spot_imgspot_img
Kamis 1 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 26

Satu Kesalahan Bisa Fatal, Nil Maizar Ingatkan Semen Padang Jelang Lawan PSGC Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Nil Maizar saat konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2026) (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Semen Padang FC enggan mengulang kesalahan yang menyebabkan mereka kehilangan poin pada laga sebelumnya. Menjelang duel sengit menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh, jajaran pelatih Kabau Sirah memberikan perhatian ekstra terhadap tingkat konsentrasi para pemain hingga peluit panjang berbunyi.

Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, menegaskan bahwa tim pelatih menjadikan penurunan fokus di menit-menit krusial sebagai bahan evaluasi utama seusai meraih hasil imbang pada pertandingan terakhir.

Baca Juga: “Sepak Bola Bukan di Atas Kertas”, Heri Kiswanto Kirim Pesan Tegas Jelang PSGC vs Semen Padang

Nil mengungkapkan bahwa tim telah mematangkan strategi penjagaan dan penguatan fokus melalui sesi latihan intensif sebelum bertolak ke markas PSGC Ciamis.

“Kita sudah evaluasi di latihan dan berdiskusi dengan pemain. Kita fokus penjagaan di menit-menit terakhir. Apalagi pertandingan mau habis, itu harus diperhatikan dan difokuskan,” kata Nil dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2026).

Kelengaian Kecil Berdampak Vital pada Hasil Laga

Nil mengingatkan bahwa kehilangan fokus selama beberapa detik saja dapat mengubah hasil akhir pertandingan secara drastis. Karena itu, ia menuntut jajaran pemain tampil disiplin mengawal pergerakan lawan sepanjang pertandingan.

“Jangan kita kehilangan penjagaan. Kalau kehilangan fokus, kehilangan konsentrasi, kita tidak mendapatkan hasil maksimal di setiap pertandingan,” ujarnya.

Selain memperkuat barisan pertahanan, Nil juga mendesak para pemain depan agar tampil lebih klinis saat menyelesaikan peluang. Sektor serang menjadi perhatian penting mengingat kesempatan mencetak gol kerap datang sangat terbatas.

“Siapa pun yang berada di depan gawang besok, terutama di final third, kalau ada kesempatan mencetak gol, usahakan mencetak gol. Peluang di depan gawang itu jarang datang dengan begitu banyak,” tuturnya.

Persiapan Singkat dan Pembenahan Taktik Transisi

Semen Padang FC sebenarnya hanya mengantongi waktu persiapan yang relatif terbatas menjelang laga tandang ini. Seusai menghadapi Persijap Semarang, skuad Kabau Sirah langsung menggelar latihan pemulihan pada hari Rabu, lalu melanjutkan dengan pemantapan taktik sehari menjelang pertandingan.

“Kita punya waktu sekitar tiga hari. Mudah-mudahan semua kelemahan dan kekurangan yang kita perbaiki kemarin tidak terjadi lagi di pertandingan melawan Ciamis,” katanya.

Nil menegaskan bahwa seluruh anggota tim tetap menaruh rasa hormat terhadap kekuatan PSGC Ciamis. Ia menganggap laga di Stadion Galuh sebagai ajang pembuktian atas pembenahan taktik transisi tim, baik saat menyerang maupun bertahan.

“Bagaimana transisi dari attack to defend dan defend to attack, jangan ada gap atau jarak. Itu yang kita coba perbaiki,” pungkasnya.

(Mia)

“Sepak Bola Bukan di Atas Kertas”, Heri Kiswanto Kirim Pesan Tegas Jelang PSGC vs Semen Padang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Kepala Pelatih, Heri Kiswanto saat konferensi pers didampingi pemain PSGC, Faris Abdul Hafizh, di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (25/9/2026) (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Antusiasme publik Ciamis yang memadati Stadion Galuh memberikan energi tambahan bagi jajaran pemain Laskar Singacala. Kepala Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menegaskan bahwa tim pelatih telah menanamkan target kemenangan mutlak kepada seluruh skuad menjelang laga krusial ini.

Heri menilai dukungan suporter memegang peranan penting dalam perjuangan tim. Kendati demikian, ia mengingatkan jajaran pemain agar tetap tenang, terukur, dan fokus menjalankan strategi yang telah terencana.

Baca Juga: Heri Kiswanto Ungkap Persiapan Terakhir PSGC Ciamis Jelang Duel Lawan Semen Padang

“Penonton itu ibaratnya pemain ke-12. Tentu kami butuh dukungan. Tapi pemain juga harus tetap terukur di lapangan sehingga bisa berkembang dan sukses,” kata Heri saat konferensi pers didampingi pemain PSGC, Faris Abdul Hafizh, di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (25/9/2026).

Target Tiga Poin dan Strategi Menghadapi Tim Berpengalaman

Tampil di depan pendukung sendiri membuat jajaran pelatih PSGC memasang target tinggi. Heri menegaskan bahwa seluruh pemain sudah memahami instruksi untuk merebut poin penuh di kandang.

“Kita di kandang memang perlu sekali tiga poin. Itu sudah kami tekankan kepada para pemain semuanya,” ujarnya.

Persiapan Laskar Singacala berjalan mulus hingga sesi latihan terakhir. Tim pelatih juga memberikan perhatian mendalam pada kesiapan mental pemain untuk menghadapi tekanan pertandingan.

Menghadapi Semen Padang yang memboyong jajaran pemain berpengalaman, Heri meminta anak asuhnya agar tidak gentar oleh nama besar skuad lawan.

“Sepak bola itu bukan di atas kertas, tapi di lapangan,” tegasnya.

Tampil Agresif Layaknya Partai Final

Heri menginstruksikan anak asuhnya untuk menganggap setiap pertandingan sebagai laga pemungkas. Ia menuntut para pemain tampil agresif sejak awal dan disiplin mematuhi arahan taktik.

“Semua tim itu berat. Saya anggap setiap partai itu final. Jadi kita harus gas. Di kandang sendiri, pendekatannya seperti itu dan anak-anak sudah paham,” katanya.

Kesiapan Pemain dan Pembenahan Sektor Pertahanan

Pemain PSGC Ciamis, Faris Abdul Hafizh, mengonfirmasi bahwa jajaran pemain berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima.

Faris menyebut tim pelatih telah menuntaskan evaluasi dari laga sebelumnya. Sektor pertahanan juga mendapat porsi pembenahan ekstra guna memperkuat komunikasi dan koordinasi antar lini.

“Kondisi tim sangat bagus. Semua pemain sudah siap untuk bertanding. Evaluasi dari pertandingan kemarin juga sudah dilakukan,” kata Faris.

Faris pun optimistis chemistry barisan belakang dan lini lainnya kini semakin solid setelah melalui rangkaian latihan intensif.

“Dari lini belakang sudah dilatih juga. Sudah cukup bagus dan sudah saling mengerti dengan lini lainnya,” pungkasnya.

(Mia)

Heri Kiswanto Ungkap Persiapan Terakhir PSGC Ciamis Jelang Duel Lawan Semen Padang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Konferensi pers tim PSGC Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis menegaskan kesiapan seluruh pemain menjelang laga sengit melawan Semen Padang di Stadion Galuh. Tim pelatih terus memaksimalkan persiapan akhir, mulai dari evaluasi taktik, penguatan mental, hingga pembentukan chemistry antarpemain sebelum bertanding di depan pendukung sendiri.

Kepala Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, terus memantau perkembangan fisik dan taktik para pemain hingga sesi latihan pemungkas. Ia optimistis anak asuhnya mampu menampilkan performa terbaik dan mengamankan kemenangan.

Baca Juga: Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

“Setelah latihan pagi semuanya sudah siap. Para pemain juga sudah bertekad untuk mencoba merebut poin yang sempurna,” kata Heri saat konferensi pers, di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (25/9/2026).

Evaluasi Lini dan Kesiapan Mental Pemain

Heri menekankan bahwa kesiapan tim mencakup aspek fisik sekaligus kekuatan mental. Tekanan tinggi dari ekspektasi pendukung tuan rumah menuntut konsentrasi penuh dari seluruh anggota tim.

Tim pelatih juga membenahi seluruh lini permainan, mulai dari pertahanan, sektor tengah, hingga barisan penyerang. Heri meminta seluruh pemain menganggap laga ini sebagai pertandingan krusial.

“Semua tim itu berat. Saya anggap setiap partai itu final. Jadi kita harus gas. Di kandang sendiri, pendekatannya seperti itu dan anak-anak sudah paham,” katanya.

Komunikasi Sektor Pertahanan dan Motivasi Pemain

Pemain PSGC Ciamis, Faris Abdul Hafizh, mengonfirmasi bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi prima. Tim telah menjadikan catatan dari pertandingan sebelumnya sebagai bahan pembenahan selama latihan.

“Kondisi tim sangat bagus. Semua pemain sudah siap untuk bertanding. Evaluasi dari pertandingan kemarin juga sudah dilakukan,” kata Faris.

Faris menambahkan bahwa tim pelatih memberikan perhatian khusus pada sektor pertahanan. Pemain terus memperkuat koordinasi dan komunikasi antar lini di lapangan.

“Dari lini belakang sudah dilatih juga. Sudah cukup bagus dan sudah saling mengerti dengan lini lainnya,” ujarnya.

Kehadiran suporter di Stadion Galuh membakar semangat jajaran pemain, termasuk para pemain muda yang siap tampil tanpa rasa gentar menghadapi materi pemain lawan yang berpengalaman.

“Yang penting kami berjuang di lapangan. Kalau hasil akhirnya bagaimana, yang penting kami sudah berjuang di atas lapangan,” katanya.

Kondisi Johan Bonilla Membaik Jelang Laga

Dalam kesempatan yang sama, Heri Kiswanto memberikan klarifikasi mengenai kondisi Johan Bonilla yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Heri memastikan Bonilla sudah pulih dan telah bergabung dalam latihan terakhir.

“Tentu Bonilla waktu habis pertandingan memang ada sedikit radang. Tapi tadi latihan terakhir sudah siap,” ungkapnya.

Kabar baik ini membuat rencana permainan PSGC Ciamis berjalan lancar. Heri berharap seluruh pemain fokus menjalankan taktik dan menyapu bersih poin penuh di kandang.

Pasar Baru Ditata, Tokoh Muhammadiyah: Terima Kasih Pemkab Garut

0
Garut pasar baru fokusjabar.id
Tokoh Muhamadiyah Penduduk Asli Pasar Baru Garut, M. Fachrudin

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) menghentikan dominasi lapak liar di koridor utama kota.

Penataan kawasan Pasar Baru Garut resmi di mulai lewat pembangunan fasilitas sementara bagi 103 Pedagang Kaki Lima (PKL).

BACA JUGA:

Pemkab Garut Ingin Pencak Silat Makin Kuat

Langkah tersebut sekaligus menandai pemulihan fungsi jalan publik yang bertahun-tahun lumpuh akibat serbuan aktivitas perdagangan informal.

Tokoh senior Muhammadiyah Garut, M. Fachrudin yang juga penduduk asli Pasar Baru mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Garut. Terkhusus, Wakil Bupati, Putri Karlina dan Kepala Disperindag ESDM, Ridwan Efendi.

Dia menilai, penataan Market City  dan di bukanya akses jalan di Pasar Baru untuk kendaraan roda empat dan dua sangat tepat karena menghubungkan Jalan Ahmad Yani hingga ke Garut Plaza (GP).

Fachrudin optimistis, penataan dan di bukanya akses jalan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pasar Baru yang legendaris sejak zaman dulu.

Bagaimana tidak, ke depan masyarakat akan lebih mudah melakukan konektivitas antara Garut Plaza dan Ahmad Yani. Dengan begitu, gairah perekonomian dapat meningkat seiring banyaknya Masyarakat yang melakukan aktivitas di Pasar Baru.

Di tambah lagi dengan adanya Market City yang akan menambah daya tarik bagi masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi di sana. Sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.

“Terima kasih Pemkab Garut, Khususnya Bu Wakil Bupati dan Pak Kadiserindag ESDM yangtelah menata dan membuka akses jalan di Pasar Baru,” kata Fachrudin, Jumat (25/9/2026).

Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Efendi menyebut, pekerjaan fisik tahap pertama di fokuskan pada koridor depan pertokoan, akses Jalan Ahmad Yani hingga perempatan Gunung Payung.

”Ini baru tahap awal. Pembangunan sarana menjadi kewenangan Kami. Sementara perbaikan jalan dan drainase di tangani Dinas PUPR,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Hadirkan Pasar Kreatif di Bungbulang

​Menurutnya, penataan tersebut menjadi titik balik dari serangkaian penertiban PKL yang sempat memicu ketegangan.

Pemerintah Daerah kini memilih pendekatan relokasi terstruktur untuk memberi kepastian ruang usaha bagi para pedagang yang selama ini beroperasi di Pasar Baru dan Jalan Ahmad Yani.

​Imbas paling signifikan terletak pada rekayasa lalu lintas. Kawasan yang semula di tutup total untuk lapak PKL bakal di buka kembali bagi kendaraan roda dua dan roda empat.

​”Ketika proyek selesai, jalan bisa kembali di lintasi kendaraan. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tapi fungsi jalan wajib di kembalikan,” tegas Ridwan.

Sebagai informasi, gagasan menyulap kawasan ini menjadi Garut City Market lahir dari usulan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Penataan tersebut di proyeksikan berlanjut ke tahap ke dua pada 2027. Yakni, area belakang Garut Plaza.

Demi mengejar skala pengembangan yang lebih luas, Pemkab Garut mulai berburu suntikan modal pihak swasta (investor).

(Bambang Fouristian)

Disdag Bekasi Tera Ulang UTTP di Pasar Induk Cibitung

0
Pasar Induk Cibitung fokusjabar.id
Petugas dari UPTD Meterologi, Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi tengah melakukan tera ulang

BEKASI, FOKUSJabar.id: Sebanyak 474 alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) milik pedagang di Pasar Induk Cibitung menjalani pemeriksaan dan tera ulang oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bekasi melalui UPTD Metrologi Legal pada Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan tersebut di lakukan untuk memastikan berbagai alat ukur yang di gunakan dalam transaksi perdagangan telah memenuhi standar yang di tetapkan.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung 3 Kecamatan

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada konsumen agar memperoleh barang sesuai ukuran yang di bayarkan.

Pelaksanaan tera ulang berlangsung selama tiga hari. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Subag TU) UPTD Metrologi Legal Disdag Kabupaten Bekasi, Eman Sulaeman mengatakan, sebagian besar kegiatan yang di lakukan petugas merupakan pemeriksaan dan tera ulang terhadap alat UTTP yang sudah di gunakan oleh pedagang.

“Untuk kegiatan ini kebanyakan tera ulang. Karena alat UTTP-nya sudah terpasang semua. Jadi kita melakukan pemeriksaan dan tera ulang,” kata Eman.

Dengan waktu pelaksanaan yang terbatas, petugas tidak dapat memeriksa seluruh alat UTTP yang ada di pasar.

Meski demikian, hingga Kamis, 24 September 2026, jumlah alat yang di periksa telah mencapai sekitar 474 unit atau hampir 500 alat.

“Kalau untuk keseluruhan memang tidak memungkinkan, karena kita hanya di berikan waktu tiga hari. Tetapi sampai hari ini sudah sekitar 474 yang kita periksa,” ujarnya.

Dari pemeriksaan yang di lakukan di lapangan, mayoritas alat UTTP masih di nilai layak untuk di gunakan dalam kegiatan perdagangan.

Eman menyebut, sekitar 90 persen alat yang di periksa berada dalam kondisi baik dan dapat kembali di gunakan setelah memenuhi ketentuan tera.

“Sekitar 90 persen kondisinya bagus dan masih bisa di gunakan. Tetapi memang ada juga alat yang sebenarnya sudah tidak layak pakai, namun masih di gunakan,” jelasnya.

Petugas juga melakukan penyetelan terhadap alat yang hasil pengukurannya belum sesuai standar.

Penyesuaian di lakukan hingga ukuran kembali menunjukkan hasil yang semestinya. Sementara alat yang sudah di nyatakan tidak layak tidak akan mendapatkan cap tanda tera.

“Kalau ukurannya tidak pas, kita standarkan lagi atau di nolkan kembali. Kalau (UTTP) itu sudah tidak layak pakai, kita tidak melakukan pembubuhan cap tanda tera,” tegas Eman.

BACA JUGA:

MUI Kabupaten Bekasi Bersama 25 Ormas Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait LGBTQ

Eman menegaskan bahwa alat UTTP yang tidak lagi memenuhi kelayakan harus di ganti dan tidak boleh di gunakan untuk transaksi.

Pengawasan terhadap penggunaan alat tersebut tetap di lakukan oleh tim pengawas bidang metrologi. Termasuk dengan memberikan teguran langsung di lapangan apabila masih di temukan alat yang tidak layak di gunakan.

“Kalau masih di gunakan, kita arahkan supaya alat UTTP tersebut tidak di gunakan lagi karena sudah tidak layak. Tegurannya kita lakukan di lapangan,” katanya.

Menurut Eman, penggunaan alat timbang atau alat ukur yang tidak memenuhi standar berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen.

Karena itu, pedagang di minta memastikan setiap alat UTTP yang di gunakan dalam transaksi berada dalam kondisi layak dan sudah menjalani proses tera.

“Kalau memang alat UTTP sudah tidak layak pakai, jangan di gunakan lagi. Ini bagian dari perlindungan konsumen, karena kalau tetap di gunakan, konsumen yang bisa di rugikan,” ujarnya.

Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani Disdag Kabupaten Bekasi, Saprudin turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan dan tera ulang membantu memastikan proses jual beli antara pedagang dan konsumen berlangsung menggunakan alat ukur yang sesuai ketentuan.

“Kegiatan ini sangat membantu konsumen. Kalau timbangan tidak di periksa dan tidak memenuhi standar, tentunya konsumen yang akan dirugikan,” kata Saprudin.

Saprudin menjelaskan, UPTD Pasar memiliki keterbatasan tenaga teknis yang menangani bidang metrologi.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan tera ulang oleh petugas yang memiliki kewenangan dan keahlian khusus menjadi penting untuk mendukung pengawasan alat ukur pedagang.

“UPTD memang mempunyai keterbatasan tenaga teknis untuk bidang metrologi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memastikan alat ukur yang di gunakan pedagang memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak UPTD Pasar Induk Cibitung juga belum menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pengurangan timbangan maupun persoalan alat ukur lain yang tidak sesuai di lingkungan pasar.

Pemantauan terhadap kondisi pasar tetap di lakukan oleh petugas setiap hari.

“Untuk laporan terkait pengurangan timbangan atau masalah lainnya, sampai saat ini belum ada. Petugas kami juga setiap hari berada di lapangan untuk memantau kondisi pasar,” katanya.

BACA JUGA:

100 Mahasiswa Bekasi Terima Beasiswa Pasti Pintar 2026

Melalui kegiatan tera ulang tersebut, Saprudin berharap kepatuhan pedagang dalam menggunakan alat ukur yang sesuai ketentuan semakin meningkat.

Menurutnya, penggunaan alat yang memenuhi standar tidak hanya berkaitan dengan ketertiban perdagangan. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga perlindungan konsumen dan kepercayaan dalam setiap transaksi.

“Harapannya para pedagang semakin tertib dan tidak menggunakan alat yang tidak sesuai. Karena ini menyangkut perlindungan konsumen dan kepercayaan dalam transaksi,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Super Flu Terdeteksi di Jakarta, 11 Kasus Tercatat Sejak Januari 2026

0
jakarta fokusjabar.id
(foto: ilustrasi)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Sebanyak 11 kasus influenza A (H3N2) subclade K tercatat di wilayah Jakarta berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 19 September 2026.

Temuan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Kamis, 24 September 2026. Meski demikian, angka itu bukan berarti terdapat 11 kasus baru. Tetapi merupakan akumulasi temuan sejak Januari 2026.

BACA JUGA:

Cegah Karhutla, Prabowo Subianto Bentuk BPGMN

Istilah “super flu” yang di gunakan untuk menyebut influenza A (H3N2) subclade K juga perlu di pahami secara tepat.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim menjelaskan bahwa subclade K bukan merupakan virus influenza baru. Varian tersebut merupakan bagian dari influenza musiman A(H3N2) yang mengalami mutasi.

“Secara nasional Kemenkes masih mengkategorikan aktivitas influenza rendah dan sesuai pola musiman. Subclade K bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang bermutasi,” kata Chico.

Pemprov DKI tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan pola maupun peningkatan kasus influenza di masyarakat.

Temuan subclade K juga telah di laporkan di berbagai daerah. Berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026, kasus di temukan di 13 provinsi.

Jawa Timur dan Kalimantan Selatan masing-masing mencatat 18 kasus, di susul Jawa Barat sebanyak 12 kasus dan DKI Jakarta 11 kasus.

Sumatera Selatan mencatat lima kasus, Sumatera Utara tiga kasus, Bali serta Nusa Tenggara Timur masing-masing dua kasus. Sedangkan Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan DI Yogyakarta masing-masing mencatat satu kasus.

Sementara itu, jika menggunakan periode pencatatan yang berbeda, Kementerian Kesehatan melaporkan 184 kasus influenza A(H3N2) subclade K di 20 provinsi sejak 2025 sampai minggu ke-36 tahun 2026.

Berdasarkan kelompok usia, anak berusia 0 hingga 4 tahun menjadi kelompok dengan proporsi terbesar, yaitu 38 persen. Selanjutnya, kelompok usia 5 hingga 9 tahun mencapai 23,4 persen, usia 10 hingga 17 tahun sebesar 21,2 persen, dan usia 18 hingga 59 tahun sebanyak 15,8 persen.

Pemantauan influenza secara keseluruhan juga menunjukkan adanya perubahan pada hasil pemeriksaan spesimen. Pada minggu ke-36, sebanyak 185 spesimen di periksa dan 86 spesimen atau sekitar 46 persen di nyatakan positif influenza.

Angka tersebut lebih tinggi di bandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran 35 persen. Dari 86 spesimen positif itu, 76 merupakan influenza A(H1N1)pdm09, delapan influenza A(H3N2), dan dua influenza B(Victoria).

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjalankan surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Sistem tersebut dijalankan melalui lima puskesmas di setiap kota administrasi serta satu rumah sakit rujukan. Seluruh pemantauan terhubung dengan sistem nasional dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO agar perubahan kasus dapat diketahui sedini mungkin.

BACA JUGA:

Mendadak Kontraksi di Dalam Kereta, Penumpang Commuter Line Melahirkan di Gerbong

“Yang sudah dan terus di lakukan Pemprov DKI, Dinas Kesehatan menjalankan surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas tiap kota administrasi plus satu rumah sakit rujukan, terhubung dengan sistem nasional dan WHO agar kenaikan kasus terdeteksi lebih awal,” jelas Chico.

Selain memperkuat pemantauan, Pemprov DKI meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza, infeksi saluran pernapasan akut, dan pneumonia.

Anak usia dini, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta menjadi kelompok yang mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Di Jakarta Barat, perkembangan kasus ISPA dalam beberapa pekan terakhir juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan catatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), terdapat 10.963 kasus ISPA baru pada 30 Agustus hingga 5 September.

Jumlah tersebut kemudian menjadi 13.042 kasus pada 6 hingga 12 September dan meningkat lagi menjadi 13.614 kasus pada pekan berikutnya.

Untuk kasus ILI, masing-masing tercatat 54 kasus, 79 kasus, dan 26 kasus dalam tiga periode tersebut.

Pemerintah daerah menyatakan peningkatan kasus tersebut tidak berkaitan langsung dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan tetap melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna mengatakan, pengambilan sampel di lakukan untuk mengetahui lebih lanjut spesifikasi kasus ILI yang di temukan di wilayah tersebut.

“Kita juga melakukan pengambilan sampel dan di kirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk di lihat lebih lanjut spesifikasi kasus ILI,” jelas Sahruna.

Vaksin influenza saat ini tersedia di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit umum daerah. Namun, vaksin tersebut belum termasuk program imunisasi pemerintah. Sehingga masyarakat masih perlu membayar untuk mendapatkannya.

Kementerian Kesehatan menyatakan, vaksin influenza tetap memberikan manfaat untuk mengurangi risiko penularan dan tingkat keparahan penyakit.

Pemerintah juga menyebut belum ada bukti yang menunjukkan subclade K kebal terhadap vaksin influenza yang beredar.

“Vaksin influenza tersedia di faskes termasuk RSUD. Belum masuk vaksin program, jadi masih berbayar. Yetapi Kemenkes menegaskan imunisasi influenza tetap bermanfaat menurunkan penularan dan keparahan. Tidak ada bukti subclade K kebal terhadap vaksin influenza yang beredar,” kata Chico.

Masyarakat juga di minta memperhatikan kondisi anggota keluarga yang mengalami gejala influenza. Terutama anak-anak.

“Anak yang sakit jangan di bawa ke sekolah sampai pulih. Segera ke faskes jika keluhan berlanjut. Apalagi muncul napas cepat, tarikan dinding dada, atau saturasi oksigen di bawah 92 persen,” ujarnya.

BACA JUGA:

KPU Akui Tak Verifikasi Langsung Syarat Pendidikan Gibran ke Dinas Pendidikan

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan meningkatkan penyampaian informasi dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan terkait temuan subclade K di sejumlah wilayah.

“Kemenkes harus memberikan peringatan kepada masyarakat dan mengimbau masyarakat waspada terhadap merebaknya super flu di 13 provinsi,” kata Yahya Zaini.

Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa juga meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dan langkah pencegahan influenza A.

“Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai gejala dan pencegahan influenza A,” kata Neng Eem di Jakarta.

Neng Eem meminta masyarakat tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Kami minta masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih dan sehat. Jika mengalami gejala berat atau kondisi memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI menyatakan pemantauan terhadap temuan 11 kasus di Jakarta tetap di lakukan melalui surveilans dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Pemprov DKI tidak menyepelekan 11 kasus itu, tapi juga tidak ingin masyarakat panik. Situasinya di kawal lewat surveilans, faskes yang siaga, dan pencegahan di tingkat keluarga. Kalau ada update teknis dari Dinkes, kami sampaikan,” imbuh dia.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

Cegah Karhutla, Prabowo Subianto Bentuk BPGMN

0
Prabowo Subianto BPGMN fokusjaba.id
Prabowo Subianto (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan untuk membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang akan memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Keputusan tersebut di sampaikan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

BACA JUGA:

Gibran Digugat di MK, Pemohon Minta Prabowo Siapkan 2 Calon Wapres

Pembentukan BPGMN menjadi salah satu hasil pembahasan pemerintah mengenai pengelolaan kawasan gambut dan persoalan karhutla.

Dalam pertemuan itu, Prabowo Subianto mengundang sejumlah akademisi, ilmuwan dan peneliti untuk memberikan masukan mengenai tata kelola lahan gambut serta upaya pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria menyebut, pembahasan mencakup penanganan karhutla serta pemanfaatan kawasan gambut secara berkelanjutan.

Luas lahan gambut yang saat ini di manfaatkan di sebut mencapai sekitar 24 juta hektare. Pengelolaannya mengacu pada ketentuan pemerintah mengenai kawasan pemanfaatan dan kawasan lindung.

Menteri Kehutanan, Raja Juli menjelaskan, pembentukan badan tersebut merupakan keputusan langsung Prabowo Subianto.

“Pak Presiden sudah mengambil keputusan akan mendirikan BPGMN,” kata Raja Juli Antoni.

Pemerintah mengarahkan lembaga tersebut untuk mengutamakan pencegahan agar kebakaran di kawasan gambut tidak terus berulang.

Raja Juli menekankan bahwa pendekatan pencegahan di nilai lebih penting dalam menghadapi persoalan karhutla.

“Tujuannya adalah melakukan pencegahan karena semua sadar karena pencegahan jauh lebih efisien ketinbang tindakan-tindakan yang bersifat reaksioner,” kata Raja Juli.

BPGMN nantinya memiliki kedudukan yang berbeda dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Kehutanan.

Menurut Raja Juli, perbedaan tersebut berkaitan dengan posisi kelembagaan, pengelolaan anggaran hingga penyusunan rencana kerja badan.

“Nanti lembaga ini berbeda dengan BRGM sebelumnya yang berada di bawah Kemenhut sebelum di bubarkan. DIPA dan penyusunan RPSK-nya di bawah Kemenhut. Sementara badan ini akan langsung di bawah Pak Presiden,” katanya.

BPGMN juga di rancang untuk melibatkan tenaga ahli dari kalangan ilmuwan dan profesional.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran untuk menjalankan fungsi lembaga tersebut. Terutama dalam mencegah terjadinya kebakaran di kawasan yang memiliki ekosistem gambut.

BACA JUGA:

Mendikdasmen: 20 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru NonASN

Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan karhutla berbasis gambut.

“Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di sebut menjadi konsentrasi penanganan karhutla saat ini,” katanya.

Penguatan pencegahan juga akan di dukung dengan riset dan teknologi.

BRIN mendapat peran untuk membantu pengembangan sistem deteksi dini titik panas atau hotspot.

Teknologi yang telah tersedia akan terus di kembangkan. Termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sehingga potensi kebakaran dapat di ketahui lebih cepat.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan, pengembangan teknologi tersebut akan terus di perbarui untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi potensi kebakaran sejak awal.

“Kita akan terus perbarui dengan AI yang semakin canggih untuk bisa mengantisipasi kebakaran hutan lebih dini lagi,” ungkapnya.

Upaya pencegahan tidak hanya mengandalkan sistem teknologi, tetapi juga melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut.

Pemerintah membahas pendekatan berbasis desa karena masyarakat setempat di nilai memiliki kedekatan langsung dengan kawasan hutan dan lahan.

Kelompok Masyarakat Peduli Api juga akan di perkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.

Selain persoalan kebakaran, pengelolaan gambut juga di kaitkan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Arif menyebut, sekitar 41 juta masyarakat hidup di sekitar kawasan hidrologis gambut. Karena itu, pembahasan pemerintah turut mencakup alternatif pemanfaatan lahan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah komoditas di sebut dapat menjadi alternatif dalam pemanfaatan kawasan tersebut sesuai kebutuhan jangka waktunya.

Sagu di bahas sebagai pilihan untuk jangka panjang, kopi jangka menengah dan tanaman hortikultura dapat di kembangkan untuk kebutuhan yang lebih pendek.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pengelolaan kawasan gambut yang tidak hanya berorientasi pada pencegahan karhutla. Tetapi juga memerhatikan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)