spot_imgspot_img
Rabu 30 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 23

KPU Akui Tak Verifikasi Langsung Syarat Pendidikan Gibran ke Dinas Pendidikan

0
NASIONAL, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Liputan6 Gedung KPU.

NASIONAL,FOKUSJabar.id: KPU membeberkan mekanisme verifikasi berkas pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat pencalonan wakil presiden Pemilu 2024. Petugas KPU tidak mendatangi dinas pendidikan untuk memeriksa langsung keabsahan dokumen tersebut.

Fakta ini terungkap dalam sidang perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 di Mahkamah Konstitusi, Rabu (23/9/2026) lalu.

Baca Juga: Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

Hakim Konstitusi Saldi Isra mencercecar Ketua KPU Mochammad Afifuddin terkait langkah verifikasi lapangan.

“Saya ingin dialog saja nih Pak Afif, dulu ketika ada soal persyaratan pendidikan untuk calon ya, terutama yang dipersoalkan oleh Pemohon, apakah KPU juga datang ke diknas?” tanya Saldi.

Afifuddin menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pengecekan fisik ke dinas pendidikan setempat. KPU memproses berkas berdasarkan surat keterangan resmi tanpa adanya laporan pelanggaran awal.

“Tidak, tidak datang. Karena waktu itu kan kami sudah mendapat surat keterangan. Karena juga tidak ada laporannya,” jawab Afifuddin.

Hakim MK Pertanyakan Perbedaan Verifikasi Pilpres dan Pilkada

Saldi Isra menyoroti perbedaan standar pemeriksaan berkas antara pencalonan presiden dengan pemilihan kepala daerah. KPU daerah biasanya menerjunkan tim untuk mengecek dokumen calon kepala daerah secara langsung.

“KPU daerah saja dalam pemilihan kepala daerah kan datang ke mana-mana untuk verifikasi, tapi ini KPU tidak datang ya?” cecar Saldi.

Afifuddin kembali membenarkan hal tersebut. “Tidak datang,” timpalnya singkat.

Afifuddin beralasan KPU mempercayai dokumen tersebut karena terbit dari lembaga yang sah dan berwenang.

“Karena itu dianggap keluar dari instansi yang mempunyai kewenangan, maka kami anggap benar,” ungkap Afifuddin.

Saldi menilai KPU membutuhkan instrumen pembuktian lain selain meyakini lembaga penerbit dokumen.

“Ya ini kan kalau Pak Afif di di pemilihan kepala daerah itu malahan ngotot sekali bilang ke KPU-nya tolong dicek ke mana sekolahnya, kalau ada yang pakai paket C dicek di mana dikeluarkan, segala macam. Nah, ini makanya penting ditanyakan tadi, instrumen lain di luar asumsi bahwa ini dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang, maka benar. Nah, apa instrumennya? Ini penting karena ini ada relasinya, korelasinya dengan pertanyaan saya yang sebelumnya atau apa yang diminta sebelumnya,” tegas Saldi.

KPU Sebut Kasus Ini Sengketa Proses

KPU menilai berkas persyaratan administrasi Gibran telah sah dan memenuhi seluruh kriteria hukum.

Termohon mempertanyakan kewenangan MK karena gugatan pemohon tergolong sengketa proses, bukan perselisihan hasil pemilu.

Sejumlah pihak mengajukan gugatan ini untuk menguji keabsahan syarat pendidikan Gibran saat mendaftar. Poin-poin gugatan pemohon masih berstatus permohonan dan belum menjadi putusan resmi Mahkamah.

Hakim konstitusi melanjutkan penanganan perkara melalui Rapat Permusyawaratan Hakim usai mendengarkan keterangan para pihak.

(Berbagai Sumber/Jingga Sonjaya)

Kemenkes Uji Sistem Rujukan JKN Baru di Bandung, Pasien Bakal Dirujuk Sesuai Jenis Penyakit

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id:
Kiri-Kanan. Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mickael Bobby Hoelman - Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan - Deputi Direksi Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi di Pendopo Kota Bandung Kamis (24/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah sistem rujukan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah sakit kini menerima rujukan pasien berdasarkan jenis penyakit dan kemampuan pelayanan, bukan lagi klasifikasi faskes.

Pemerintah tengah menguji coba kebijakan Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP) ini di Kota Bandung. Uji coba berjalan beriringan dengan penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan sistem pembayaran iDRG.

Baca Juga: Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyebut empat daerah menjadi lokasi proyek percontohan. Wilayah tersebut meliputi Kota Bandung, Kabupaten Tulungagung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim.

“Jadi ada tiga reform yang akan kita lakukan. Saat ini sudah melalui pembahasan panjang dan akan segera diterapkan, tetapi kita coba dulu di empat kota,” kata Kunta di Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

Puskesmas Jadi Pintu Utama Penentuan Rujukan

Sistem RBKP mengarahkan pasien langsung ke fasilitas kesehatan yang menguasai kompetensi medis sesuai kebutuhan penanganan.

“Kalau memang penyakit ini untuk operasi, langsung ditujukan kepada layanan kesehatan yang mempunyai kompetensi utama untuk penyakit itu,” ujarnya.

Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memegang peran awal menentukan tujuan rujukan pasien.

“Mulainya harus dari puskesmas. Bagaimana dia bisa merujuk sesuai dengan penyakit kita. Misalnya dia perlu operasi, nanti langsung keluar rumah sakit mana saja yang punya kompetensi melakukan operasi,” katanya.

Pemerintah meninjau kesiapan RS Santosa Sentral, RS Advent, RSUP dr. Hasan Sadikin, Puskesmas Garuda, dan Klinik Mitra Medika.

“Harapan kita memang itu jadi tersebar. Kalau sekarang mungkin semuanya orang penginnya ke satu tempat. Nanti ke depan bisa tersebar,” ucapnya.

Terapkan Kamar KRIS dan Tarif Klaim iDRG

Reformasi kedua mewajibkan rumah sakit memenuhi 12 kriteria Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

“Untuk KRIS itu ada standarnya, ada 12 kriteria. Salah satunya satu tempat dan satu kamar maksimal empat tempat tidur, ada kamar mandi di dalam, ventilasi, nurse call dan lainnya,” ujarnya.

Reformasi ketiga menggunakan sistem Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) untuk mengatur penetapan tarif klaim BPJS Kesehatan.

“Tarif itu tarif untuk klaim BPJS. Sekarang kita ingin mempersiapkan iDRG, bagaimana ini sesuai dengan penyakit di Indonesia dan tarifnya sesuai dengan cost yang dikeluarkan,” ujarnya.

Uji coba tiga kebijakan anyar ini bakal berlangsung selama maksimal 12 bulan di lokasi piloting.

“Karena kita uji coba di satu tempat, pasien langsung ditangani sesuai dengan penyakitnya. Kemudian kalau dirawat, kamar yang kita dapatkan lebih baik karena sudah sesuai standar,” jelasnya.

Tanggapan Wali Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik penunjukan wilayahnya sebagai lokasi pengujian sistem baru JKN.

“Maka di sinilah kita memang sedang menguji. Itu sebabnya menyebutnya piloting. Kita menguji betulkah kita mampu melaksanakan konsep ini,” kata Farhan.

Farhan menyoroti ketimpangan jejaring layanan medis serta skema penjaminan pasien lintas batas wilayah.

“Ada beberapa yang istilahnya tengah-tengahnya kosong. Kita dari dasar langsung ke paripurna. Nah, ini yang harus jadi case yang menarik yang akan dipelajari oleh pilot project ini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kepastian aturan pembiayaan bagi warga luar daerah yang berobat di Bandung.

“Bagaimana kalau fasilitas punya Kota Bandung menerima pasien dari luar Kota Bandung? Kita enggak bisa masuk UHC. Sama juga dengan warga Bandung yang mendapat perawatan di luar daerah. Itu bagaimana bentuk penjaminan lintas batasnya mesti jelas,” jelasnya.

(Yusuf Mugni)

Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Foto: Erick Thohir Tinjau Venue Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung. (Arif)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau langsung kesiapan sejumlah sarana latihan di Bandung. Lapangan tersebut bakal menampung aktivitas latihan para peserta FIFA ASEAN Cup 2026.

Panitia menyiapkan tiga lokasi latihan utama, yaitu Lapangan Saraga ITB, Stadion Sidolig, dan Stadion Arcamanik.

Baca Juga: Persib Bandung Rilis Jersey Khusus Shopee Cup 2026/2027, Ada Pesan Khusus untuk Bobotoh

Erick mengawali inspeksi dari Lapangan Saraga ITB. Ia kemudian melanjutkannya ke Stadion Sidolig dan mengakhiri peninjauan di Stadion Arcamanik.

Erick menilai rumput Lapangan Saraga ITB dan Stadion Arcamanik sudah memenuhi standar internasional FIFA.

“Ya, yang seperti saya sampaikan bahwa kedua fasilitas yang di ITB dan Arcamanik ini sesuai yang standar yang tinggi dari FIFA,” kata Erick Thohir, Kamis (24/9/2026).

Pemulihan Rumput Stadion Sidolig

Erick mencatat bahwa kualitas rumput Stadion Sidolig masih membutuhkan pembenahan sebelum memasuki kondisi optimal. Ia optimistis proses pemulihan rumput Sidolig membaik dalam beberapa hari ke depan.

“Sidolig masih perlu beberapa hari untuk recover. Tapi Alhamdulillah beberapa tim kemarin sudah latihan di ITB dan hari ini juga sudah akan mulai latihan di sini (Arcamanik),” ungkapnya.

Erick berharap para kontestan merasa nyaman menggunakan seluruh fasilitas latihan yang tersedia.

“Jadi mudah-mudahan para tim yang mempergunakan lapangan yang kita sediakan mereka senang, bisa berlatih dengan baik, sehingga ketika nanti saatnya mereka bertanding, mereka dalam posisi memberikan bentuk pertandingan yang memang standar yang diharapkan oleh FIFA. Itu,” harapnya.

Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung akan menjadi arena utama laga Grup B. Grup ini mempertemukan timnas Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

(Arif)

Persib Bandung Rilis Jersey Khusus Shopee Cup 2026/2027, Ada Pesan Khusus untuk Bobotoh

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Persib Rilis Jersey untuk ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027. (Persib.co.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung resmi memperkenalkan jersey khusus untuk mengarungi kompetisi ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027.

Kostum baru ini menandai perjalanan anyar Maung Bandung usai berjuang di ajang ACL Two 2026/2027.

Baa Juga: Pelatih Persib Bandung Doakan Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye

Persib bersama Borneo FC menjadi dua klub wakil Indonesia yang siap bertarung di panggung Asia Tenggara. Skuad Maung Bandung menjadwalkan laga perdana mereka pada 8 Oktober 2026.

“Bagi Persib, tampil di Asia bukan hanya tentang pertandingan di lapangan. Ada identitas, kebanggaan, dan dukungan Bobotoh yang menjadi bagian dari perjalanan ini,” kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.

“Karena itu, semangat ‘Edankeun di Asia’ kami bawa dalam setiap kompetisi yang kami jalani, termasuk ACL Two dan Shopee Cup. Kami berharap jersey ini dapat menjadi bagian dari cerita dan kebanggaan yang kita bangun bersama,” ucapnya menambahkan.

Teknologi Canggih dan Makna Filosofis Desain

Manajemen merilis dua varian jersey utama, yaitu Home dan Away, lengkap untuk pemain serta penjaga gawang.

Seragam ini mengusung teknologi K-Loomax berbahan Shift Loop 26YN Jacquard Circular yang menghasilkan tekstur tiga dimensi. Material ini membuat jersey terasa kokoh sekaligus menjaga sirkulasi udara saat pemain bergerak aktif.

Jersey Home mempertahankan warna biru kebanggaan dengan aksen pola gelombang suara. Motif ini menyimbolkan gema dukungan Bobotoh yang tidak pernah berhenti menyertai langkah tim.

Sementara itu, jersey Away memadukan warna biru dan putih dengan corak kotak-kotak. Desain ini melambangkan nilai kebersamaan serta kekuatan kolektif seluruh pendukung Persib.

Informasi Harga dan Lokasi Penjualan

Manajemen menjual jersey edisi khusus ini secara ready stock melalui PERSIB Store Sulanjana Bandung dan berbagai gerai resmi.

Klub menyediakan dua pilihan kategori, yakni versi Player Issue seharga Rp999.000 dan versi Supporter Edition seharga Rp249.000.

(Arif)

Pangandaran Jadi Nomor Satu se-Jawa Barat, Kepatuhan Bayar Pajak Kendaraan Tembus 67 Persen

0
PANGANDARAN, FOKUSjabar.id
Poto: Suasana operasi gabungan KTMDU

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masyarakat Kabupaten Pangandaran mencatatkan tingkat kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor tertinggi di Jawa Barat. Capaian wajib pajak daerah ini telah menembus angka 67 persen hingga September 2026.

Kepala Samsat Pangandaran Dedi Suryadin optimistis angka tersebut terus merangkak naik hingga akhir tahun. Samsat masih memiliki waktu penagihan pada periode Oktober, November, dan Desember.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Pangandaran Hanguskan 1 Hektare, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

“Untuk Pangandaran ini alhamdulillah sudah nomor satu se-Jawa Barat. Sekarang di angka 67 persen lebih,” kata Dedi saat operasi gabungan kendaraan di Pangandaran, Kamis (24/9/2026).

Konsisten Peringkat Atas Setiap Tahun

Tingkat kepatuhan warga Pangandaran dari tahun ke tahun memang selalu berada di posisi teratas. Realisasi pembayaran pajak tahunan di wilayah ini biasanya menyentuh angka 98 hingga 99 persen.

“Sebetulnya di bulan September ini harusnya sudah di angka 70-an. Karena kita tinggal sisanya Oktober, November, Desember,” ujarnya.

Samsat terus menggelar operasi pemeriksaan kendaraan untuk mendorong kesadaran dan penerimaan rutin harian masyarakat.

“Sebetulnya untuk target di operasi gabungan itu kita tidak menargetkan secara spesifik. Tapi realisasi dari kegiatan ini diharapkan meningkatkan pendapatan rutin harian pajak kendaraan secara total,” katanya.

Dedi menyebut target ideal penerimaan pajak kendaraan Pangandaran menembus angka Rp80 juta per hari.

Pembayar Pajak Didominasi Pengendara Motor

Operasi gabungan hari kedua berhasil menjaring 32 kendaraan yang langsung membayar pajak senilai Rp32 juta. Hasil ini meningkat dari hari sebelumnya yang mencatatkan 11 kendaraan dengan nilai Rp23 juta.

“Yang sekarang 32 wajib pajak, 32 kendaraan yang bayar,” kata Dedi.

Samsat induk Pangandaran sendiri melayani sekitar 120 hingga 150 wajib pajak setiap hari kerja. Sekitar 80 persen kendaraan yang terdaftar di Pangandaran merupakan sepeda motor.

“Karena di Pangandaran itu sekitar 80 persen roda dua,” ujarnya.

Meskipun volume kendaraan tidak sebanyak kota besar, tingkat kesadaran warga Pangandaran terbukti sangat tinggi.

“Walaupun memang penghasilannya tidak sebesar Bekasi, Bandung Raya,” katanya.

Samsat akan menggelar operasi serupa pada Oktober mendatang menggunakan dana Opsen pemerintah kabupaten.

Polisi Soroti Pengendara Tanpa SIM

Kanit Turjawali Satlantas Polres Pangandaran Ipda Maret Daniel menilai kesadaran berlalu lintas warga secara umum sudah baik. Namun, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran di lapangan.

Petugas masih sering menjumpai pengendara sepeda motor lengkap yang ternyata belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Helm lengkap, pelat nomor ada, spion ada. Cuma masih ada yang tidak punya SIM,” kata Maret.

Polisi gencar mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi ketertiban lalu lintas kepada para pelajar.

“Ke tiap sekolah kami masih tetap sosialisasi, edukasi bahwasanya harus begini-begini. Pelan-pelan,” ujarnya.

Petugas juga terus memantau serta menindak penggunaan knalpot bising atau brong, terutama saat ajang pariwisata berlangsung.

“Kita juga berikan imbauan. Misalnya boleh main ke sini, tapi jangan mengganggu ketenteraman masyarakat dengan knalpot brong,” pungkasnya.

(Sajidin)

Kebakaran Lahan di Pangandaran Hanguskan 1 Hektare, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Pemadam Kebakaran sedang melakukan pendinginan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kebakaran melalap lahan milik warga di Dusun Cirateun, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini terjadi, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kobaran api membakar rumput ilalang kering dan membumbung tinggi dengan sangat cepat. Petugas menemukan dua titik lokasi kebakaran di wilayah Dusun Cirateun tersebut.

Baca Juga: Belum Resmi Menindak, ETLE Pangandaran Sudah Rekam Hampir 700 Pelanggaran Lalu Lintas

Satu lahan yang terbakar milik warga Babakan, Kecamatan Pangandaran. Musim kemarau memicu percikan api membakar vegetasi kering di sekitar area tersebut.

Tim Gabungan Padamkan Kobaran Api

Warga setempat langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Petugas gabungan bergegas menuju lokasi untuk mencegah api merembet ke pemukiman warga.

Tim pemadam terdiri dari Damkar Pangandaran, TNI-Polri, perangkat desa, serta warga yang memakai alat seadanya.

Pamapta I Polres Pangandaran Ipda Heru Hayadi menyampaikan bahwa personel kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.

“Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan dan membantu proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujar Heru.

Petugas berhasil mengendalikan kobaran api setelah berjibaku selama dua jam lebih sekitar pukul 13.20 WIB. Tim melanjutkan proses pendinginan untuk mematikan sisa bara api di lokasi.

Kerugian Mencapai Rp50 Juta

Pemilik lahan menaksir kerugian materi akibat kebakaran ini mencapai Rp50 juta. Total area lahan yang hangus terbakar diperkirakan seluas satu hektare.

Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti munculnya percikan api tersebut.

Polisi telah memeriksa pemilik lahan dan memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap potensi kebakaran lahan di musim kemarau ini. Jika menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

(Sajidin)

Kota Tasikmalaya Kembali Raih TPID Awards 2026, Dua Tahun Berturut-turut Jadi Terbaik Jawa-Bali

0
TASIKMALAYA, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri, foto bersama usai menerima penghargaan TPID Award 2026 di Jakarta (ist Prokopim)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam ajang TPID Awards 2026. Pemerintah menetapkan Kota Tasikmalaya sebagai TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali.

Panitia mengumumkan penghargaan tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Acara berlangsung di Ballroom International Convention Center (JICC).

Baca Juga: Rp72 M Dikebut, SOR Mangunreja Tasikmalaya Rampung Desember

Rakornas ini sekaligus membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) & Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan yang menghadirkan para kepala daerah se-Indonesia.

Capaian ini memperpanjang rekor manis Kota Tasikmalaya. Daerah ini sukses mempertahankan gelar TPID Terbaik Jawa-Bali selama dua tahun berturut-turut sejak 2025.

Apresiasi Wali Kota untuk Seluruh Pemangku Kepentingan

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang membantu menjaga stabilitas harga pangan.

“Kota Tasikmalaya, alhamdulillah kembali meraih predikat TPID Berkinerja Terbaik 2026 Kawasan Jawa-Bali. Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID Kota Tasikmalaya, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, perangkat daerah, Bulog, pelaku usaha, distributor, serta seluruh pihak yang selama ini terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat,” ungkap Viman melalui sambungan seluler, Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sehari-hari.

“Penghargaan terbaik ini bukan semata-mata menjadi tujuan, tetapi harus tercermin dari kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok yang tetap terjaga serta memberikan dampak yang nyata bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Fokus Jaga Stok Pangan dan Daya Beli Warga

Viman memprioritaskan keterjangkauan harga dan kelancaran pasokan barang di pasar.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan terus memperkuat kolaborasi dan menyusun langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi melalui pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan pasokan, penguatan koordinasi lintas sektor, kelancaran distribusi komoditas, pelaksanaan gerakan pangan murah, serta berbagai intervensi yang diperlukan dalam merespons dinamika harga di pasaran,” kata Viman.

Acara nasional ini turut menghadirkan Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Viman memastikan Pemkot Tasikmalaya terus berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui program pengendalian inflasi yang terarah.

“Dari penghargaan ini, Pemkot Tasikmalaya akan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi TPID dan akan memastikan, bahwa upaya pengendalian inflasi bermuara pada kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi, serta memperkuat daya beli masyarakat,” tegasnya.

Daftar Daerah Penerima TPID Awards 2026

Ajang TPID Awards 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah daerah lain di Indonesia.

Kategori TPID Provinsi Berkinerja Terbaik oleh Provinsi Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Gorontalo.

Sementara itu, kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi oleh Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.

(Seda)