuk pakaian saja, tidak untuk minum atau keperluan memasak,” jelasnya.

BACA JUGA:

Warga Purwasari Ciamis Digegerkan Penemuan Pria Meninggal di Pohon Jati

Warga lainnya, Endang menerangkan, setiap musim kemarau panjang warga biasanya membuat tempat mandi dan mencuci darurat di sekitar sungai. Tempat tersebut berdinding triplek, bilik, bekas seprai hingga gorden.

“Semacam pancuran yang di pinding (di sekat) oleh triplek atau bilik,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Pemkab Pangandaran Apresiasi Literasi Digital KPID Jabar

0
pemkab pangandaran fokusjabar.id
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pangandaran, Darso

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengapresiasi kegiatan literasi digital yang di gelar KPID Jawa Barat (Jabar) pada Selasa, (4/8/2026) di SMAN 1 Mangunjaya.‎

‎Pemkab Pangandaran menilai, edukasi tersebut penting agar anak-anak tidak salah memanfaatkan teknologi di tengah masifnya pembelajaran berbasis digital di sekolah.

‎BACA JUGA:

Disparbud Pangandaran: Ada Kejanggalan SHM Tanah Harim Laut Madasari

‎Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pangandaran, Darso mengatakan, Pemda sudah mengembangkan pembelajaran digital secara maksimal.

‎Bahkan menurutnya, satu sekolah di Pangandaran, setiap ruang kelasnya sudah menggunakan fasilitas digital.

‎Namun ia mengingatkan, di balik dampak positif digitalisasi, juga muncul dampak negatif. Salah satunya terkait penyalahgunaan media sosial dan konten yang tidak sesuai.

‎”Karena memang melalui digital itu pengaruhnya tidak semata-mata hal-hal yang positif. Hal-hal negatif justru banyak juga terjadi,” katanya.

‎Terkait maraknya kasus perundungan atau bullying, Pemkab Pangandaran mengakui angkanya mengalami peningkatan pada 2026.

‎”Memang tidak di mungkiri bahwa di kegiatan rapat terbatas kemarin saya juga merasa menohok bahwa perundungan, bullying itu tahun 2026 meningkat,” ucapnya.

‎Menurut data dari KBP3A, hingga Juli 2026 tercatat 38 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

‎”Macam-macam. Mulai bullying, kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak,” jelasnya.

‎Ia menyebut penanganan di lakukan secara kolaboratif antara Dinas Pendidikan, KBP3A, Dinas Sosial hingga Satpol PP.

‎”Alhamdulillah ada beberapa hal tentang perundungan, bullying itu bisa di tangani dengan baik. Sehingga tidak menjadi beban buat anak-anak yang terkena,” ujarnya.

‎BACA JUGA:

KPID Jabar Ungkap 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet, Siapkan Perda Pasagi

‎Salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan internet oleh anak.

‎”Pembatasan penggunaan internet yang kurang pengawasan dari orang tua. Anak-anak kita dalam masa-masa serba ingin tahu, penasaran. Nah jangan sampai penasaran ini mengacu pada hal yang salah,” tegasnya.

‎Ia pun sepakat dengan wacana pembatasan penggunaan media sosial pada anak.

Dia mengajak seluruh stakeholder termasuk media untuk bersama-sama mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi pada anak-anak di Pangandaran.

(Sajidin)

‎

Disparbud Pangandaran: Ada Kejanggalan SHM Tanah Harim Laut Madasari

0
tanah harim pangandaran fokusjabar.id
Suasana warga dan pemerintah meninjau dugaan tanah harim laut Pantai Madasari

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Polemik dugaan terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan tanah harim laut Pantai Madasari, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) masih menyisakan tanda tanya besar.

Pemerintah daerah telah turun ke lokasi, sementara warga mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pihak terkait membuka data secara transparan.

‎BACA JUGA:

Hiu Tutul 5 Meter Mati Terdampar di Batukaras Pangandaran

‎Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Megi Rijua Parlumi mengatakan, pihaknya di tugaskan menelusuri fakta di lapangan.

Kawasan Madasari di ketahui merupakan destinasi wisata yang di kelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

‎”Beberapa hari terakhir muncul informasi mengenai dugaan adanya tanah yang telah di sertifikatkan. Kami datang untuk mengumpulkan data dan menelusuri bagaimana hal tersebut bisa terjadi,” kata Megi di lokasi, Rabu (5/8/2026).

‎Megi mengacu pada pernyataan Bupati Pangandaran bahwa secara hukum tanah harim laut tidak dapat di miliki pribadi maupun di terbitkan SHM.

‎Secara kasat mata, lokasi yang di persoalkan berada di kawasan sempadan pantai. Padahal berdasarkan aturan, sempadan pantai minimal 100 meter dari pasang tertinggi tidak boleh menjadi hak milik perseorangan.

‎”Kalau melihat dari ketentuan yang saya pahami, tanah harim laut memang tidak boleh di sertifikatkan,” ujarnya.

‎Pemerintah mengimbau masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Ia memastikan, Pemda akan terus mendorong agar persoalan ini di ungkap secara sesuai aturan.

‎Megi menyoroti adanya informasi yang saling bertentangan terkait waktu penerbitan SHM. Informasi yang beredar menyebut, sertifikat terbit pada 1997, saat Pangandaran masih masuk wilayah Kabupaten Ciamis.

‎BACA JUGA:

17 H Perkebunan Durian Bikin Resah Warga Kedungwuluh Pangandaran

‎Namun papan yang terpasang di lokasi justru mencantumkan sertifikat di terbitkan oleh BPN Pangandaran.

‎”Kalau memang tahun 1997, saat itu Kabupaten Pangandaran belum terbentuk. Tetapi di plang tertulis sertifikat di terbitkan oleh BPN Pangandaran. Menurut saya ini menjadi salah satu kejanggalan yang perlu di telusuri,” tegasnya.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Wisata Madasari, Indra meminta BPN, Pemkab Pangandaran hingga Pemdes Madasari membuka secara terbuka data status kepemilikan lahan di kawasan yang di duga tanah harim tersebut.

‎Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut satu bidang tanah. Namun di duga melibatkan sejumlah lahan di sepanjang pesisir Pantai Madasari.

‎”Kami prihatin karena di lokasi yang selama ini menjadi akses umum masyarakat dan nelayan kini muncul papan bertuliskan tanah milik di sertai larangan masuk tanpa izin pemilik. Ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan,” ungkap Indra.

‎Indra menegaskan, yang di tuntut masyarakat bukan hanya soal akses jalan. Ia menyoroti dugaan adanya lahan bersertifikat yang lokasinya sangat dekat dengan bibir pantai.

Sementara di tempat lain, lahan yang lebih jauh dari garis pantai justru masih di kategorikan tanah harim sehingga tidak bisa di sertifikatkan.

‎”Kalau memang tanah harim tidak bisa di sertifikatkan, mengapa di lokasi ini justru muncul sertifikat? Ini harus di jelaskan secara terbuka,” katanya.

‎”Harim laut adalah untuk kepentingan umum, bukan untuk pribadi. Kami hanya meminta keterbukaan mengenai penerbitan SHM itu. Jangan sampai masyarakat Madasari hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” pungkasnya.

(Sajidin)

Bupati Garut Dorong Peningkatan Keterampilan SDM di Lembang

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai menghadiri Kuliah Umum Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch 3 (Kloter 4) Tahun Anggaran 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Selasa (4/8/2026).

Syakur menegaskan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan ekonomi Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Disdamkarmat Garut: Bantuan Mobil Tangki Air TNI untuk Perkuat Respons Kebakaran

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut pada tahun 2025 mencapai 5,9 persen dengan dua sektor utama sebagai penggerak. Yakni, pertanian dan pariwisata.

“Kita lihat secara umum, Garut adalah kabupaten yang pertumbuhan ekonominya 5,9  persen (2025). Ada dua sektor yang berpengaruh terhadap ekonomi (pertanian dan pariwisata),” kata Bupati Garut.

Pihaknya mengimbau seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh untuk meraih keahlian yang relevan dan bernilai tambah. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing di dunia kerja.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pembibitan Atlet Lewat Piala Soeratin 2026

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana mengatakan, kompetensi yang di peroleh para peserta memiliki prospek pasar yang luas di Kabupaten Garut seiring berkembangnya industri perhotelan, restoran dan sektor jasa lainnya.

“Barista terbuka lebar di Kabupaten Garut. Ada hotel, restoran dan sebagainya. Sehingga BPVP ini tidak hanya sebagai pajangan di rumah, tetapi sebagai wadah peningkatan kompetensi,” ujarnya.

Gania mengungkapkan, Disnakertrans Kabupaten Garut tengah membangun sinergi dengan BPVP dalam program penyerapan tenaga kerja.

Pihaknya telah melakukan penjajakan dengan sejumlah perusahaan besar, seperti PT Tactical dan Cardinal.

BACA JUGA:

Bupati Garut Proyeksikan Curug Sanghyang Taraje jadi Destinasi Unggulan

Menghadapi tantangan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Disnakertrans Kabupaten Garut mengambil langkah proaktif dengan menggandeng tiga balai pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, Kabupaten Garut akan menerima alokasi beberapa paket pelatihan dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang di jadwalkan berlangsung selama tiga bulan (Agustus-Desember 2026).

Selain sektor perikanan dan pertanian, program pelatihan ke depan juga akan di perluas ke bidang pengolahan sampah dan perhotelan guna menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.

Kegiatan tersebut di ikuti 412 peserta asal Kabupaten Garut. Mereka akan di bekali berbagai keterampilan strategis. Di antaranya, barista kopi, budidaya kopi, pengolahan hasil perikanan hingga vokasi agroforestri.

(Bambang Fouristian)

Camat Coblong Disorot KDM, Wakil Wali Kota Bandung Bilang Begini

0
wakil wali kota bandung camat fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Bandung Erwin (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Erwin menegaskan, seluruh camat, lurah hingga Satpol PP harus berani menegakkan aturan dalam penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL).

Penegasan tersebut di sampaikan menyusul sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) kepada Camat Coblong terkait penataan PKL di kawasan trotoar.

BACA JUGA:

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Satpol PP Disebut Sudah Tahu

Menurutnya, pengembalian fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki harus menjadi prioritas. Karena itu, aparatur kewilayahan di minta tidak ragu menjalankan kebijakan yang telah di tetapkan pemerintah.

“Kita kan mau mengembalikan fungsi trotoar kepada fungsinya. Nah, terkait pemimpin harus berani. Kalau tidak berani jangan jadi pemimpin,” kata Erwin di Balai Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Erwin menegaskan, pemimpin harus memiliki keberanian dalam menjalankan kebijakan yang telah di tetapkan.

Camat sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kota wajib melaksanakan setiap instruksi sesuai regulasi yang berlaku.

“Tentunya camat ini adalah kepanjangan tangan dari wali kota. Jadi kalau sudah ada instruksi dari atasan, kita harus berani menjalankan apa yang menjadi kebijakan maupun regulasi yang harus di taati oleh pemerintah,” kata Wakil Wali Kota Bandung.

Erwin menilai, penertiban PKL memang perlu dil akukan karena banyak yang berjualan tanpa izin. Namun, ia menilai pendekatan yang di lakukan Gubernur Jawa Barat tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Ya, memang kalau ada instruksi, bagaimanapun PKL ini kan enggak ada izin. Tetapi tentunya, apalagi Pak KDM ini kan bijaksana saya lihat. Ada kompensasi, ada juga yang di jadikan pekerjaan. Menurut saya sudah bagus seperti itu,” ucapnya.

BACA JUGA:

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

Erwin menambahkan, penegakan aturan tidak boleh menunggu adanya teguran dari pimpinan. Menurutnya, di Kota Bandung masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan penataan PKL. Sehingga seluruh aparat kewilayahan harus bergerak bersama.

“Di Kota Bandung ini sudah ada beberapa wilayah yang memang harus di tertibkan. Tentunya baik lurah, camat maupun Satpol PP, apalagi di kecamatan juga ada perwakilan Satpol PP dan trantib. Jadi memang harus berkolaborasi dalam menegakkan Perda,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Dapur Rumah di Petirhilir Ciamis Ludes Terbakar

0
Dapur Rumah Petirhilir ciamis fokusjabar.id
Kebakaran yang menimpa dapur milik warga di wilayah Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dapur rumah milik Dedi (72) di Dusun Sukaharja Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) hangus terbakar, Selasa (4/8/2026) malam.

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto menyebut, peristiwa kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa maupun luka.

BACA JUGA:

Tinggalkan Api Pembakaran Sampah, Gudang Kayu di Ciamis Ludes Dilalap Si Jago Merah

Menurut Trisyanto, pemilik rumah mengalami kerugian materi sekitar Rp10 juta.

Kebakaran tersebut di duga dari bara api tungku yang tidak di padamkan dengan sempurna selepas pemilik rumah beraktifitas memasak.

“Kejadian kebakaran yang menimpa rumah bagian dapur milik Pak  Dedi tadi malam,” kata Trisyanto, Rabu (5//8/2026).

Trisyanto menuturkan, kobaran api di ketahui oleh keponakan korban.

“Melihat api yang cukup besar sedang membakar dapur, komponakan korban langsung melaporkan kejadian itu kepada UPTD Damkar Ciamis,” ucapnya.

Trisyanto melanjutkan, setelah beberapa saat menerima laporan personel piket Damkar UPTD Ciamis pun langsung menindaklanjuti laporan dengan mengerahkan satu unit mobil Damkar.

BACA JUGA:

3 Rumah di Mekarsari Kota Banjar Dilalap Si Jago Merah

“Karena kecepatan laporan dan kesigapan petuagas, api berhasil di padamkan. Sehingga tidak merembet ke bangunan lain,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)