spot_imgspot_img
Rabu 30 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 24

Kasus Influenza Naik di Jawa Timur, Kemenkes Ungkap Hasil Pemantauan Terbaru

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung Kamis (24/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau perkembangan kasus influenza di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan mendeteksi dini potensi lonjakan kasus yang signifikan di daerah.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, memantau pergerakan data influenza setiap hari. Jawa Timur mencatatkan kenaikan kasus, tetapi belum memasuki status outbreak.

Baca Juga: Erick Thohir Pamerkan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

“Setiap hari melihat dan memonitor kondisi penyakit influenza di seluruh tanah air. Mana yang meningkat sangat tajam, mana yang tidak. Karena biasanya setiap tahun kita juga sudah tahu,” kata Kunta di Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

Tim Medis Langsung Telusuri Penyebab Lonjakan

Kemenkes langsung menerjunkan tim untuk menelusuri setiap lonjakan kasus. Petugas memastikan kemungkinan munculnya varian virus baru di lokasi tersebut.

“Begitu ada peningkatan tajam, itu yang kita cek, ada apa di sana. Selama ini kita mendapatkannya tidak terlalu parah untuk influenzanya, dan kita sudah siapkan rumah sakit agar pasien bisa langsung ditangani dengan lebih baik,” katanya.

Hasil pemantauan sejauh ini menunjukkan kondisi infeksi virus influenza masih sangat terkendali.

Penguatan Labkesmas di Daerah

Kemenkes memperkuat kapasitas Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Daerah kini bisa menguji sampel mandiri tanpa harus mengirimnya ke Jakarta.

“Sebenarnya semua sudah bisa diselesaikan di daerah. Kita sekarang memperkuat Laboratorium Kesehatan Masyarakat di setiap provinsi dan kabupaten/kota, sehingga mereka bisa melakukan pengujian sendiri,” ucapnya.

Labkesmas daerah memiliki fasilitas lengkap untuk menguji sampel virus, bakteri, dan jamur.

“Ada tiga hal yang bisa dilakukan: virus, bakteri, dan jamur. Kalau influenza kan lebih ke virus, mereka sudah bisa melakukan pengujian itu. Nanti tinggal menyampaikan laporan berkala ke kami,” jelasnya.

Laporan rutin daerah membantu Kemenkes memetakan potensi perubahan karakter virus secara cepat.

“Mereka melaporkan apakah ada virus yang berbeda atau ada sesuatu yang aneh. Selama ini masih tertangani dengan baik,” ujarnya.

Keterisian Rumah Sakit Masih Terjaga Aman

Kunta memastikan kapasitas tempat tidur di rumah sakit secara nasional masih dalam tahap aman.

“Okupansi sampai saat ini rata-rata masih aman. Selama ini masih tertangani dengan baik. Meskipun mungkin ada banyak pasien, mereka sudah bisa tertangani dengan baik,” ungkapnya.

Petugas medis tidak mewajibkan semua pasien influenza untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Iya, tidak semuanya dirawat. Mereka bisa langsung pulang pada hari yang sama,” katanya.

Mengenai kondisi di Jawa Timur, Kunta menegaskan bahwa fenomena tersebut hanyalah kenaikan biasa.

“Jatim, Jawa Timur memang melonjak sedikit, tapi tidak sampai outbreak. Tidak sampai ke situ. Masih dalam tahap meningkat,” kata Kunta.

Kemenkes menjamin pemeriksaan laboratorium tidak menemukan ancaman virus yang membahayakan masyarakat.

“Begitu ada kenaikan kita langsung mengecek ada apa di sana, apakah ada virus yang berbeda atau tidak. Ternyata setelah dicek biasa saja, tidak ada masalah, dan kita tidak menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Belum Resmi Menindak, ETLE Pangandaran Sudah Rekam Hampir 700 Pelanggaran Lalu Lintas

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan ETLE dr Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satlantas Polres Pangandaran mulai menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Meskipun belum resmi bertindak, kamera canggih ini sudah merekam hampir 700 pelanggaran lalu lintas.

Perangkat ETLE saat ini terpasang di satu lokasi wilayah Babakan, Pangandaran. Kepolisian menjadwalkan operasional penindakan resmi mulai 28 September 2026.

Baca Juga: Benteng SDN 1 Kalipucang Pangandaran Dibongkar untuk Akses Perumahan, Sekolah Minta Keamanan Siswa Dijamin

Petugas kini masih mematangkan berbagai persiapan teknis. Mereka juga menggelar pelatihan bagi operator sistem sebelum melakukan penindakan penuh.

“Baru di-on-kan saja sudah hampir 700 pelanggar,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Pangandaran, Ipda Maret Daniel, Kamis (24/9/2026).

Jenis Pelanggaran Dominan

Kamera memotret ratusan pelanggaran pengendara motor tanpa helm, tanpa pelat nomor, dan tanpa kaca spion.

Meski begitu, polisi belum mengirimkan surat tilang kepada para pelanggar tersebut. Masa uji coba ini belum memasuki tahap penindakan hukum secara resmi.

“Belum, karena memang aktivitasnya belum dimulai. Kalau bisa tanggal 28 baru dimulai,” ujarnya.

Pakai Teknologi Canggih dan Pengenal Wajah

Kamera ETLE mampu menangkap pelanggaran pada malam hari dengan kondisi minim cahaya. Sistem ini memotret pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman.

Teknologi ini juga sanggup mengidentifikasi pengemudi lewat rekaman data wajah. Polisi mengintegrasikan data ini dengan sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Nanti kita ke wajah. Karena wajah kan sudah direkam di KTP,” katanya.

Petugas nantinya akan mengirimkan surat konfirmasi tilang langsung ke alamat rumah pemilik kendaraan.

Basmi Pengguna Pelat Nomor Palsu

Sistem ETLE ini efektif membongkar penggunaan pelat nomor kendaraan palsu. Kamera otomatis mendeteksi kecocokan nomor kendaraan dengan basis data kepolisian.

“Kalau ada (pelat) palsu, dia enggak punya data,” ujarnya.

Pihak kepolisian terus mengembangkan fitur pengenalan wajah untuk memperkuat verifikasi identitas pengendara.

“Makanya kemarin ngobrol-ngobrol kita ke wajah kalau mau ke wajah. Lagi pembaruan supaya memang itu pas,” katanya.

Saat ini Pangandaran baru memiliki satu titik kamera ETLE di Babakan. Kepolisian berencana menambah titik instalasi baru di wilayah Parigi.

“Baru satu. Mungkin rencana nanti di Parigi juga satu,” pungkasnya.

(Sajidin)

Benteng SDN 1 Kalipucang Pangandaran Dibongkar untuk Akses Perumahan, Sekolah Minta Keamanan Siswa Dijamin

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan SDN 1 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pekerja mulai membuka akses jalan menuju calon perumahan di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Jalur baru ini melintasi area samping bangunan SDN 1 Kalipucang.

Pihak sekolah meminta pengembang dan pemerintah desa menjaga keamanan siswa selama proyek berjalan.

Baca Juga: Sepanjang September 2026, 27 Kebakaran Lahan Terjadi di Pangandaran

Lahan Praktik Siswa Terpaksa Dipangkas

Kepala SDN 1 Kalipucang, Kusdianto, menyebut jalur perumahan itu mengambil area sekolah yang dulunya terbendung benteng.

Siswa sebelumnya memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan pertanian sekolah.

“Lahan itu tadinya untuk tanaman jagung, untuk tanam kacang tanah, untuk siswa berkegiatan bercocok tanam,” kata Kusdianto, Kamis (24/9/2026).

Pantauan lapangan menunjukkan bangunan calon Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menutupi bagian depan sekolah. Sementara itu, pekerja membongkar benteng pembatas di sisi sekolah untuk membuka akses jalan.

Kusdianto menjelaskan bahwa Kepala Desa Kalipucang sudah meminta izin penggunaan lahan tersebut. Lahan yang terpangkas memang berstatus tanah kas desa.

“Pak Kepala Desa meminta akses jalan untuk ke perumahan melewati sekolah karena memang tanah sekolah itu tanah desa,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mampu menolak kebijakan penggunaan aset desa tersebut.

“Jadi saya tidak bisa nolak karena tanah itu milik desa,” katanya.

Sekolah Desak Pembangunan Benteng Baru

Pihak sekolah mengkhawatirkan lalu lintas kendaraan menuju perumahan dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa.

“Maksudnya akses keamanan sekolah. Yang penting itu supaya sekolah tetap nyaman untuk belajar. Jangan sampai nanti dengan adanya jalan mobilitas, belajar anak-anak kurang nyaman,” ungkapnya.

Kusdianto mendesak pemerintah desa membangun benteng pengganti untuk melindungi siswa.

“Kalau di situ ada jalan, sementara tadinya terhalang pagar, berarti tolong dibangunkan pagar juga,” katanya.

Pemerintah desa berjanji akan membangun jembatan penyeberangan dan benteng baru melalui dana CSR perusahaan.

“Sekarang katanya CSR mau membuat pagar sekolah yang di pinggir kali itu. Katanya dibenteng sekolah, jadi nanti lebih aman untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia berharap janji pembangunan benteng dan jembatan tersebut segera terealisasi.

“Mudah-mudahan sekarang sedang direalisasi. Setelah dibangun jembatan, akses ke perumahan juga, sekolah mudah-mudahan lebih terlindungi,” katanya.

Kusdianto memilih berserah diri menghadapi pembongkaran benteng sekolahnya.

“Pasrah, saya sangat pasrah karena itu milik desa,” ucapnya.

Kades Kalipucang Klaim Tidak Ganggu KBM

Kepala Desa Kalipucang, Teguh Sugiharto, membenarkan status kepemilikan tanah desa pada area proyek tersebut.

“Status tanah mah status tanah desa,” kata Teguh.

Teguh menjelaskan bahwa jalan baru ini berfungsi sebagai jalur perumahan sekaligus fasilitas publik.

“Untuk nanti jalan yang ke belakang itu, di belakang kan ada perumahan,” ujarnya.

Ia mengklaim penetapan akses jalan ini merupakan hasil musyawarah warga desa.

Teguh menjamin proyek ini hanya membongkar benteng dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Sakola mah panginten mung eta hungkul, eta ge henteu kacandak sakola mah. Tidak mengganggu ke sekolah,” katanya.

(Sajidin)

Erick Thohir Pamerkan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Foto: Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipamerkan di PVJ Bandung. (Arif)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memamerkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Paris Van Java (PVJ), Kota Bandung. Pameran ini berlangsung selama tiga hari mulai 24 hingga 26 September 2026.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka langsung agenda tersebut. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut mendampingi peresmian pameran trofi.

Baca Juga: Erick Thohir Cek Stadion Si Jalak Harupat, Persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 Capai 80 Persen

Hadirkan Legenda Sepak Bola Asia Tenggara

Sejumlah legenda sepak bola ASEAN ikut menyemarakkan acara pameran ini. Mereka antara lain Ponaryo Astaman, Kurniawan Dwi Yulianto, Baihaki Khaizan, Teeratep Winothai, Stephan Schrock, dan Safiq Rahim.

Erick Thohir menyebut Bandung kembali dipercaya menggelar turnamen internasional usai sukses melangsungkan Piala Dunia U-17.

“Jadi Alhamdulillah, Bandung, Jawa Barat, kedua kalinya mendapat event besar dari FIFA. Sebelumnya waktu itu Kejuaraan Dunia U-17, sekarang FIFA Asian edisi pertama juga di Bandung,” ujarnya.

Negara Peserta Turunkan Skuad Terbaik

Erick memastikan seluruh negara peserta akan menerjunkan para pemain terbaik. Hal ini terjadi karena kompetisi tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA.

“Para negara Asia Tenggara memberikan atau mengirimkan tim terbaiknya. Mau dari Vietnam, dari Thailand, dari Malaysia, termasuk tentu Indonesia. Nah ini hal yang menurut saya positif,” ujarnya.

Dorong Ekonomi Lokal dan Bagi-Bagi Hadiah

Erick berharap ajang FIFA ASEAN Cup 2026 mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jawa Barat. Kedatangan suporter mancanegara bakal menggeliatkan usaha kecil di sekitar arena.

Panitia penyelenggara juga menyediakan berbagai hadiah menarik untuk para penonton stadion pada jeda antarbabak.

“Spesial nanti di setiap pertandingan, panitia atau FIFA akan memberikan semacam hadiah untuk penonton-penonton yang nanti dilihat dari tiketnya di babak halftime, babak jeda waktu ya,” ungkapnya.

“Kalau enggak salah ada dua motor listrik sama empat sepeda listrik. Nah itu bagian dari komitmen FIFA. Jadi mudah-mudahan ini juga menggairahkan seluruh penduduk di Jawa Barat,” katanya.

Erick mengajak warga Jawa Barat meramaikan stadion untuk menyaksikan langsung laga tingkat dunia tersebut. Keterlibatan masyarakat akan membuktikan kesiapan Bandung sebagai tuan rumah ajang internasional.

(Arif)

Erick Thohir Cek Stadion Si Jalak Harupat, Persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 Capai 80 Persen

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kiri). (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) di Kabupaten Bandung. Arena ini siap menggelar ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.

Erick menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kondisi stadion, Kamis (24/9/2026). Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan perwakilan FIFA turut mendampinginya.

Baca Juga: SMAN 21 Bandung Juara AXIS Nation Cup 2026 West Java, Siap Berlaga di Grand Final Istora Senayan

Tinjau Kesiapan Lapangan dan Fasilitas Pendukung

Dalam kunjungan tersebut, Erick memeriksa berbagai fasilitas penting di dalam stadion. Pengecekan meliputi kualitas rumput lapangan hingga kesiapan ruang ganti pemain.

Stadion Si Jalak Harupat menjadi lokasi pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Grup ini dihuni oleh timnas Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

“Alhamdulillah, sudah mulai terpasang hampir 80 persen, tinggal di lapangan. Kondisi kualitas lapangan juga sudah disetujui FIFA dalam kondisi yang baik dan bisa dipakai,” kata Erick Thohir.

Pengalaman Menggelar Laga Internasional

Erick menegaskan bahwa kesiapan stadion mendapat perhatian langsung dari pihak FIFA. FIFA terlibat aktif memantau seluruh proses penyelenggaraan turnamen ini.

Stadion Si Jalak Harupat sudah terbiasa menggelar ajang olahraga tingkat dunia. Sebelumnya, stadion ini pernah sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.

Pengalaman tersebut membuat fasilitas Stadion Si Jalak Harupat sangat mendukung standar pertandingan internasional.

Erick juga memberi perhatian khusus pada kebersihan dan kelayakan ruang ganti pemain.

“Kalau kita lihat ruang ganti ada empat dalam kondisi yang baik. Nah, ini yang kita akan terus jaga,” ujarnya.

(Arif)

LP2B Majalengka Disepakati 80,86 Persen, Pemkab Siapkan 7.000 Hektare untuk Kawasan Industri

0
MAJALENGKA, FOKUSjabar.id
Bupati Majalengka saat di wawancara sejumlah awaj media (Jilly Ortega / fokusjabar)

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Majalengka menyepakati penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 80,86 persen. Kesepakatan ini lahir usai Pemkab Majalengka menggelar pembahasan bersama pemerintah pusat.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyebut persentase tersebut menjadi jalan tengah. Kebijakan ini menyeimbangkan perlindungan lahan pertanian dan kebutuhan ruang investasi.

Baca Juga: Cuma 10 Menit dari Alun-alun Majalengka, Ada Pantun Stone dengan Batu Raksasa Mirip Situs Megalitikum

Cari Jalan Tengah Demi Kemajuan Daerah

Pemerintah pusat awalnya mengarahkan penetapan LP2B sebesar 87 persen dari Lahan Baku Sawah (LBS). Namun, Pemkab Majalengka mengusulkan perhitungan menggunakan agregat provinsi.

“Kalau hitung-hitungan 87 persen per kabupaten, Majalengka tidak akan maju. Kita berorientasi ke depan karena posisi Majalengka strategis dan ingin terus berkembang,” kata Eman, Rabu (23/9/2026).

Eman menjelaskan bahwa luasan LP2B yang terlalu tinggi akan membatasi masuknya investasi. Padahal, Majalengka sedang gencar mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri.

“Kalau LP2B-nya terlalu tinggi, investasi tidak akan mungkin bisa bergerak karena terkunci,” ujarnya.

Amankan 40.800 Hektare Lahan Pertanian

Luas lahan pertanian yang masuk dalam penetapan LP2B ini mencapai sekitar 40.800 hektare. Eman menilai angka ini tetap menjaga ketahanan pangan sekaligus menarik minat investor.

“Harapannya, Majalengka tetap menjadi pintu masuk investor. Dengan 80,86 persen ini, ada ruang yang cukup untuk investasi,” katanya.

Tata 7.000 Hektare Kawasan Industri

Pemkab Majalengka juga menyiapkan lahan seluas 7.000 hektare untuk menata kawasan peruntukan industri. Lahan ini bakal menampung pabrik-pabrik yang sudah berdiri di luar kawasan resmi.

“Kami mendorong sekitar 7.000 hektar untuk kawasan industri. Ini untuk mewadahi industri-industri yang sudah ada tetapi belum berada di kawasan industri,” kata Eman.

Fenomena pabrik di luar kawasan industri banyak terlihat di wilayah Ligung, Jatiwangi, dan Sumberjaya. Penataan ini penting untuk memberi kepastian hukum serta mendukung aktivitas ekspor-impor.

“Makanya kebijakan saya, industri yang sudah ada itu harus diamankan dan diwadahi. Dalam RTRW sekarang, kurang lebih 7.000 hektar disiapkan untuk mewadahi industri yang sudah tersebar,” ujarnya.

Eman menegaskan akan segera meresmikan penetapan angka LP2B tersebut.

“Besok akan saya tandatangani. Saya akan buatkan SK LP2B-nya, 80,86 persen,” kata Eman.

Eman menegaskan bahwa langkah penataan ini memberikan kepastian aturan bagi tata ruang pertanian, industri, dan pembangunan daerah. Pemkab Majalengka selanjutnya menyerahkan dokumen SK kepada Kementerian ATR/BPN untuk memperoleh rekomendasi sebelum memasuki tahap pembahasan Peraturan Daerah.

(Jilly Ortega)

SMAN 21 Bandung Juara AXIS Nation Cup 2026 West Java, Siap Berlaga di Grand Final Istora Senayan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
SMAN 21 Bandung keluar sebagai juara Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java. Gelar tersebut sekaligus mengantarkan tim futsal sekolah asal Kota Bandung itu melaju ke Grand Final AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, 31 Oktober 2026 mendatang -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim futsal SMAN 21 Bandung merengkuh gelar juara Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java. Kemenangan ini mengantarkan wakil Kota Bandung tersebut menuju Grand Final di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026.

SMAN 21 Bandung mengunci gelar juara usai menumbangkan lima tim unggulan di GOR Futsal ITB Jatinangor, Sabtu (19/9/2026). Para pesaing mereka terdiri dari SMAT Al-Mashum, SMKN 2 Garut, SMK Mekanik Cibinong, SMAN 2 Tasikmalaya, dan SMKN 1 Cirebon.

Baca Juga: Tiket PSGC Ciamis vs Semen Padang Ludes, Ratusan Suporter Masih Rela Antre di Stadion Galuh

Seluruh peserta merupakan jawara dari enam wilayah kualifikasi. Wilayah tersebut meliputi Bandung, Cianjur, Sumedang, Bogor, Tasikmalaya, dan Cirebon.

Apresiasi dari XLSMART

Regional Group Head XLSMART Area West Java, Arif Farhan Budiyanto, memuji keberhasilan SMAN 21 Bandung.

“Selamat kepada SMAN 21 Bandung yang berhasil menjadi kampiun Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java. Perjalanan mereka dari juara di Bandung hingga menjadi yang terbaik di level regional menunjukkan konsistensi, disiplin, kerja sama tim, serta mental bertanding yang kuat,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Arif menegaskan bahwa perjuangan SMAN 21 Bandung belum usai.

“Perjalanan mereka masih berlanjut. Sebagai wakil West Java, kami berharap SMAN 21 Bandung mampu membawa semangat dan performa terbaiknya ke panggung nasional,” tegasnya.

Ia menyebut turnamen ini menjadi wadah pengembangan bakat generasi muda.

“Bagi kami, AXIS Nation Cup bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang memberikan pengalaman bagi anak muda untuk berkembang, membangun kebanggaan terhadap sekolahnya, dan berani mengejar prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.

Magnet 55 Ribu Penonton

Ajang ini sukses menyedot perhatian publik. Lebih dari 55 ribu penonton memadati arena di enam lokasi kompetisi.

Kini, SMAN 21 Bandung bersiap memperebutkan total hadiah Rp950 juta di panggung nasional.

Selain turnamen, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mengenalkan jaringan 5G XLSMART lewat layanan AXIS 5G AF (Absolute Fast). AXIS juga memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis biometrik dan NIK Kartu Keluarga untuk pelanggan di bawah 17 tahun.

SMAN 21 Bandung kini fokus menatap babak puncak di Istora Senayan. Mereka membawa misi besar mengharumkan nama Jawa Barat.

(Yusuf Mugni)