spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 24

KPID Jabar Ungkap 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet, Siapkan Perda Pasagi

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom.,

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Hampir seluruh Generasi Z di Jawa Barat kini mengakses media berbasis internet dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tingginya penetrasi digital tersebut memicu berbagai dampak psikologis yang membutuhkan perhatian serius.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menemukan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan saat jauh dari telepon genggam, gangguan fokus, hingga stres mental.

Baca Juga: Hiu Tutul 5 Meter Mati Terdampar di Batukaras Pangandaran

Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom., membeberkan temuan tersebut dalam acara Ngawangkong Atikan Penyiaran di SMAN 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Selasa (4/8/2026).

Almadina menjelaskan, pesatnya kemajuan teknologi menggeser fokus pengawasan media yang sebelumnya bertumpu pada televisi dan radio menuju media berbasis internet.

KPID Jawa Barat Inisiasi Perda Pasagi untuk Lindungi Anak

Guna memperkuat perlindungan anak dan perempuan di ruang digital, KPID Jawa Barat tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) pengawasan digital bernama Pasagi.

“Kami akan membuat Perda terkait pengawasan digital yang namanya Pasagi. Saat ini kami juga mengupayakan koordinasi bukan hanya dengan Komisi I, tetapi juga Komisi V DPRD Jawa Barat,” kata Almadina.

Ia menegaskan pentingnya regulasi ini mengingat maraknya ancaman dan permasalahan anak yang berawal dari ruang siber.

“Kalau berbicara anak, kita juga menghadapi permasalahan-permasalahan orientasi seksual dan lain sebagainya yang banyak muncul di media berbasis internet,” ujarnya.

Fakta Angka: 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet

KPID Jawa Barat menglandasi penyusunan kebijakan ini melalui riset sepanjang 2025 yang rilis pada 2026. Penelitian tersebut melibatkan 601 responden Generasi Z di enam klaster wilayah Jawa Barat, termasuk Pangandaran, Ciamis, dan Banjar.

Hasil riset mencatat 99,8 persen responden menggunakan media berbasis internet, 97-98 persen memiliki smartphone, dan 99,83 persen aktif di media sosial.

“Saat ini anak muda tidak hanya memiliki satu akun media sosial, tetapi aktif di berbagai platform sekaligus. Setiap tayangan yang dikonsumsi juga akan memunculkan respons emosional yang dapat memengaruhi cara berpikir maupun perilaku seseorang,” jelas Almadina.

(Sajidin)

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Satpol PP Disebut Sudah Tahu

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Penebangan liar 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pihak Kelurahan Cihapit telah mengendus dugaan penebangan liar 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, sejak awal Juli 2026. Lurah Cihapit, Yoga Hananto, membeberkan bahwa Satpol PP Kota Bandung justru menerima laporan kasus ini lebih awal ketimbang pihak kelurahan.

Anggota Satpol PP Kota Bandung yang juga pengurus RW 1, Agus Rohmansyah, menghubungi Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) Kelurahan Cihapit pada 2 Juli 2026. Dalam percakapan telepon tersebut, pihak Satpol PP meminta kelurahan mengutus perwakilan sebagai saksi agenda penyegelan lokasi penebangan.

Baca Juga: Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

“Jadi kami itu sudah mengetahui dari tanggal 2 Juli. Kasi Pem saya ditelepon Pak Agus Rohmansyah dari Satpol PP, meminta saksi dari kelurahan karena akan dilakukan penyegelan pohon akibat penebangan liar di Jalan Riau,” kata Yoga saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Penyegelan Terus Tertunda Meski Lurah Sudah Lapor Kasatpol PP

Yoga baru menyadari secara langsung keberadaan deretan pohon yang raib keesokan harinya saat memimpin patroli rutin pengawasan petugas Gober.

“Saya jalan pagi seperti biasa. Awalnya melihat ada yang berbeda, tapi belum ngeh. Sekitar jam 08.00 baru sadar ternyata ada pohon yang hilang. Saya langsung foto dan menghubungi Kasi Pem,” katanya.

Kasi Pem kemudian menjelaskan agenda penyegelan dari Satpol PP tersebut. Agus Rohmansyah bahkan sempat mendatangi Kantor Kelurahan Cihapit pada hari yang sama dan berjanji menerjunkan tim Satpol PP usai salat Jumat.

Namun, petugas tak kunjung mengeksekusi rencana tersebut. Pihak kelurahan kembali menagih kepastian pada hari Sabtu, tetapi Satpol PP mengundur jadwal penyegelan hingga hari Senin.

“Hari Sabtu kami tanyakan lagi, katanya diundur ke hari Senin. Tapi sampai Senin juga tidak ada tindak lanjut yang disampaikan ke kami,” ucapnya.

Yoga tidak tinggal diam. Ia menyampaikan langsung temuan penebangan pohon ini kepada Kepala Satpol PP Kota Bandung beserta Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) saat mengawal penertiban pedagang kaki lima di kawasan Pusdai pada Minggu dini hari.

“Di situ ada Pak Kasatpol, Bu Camat, dan Kabid Tibum. Saya sampaikan langsung soal pohon di Jalan Riau yang ditebang. Jawabannya, ‘Iya, nanti hari Senin’,” ungkapnya.

Kasus Mengambang Hingga Wali Kota Turun Tangan

Yoga menegaskan fakta urutan kejadian ini membuktikan bahwa Satpol PP telah mengantongi laporan lebih dahulu.

“Kalau melihat kronologinya, Satpol memang lebih dulu mendapat laporan. Saya sendiri baru mengetahui setelah melihat langsung saat patroli pagi tanggal 3 Juli,” ujarnya.

Pascalaporan tersebut, Satpol PP tidak pernah lagi membagikan perkembangan penanganan kasus kepada pihak kelurahan hingga isu ini meledak di tengah publik.

“Setelah itu tidak ada kabar lagi ke kami. Sampai akhirnya berita ini viral, kemudian Pak Wali Kota datang usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Cihapit dan langsung melakukan penyegelan di lokasi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ketum PM Gatra Dukung Program Garut Caang, Ini Syaratnya

0
Program Garut Caang fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menudukung program Garut Caang (Garut Terang).

Garut Caang merujuk pada inisiatif pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU), akses listrik atau perluasan akses informasi/internet di Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Garut International Kite Festival Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Menurut Ketum PM Gatra, peningkatan kualitas penerangan jalan merupakan kebutuhan masyarakat yang akan berdampak pada keselamatan, keamanan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami dukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. PJU yang memadai akan meningkatkan rasa aman, memperlancar mobilitas warga serta mendorong aktivitas ekonomi. Terutama di wilayah pedesaan dan kawasan Garut Utara,” kata Holil, Selasa (4/8/2026).

Dia menambahkan, proyek yang di rencanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) perlu di kawal secara terbuka. Dengan begitu tidak menimbulkan persoalan fiskal di masa mendatang.

Kata Holil, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai dasar perencanaan, hasil studi kelayakan, kemampuan keuangan daerah serta manfaat ekonomi yang akan di peroleh di bandingkan dengan beban anggaran yang harus di bayarkan setiap tahun.

Selain itu, meminta Pemkab Garut melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Tenaga Listrik yang sebelumnya di kenal sebagai Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

“Kita perlu mengetahui secara terbuka berapa penerimaan PBJT setiap tahun, bagaimana alokasi penggunaan dan sejauh mana manfaat telah di rasakan masyarakat. Evaluasi tersebut penting agar kebijakan baru benar-benar di dasarkan pada data dan kebutuhan riil daerah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan yang konstruktif, PM Gatra menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Garut.

  1. Membuka hasil feasibility study dan kajian kemampuan fiskal kepada publik.
  2. Menyampaikan secara transparan proyeksi biaya, manfaat dan jangka waktu KPBU.
  3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penggunaan penerimaan PBJT atas Tenaga Listrik.
  4. Memprioritaskan pembangunan PJU di wilayah yang masih minim penerangan, memiliki tingkat kecelakaan tinggi serta menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
  5. Melibatkan DPRD, akademisi dan unsur masyarakat dalam proses pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan akuntabel.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

Holil menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya di ukur dari besarnya nilai investasi. Namun juga dari manfaat yang di rasakan masyarakat dan kemampuan daerah untuk menjaga keberlanjutan pembiayaannya.

“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Kami dukung program Garut Caang selama di laksanakan secara transparan, berdasarkan kajian yang matang serta benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” katanya.

“Dengan tata kelola yang baik, pembangunan akan menjadi investasi bagi masa depan, bukan menjadi beban bagi generasi berikutnya,” pungkas Holil.

(Bambang Fouristian)

Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya Terbakar, Api Dekati Gardu Listrik PLN

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya Terbakar, Api Dekati Gardu Listrik PLN,, (Ftoto: InfoTasik)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan gudang bareng bekas (Barbek) di wilayah Kelurahan Sambong Jaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Lurah Sambong Jaya, Mulyono, mengonfirmasi bahwa kobaran api mulai terlihat melalap bangunan penyimpan barang bekas tersebut sejak pukul 18.00 WIB.

Guna menjinakkan si jago merah yang terus membesar, petugas langsung mengerahkan sedikitnya enam armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Pihak kewilayahan menaruh perhatian khusus mengingat posisi bangunan yang terbakar berada sangat dekat dengan fasilitas gardu listrik milik PLN.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Canangkan BIAS 2026, Target Cakupan Imunisasi Anak Tembus 95 Persen

“Kejadiannya dari jam 18.00 WIB. Ada enam armada yang turun ke lokasi,” ujar Mulyono saat mengonfirmasi kondisi di lapangan.

Kondisi di sekitar area kebakaran sempat gelap gulita saat proses pemadaman berlangsung. Meski demikian, jajaran petugas gabungan dari unsur Kelurahan, Polsek, hingga Koramil Mangkubumi langsung bersiaga penuh mengamankan area sekitar.

“Situasinya gelap. Semua unsur ada di lokasi, dari Polsek hingga Koramil,” tambah Mulyono menegaskan kondisi gudang rongsok yang sudah berdiri cukup lama tersebut.

BPBD Kota Tasikmalaya Minta Bantuan Armada Tambahan

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, membenarkan insiden kebakaran tersebut dan memimpin langsung proses penanganan di tempat kejadian perkara.

Melihat kobaran api yang tak kunjung padam, BPBD Kota Tasikmalaya terus mendatangkan pasokan unit mobil pemadam dan personil tambahan untuk mempercepat pemadaman.

“Iya, saya lagi di lokasi, baru sampai. Tim sudah menambah armada lagi,” kata Budi Martanova saat berada di tempat kejadian.

Budi menjelaskan bahwa pihak BPBD Kota Tasikmalaya telah menurunkan armada operasional secara bertahap ke lokasi. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkuat bantuan armada di lapangan.

“Semua turun. Dari BPBD Kota tadi berangkat dua armada, ini dua armada masuk. Tapi sudah persiapan untuk berangkat lagi,” ungkap Budi.

Mengenai total kerugian serta penyebab pasti munculnya api pada bangunan gudang tersebut, Budi mengaku masih menunggu pengumpulan data lengkap dari tim teknis yang bertugas di area terdampak.

“Nanti ke tim yang di lapangannya, saya belum dapat data lengkap,” pungkasnya. Hingga berita ini terbit petugas gabungan bersama wargab masih dalam upaya memadamkan kobaran api.

(Seda)

Kapolres Cimahi Baru AKBP Moh. Faruk Rozi Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers

0
CIMAHI, FOKUSJabar.id
Foto: Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi (kanan). (Humas Polres Cimahi)

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Kapolres Cimahi yang baru, AKBP Moh. Faruk Rozi, menggelar acara silaturahmi bersama para insan pers di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (4/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Moh. Faruk Rozi memperkenalkan diri sekaligus mengutarakan rasa syukur dan apresiasi tinggi kepada awak media yang terus menjadi mitra strategis kepolisian.

Baca Juga: Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

Ia menilai media memegang peranan krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui sajian berita yang akurat serta berimbang. Pihaknya meyakini media merupakan mitra utama dalam memelihara kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami sangat mengapresiasi peran rekan-rekan media yang selama ini telah membantu menyampaikan informasi yang edukatif dan menyejukkan kepada masyarakat,” katanya.

Dorong Keterbukaan Informasi dan Sinergi Era Digital

Kegiatan ramah tamah ini menjadi wadah komunikasi dua arah untuk membedah dinamika kamtibmas, keterbukaan informasi publik, hingga tantangan penyampaian berita di tengah pesatnya perkembangan era digital.

AKBP Moh. Faruk Rozi berharap kolaborasi erat bersama media dapat terus bertahan dan makin kokoh.

Ia mengucapkan terima kasih atas sokongan para wartawan dan meyakini kerja sama solid ini mampu menciptakan suasana aman, nyaman, serta tertib di wilayah hukum Polres Cimahi.

Gantikan AKBP Niko Nurallah Adiputra

Sebelum agenda silaturahmi ini berlangsung, jajaran Polres Cimahi telah menggelar malam pisah sambut pimpinan dari AKBP Niko Nurallah Adiputra kepada AKBP Moh. Faruk Rozi.

Acara pelepasan dan penyambutan tersebut berlangsung di Gedung Technopark, Senin (3/8/2026) malam, dengan kehadiran seluruh jajaran pejabat utama, para perwira, hingga personel Polres Cimahi.

(Arif)

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Lurah Cihapit, Yoga Hananto, membantah anggapan bahwa aparat kewilayahan lalai dalam kasus penebangan 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aparat kewilayahan menolak tuduhan lalai terkait insiden penebangan 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung. Lurah Cihapit, Yoga Hananto, menegaskan bahwa pihak penanggung jawab sama sekali tidak mengirimkan pemberitahuan atau permohonan izin ke tingkat kelurahan maupun kecamatan.

“Tidak ada, tidak ada yang izin ke Kelurahan ataupun ke Kecamatan, tidak ada,” kata Yoga, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: 137 Kepala SPPG Dicopot Bos BGN

Pihak kelurahan hingga saat ini belum mengantongi identitas pelaku. Yoga sepenuhnya memercayakan proses pengungkapan sosok pemotong pohon tersebut kepada tim penyidik.

“Belum tahu kalau itu. Mungkin nanti penyidik yang melakukan penyidikan untuk pelakunya,” ujarnya.

Penebangan Kilat Saat Dini Hari Lolos dari Patroli Linmas

Yoga membeberkan alasan petugas tidak menghentikan aksi penebangan liar di lokasi kejadian. Pelaku melancarkan aksinya saat dini hari dengan durasi yang sangat singkat.

Meski anggota Linmas Kelurahan dan Kecamatan rutin menggelar patroli malam, proses pemotongan pohon yang begitu cepat membuat petugas luput memantau pergerakan pelaku.

“Kejadian dilakukan dini hari. Anggota Linmas juga setiap malam melakukan patroli. Mungkin itu tidak ketahuan karena sangat cepat katanya pemotongannya,” ucapnya.

Mengenai penyegelan lokasi, Yoga menyebut langkah tersebut berada di luar wewenang kelurahan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP memegang penuh hak untuk melakukan penyegelan.

“Tidak bisa, itu ranahnya ada di PPNS,” tegasnya.

Siap Terima Sanksi dari Wali Kota Bandung

Menanggapi usulan sanksi bagi aparat kewilayahan, Yoga menyatakan kesiapannya untuk menerima segala keputusan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, jika kepemimpinannya menganggap kinerja wilayah belum maksimal.

“Atasan saya selaku Lurah Cihapit adalah Pak Wali Kota Bandung, Bapak Muhammad Farhan. Apabila nanti memberikan sanksi atas mungkin tindakan saya yang masih kurang, ya kita sebagai bawahan hanya bisa menerima,” ungkapnya.

Kendati demikian, Yoga menganggap pihak kewilayahan sudah bekerja sesuai prosedur dan wewenang. Pihaknya langsung membangun koordinasi intensif bersama perangkat daerah terkait sejak kasus ini muncul ke permukaan.

“Kalau menurut penilaian saya pribadi, yang penting kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Tugas sebenarnya sudah kami laksanakan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Persib Bandung vs Persija Jakarta, Shin Tae-yong Kecewa

0
persib bandung persija fokusjabar.id
Shin Tae-yong (foto: web)

BALI, FOKUSJabar.id: Semifinal pertama Piala Presiden 2026 mempertemukan Persib Bandung dengan Persija Jakarta di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, Selasa (4/8/2026) sore.

Tim berjuluk Macan Kemayoran bersiap menghadapi ujian berat melawan tim juara bertahan Liga 1.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar Optimis Persib Kalahkan Persija

Pelatih Persija, Shin Tae-yong mengaku ada satu hal yang membuat atmosfer laga klasik itu terasa kurang sempurna. Yakni, pertandingan tanpa penonton.

Menurutnya, pertandingan sebesar Persib kontra Persija akan kehilangan sebagian daya tarik.

“Sangat di sayangkan pertandingan sebesar ini harus berlangsung tanpa penonton,” ungkapnya.

Meski gengsi pertandingan tetap tinggi, Shin Tae-yong mengatakan, waktu persiapan yang singkat membuat tim pelatih lebih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik para pemain.

Karena itu, Dia membuka peluang memberikan menit bermain lebih banyak kepada pemain muda.

“Fokus utama saat ini ialah memastikan kondisi fisik pemain kembali optimal agar mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik,” katanya.

“Turnamen ini sejak awal kami manfaatkan sebagai ruang bagi pemain muda dan rekrutan baru untuk mendapatkan pengalaman bertanding,” pelatih asal Korea Selatan menambahkan.

Shin Tae-yong menyadari, duel melawan Persib memiliki arti penting bagi Macan Kemayoran.

Dia meminta anak asuhnya tampil dengan mentalitas kuat dan mengerahkan kemampuan terbaik di atas lapangan.

“Namun, menghadapi Persib tentu memiliki arti yang berbeda. Saya ingin para pemain menunjukkan karakter, mental yang kuat, dan memberikan seluruh kemampuan mereka,” ujarnya.

Persija kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat di partai puncak Piala Presiden 2026.

BACA JUGA:

Persib vs Persija di Bali, Ini Kata Dedi Kusnandar

Jika mampu melewati hadangan Persib, tim berjuluk Macan Kemayoran akan menghadapi pemenang antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memprediksi pertandingan menghadapi Persija Jakarta akan berlangsung ketat.

Menurut Umuh Muchtar, pertandingan kali ini memang hanya sebatas turnamen pramusim. Namun kedua kesebelasan pasti bakal berusaha untuk merah hasil maksimal untuk mendapatkan tiket ke babak final.

Umuh berharap, pada pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026, Mariano Peralta bisa tampil.

Kehadirannya di harapkan bisa menambah kekuatan skuad Maung Bandung. Apalagi pertandingan kali ini sangat menentukan untuk langkah ke babak selanjutnya.

(Bambang Fouristian)