spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 285

Kunjungi Sumedang, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Napak Tilas Perjuangan Cut Nyak Dien

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Menteri Ekraf Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien di Sumedang

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Selasa, (4/8/2026). Sekretaris Daerah Sumedang Tuti Ruswati mendampingi langsung kunjungan Menteri asal Aceh tersebut di Kompleks Gunung Puyuh.

Teuku Riefky Harsya melakukan ziarah ini dalam rangka napak tilas perjalanan sang pahlawan nasional. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas keramahan masyarakat Sumedang yang telah merawat makam pahlawan Aceh tersebut.

Baca Juga: Kunjungan Menteri Ekraf ke Sumedang Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

“Kami melihat masyarakat Sumedang keramahannya. Bagaimana merawat orang tua kami. Terimakasih atas sambutan hangat dari masyarakat Sumedang,” ujarnya.

Menteri Ekraf melanjutkan kunjungan menuju rumah pengasingan Cut Nyak Dien di kawasan Kaum, Kelurahan Regol Wetan.

Sekda Tuti Ruswati menilai kunjungan Menteri Ekraf ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi daerahnya. Ia menyebut Sumedang terus menumbuhkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa Indonesia.

“Sumedang menjadi simbol. Daerah ini bukan sekedar tempat persinggahan sejarah. Melainkan ruang untuk terus menumbuhkan semangat perjuangan, keberanian, pengabdian kepada bangsa,” kata Tuti.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Gandeng Kejari, Disrumkim Depok Inspeksi Proyek Rumah Kreatif Anak Istimewa dan Puskesmas

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Foto, Depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Disrumkim Kota Depok bersama Kejaksaan Negeri Depok meninjau dua proyek pembangunan strategis daerah. Tim gabungan mendatangi Rumah Kreatif Anak Istimewa di Pondokcina dan Puskesmas Pancoran Mas, Selasa (4/8/2026).

Kepala Disrumkim Kota Depok Adnan Mahyudin memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai target pemerintah.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Aset dan Ruang, Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi

“Hari ini saya bersama Kepala Bidang Tata Bangunan Disrumkim, jajaran, dan pihak kejaksaan meninjau dua lokasi pembangunan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Adnan mengonfirmasi bahwa progres pembangunan fisik kedua gedung tersebut berjalan sangat baik di lapangan. Pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa telah mencapai 4,9 persen dari target awal mingguan 0,27 persen.

Capaian positif ini mencatatkan percepatan pengerjaan hingga 4,6 persen dari rencana kerja awal. Pekerja proyek mulai menggarap struktur pondasi usai menyelesaikan proses pembersihan lahan secara menyeluruh.

Pihaknya menggelar rapat evaluasi rutin mingguan bersama pelaksana proyek untuk memantau kendala teknis.

“Monitoring dan evaluasi rutin menjadi bagian dari komitmen kami agar seluruh pembangunan selesai tepat waktu dan memenuhi target,” tutupnya.

(Depok.go.id/Irfansyahriza)

Perkuat Tata Kelola Aset dan Ruang, Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Perkuat Pencegahan Korupsi untuk Wujudkan Pemerintahan Berintegritas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemkab Bogor dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi. Pernyataan ini keluar usai Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di Bandung, Selasa (4/8/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rakor yang melibatkan seluruh kepala daerah se-Jawa Barat. Acara ini berfokus pada penguatan pengawasan serta optimalisasi pemanfaatan tanah dan tata ruang daerah.

Baca Juga: Kunjungan Menteri Ekraf ke Sumedang Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

Rudy Susmanto menegaskan bahwa pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan. Ia menilai tata kelola berintegritas menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik.

“Korupsi adalah musuh bersama. Pencegahannya dimulai dari tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tegas Rudy Susmanto.

Pemkab Bogor terus mengoptimalkan sistem pengawasan demi membangun pemerintahan yang akuntabel. Rakor ini juga menyoroti tata kelola aset serta ruang sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi.

Rudy menilai tata kelola aset yang baik memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Komitmen kita sama, menghadirkan pemerintahan yang bersih demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rudy.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terus terjalin dengan erat. Langkah kolaboratif ini mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

(BogorKab/Irfansyahriza)

Kunjungan Menteri Ekraf ke Sumedang Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Kunjungan Menteri Ekraf ke Sumedang Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, ke Kabupaten Sumedang menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, Selasa (4/8/2026).

Pemerintah Kabupaten Sumedang memanfaatkan momentum ini untuk memamerkan komitmennya dalam mengawinkan kekayaan budaya lokal dengan inovasi teknologi.

Baca Juga: Ruang Publik Depok Open Space Jadi Wadah Berkesenian dan Berinteraksi dengan Masyarakat

Rangkaian agenda diawali dengan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Tjoet Nja Dhien di TPU Gunung Puyuh. Selanjutnya, rombongan menggelar napak tilas ke situs bersejarah Museum Prabu Geusan Ulun serta Gedung Creative Center Sumedang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menegaskan bahwa Sumedang terus bertransformasi menuju tata kelola pemerintahan modern yang adaptif terhadap teknologi tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

“Dari sejarah lahir inspirasi, dari budaya tumbuh kreativitas, dan dari kreativitas tercipta nilai ekonomi. Tentunya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sekda Tuti Ruswati.

Kreatif Hub Sumedang Wadahi 16 Subsektor Ekraf

Tuti mengapresiasi perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif yang menggelar pelatihan ekonomi digital di Gedung Creative Center Sumedang.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, termasuk penyelenggaraan pelatihan ekonomi digital di Gedung Creative Center Sumedang. Creative Center ini menjadi creative hub yang mewadahi para pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor untuk terus berkembang dan berkolaborasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa subsektor kriya, fesyen, kuliner, seni pertunjukan, musik, film, hingga konten digital memiliki prospek cerah jika mendapatkan sokongan pembiayaan dan pemasaran digital yang memadai.

Pemkab Sumedang juga mengusulkan dukungan Kementerian Ekraf untuk menyukseskan gelaran Culture Fest 2026 sebagai ajang promosi budaya dan ekonomi kreatif daerah.

“Kami membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan desa dan kawasan kreatif berbasis budaya. Kemudian koaborasi digitalisasi produk ekonomi kreatif dan UMKM, serta berbagai program strategis lainnya,” katanya.

Tuti meyakini kolaborasi pentahelix antar-instansi akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

“Kami optimistis ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan bersama, didukung dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat, maka ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menteri Ekraf: Budaya Harus Jadi Hulu Industri Kreatif

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menggarisbawahi bahwa daerah dengan akar tradisi yang kuat seperti Sumedang memiliki peluang emas menembus pasar internasional.

“Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, India, dan Tiongkok telah menunjukkan bahwa kekuatan budaya dapat menjadi fondasi industri kreatif. Kini dunia juga mencari negara-negara lain yang memiliki kekayaan budaya sekaligus kesiapan memasuki pasar global,” katanya.

Teuku Riefky menambahkan, kekayaan warisan budaya Indonesia harus mendapat sentuhan teknologi agar menghasilkan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian warga.

“Budaya harus menjadi hulu, kemudian lahir melalui sentuhan inovasi, kreativitas, dan teknologi. Dari sanalah industri kreatif akan tumbuh dan memberikan nilai tambah,” tegasnya.

(Jingga Sonjaya)

Kandaskan Rival Masing-Masing, Persib dan Persebaya Bentrok di Partai Puncak Piala Presiden 2026

0
BALI, FOKUSJabar.id
Kandaskan Rival Masing-Masing, Persib dan Persebaya Bentrok di Partai Puncak Piala Presiden 2026

BALI,FOKUSJabar.id: Persib Bandung siap meladeni tantangan Persebaya Surabaya dalam laga puncak turnamen pramusim Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Skuad Maung Bandung mengamankan tiket final lebih awal usai menundukkan rival sengit mereka, Persija Jakarta, di babak semifinal.

Baca Juga: Shin Tae-yong Ucapkan Selamat untuk Persib usai Persija Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Persib mengandaskan perlawanan Persija lewat kemenangan 2-1. Uilliam Barros menyumbangkan gol pembuka sebelum Balsa Sekulic menggandakan keunggulan melalui titik putih. Persija hanya sempat membalas satu gol lewat aksi Kwon Changhoon pada menit ke-86.

Gol Tunggal Yuran Fernandes Antar Persebaya Tembus Final

Persebaya Surabaya menyusul langkah Persib Bandung setelah sukses menuntaskan perlawanan Arema FC pada pertandingan semifinal lainnya, Selasa (4/8/2026).

Skuad Bajul Ijo mengunci kemenangan tipis 1-0 atas Singo Edan. Bek tangguh Yuran Fernandes menjadi pahlawan kemenangan Persebaya lewat gol tunggal yang membawa timnya melenggang ke partai puncak.

Kemenangan dua tim besar ini memastikan bentrokan klasik antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya untuk memperebutkan trofi juara Piala Presiden 2026.

Perebutan Tempat Ketiga: Persija Tantang Arema FC

Sementara itu, dua tim yang harus menelan kekalahan di babak semifinal. Persija Jakarta dan Arema FC bakal bertarung memperebutkan posisi ketiga.

Pertandingan perebutan tempat ketiga antara Macan Kemayoran melawan Singo Edan ini juga dalam jadwal berlangsung pada Kamis (6/8/2026) sebelum partai final.

(Arif)

Job Fair Depok 2026 Buka Peluang Kerja Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Salah satu perusahaan pada Job Fair Tahun 2026 yang memberikan lowongan kerja bagi penyandang disabilitas. Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memacu ketersediaan lapangan kerja yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Langkah nyata tersebut mewujud lewat gelaran Job Fair Kota Depok Tahun 2026 yang mengusung prinsip kesetaraan akses.

Bursa kerja ini tidak sekadar mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja umum, melainkan membuka pintu selebar-lebarnya bagi penyandang disabilitas guna meraih pekerjaan sesuai keahlian.

Baca Juga: Ruang Publik Depok Open Space Jadi Wadah Berkesenian dan Berinteraksi dengan Masyarakat

Pemkot Depok menerapkan pendekatan inklusif ini agar seluruh warga mengantongi peluang sejajar di pasar kerja, sekaligus merangsang terciptanya iklim ketenagakerjaan yang makin ramah.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menjamin pelaksanaan Job Fair 2026 ini memfasilitasi kebutuhan para pencari kerja penyandang disabilitas.

“Kami memastikan adanya kesempatan kerja yang dapat diakses oleh pencari kerja penyandang disabilitas,” ungkapnya usai meninjau Job Fair 2026 di Depok Town Square, Selasa (4/8/2026).

Buka Lowongan Customer Service Khusus Disabilitas

Chandra membeberkan bahwa salah satu perusahaan peserta Job Fair secara khusus mengalokasikan formasi pekerjaan untuk pelamar disabilitas. Perusahaan tersebut membuka posisi Customer Service (CS) untuk menampung potensi tenaga kerja berkebutuhan khusus.

Peluang ini menjadi bukti konkret komitmen Pemkot Depok dalam memfasilitasi setiap warga agar mampu berkontribusi aktif sesuai bakat masing-masing.

“Kami berharap semakin banyak dunia usaha dan dunia industri yang membuka ruang inklusi, sehingga penyandang disabilitas dapat berkontribusi secara optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya,” jelasnya.

Apresiasi Sinergi Perusahaan dan Lembaga Pelatihan

Chandra melontarkan apresiasi tinggi kepada jajaran perusahaan, lembaga pelatihan dan asosiasi. Hingga apresiasi terhadap pemangku kepentingan yang sukses mengeksekusi Job Fair Kota Depok 2026.

Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku industri demi membidani ekosistem kerja yang adaptif, produktif, dan responsif terhadap dinamika pasar.

“Sinergi ini perlu terus menguat. Agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap kesempatan kerja sesuai dengan kompetensi dan keahliannya,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Ruang Publik Depok Open Space Jadi Wadah Berkesenian dan Berinteraksi dengan Masyarakat

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Kelompok teater Akular memanfaatkan ruang publik DOS untuk berlatih seni peran dan akting.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Depok Open Space (DOS) kini mengemban peran yang lebih luas dari sekadar ruang terbuka untuk berolahraga atau melepas penat. Area publik ikonik di Kota Depok ini sukses bertransformasi menjadi markas berkumpulnya berbagai komunitas kreatif yang aktif menggelar bermacam agenda.

Kelompok Teater Aktor Kulit Luar (Akular) menjadi salah satu komunitas yang rutin memanfaatkan fasilitas tersebut. Bagi Akular, DOS menyediakan wadah ideal untuk mematangkan proses kreatif sekaligus menyajikan karya seni secara langsung di hadapan warga.

Baca Juga: Mulai Senin, U-Turn Jalan Kartini Depok Ditutup untuk Kurangi Kemacetan

Keberadaan ruang terbuka ini memanjakan masyarakat untuk menyimak aktivitas seni dari dekat. Sesi latihan yang berlangsung secara terbuka menyuguhkan proses penggarapan pertunjukan teater dari awal hingga siap pentas.

Sutradara Pementasan Teater Kapai-Kapai, Yuanditra Bhayu Utarto, membeberkan alasan Akular memilih DOS berkat kawasannya yang kondusif dan sarat kegiatan positif.

“Selama kami berlatih di sana suasananya sangat mendukung. Masyarakat juga sering berinteraksi dengan kami, mulai dari menonton latihan hingga berdiskusi tentang teater,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Runtuhkan Sekat Seniman dan Masyarakat

Yuanditra menilai ruang publik memegang peranan krusial bagi keberlanjutan ekosistem seni. Selain menyediakan tempat latihan yang aman dan nyaman, ruang seperti DOS berhasil membangun jembatan emosional antara seniman dan warga sekitar.

“Di ruang publik seperti DOS, kegiatan seni menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Dari situ tercipta interaksi, apresiasi, sekaligus pertukaran gagasan,” katanya.

Ia menggarisbawahi antusiasme tinggi warga saat menyaksikan sesi latihan. Banyak pengunjung sengaja menghentikan langkah untuk menikmati proses pertunjukan, mencari tahu seluk-beluk teater, bahkan menyimak seluruh rangkaian latihan hingga usai.

“Respons masyarakat sangat positif. Ini menunjukkan bahwa ruang publik bisa menjadi jembatan yang menghubungkan seniman dengan masyarakat,” tuturnya.

Akses Strategis Dekat Stasiun Depok Baru

Selain atmosfer yang suportif, posisi DOS yang berdampingan dengan Stasiun Depok Baru menjadi pertimbangan utama komunitas teater ini. Akses transportasi umum yang ramah memudahkan mobilisasi para anggota yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

“Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau transportasi umum. Ini sangat membantu koordinasi latihan karena anggota kami berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek,” jelasnya.

Yuanditra menyebut pemanfaatan fasilitas publik sebagai panggung kesenian sanggup menjadi etalase terbuka bagi publik. Rutinitas latihan di area terbuka ini diyakini mampu memantik rasa ingin tahu sekaligus menumbuhkan apresiasi dari generasi muda.

“Ketika masyarakat melihat langsung proses berkesenian yang dilakukan secara rutin, mereka akan lebih mudah mengapresiasi bahkan terdorong untuk ikut berkarya. Ruang publik mampu meruntuhkan sekat antara seniman dan warga,” ungkapnya.

Dorong Pemkot Depok Pertahankan Ruang Publik Kreatif

Yuanditra mendorong Pemerintah Kota Depok untuk terus merawat dan memperluas keberadaan ruang publik seperti Depok Open Space agar makin banyak komunitas yang memetik manfaat.

“DOS bukan hanya untuk komunitas seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi olahraga, skateboard, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Semoga tempat ini terus menjadi ruang bertumbuhnya kreativitas masyarakat Depok,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak publik untuk memfungsikan area terbuka sebagai tempat menampung berbagai kegiatan positif yang mempererat kebersamaan warga.

“Mari manfaatkan Depok Open Space dengan sebaik-baiknya sebagai ruang yang produktif, kreatif, dan kolaboratif. Semoga DOS terus menjadi tempat bertumbuhnya seni, budaya, olahraga, dan berbagai kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan masyarakat,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)