spot_imgspot_img
Jumat 20 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 25

Jelang Idul Fitri, UPTD Pasar Manis Ciamis Pantau Harga Sembako dan Tertibkan Pedagang Dadakan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Ka UPTD Pasar Manis Ciamis Dana Sudiana saat melakukan monitoring harga sembako

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis melalui UPTD Pasar Manis Ciamis menggelar monitoring harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Manis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).

Petugas mendatangi kios dan lapak pedagang untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau pergerakan harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah yang tinggal satu pekan lagi.

Baca Juga: Jangan Dipaksa Puasa Penuh, Dinkes Ciamis Ingatkan Cara Aman Anak Belajar Puasa

Selain mengecek harga sembako, petugas juga meninjau kondisi trotoar dan badan jalan di kawasan Pasar Subuh. Lokasi tersebut setiap tahun kerap dipadati pedagang dadakan yang datang dari luar daerah.

Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudiana, mengatakan monitoring rutin ini untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memantau harga sembako yang pedagang jual sekaligus memastikan stok tetap aman menjelang Lebaran,” ujar Dana.

Dari hasil pemantauan, petugas menemukan sejumlah komoditas mengalami perubahan harga. Beberapa kebutuhan pokok naik, sementara sebagian lainnya justru turun dari hari sebelumnya.

Menurut Dana, kenaikan harga komoditas sayuran, terutama cabai merah dan cabai hijau masih mendominasi. Namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

“Kenaikan harga paling terlihat pada cabai, tetapi belum terlalu tinggi dan masih terkendali,” katanya.

Dalam kesempatan itu, petugas juga menegaskan larangan berjualan di trotoar dan badan jalan di kawasan Pasar Subuh. Area tersebut bukan tempat berdagang.

Dana menegaskan pihaknya tidak akan memberikan izin kepada pedagang dadakan yang biasanya muncul menjelang Lebaran.

“Kami melarang pedagang berjualan di trotoar dan badan jalan. Tahun ini kami tidak memberikan izin bagi pedagang dadakan di kawasan Pasar Subuh,” tegasnya.

Monitoring akan terus berlangsung hingga menjelang Idul Fitri untuk menjaga ketertiban pasar serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

(Husen Maharaja)

Habiskan Rp3 Miliar, Kualitas Bangunan Rumah Bekas PW Pangandaran Dipertanyakan

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Penampakan rumah relokasi eks penghuni pasar wisata Pangandaran.(Istimerwa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran di duga menggunakan bahan material berkualitas rendah. Kondisi ini memicu kekhawatiran bangunan rumah tidak bisa bertahan lama.

‎Sebanyak 152 unit rumah berukuran 6×4 ini berdiri di wilayah Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Secara konstruksi, rumah tersebut tergolong semi permanen. Bagian bawah dinding menggunakan bata hebel dengan ketinggian sekitar setengah meter. Sedangkan bagian atas menggunakan dinding GRC dengan rangka kayu balok, dan atap berbahan baja ringan galvanis.

Baca Juga: Tebing di Sukahurip Pangandaran Longsor Timpa Rumah

‎Namun, kualitas beberapa material yang di gunakan di nilai kurang bagus. Di antaranya penggunaan kayu balok berjenis Ledig. Material bahan kayu ini di nilai tidak kuat dan mudah rapuh.

‎Kayu Ledig merupakan jenis kayu keras. Pada umumnya, kayu Ledig di gunakan untuk kebutuhan palet pabrik, namun memiliki karakteristik mudah keropos sehingga kurang ideal untuk konstruksi bangunan rumah.

‎Selain bahan kayu yang tidak berkualitas, desain rumah yang di bangun pun berbentuk kotak sederhana tanpa sekat ruang tambahan. Di tambah lagi tidak memiliki MCK di sekitar kawasan hunian.

‎Sementara, anggaran per satu unit rumah sebesar Rp20 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangandaran tahun 2025. Jika di total, anggaran tersebut menelan kurang lebih Rp3 miliar.

‎Teknisnya, dana tersebut di berikan langsung kepada masing-masing penerima manfaat atau calon penghuni. 

‎Dalam pelaksanaannya, sebagian rumah di bangun secara mandiri oleh penerima manfaat, sementara sebagian lainnya di kerjakan secara berkelompok maupun melalui pihak ketiga.

Kualitas Kurang Baik

‎Seorang warga Pangandaran yang enggan di sebutkan namanya menyayangkan kondisi pembangunan rumah relokasi menggunakan kualitas kurang layak.

‎”Jadi membangunnya seperti asal-asalan. Ukurannya sudah kecil, kualitas materialnya juga jelek. Tidak lama juga pasti rusak,” ujarnya di lokasi Minggu, (10/3/2026).

‎Ia pun mengaku prihatin karena tidak adanya fasilitas MCK di sekitar kawasan rumah.”Idealnya kan ada MCK, supaya penghuni punya fasilitas dasar untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

‎Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Jaminan Sosial (Dayalijamsos) Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran, Rayi Pasya, mengatakan anggaran pembangunan rumah itu memang langsung di salurkan kepada para penerima manfaat.

‎”Dana sebesar Rp 20 juta itu langsung di berikan kepada penerima manfaat. Namun pelaksanaan pembangunannya ada yang di lakukan secara kelompok maupun perorangan,” ucap Rayi.

‎Namun untuk penjelasan lebih lanjut mengenai program pembangunan rumah relokasi itu, Ia menyarankan agar konfirmasi di lakukan langsung kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran.

(Sajidin)

Waduh! Fenomena Bunuh Diri di Kota Bandung Meningkat

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammaf Farhan di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung.(fokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti meningkatnya fenomena percobaan bunuh diri di Kota Bandung yang di nilai menjadi tanda tingginya tingkat stres dan depresi di kalangan masyarakat.

Menurutnya, hampir setiap pekan terdapat laporan warga yang mencoba mengakhiri hidup, terutama di kawasan Jembatan Pasupati. Kondisi tersebut di nilai sangat mengkhawatirkan dan tidak bisa lagi di abaikan.

“Fenomena bunuh diri di Kota Bandung ini menunjukkan bahwa tingkat stres dan depresi warga sudah tidak bisa di abaikan lagi. Hampir setiap minggu selalu ada saja orang yang berusaha bunuh diri, khususnya di Jembatan Pasupati,” kata Farhan Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Soal Tugu Sepatu Cibaduyut, Ini Janji Wali Kota Bandung

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya mengintruksikan kewilayahan untuk melakukan patroli rutin setiap hari di kawasan tersebut. Namun, Farhan mengakui patroli tidak selalu bisa menjamin pencegahan secara menyeluruh.

“Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli rutin setiap hari di kawasan tersebut. Namun, patroli tentu ada kemungkinan meleset. Kalau patroli meleset dan ternyata ada yang terjun, itu sangat berbahaya,” katanya.

Oleh karna itu, Pemerintah Kota Bandung berupaya melakukan langkah pencegahan sejak dini, salah satunya melalui lingkungan pendidikan.

Berdasarkan hasil survei, terdapat sekitar 75 ribu pelajar di Kota Bandung, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang mengalami stres ringan hingga depresi berat.

Farhan menjelaskan, tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara spontan. Biasanya seseorang telah mengalami depresi berat dalam jangka waktu cukup lama.

“Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir atau bahkan lebih dengan tekanan yang sangat kuat. Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan,” ungkapnya.

Layanan Psikolog di Puskesmas

Untuk itu, penanganan masalah kesehatan mental perlu di lakukan sejak awal dan melibatkan berbagai pihak.

Saat ini Pemerintah Kota Bandung juga menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis di puskesmas. Nantinya, layanan psikologis tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental.

Baca Juga: Nasib Bandung Zoo Belum Jelas, Komite Pengelola Baru Masih Disiapkan

“Saat ini saya sedang menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis untuk praktik di puskesmas. Jadi di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis,”ujarnya.

Selain memberikan layanan kepada masyarakat, para psikolog tersebut juga akan melatih guru bimbingan konseling (BK) agar mampu mengidentifikasi siswa yang mengalami gangguan psikologis sejak dini.

“Para psikolog juga akan melatih guru BK agar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jangan Dipaksa Puasa Penuh, Dinkes Ciamis Ingatkan Cara Aman Anak Belajar Puasa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ilustrasi Anak Belajar Puasa (WEB)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis mengingatkan para orang tua agar memperhatikan kondisi fisik anak saat mulai belajar berpuasa di bulan Ramadan. Anak yang baru menjalankan puasa membutuhkan asupan gizi seimbang, waktu istirahat cukup, serta pengawasan orang tua agar tetap sehat selama menjalankan ibadah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Ciamis, dr. Eni Rochaeni, menjelaskan bahwa orang tua harus memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi saat sahur. Menu sahur harus mengandung karbohidrat seperti nasi atau roti, protein dari telur atau ayam, serta dilengkapi sayur dan buah agar kebutuhan energi anak terpenuhi selama berpuasa.

Baca Juga: Agar Puasa Tetap Sehat, Dinkes Ciamis Sarankan Batasi Gorengan Saat Berbuka

“Selain makanan, kebutuhan cairan juga harus terpenuhi. Orang tua perlu memastikan anak minum cukup air saat sahur dan berbuka. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi saat menjalankan aktivitas di siang hari,” jelasnya, Selasa (10/3/2026)

dr. Eni menegaskan orang tua tidak boleh memaksakan anak langsung berpuasa penuh hingga magrib, terutama bagi anak yang baru belajar. Anak dapat memulai dengan puasa setengah hari, kemudian secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan tubuhnya.

Ia juga menyarankan anak mengurangi aktivitas fisik yang terlalu berat selama berpuasa. Waktu istirahat yang cukup sangat penting agar kondisi tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas.

Orang tua harus selalu memperhatikan kondisi anak selama berpuasa. Jika anak terlihat pucat, pusing, atau lemas, orang tua sebaiknya menghentikan puasa dan segera memberi asupan makanan dan minuman.

Menurut dr. Eni, kesehatan anak harus menjadi prioritas utama. Sehingga proses belajar puasa dapat berjalan secara bertahap tanpa membahayakan kondisi tubuh.

(Irfansyahriza)

Tebing di Sukahurip Pangandaran Longsor Timpa Rumah

0
Pangandaran@fokusjabar.id
material tebing longsor di Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor menimpa proyek pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran. Bencana tersebut tepatnya di wilayah Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

‎‎Pantauan di lokasi Selasa, (10/3/2026) menunjukkan material tebing merosot ke bawah menimpa bangunan rumah yang sedang di bangun pihak ketiga hingga rusak parah.

‎Bebatuan berukuran jumbo merangsek masuk ke dalam bangunan rumah. Material bangunan seperti asbes, kayu hingga pondasi nampak hancur di hantam batu raksasa tersebut.

Baca Juga: Evaluasi Program MBG, Satgas Pangandaran Libatkan DLH, Dinkes, dan Disdik

‎Tebing longsor di kawasan tersebut terjadi di tiga titik lokasi yang jaraknya tidak jauh dari bangunan rumah.

‎Berdasarkan informasi yang di himpun, sebanyak 152 unit rumah berukuran 6×4 meter masih dalam proses pembangunan. Masing-masing rumah dengan biaya sebesar Rp20 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 Pangandaran.

‎Oda (60) penerima manfaat mengatakan, kejadian longsor terjadi pada Minggu 8 Maret 2026 sekitar pukul 15:00 WIB. Saat sebelum kejadian terdengar suara pergeseran tanah.

‎”Pas pertama ada suara peretek-peretek, orang yang di dalam rumah langsung pergi ke luar. Langsung kejadian longsor,” kata Oda di lokasi kejadian.

‎Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, hanya menghancurkan rumah miliknya yang sedang di bangun. Menurut Oda, pembangun rumah tersebut sudah mencapai 70 persen.

Baca Juga: KNPI Pangandaran Soroti Program MBG, Jangan Sampai Jadi Proyek Gagal

‎Oda mengaku bingung harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa atas peristiwa tersebut. “Kalau mau minta ganti harus minta sama siapa?,” katanya.

‎Saat ini, ia juga belum melaporkan peristiwa bencana tersebut kepada pihak manapun. Namun Oda bertekad akan menyelesaikan pembangunan tersebut menggunakan uang pribadinya hingga selsai, meski ia orang tidak mampu.

‎”Mungkin akan di bangun seperti semula. Kita mah tidak akan mundur, meski saya orang kecil,” ujarnya.

(Sajidin)

Agar Puasa Tetap Sehat, Dinkes Ciamis Sarankan Batasi Gorengan Saat Berbuka

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Agar Puasa Tetap Sehat, Dinkes Ciamis Sarankan Batasi Gorengan Saat Berbuka

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa masih menjadi pilihan banyak masyarakat. Namum mengonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama setelah perut kosong selama seharian berpuasa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni, menjelaskan makanan yang digoreng mengandung lemak tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan perut kembung, mual, hingga meningkatnya asam lambung ketika mengkonsumsinya saat berbuka.

Baca Juga: Riak Ramadhan Tetap Ramai di Tengah Hujan, 30 Tahun Tradisi Ngabuburit Ciamis

Menurutnya, penggunaan minyak goreng berulang kali juga dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.

“Lemak jenis tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memperbesar risiko penyakit jantung jika mengkonsumsinya secara terus-menerus,” jelasnya, Selasa (10/3/2026).

Selain itu, gorengan umumnya memiliki kalori tinggi tetapi rendah nilai gizi. Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan berat badan selama Ramadan apabila tidak berimbang dengan pola makan sehat dan aktivitas yang cukup.

Ia menyarankan masyarakat tetap boleh mengonsumsi gorengan, namun harus membatasi jumlahnya. Saat berbuka, masyarakat sebaiknya memulai dengan air putih dan buah-buahan agar tubuh lebih siap menerima makanan berat.

Godaan gorengan saat berbuka memang besar, tetapi masyarakat harus memilih mana yang lebih penting, kelezatan sesaat atau kesehatan tubuh.

(Irfansyahriza)

7 Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi Penderita Kanker

0
penderita kanker fokusjabar.id
Makanan sehat bagi pasien kanker

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Asupan nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perawatan pasien kanker. Selain menjalani terapi medis seperti kemoterapi, radioterapi atau operasi, pola makan yang tepat dapat membantu tubuh tetap kuat selama proses pengobatan.

Tenaga medis umumnya menekankan pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang bagi pasien kanker.

BACA JUGA:

Kenali Gejala Penyakit Campak dan Cara Mencegah Penularannya

Tubuh membutuhkan protein, vitamin, mineral, serat serta antioksidan untuk membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan mempertahankan daya tahan tubuh.

Pemenuhan nutrisi yang baik juga berperan dalam menjaga energi pasien. Karena itu, makanan yang di konsumsi di anjurkan tidak hanya mudah di cerna. Namun juga memiliki kandungan gizi yang cukup untuk mendukung aktivitas serta proses pemulihan.

Berikut jenis makanan yang kerap di rekomendasikan bagi penderita kanker.

  1. Buah dan sayuran segar

Buah dan sayuran di kenal sebagai sumber utama vitamin, mineral serta serat yang penting bagi tubuh. Kandungan antioksidan di dalamnya membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Beberapa jenis sayuran seperti brokoli, kubis dan wortel sering di anjurkan karena kaya nutrisi. Selain itu, buah beri seperti stroberi dan blueberry juga di kenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

  1. Ikan berlemak

Jenis ikan seperti salmon, makarel dan sarden mengandung protein serta asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi tubuh.

Nutrisi tersebut dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus menjaga kesehatan jantung.

Selain memberikan nutrisi penting, konsumsi ikan juga dapat membantu mempertahankan massa otot yang sering menurun selama pasien menjalani terapi kanker.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Bahan pangan ini menyediakan protein, serat serta lemak sehat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh.

Almond, kacang tanah dan kacang mete sering di jadikan pilihan camilan sehat. Produk seperti selai kacang tanpa tambahan gula juga dapat menjadi sumber kalori tambahan.

BACA JUGA:

Apakah Gosok Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

  1. Sumber karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks berperan penting dalam menyediakan energi bagi tubuh. Makanan seperti kentang, ubi jalar, jagung dan gandum utuh dapat membantu menjaga stamina selama proses pengobatan.

Jenis karbohidrat ini juga membantu tubuh menyimpan cadangan energi yang di perlukan untuk aktivitas sehari-hari.

  1. Sumber protein berkualitas

Protein memiliki peran penting dalam proses perbaikan jaringan tubuh yang rusak akibat penyakit maupun terapi kanker.

Beberapa sumber protein yang di anjurkan antara lain, daging tanpa lemak, ikan, telur serta kacang-kacangan.

Konsumsi protein yang cukup juga membantu menjaga kekuatan otot dan mendukung proses pemulihan tubuh.

  1. Lemak sehat seperti minyak zaitun

Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan. Selain itu, minyak ini juga memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

Penggunaannya sebagai pengganti lemak jenuh dalam masakan sehari-hari kerap di anjurkan untuk menjaga kesehatan.

  1. Teh hijau

Teh hijau di kenal mengandung antioksidan bernama katekin, yang berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Dengan menjaga pola makan yang seimbang dan bergizi, penderita kanker di harapkan dapat mempertahankan kondisi tubuh tetap stabil selama menjalani perawatan serta proses pemulihan.

(Jingga Sonjaya)