spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 25

Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya Terbakar, Api Dekati Gardu Listrik PLN

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya Terbakar, Api Dekati Gardu Listrik PLN,, (Ftoto: InfoTasik)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan gudang bareng bekas (Barbek) di wilayah Kelurahan Sambong Jaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Lurah Sambong Jaya, Mulyono, mengonfirmasi bahwa kobaran api mulai terlihat melalap bangunan penyimpan barang bekas tersebut sejak pukul 18.00 WIB.

Guna menjinakkan si jago merah yang terus membesar, petugas langsung mengerahkan sedikitnya enam armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Pihak kewilayahan menaruh perhatian khusus mengingat posisi bangunan yang terbakar berada sangat dekat dengan fasilitas gardu listrik milik PLN.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Canangkan BIAS 2026, Target Cakupan Imunisasi Anak Tembus 95 Persen

“Kejadiannya dari jam 18.00 WIB. Ada enam armada yang turun ke lokasi,” ujar Mulyono saat mengonfirmasi kondisi di lapangan.

Kondisi di sekitar area kebakaran sempat gelap gulita saat proses pemadaman berlangsung. Meski demikian, jajaran petugas gabungan dari unsur Kelurahan, Polsek, hingga Koramil Mangkubumi langsung bersiaga penuh mengamankan area sekitar.

“Situasinya gelap. Semua unsur ada di lokasi, dari Polsek hingga Koramil,” tambah Mulyono menegaskan kondisi gudang rongsok yang sudah berdiri cukup lama tersebut.

BPBD Kota Tasikmalaya Minta Bantuan Armada Tambahan

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, membenarkan insiden kebakaran tersebut dan memimpin langsung proses penanganan di tempat kejadian perkara.

Melihat kobaran api yang tak kunjung padam, BPBD Kota Tasikmalaya terus mendatangkan pasokan unit mobil pemadam dan personil tambahan untuk mempercepat pemadaman.

“Iya, saya lagi di lokasi, baru sampai. Tim sudah menambah armada lagi,” kata Budi Martanova saat berada di tempat kejadian.

Budi menjelaskan bahwa pihak BPBD Kota Tasikmalaya telah menurunkan armada operasional secara bertahap ke lokasi. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkuat bantuan armada di lapangan.

“Semua turun. Dari BPBD Kota tadi berangkat dua armada, ini dua armada masuk. Tapi sudah persiapan untuk berangkat lagi,” ungkap Budi.

Mengenai total kerugian serta penyebab pasti munculnya api pada bangunan gudang tersebut, Budi mengaku masih menunggu pengumpulan data lengkap dari tim teknis yang bertugas di area terdampak.

“Nanti ke tim yang di lapangannya, saya belum dapat data lengkap,” pungkasnya. Hingga berita ini terbit petugas gabungan bersama wargab masih dalam upaya memadamkan kobaran api.

(Seda)

Kapolres Cimahi Baru AKBP Moh. Faruk Rozi Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers

0
CIMAHI, FOKUSJabar.id
Foto: Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi (kanan). (Humas Polres Cimahi)

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Kapolres Cimahi yang baru, AKBP Moh. Faruk Rozi, menggelar acara silaturahmi bersama para insan pers di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (4/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Moh. Faruk Rozi memperkenalkan diri sekaligus mengutarakan rasa syukur dan apresiasi tinggi kepada awak media yang terus menjadi mitra strategis kepolisian.

Baca Juga: Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

Ia menilai media memegang peranan krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui sajian berita yang akurat serta berimbang. Pihaknya meyakini media merupakan mitra utama dalam memelihara kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami sangat mengapresiasi peran rekan-rekan media yang selama ini telah membantu menyampaikan informasi yang edukatif dan menyejukkan kepada masyarakat,” katanya.

Dorong Keterbukaan Informasi dan Sinergi Era Digital

Kegiatan ramah tamah ini menjadi wadah komunikasi dua arah untuk membedah dinamika kamtibmas, keterbukaan informasi publik, hingga tantangan penyampaian berita di tengah pesatnya perkembangan era digital.

AKBP Moh. Faruk Rozi berharap kolaborasi erat bersama media dapat terus bertahan dan makin kokoh.

Ia mengucapkan terima kasih atas sokongan para wartawan dan meyakini kerja sama solid ini mampu menciptakan suasana aman, nyaman, serta tertib di wilayah hukum Polres Cimahi.

Gantikan AKBP Niko Nurallah Adiputra

Sebelum agenda silaturahmi ini berlangsung, jajaran Polres Cimahi telah menggelar malam pisah sambut pimpinan dari AKBP Niko Nurallah Adiputra kepada AKBP Moh. Faruk Rozi.

Acara pelepasan dan penyambutan tersebut berlangsung di Gedung Technopark, Senin (3/8/2026) malam, dengan kehadiran seluruh jajaran pejabat utama, para perwira, hingga personel Polres Cimahi.

(Arif)

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Lurah Cihapit, Yoga Hananto, membantah anggapan bahwa aparat kewilayahan lalai dalam kasus penebangan 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aparat kewilayahan menolak tuduhan lalai terkait insiden penebangan 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung. Lurah Cihapit, Yoga Hananto, menegaskan bahwa pihak penanggung jawab sama sekali tidak mengirimkan pemberitahuan atau permohonan izin ke tingkat kelurahan maupun kecamatan.

“Tidak ada, tidak ada yang izin ke Kelurahan ataupun ke Kecamatan, tidak ada,” kata Yoga, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: 137 Kepala SPPG Dicopot Bos BGN

Pihak kelurahan hingga saat ini belum mengantongi identitas pelaku. Yoga sepenuhnya memercayakan proses pengungkapan sosok pemotong pohon tersebut kepada tim penyidik.

“Belum tahu kalau itu. Mungkin nanti penyidik yang melakukan penyidikan untuk pelakunya,” ujarnya.

Penebangan Kilat Saat Dini Hari Lolos dari Patroli Linmas

Yoga membeberkan alasan petugas tidak menghentikan aksi penebangan liar di lokasi kejadian. Pelaku melancarkan aksinya saat dini hari dengan durasi yang sangat singkat.

Meski anggota Linmas Kelurahan dan Kecamatan rutin menggelar patroli malam, proses pemotongan pohon yang begitu cepat membuat petugas luput memantau pergerakan pelaku.

“Kejadian dilakukan dini hari. Anggota Linmas juga setiap malam melakukan patroli. Mungkin itu tidak ketahuan karena sangat cepat katanya pemotongannya,” ucapnya.

Mengenai penyegelan lokasi, Yoga menyebut langkah tersebut berada di luar wewenang kelurahan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP memegang penuh hak untuk melakukan penyegelan.

“Tidak bisa, itu ranahnya ada di PPNS,” tegasnya.

Siap Terima Sanksi dari Wali Kota Bandung

Menanggapi usulan sanksi bagi aparat kewilayahan, Yoga menyatakan kesiapannya untuk menerima segala keputusan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, jika kepemimpinannya menganggap kinerja wilayah belum maksimal.

“Atasan saya selaku Lurah Cihapit adalah Pak Wali Kota Bandung, Bapak Muhammad Farhan. Apabila nanti memberikan sanksi atas mungkin tindakan saya yang masih kurang, ya kita sebagai bawahan hanya bisa menerima,” ungkapnya.

Kendati demikian, Yoga menganggap pihak kewilayahan sudah bekerja sesuai prosedur dan wewenang. Pihaknya langsung membangun koordinasi intensif bersama perangkat daerah terkait sejak kasus ini muncul ke permukaan.

“Kalau menurut penilaian saya pribadi, yang penting kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Tugas sebenarnya sudah kami laksanakan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Persib Bandung vs Persija Jakarta, Shin Tae-yong Kecewa

0
persib bandung persija fokusjabar.id
Shin Tae-yong (foto: web)

BALI, FOKUSJabar.id: Semifinal pertama Piala Presiden 2026 mempertemukan Persib Bandung dengan Persija Jakarta di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, Selasa (4/8/2026) sore.

Tim berjuluk Macan Kemayoran bersiap menghadapi ujian berat melawan tim juara bertahan Liga 1.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar Optimis Persib Kalahkan Persija

Pelatih Persija, Shin Tae-yong mengaku ada satu hal yang membuat atmosfer laga klasik itu terasa kurang sempurna. Yakni, pertandingan tanpa penonton.

Menurutnya, pertandingan sebesar Persib kontra Persija akan kehilangan sebagian daya tarik.

“Sangat di sayangkan pertandingan sebesar ini harus berlangsung tanpa penonton,” ungkapnya.

Meski gengsi pertandingan tetap tinggi, Shin Tae-yong mengatakan, waktu persiapan yang singkat membuat tim pelatih lebih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik para pemain.

Karena itu, Dia membuka peluang memberikan menit bermain lebih banyak kepada pemain muda.

“Fokus utama saat ini ialah memastikan kondisi fisik pemain kembali optimal agar mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik,” katanya.

“Turnamen ini sejak awal kami manfaatkan sebagai ruang bagi pemain muda dan rekrutan baru untuk mendapatkan pengalaman bertanding,” pelatih asal Korea Selatan menambahkan.

Shin Tae-yong menyadari, duel melawan Persib memiliki arti penting bagi Macan Kemayoran.

Dia meminta anak asuhnya tampil dengan mentalitas kuat dan mengerahkan kemampuan terbaik di atas lapangan.

“Namun, menghadapi Persib tentu memiliki arti yang berbeda. Saya ingin para pemain menunjukkan karakter, mental yang kuat, dan memberikan seluruh kemampuan mereka,” ujarnya.

Persija kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat di partai puncak Piala Presiden 2026.

BACA JUGA:

Persib vs Persija di Bali, Ini Kata Dedi Kusnandar

Jika mampu melewati hadangan Persib, tim berjuluk Macan Kemayoran akan menghadapi pemenang antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memprediksi pertandingan menghadapi Persija Jakarta akan berlangsung ketat.

Menurut Umuh Muchtar, pertandingan kali ini memang hanya sebatas turnamen pramusim. Namun kedua kesebelasan pasti bakal berusaha untuk merah hasil maksimal untuk mendapatkan tiket ke babak final.

Umuh berharap, pada pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026, Mariano Peralta bisa tampil.

Kehadirannya di harapkan bisa menambah kekuatan skuad Maung Bandung. Apalagi pertandingan kali ini sangat menentukan untuk langkah ke babak selanjutnya.

(Bambang Fouristian)

Gabriel Mutombo Siap Tampil Maksimal kontra Persija

0
Gabriel Mutombo debut persib fokusjabar.id
Gabriel Mutombo (foto: web)

BALI, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung asal Prancis, Gabriel Mutombo bertekad memberikan penampilan terbaiknya saat menghadapi Persija Jakarta pada laga semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) sore.

Menurut Gabriel Mutombo, duel klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta bukan sekadar pertandingan pramusim. Namun sebuah laga penuh gengsi yang harus di menangkan.

BACA JUGA:

Persib vs Persija di Bali, Ini Kata Dedi Kusnandar

Mutombo mengaku sudah memahami besarnya rivalitas kedua tim sejak bergabung dengan Pangeran Biru. Karena itu, ia menilai seluruh pemain Persib harus tampil dengan semangat juang tinggi agar melangkah ke partai final.

“Saya tahu, Persija lawan Persib itu adalah pertandingan besar. Ini seperti derbi. Jadi kami harus memberikan yang maksimal untuk memenangkan pertandingan,” tegas Mutombo.

Meski Piala Presiden berstatus sebagai turnamen pramusim, Mutombo menegaskan hal tersebut tidak mengurangi ambisi tim.

Menurutnya, Persib Bandung harus selalu menjaga mentalitas sebagai tim juara dengan membidik kemenangan di setiap pertandingan.

“Ya, ini memang pramusim, tetapi kami harus menjaga mentalitas sebagai pemenang. Anda harus menang dan Anda ingin memenangkan setiap pertandingan, jadi tentu kami harus memenangkan pertandingan ini,” tegasnya.

BACA JUGA:

Balsa Sekulic Optimistis Singkirkan Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Kondisi fisik Mutombo juga terus menunjukkan perkembangan positif. Sempat merasakan sedikit gangguan pada laga sebelumnya, bek bernomor punggung 3 itu memastikan proses pemulihannya berjalan baik dan optimistis bisa tampil maksimal jika di percaya oleh pelatih Igor Tolic.

“Kondisi saya belum (pulih) sepenuhnya, tapi sudah lebih baik. Saya masih sedikit sakit saat pertandingan terakhir, tapi saya merasa baik, saya merasa makin baik dari hari ke hari,” pungkas Mutombo.

(Bambang Fouristian)

Hiu Tutul 5 Meter Mati Terdampar di Batukaras Pangandaran

0
Hiu Tutul Pangandaran fokusjabar.id
Penampakan ikan hiu tutul terdampar di Pantai Sanghiangkalang, Batukaras ‎

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Upaya penyelamatan seekor hiu tutul atau whale shark yang terdampar di Pantai Sanghiangkalang, Batukaras Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) berakhir tragis.

‎Satwa laut di lindungi itu di nyatakan mati pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB, setelah sebelumnya selama berjam-jam berjuang untuk di kembalikan ke laut.

‎BACA JUGA:

17 H Perkebunan Durian Bikin Resah Warga Kedungwuluh Pangandaran

‎Bangkai hiu berukuran sekitar 5 meter itu di kubur di bibir Pantai Sanghiangkalang menggunakan alat berat excavator.

‎Proses penguburan menarik perhatian ratusan warga yang berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan secara langsung. Saat di evakuasi, bangkai hiu tutul sudah mulai di serbu lalat.

‎Perwakilan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Pangandaran, Deni Sugia Permana mengatakan, sejak hiu pertama kali terdampar pada Senin (3/8/2026) petang, pihaknya bersama nelayan sudah berupaya maksimal menyelamatkan satwa tersebut.

‎”Ada sekitar dua jam kita berusaha menggeser hiu ke tengah laut, tapi tetap kembali ke darat. Ketahuan mati jam 12 malam,” ujar Deni kepada sejumlah wartawan.

‎Menurutnya, hiu sempat di dorong kembali ke perairan yang lebih dalam. Namun satwa itu kembali terdampar ke arah bibir pantai hingga akhirnya tidak mampu bertahan.

‎Setelah di pastikan mati, petugas PSDKP bersama Dinas Kelautan langsung melakukan penjagaan terhadap bangkai hiu sepanjang malam.

‎”Semalam kita bersama teman-teman menjaga bangkai hiu supaya aman dan tidak di manfaatkan oleh siapa pun,” katanya.

‎Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, hiu tutul itu memiliki panjang sekitar 5 meter. Hiu paus merupakan ikan terbesar di dunia yang statusnya di lindungi.

‎Deni menduga kemunculan hiu paus hingga terdampar di kawasan Pantai Sanghiangkalang berkaitan dengan aktivitas mencari makan.

‎”Kemungkinan hiu itu mengejar pakan berupa udang dan ikan-ikan kecil,” ucap Deni.

‎Sebelumnya, peristiwa langka ini bermula pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 18.20 WIB ketika nelayan melihat seekor hiu raksasa di bibir Pantai Sanghiangkalang.

BACA JUGA:

Viral Papan SHM di Pantai Madasari, Bupati Pangandaran Libatkan BPN Telusuri Legalitas Sertifikat

‎Di duga satwa tersebut terbawa hingga ke perairan dangkal saat mengejar gerombolan ikan kecil yang banyak bermunculan pada musim kemarau.

‎Kemunculan hiu paus di kawasan pesisir sontak mengundang perhatian nelayan dan warga sekitar.

Sejumlah orang mengabadikan momen langka itu menggunakan telpon genggam. Sementara nelayan lain berusaha menolong dengan mendorong tubuh hiu kembali ke laut.

‎Namun seluruh upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.

(Sajidin)

17 H Perkebunan Durian Bikin Resah Warga Kedungwuluh Pangandaran

0
Perkebunan Durian Pangandaran fokusjabar.id
Penampakan pembukaan lahan 17 hektare untuk perkebunan durian

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pembukaan lahan 17 hektare untuk perkebunan Durian di Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) membuat resah warga sekitar.

‎Mereka khawatir, proyek milik perorangan itu akan berujung pada alih fungsi lahan, longsor hingga pencemaran lingkungan.

BACA JUGA:

Viral Papan SHM di Pantai Madasari, Bupati Pangandaran Libatkan BPN Telusuri Legalitas Sertifikat

‎Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Kedungwuluh sudah turun tangan. Klarifikasi di lakukan, lokasi di tinjau dan draft perjanjian komitmen pun sudah di siapkan.

‎Sekretaris Desa Kedungwuluh, Cucu Sutiaman mengatakan, ada 4 poin utama yang di keluhkan warga terkait pembukaan lahan yang di mulai sejak awal Juli 2026.

‎”Yang pertama terkait alih fungsi lahan. Warga takut ke depan jadi pabrik semen atau tambang. Desa Kedungwuluh punya trauma tersendiri terkait hal itu,” ujarnya saat di hubungi, Selasa (4/8/2026).

‎Menurut Cucu, tiga kekhawatiran lain adalah potensi longsor akibat pengurukan, gangguan debit air karena penggunaan air tanah dan pencemaran pestisida dari penyemprotan di lahan luas.

‎Guna merespons kekhawatiran warga, Pemdes bersama BPD sudah melakukan beberapa langkah.

‎”Sudah bersurat dua kali, sudah ada yang datang ke desa. Kami juga kemarin ke lokasi melihat langsung,” kata Cucu.

‎Dari hasil peninjauan, pengelola menyatakan lahan tersebut untuk perkebunan durian milik perorangan, bukan perusahaan CV. Lahan di beli dari warga dan saat ini sedang tahap pembukaan dengan 4 alat berat.

BACA JUGA:

Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

‎Agar keresahan warga terjawab, Pemdes meminta pengelola menandatangani berita acara komitmen.

Beberapa poin yang di sepakati:‎

‎1. Tidak Alih Fungsi

Pengelola berkomitmen lahan tetap untuk perkebunan durian dan tidak akan di ubah jadi pabrik atau tambang.

2. Antisipasi Longsor

Di lakukan pembuatan sengkedan/terasering bertahap. Area yang rawan longsor tidak di buka. Jika terjadi longsor, di pastikan hanya masuk ke area perkebunan sendiri.

3. Jaga Debit Air

Pengelola membuat bak penampungan air hujan agar tidak bergantung 100 persen pada air tanah. Alternatif lain bisa mengambil air dari sumber Cigondang.

4. Ramah Lingkungan

Pengelola wajib menggunakan pestisida nabati, bukan kimia. Pupuk yang di pakai dari kotoran domba/kambing. Saat penyemprotan harus memperhatikan arah angin dan ada buffer zone. Limbah kemasan pestisida di larang di buang ke saluran air.

‎”Itu sudah di bicarakan dan pihak pengelola berkomitmen. Sekarang tinggal menunggu penandatanganan berita acara,” jelas Sekdes.

‎Setelah penandatanganan, Pemdes akan menggelar sosialisasi ke warga agar informasi ini tersampaikan secara utuh. Hingga berita ini di tayangkan, proses penandatanganan komitmen masih menunggu waktu dari pihak pengelola.

BACA JUGA:

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Mengguncang Pangandaran, DKBP3A Serukan Perlindungan Bersama

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat pemandangan sebuah pucuk gunung gundul. Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas dari jalan raya Padaherang – Pangandaran.

‎Pemdes berharap komitmen yang akan di tandatangani bisa menjadi jaminan bagi warga bahwa pembukaan lahan tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat Kedungwuluh.

(Sajidin)