spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 23

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Pemkot Bandung Harus Perkuat Kesiapsiagaan

0
Wali Kota Bandung muhammad farhan@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Farhan menegaskan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem merupakan kondisi nyata yang harus di hadapi dengan kesiapan serta perencanaan yang matang, bukan dengan saling menyalahkan.

“Kita tidak boleh menyalahkan cuaca. Kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut,”kata Farhan Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Tahan Operasional Insinerator, Masih Tunggu Hasil Uji Emisi

Farhan juga menyinggung bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Bandung agar lebih sigap dalam melakukan mitigasi dan penanganan risiko bencana.

Farhan menjelaskan, bahwa kondisi lingkungan di wilayah utara Kota Bandung saat ini semakin rentan akibat berkurangnya tutupan hutan dari wilayah barat hingga timur.

Situasi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir, longsor, serta berbagai gangguan lingkungan lainnya yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Kota Bandung ini berada di posisi sebagai penerima dampak. Karena itu kita harus lebih antisipatif, kesiapsiagaan harus di perkuat dari sekarang,”katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mulai menerapkan teknologi sistem peringatan dini. Hingga kini, baru satu titik sensor ketinggian air terpasang di Sungai Cikapundung.

Ke depan, Pemkot berencana menambah titik sensor di sejumlah sungai lain yang melintasi Kota Bandung.

“Sekarang ini baru satu titik di Sungai Cikapundung yang punya sensor. Kalau airnya naik dengan deras yang sangat tinggi, kita bisa tahu. Ke depan kita cari beberapa titik lain untuk diterapkan teknologi sensor,” jelasnya.

Tambah Ruang Terbuka Hijau

Selain penguatan sistem peringatan dini, Pemkot Bandung juga menargetkan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang.

Perhitungan ulang luasan RTH tengah di lakukan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Cipta Bintar) bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional dan ATR.

“Target kita menambah RTH. Perhitungan barunya sedang di lakukan. Selain itu, saya juga akan mencari kemungkinan CSR dari perusahaan-perusahaan besar untuk membuka RTH di Kota Bandung,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Bahkan tidak menutup kemungkinan di lakukan penataan ulang ruang demi mengejar target minimal 30 persen RTH sesuai ketentuan. Langkah tersebut di nilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Terkait kesiapsiagaan anggaran, Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung masih memiliki cadangan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat di mobilisasi sewaktu-waktu apabila terjadi bencana.

“Cadangan kas kita insyaallah bisa dengan mudah di alihkan apabila terjadi bencana,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bojan Hodak Ungkapkan harapan untuk 2 Pemain Anyar

0
Bojan Hodak fokujabar.id
Bojan Hodak (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak punya harapan besar dengan bergabungnya dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.

Bojan Hodak berharap, keduanya bisa menambah kekuatan lini belakang timnya di Super League dan AFC Champions League Two 2025/2026.

BACA JUGA:

Geladang Serang Persib Berguinho Man Of the Match versus PSBS Biak

Menurut Dia, kedua pemain tersebut didatangkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa.

Dion Markx fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

Mereka dipinjamkan Persib Bandung ke Persik Kediri pada awal putaran kedua.

“Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Sebab, kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah,” tegas Hodak.

Khusus untuk Dion, Hodak berharap, pemain Tim Nasional Indonesia U23 tersebut bisa mengikuti jejak Kakang Rudianto dan Robi Darwis yang mampu menembus tim utama.

“Dion itu seperti Kakang dan Robi. Dia pemain U-23. Kami mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat,” ungkapHodak.

Hadirnya Dion menjadikan Maung Bandung punya cukup stok pemain muda. Sebelumnya, sudah memiliki Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro dan penjaga gawang Fitrah Maulana.

“Mereka adalah masa depan klub. Semuanya perlu berlatih dan mendapatkan kesempatan untuk melihat siapa yang bisa masuk tim utama nantinya,” jelas Hodak.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Soroti Penyelesaian Akhir

Untuk Kurzawa yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain, selain membantu tim dengan kualitasnya, sosok Dia bagus bagi Indonesia juga Persib karena punya nama besar.

Layvin Kurzawa fokusjabar.id
Layvin Kurzawa (foto: persib.co.id)

Hodak berharap, semua bersabar karena para pemain akan perlu waktu untuk adaptasi.

“Dalam 3,5 bulan ke depan, kita akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan. Jadi pasti ada menit bermain untuknya. Kami akan melakukannya perlahan. Kita tahu dia sudah lama tidak bermain, sama seperti kasus Federico Barba atau Stefano Beltrame dulu. Pemain yang absen beberapa bulan butuh waktu. Tapi dia punya kualitas yang kita butuhkan. Kami akan bersabar,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut Ajak Mahasiswa tak Bergantung jadi ASN

0
mahasiswa garut fokusjabar.id
Kuliah Umum Uniga

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut Jawa Barat (Jabar) menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi generasi muda di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Garut Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Nia Garnia Karyana.

BACA JUGA:

Nyalakan ‘Lilin’ dari Giriawas, Jejak Bakti Permata Intan Garut Berakhir

Dia menyoroti tantangan demografi Kabupaten Garut yang kini di huni sekitar 2,9 juta jiwa.

Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp4,9 trilyun, dukungan pemerintah memiliki keterbatasan. Sehingga masyarakat, khususnya mahasiswa harus mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri.

“Mahasiswa sebagai usia produktif jangan hanya bergantung pada kegiatan formal seperti menjadi dosen, guru ataupun ASN. Saya mendorong mahasiswa yang memilih jurusan kewirausahaan minimal memiliki bisnis sendiri dalam bidang apa pun,” tegas Gania di hadapan para para mahasiswa Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut (Uniga) dalam Kuliah Umum di Atrium Ciplaz Garut.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Uniga yang terus konsisten menghadirkan inovasi bagi mahasiswa.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten Garut yang saat ini sangat menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor kewirausahaan.

BACA JUGA:

Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

Dekan Fakultas Kewirausahaan Uniga, Sukma Nugraha menjelaskan, kuliah umum ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai inovasi di lapangan.

Dia menekankan bahwa keberhasilan seorang wirausaha tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang.

“Kami ingin mahasiswa bisa melangkah di lapangan. Memahami bagaimana kewirausahaan itu berjalan melalui proses dan mental yang perlu dibentuk. Menjadi wirausaha bukan sekadar hasil akhir, tapi soal ketahanan mental,” ujar Sukma.

Kegiatan yang mengusung tema “Kebijakan Inovatif BUMN dan BUMD dalam Menciptakan Nilai Tambah Sosial dan Ekonomi serta Menumbuhkan Kewirausahaan Skala Besar (Mass Entrepreneurship)  menjadi ajang kolaborasi strategis dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD serta praktisi dunia industri untuk memberikan wawasan mengenai kontribusi nyata sektor korporasi terhadap nilai tambah sosial dan ekonomi daerah.

(Y. A. Supianto)

Nyalakan ‘Lilin’ dari Giriawas, Jejak Bakti Permata Intan Garut Berakhir

0
Desa Giriawas Garut fokusjabar.id
‎Kegiatan Pamungkas Bakti Desa 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Ada suasana hangat yang menyelimuti Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Senin (26/1/2026) kemarin.

Di sana, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan (Permata Intan) Garut berkumpul. Bukan untuk unjuk rasa melainkan untuk berpamitan setelah menuntaskan misi pengabdian dalam program “Pamungkas Bakti Desa 2026.”

BACA JUGA:

Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

Membawa semangat “Ngajadikeun Permata Intan nu Sajati, Ngabdi ka Lemah Cai Sangkan Garut Madani” para intelektual muda ini mencoba menjembatani antara teori di bangku kuliah dengan realita sosial di pedesaan yang dingin dan asri.

Desa Sebagai Sumber Cahaya

Ketua Umum Permata Intan Garut 2025-2026, Suni Subagja menjelaskan, desa bukanlah pinggiran. Namun jantung dari kemajuan bangsa.

“Indonesia tidak akan bercahaya oleh obor yang ada di Jakarta. Indonesia akan bercahaya oleh lilin-lilin yang ada di desa,” ucapnya.

Analogi tersebut menjadi alasan kuat mengapa mereka memilih Desa Giriawas sebagai lokus pengabdian. Di sini, mahasiswa belajar bahwa perubahan besar seringkali di mulai dari langkah-langkah kecil di pelosok desa.

Penerimaan Hangat di Tanah Cikajang

Kehadiran mahasiswa di sambut terbuka oleh warga setempat. Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani menyebut, desanya memiliki filosofi unik. Yakni, “Membangun Desa dengan Silaturahmi.”

Baginya, kedatangan mahasiswa bukan sekadar tamu. Melainkan keluarga baru yang membawa energi segar.

“Kami percaya silaturahmi membuka segalanya. Termasuk rezeki. Semoga jalinan ini membawa berkah bagi semua,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

Sekretaris Kecamatan Cikajang, Ratu Ayu Wira Pertiwi melihat, dedikasi mahasiswa selama di Giriawas telah meninggalkan jejak program yang nyata.

Dia titip pesan agar tongkat estafet program yang telah di rintis mahasiswa dapat di lanjutkan oleh perangkat desa dan masyarakat setempat.

Bagi para mahasiswa, Bakti Desa ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban organisasi. Ini adalah ajang menempa empati. Di Giriawas, mereka belajar mendengar keluh kesah petani, berinteraksi dengan anak-anak desa hingga memahami dinamika kemasyarakatan yang tidak di temukan di buku teks.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Pulang dari sini, mereka bukan hanya membawa kenangan. Namun  membawa bekal karakter untuk masa depan,” kata Suni.

(Y.A. Supianto)

Perkuat Pengawasan dan Pelayanan Kapolres Ciamis  Kunker ke Polsek

0
Polres Ciamis fokusjabar.id
Kapolres Ciamis AKBP. Hidayatulah saat berkujung ke Mapolsek Rajadesa

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Polres Ciamis Polda Jabar bersama Ketua Bhayangkari melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke sejunlah Polsek.

Kunker tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kinerja dan pengawasan serta pelayanan.

BACA JUGA:

Seni, Budaya, dan Kuliner Priangan Bertemu di EXSIS Niskala X SMAN 1 Ciamis

Adapun sejumlah Polsek yang menjadi sasaran, Polsek Rancah, Rajadesa, Cisaga dan Polsek Sukadana.

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah memantau secara langsung situasi kesiapsiagaan personel, kelengkapan sarana dan prasarana hingga pelaksanaan tugas operasional kepolisian di lapangan.

Menurut Kapolres Ciamis, kunker tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan kepada jajaran Polsek agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hari ini kami  mengunjungi beberapa Polsek untuk pengawasan dn pembinaan,” ungkap Hidayutullah, Selasa (27/1/2026).

Dia menuturkan, pihaknya memberikan arahan terkait kebijakan pimpinan Polri, penanganan isu-isu Kamtibmas terkini. Termasuk penanganan perkara yang menjadi perhatian publik serta pentingnya menjaga profesionalisme, integritas dan disiplin anggota dalam bertugas.

” Pentingnya patroli dialogis secara rutin ke desa-desa sebagai langkah preventif dalam menjaga Harkamtibmas. Anggota di minta untuk terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, menggali potensi wilayah serta membangun komunikasi yang baik agar setiap informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan keamanan dapat segera di ketahui dan di tindaklanjuti,” katanya.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis: Penting Jaga Kebersihan untuk Kenyamanan Masyarakat

Kapolres Ciamis menambahkan, kunker ini di manfaatkan sebagai sarana silaturahmi antara pimpinan dan anggota di kewilayahan.

“Kami mendengarkan secara langsung masukan, kendala serta aspirasi dari personel Polsek guna mencari solusi bersama demi peningkatan kinerja dan pelayanan kepolisian yang lebih optimal,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Lebih 20 Tahun Tak Ada Pengadaan, Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

BANJAR,FOKUSJabar.id: Keterbatasan armada kembali menjadi sorotan setelah sebuah mobil pemadam kebakaran milik UPTD Damkar BPBD Kota Banjar terperosok saat menjalankan tugas di kawasan Warung Perahu, Lingkungan Pamongkoran, Kota Banjar, Senin (26/1/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika mobil damkar hendak melakukan penyemprotan jalan yang dipenuhi tanah sisa proyek. Namun, kendaraan tidak mampu menaklukkan tanjakan menuju lokasi, hingga akhirnya mundur dan terperosok sebelum tiba di titik sasaran.

Baca Juga: Sampah Menggunung di Sejumlah TPS Kota Banjar

Ketua UPTD Damkar BPBD Kota Banjar, Aam Amijaya, menjelaskan bahwa faktor utama kejadian ini adalah kondisi kendaraan yang sudah uzur.

“Mobilnya tidak kuat menanjak, kemudian mundur kembali dan akhirnya terperosok sebelum sampai lokasi,” ujar Aam.

Ia mengungkapkan, armada damkar saat ini telah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kemampuan operasional, terutama saat menghadapi medan yang cukup berat.

“Sudah lebih dari dua dekade tidak ada pengadaan mobil pemadam kebakaran baru di Kota Banjar,” tambahnya.

Peristiwa ini pun menjadi cerminan keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di daerah. Selain menghambat pelayanan kepada masyarakat, usia kendaraan yang terlalu tua juga berpotensi membahayakan keselamatan petugas di lapangan.

Kejadian tersebut memunculkan harapan agar pemerintah daerah segera memberi perhatian serius terhadap pembaruan armada pemadam kebakaran demi menunjang layanan darurat yang cepat, aman, dan optimal bagi masyarakat.

Rayakan Hari Bakti ke-76, Imigrasi Tasikmalaya Perkuat Layanan Digital dan Pengawasan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara bersama Kepala Kantor Imigrasi Tasikmalaya Indra Bangsawan, foto bersama dengan para undangan dalam acara Hari Bakti Imigrasi Ke-76 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tasikmalaya menjadikan peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pelayanan publik.

Hal itu di wujudkan melalui kegiatan tasyakuran yang di gelar di Aula Utama Kantor Imigrasi Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Senin (26/1/2026).

Mengusung tema “Imigrasi Berbakti Indonesia Maju”, acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, anggota DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi, Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Pimpinan Cabang BRI Tasikmalaya, serta sejumlah mitra strategis dan tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Jejak Kejayaan Pacuan Kuda Dadaha Kota Tasikmalaya, Kini Tinggal Kenangan

Dalam kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Tasikmalaya memaparkan berbagai capaian kinerja dan inovasi layanan, mulai dari peningkatan pelayanan keimigrasian, penguatan pengawasan orang asing, hingga pengembangan sistem layanan berbasis digital.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menegaskan bahwa peran Imigrasi sangat strategis dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung stabilitas keamanan nasional. Karena itu, pelayanan yang transparan dan berintegritas menjadi kunci utama membangun kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pelayanan pemerintahan. Setiap aparatur negara harus menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.

Ia juga berharap semangat reformasi birokrasi yang Kantor Imigrasi jalankan dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lain di lingkungan Pemerintah Kota.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh Forkopimda dan stakeholder sangat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Terlebih benar-benar melayani masyarakat,” ujarnya.

Capaian Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Ia turut mengapresiasi capaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah Kantor Imigrasi Tasikmalaya raih. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pelayanan publik yang jujur dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Tasikmalaya Indra Bangsawan menyampaikan bahwa predikat WBK merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam membangun sistem pelayanan yang bersih dan transparan.

“Komitmen kami adalah memastikan keberadaan Kantor Imigrasi benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat. Dengan pelayanan yang terbuka dan inovatif, kepercayaan publik akan terus meningkat,” ungkap Indra.

Ia menjelaskan, pihaknya terus mengembangkan berbagai inovasi layanan. Termasuk optimalisasi layanan digital dalam pengurusan paspor dan izin tinggal guna mempermudah akses masyarakat.

Selain itu, pengawasan keimigrasian juga terus menguat, terutama terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Koordinasi lintas instansi pun terus meningkat demi menjaga keamanan dan ketertiban.

“Hari Bakti Imigrasi ke-76 ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dalam pelayanan. Kemudian peningkatan pengawasan, dan penegakan hukum keimigrasian,” pungkasnya.


(Seda)