spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 23

Persib Bungkam Persija 2-1, Igor Tolic Ungkap Kunci Lolos ke Final Piala Presiden 2026

0
Persib, FOKUSJabar.id
Foto: Pemain Persib merayakan gol ke gawang Persija. (Dok Piala Presiden 2026)

BALI,FOKUSJabar.id: Persib Bandung sukses mengunci satu tempat di babak final turnamen pramusim Piala Presiden 2026 usai menumbangkan rival abadinya, Persija Jakarta.

Berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026), skuad Maung Bandung menundukkan Persija dengan skor tipis 2-1.

Baca Juga: Persib Bandung vs Persija Jakarta, Shin Tae-yong Kecewa

Uilliam Barros dan Balsa Sekulic menjadi pahlawan kemenangan Persib lewat sumbangan gol mereka. Barros membuka keunggulan, sementara Balsa Sekulic memperlebar jarak melalui eksekusi penalti yang tenang.

Di sisi lain, Persija Jakarta baru mampu memperkecil kedudukan lewat gol Kwon Changhoon pada menit ke-86 babak kedua.

Analisis Taktis Igor Tolic: Dominan di Babak Pertama, Stamina Menurun di Babak Kedua

Pelatih Persib, Igor Tolic, menilai anak asuhnya tampil sangat dominan sepanjang paruh pertama dan menciptakan deretan peluang emas.

Namun, memasuki babak kedua, kondisi fisik Balsa Sekulic dan kawan-kawan mulai terkuras. Situasi ini memicu Persija tampil lepas hingga sukses menekan lini pertahanan Maung Bandung.

“Pertandingan di babak pertama, Persib bermain bagus. Babak kedua, semua orang kelelahan. Persija bermain tanpa beban,” katanya usai laga.

Tolic menyebut laga El Clasico Indonesia ini berjalan sengit dengan dinamika yang fluktuatif di tiap babak.

“Bisa saja skornya 3-0, 4-0 di babak pertama, namun di babak kedua kami juga bisa saja kalah dalam pertandingan,” ujarnya menambahkan.

Apresiasi Perlawanan Persija dan Menatap Partai Final

Tolic melemparkan pujian atas daya juang tinggi skuad Macan Kemayoran yang terus memberikan perlawanan sengit hingga peluit panjang berbunyi.

“Jadi apresiasi juga untuk para pemain Persija, mereka memberikan yang terbaik. Dan kemudian pada akhirnya, kami menang. Kami melaju ke final,” tegasnya.

Pada laga puncak Piala Presiden 2026 mendatang, Persib Bandung bakal meladeni pemenang duel semifinal lainnya yang mempertemukan Persebaya Surabaya versus Arema FC.

(Arif)

Warga Purwasari Ciamis Digegerkan Penemuan Pria Meninggal di Pohon Jati

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ilustrasi WEB

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Warga Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, gempar usai menemukan Sodik (52) meninggal dunia di dahan pohon jati dekat lapangan sepak bola setempat, Selasa (4/8/2026). Korban mengakhiri hidupnya dengan jeratan tali tambang plastik di bagian leher.

Usai mendapati insiden tragis tersebut, aparat Pemerintah Desa Purwasari bergerak cepat melaporkan kejadian ke Polsek Banjarsari.

Baca Juga: AKBP Eko Iskandar Resmi Jadi Kapolres Ciamis, Bupati Herdiat Minta Perkuat Sinergi

“Iya benar tadi ada warga kami yang sudah meninggal dengan cara gantung diri,” kata Kepala Desa Purwasari, Dede Suwarno, Selasa (4/8/2026).

Tim Medis Pastikan Murni Bunuh Diri

Dede menjelaskan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan dari warga. Pihak desa juga membangun koordinasi intensif bersama jajaran Polsek Banjarsari, Koramil, serta Puskesmas Banjarsari untuk melakukan evakuasi.

Tim medis yang menerjunkan personel ke lokasi langsung menjalankan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

“Menurut hasil pemeriksaan luar dari tim medis Puskesmas Banjarsari korban meninggal akibat bunuh diri,” ucapnya.

Setelah petugas menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan medis di lokasi kejadian, petugas mengembalikan jenazah korban ke rumah duka untuk pemulasaraan.

Pihak keluarga bersama warga sekitar langsung mengantarkan jenazah Sodik ke peraduan terakhirnya.

“Korban saat ini sudah dikembumikan dengan layak di pemakaman umum di wilayah Desa Purwasari,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

AKBP Eko Iskandar Resmi Jadi Kapolres Ciamis, Bupati Herdiat Minta Perkuat Sinergi

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Herdiat Sambut AKBP Eko Iskandar, Harap Ciamis Tetap Aman dan Kondusif

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyambut langsung kedatangan AKBP Eko Iskandar yang resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ciamis baru.

Herdiat menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru di tubuh Polres Ciamis terus memperkuat sinergi demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Tatar Galuh.

Harapan tersebut meluncur saat Herdiat menghadiri acara pisah sambut Kapolres Ciamis di Mapolres Ciamis, Senin (3/8/2026) malam.

Baca Juga: Pengurus PEPABRI Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran Resmi Dikukuhkan

Acara tersebut menghadirkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Momen pergantian pucuk pimpinan ini menegaskan komitmen keberlanjutan dalam mengawal keamanan dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan ucapan selamat datang secara hangat kepada AKBP Eko Iskandar beserta keluarga, sekaligus mendorong Kapolres baru agar segera beradaptasi bersama seluruh elemen masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami mengucapkan selamat datang kepada Saudara AKBP Eko Iskandar beserta keluarga di Tatar Galuh Kabupaten Ciamis. Semoga kehadiran saudara membawa keberkahan, mendapatkan kesan yang baik, serta senantiasa mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT,” ujar Herdiat.

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Herdiat menyebut Kabupaten Ciamis konsisten menjadi daerah yang aman, damai, serta kondusif berkat soliditas antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Forkopimda, dan warga sekitar.

Ia mendorong kepemimpinan anyar Polres Ciamis untuk terus merawat kolaborasi tersebut di tengah makin kompleksnya tantangan dinamika sosial.

“Keamanan dan ketertiban yang kita rasakan saat ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Karena itu, mari kita bangun koordinasi, sinergitas, dan kebersamaan yang semakin kuat antara Polres Ciamis, Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta seluruh stakeholder agar Kabupaten Ciamis tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Herdiat turut mengulas keberhasilan pengamanan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung damai di Ciamis. Hal itu sebagai bukti konkret keharmonisan koordinasi antarinstansi.

Apresiasi Dedikasi AKBP H. Hidayatullah

Selain menyambut pejabat baru, Bupati Ciamis memberikan apresiasi tinggi kepada AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., yang telah menuntaskan masa baktinya sebagai Kapolres Ciamis. Herdiat menilai AKBP Hidayatullah sukses membangun jembatan komunikasi yang sangat harmonis dengan pemerintah daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada AKBP H. Hidayatullah beserta keluarga atas koordinasi, sinergitas, dan kebersamaan yang telah terjalin dengan sangat baik selama menjabat sebagai Kapolres Ciamis,” ungkapnya.

Herdiat meyakini estafet kepemimpinan di Polres Ciamis ini makin memperkokoh fondasi keamanan demi kelancaran agenda pembangunan di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Pengurus PEPABRI Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran Resmi Dikukuhkan

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran resmi mengemban jabatan baru usai menjalani prosesi pengukuhan di Aula PEPABRI Kabupaten Ciamis, Selasa (4/8/2026).

Momen bersejarah ini menjadi ajang penting untuk memperkokoh soliditas organisasi. Sekaligus merawat semangat pengabdian purnawirawan TNI dan Polri dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga: Eka Ramdani Pimpin Latihan Perdana PSGC Ciamis, Kebut Persiapan Liga 2 2026/2027

Acara khidmat ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi, jajaran Forkopimda, pengurus PEPABRI tingkat provinsi dan kabupaten, tokoh masyarakat, hingga jajaran anggota dari tiga wilayah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar kepada jajaran pengurus yang baru mengemban amanah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan selamat kepada seluruh Ketua beserta jajaran pengurus yang baru dilantik,” ungkapnya.

“Semoga dapat melaksanakan amanah baru ini dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan dedikasi dalam membesarkan organisasi. Serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” tambah Sekda Andang.

Purnawirawan Sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah

Andang menegaskan bahwa PEPABRI memikul tanggung jawab moral yang besar di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya para purnawirawan dapat terus menanamkan semangat patriotisme, disiplin, integritas, dan nasionalisme kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia menilai rekam jejak dan pengalaman para purnawirawan menjadi modal sosial bernilai tinggi untuk menyokong program pembangunan daerah. Serta menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai tantangan zaman.

Dorong Kolaborasi Hadapi Dinamika Zaman

Sekda Ciamis mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian dalam mengeksekusi agenda pembangunan. Pihaknya membutuhkan dorongan dan sinergi aktif dari seluruh elemen, termasuk organisasi purnawirawan.

“Di tengah gejolak ekonomi, perkembangan teknologi, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk PEPABRI, untuk bersama-sama membangun daerah,” katanya.

Selain memperkuat struktur internal organisasi, agenda pengukuhan ini sekaligus menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat persaudaraan. Yakni antaranggota PEPABRI dari Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran demi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

(Mia)

KPID Jabar Ungkap 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet, Siapkan Perda Pasagi

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom.,

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Hampir seluruh Generasi Z di Jawa Barat kini mengakses media berbasis internet dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tingginya penetrasi digital tersebut memicu berbagai dampak psikologis yang membutuhkan perhatian serius.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menemukan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan saat jauh dari telepon genggam, gangguan fokus, hingga stres mental.

Baca Juga: Hiu Tutul 5 Meter Mati Terdampar di Batukaras Pangandaran

Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom., membeberkan temuan tersebut dalam acara Ngawangkong Atikan Penyiaran di SMAN 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Selasa (4/8/2026).

Almadina menjelaskan, pesatnya kemajuan teknologi menggeser fokus pengawasan media yang sebelumnya bertumpu pada televisi dan radio menuju media berbasis internet.

KPID Jawa Barat Inisiasi Perda Pasagi untuk Lindungi Anak

Guna memperkuat perlindungan anak dan perempuan di ruang digital, KPID Jawa Barat tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) pengawasan digital bernama Pasagi.

“Kami akan membuat Perda terkait pengawasan digital yang namanya Pasagi. Saat ini kami juga mengupayakan koordinasi bukan hanya dengan Komisi I, tetapi juga Komisi V DPRD Jawa Barat,” kata Almadina.

Ia menegaskan pentingnya regulasi ini mengingat maraknya ancaman dan permasalahan anak yang berawal dari ruang siber.

“Kalau berbicara anak, kita juga menghadapi permasalahan-permasalahan orientasi seksual dan lain sebagainya yang banyak muncul di media berbasis internet,” ujarnya.

Fakta Angka: 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet

KPID Jawa Barat menglandasi penyusunan kebijakan ini melalui riset sepanjang 2025 yang rilis pada 2026. Penelitian tersebut melibatkan 601 responden Generasi Z di enam klaster wilayah Jawa Barat, termasuk Pangandaran, Ciamis, dan Banjar.

Hasil riset mencatat 99,8 persen responden menggunakan media berbasis internet, 97-98 persen memiliki smartphone, dan 99,83 persen aktif di media sosial.

“Saat ini anak muda tidak hanya memiliki satu akun media sosial, tetapi aktif di berbagai platform sekaligus. Setiap tayangan yang dikonsumsi juga akan memunculkan respons emosional yang dapat memengaruhi cara berpikir maupun perilaku seseorang,” jelas Almadina.

(Sajidin)

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Satpol PP Disebut Sudah Tahu

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Penebangan liar 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pihak Kelurahan Cihapit telah mengendus dugaan penebangan liar 10 pohon peneduh di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, sejak awal Juli 2026. Lurah Cihapit, Yoga Hananto, membeberkan bahwa Satpol PP Kota Bandung justru menerima laporan kasus ini lebih awal ketimbang pihak kelurahan.

Anggota Satpol PP Kota Bandung yang juga pengurus RW 1, Agus Rohmansyah, menghubungi Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) Kelurahan Cihapit pada 2 Juli 2026. Dalam percakapan telepon tersebut, pihak Satpol PP meminta kelurahan mengutus perwakilan sebagai saksi agenda penyegelan lokasi penebangan.

Baca Juga: Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Lurah Cihapit Sebut Tidak Ada Izin ke Kelurahan

“Jadi kami itu sudah mengetahui dari tanggal 2 Juli. Kasi Pem saya ditelepon Pak Agus Rohmansyah dari Satpol PP, meminta saksi dari kelurahan karena akan dilakukan penyegelan pohon akibat penebangan liar di Jalan Riau,” kata Yoga saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Penyegelan Terus Tertunda Meski Lurah Sudah Lapor Kasatpol PP

Yoga baru menyadari secara langsung keberadaan deretan pohon yang raib keesokan harinya saat memimpin patroli rutin pengawasan petugas Gober.

“Saya jalan pagi seperti biasa. Awalnya melihat ada yang berbeda, tapi belum ngeh. Sekitar jam 08.00 baru sadar ternyata ada pohon yang hilang. Saya langsung foto dan menghubungi Kasi Pem,” katanya.

Kasi Pem kemudian menjelaskan agenda penyegelan dari Satpol PP tersebut. Agus Rohmansyah bahkan sempat mendatangi Kantor Kelurahan Cihapit pada hari yang sama dan berjanji menerjunkan tim Satpol PP usai salat Jumat.

Namun, petugas tak kunjung mengeksekusi rencana tersebut. Pihak kelurahan kembali menagih kepastian pada hari Sabtu, tetapi Satpol PP mengundur jadwal penyegelan hingga hari Senin.

“Hari Sabtu kami tanyakan lagi, katanya diundur ke hari Senin. Tapi sampai Senin juga tidak ada tindak lanjut yang disampaikan ke kami,” ucapnya.

Yoga tidak tinggal diam. Ia menyampaikan langsung temuan penebangan pohon ini kepada Kepala Satpol PP Kota Bandung beserta Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) saat mengawal penertiban pedagang kaki lima di kawasan Pusdai pada Minggu dini hari.

“Di situ ada Pak Kasatpol, Bu Camat, dan Kabid Tibum. Saya sampaikan langsung soal pohon di Jalan Riau yang ditebang. Jawabannya, ‘Iya, nanti hari Senin’,” ungkapnya.

Kasus Mengambang Hingga Wali Kota Turun Tangan

Yoga menegaskan fakta urutan kejadian ini membuktikan bahwa Satpol PP telah mengantongi laporan lebih dahulu.

“Kalau melihat kronologinya, Satpol memang lebih dulu mendapat laporan. Saya sendiri baru mengetahui setelah melihat langsung saat patroli pagi tanggal 3 Juli,” ujarnya.

Pascalaporan tersebut, Satpol PP tidak pernah lagi membagikan perkembangan penanganan kasus kepada pihak kelurahan hingga isu ini meledak di tengah publik.

“Setelah itu tidak ada kabar lagi ke kami. Sampai akhirnya berita ini viral, kemudian Pak Wali Kota datang usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Cihapit dan langsung melakukan penyegelan di lokasi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ketum PM Gatra Dukung Program Garut Caang, Ini Syaratnya

0
Program Garut Caang fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menudukung program Garut Caang (Garut Terang).

Garut Caang merujuk pada inisiatif pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU), akses listrik atau perluasan akses informasi/internet di Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Garut International Kite Festival Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Menurut Ketum PM Gatra, peningkatan kualitas penerangan jalan merupakan kebutuhan masyarakat yang akan berdampak pada keselamatan, keamanan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami dukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. PJU yang memadai akan meningkatkan rasa aman, memperlancar mobilitas warga serta mendorong aktivitas ekonomi. Terutama di wilayah pedesaan dan kawasan Garut Utara,” kata Holil, Selasa (4/8/2026).

Dia menambahkan, proyek yang di rencanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) perlu di kawal secara terbuka. Dengan begitu tidak menimbulkan persoalan fiskal di masa mendatang.

Kata Holil, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai dasar perencanaan, hasil studi kelayakan, kemampuan keuangan daerah serta manfaat ekonomi yang akan di peroleh di bandingkan dengan beban anggaran yang harus di bayarkan setiap tahun.

Selain itu, meminta Pemkab Garut melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Tenaga Listrik yang sebelumnya di kenal sebagai Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

“Kita perlu mengetahui secara terbuka berapa penerimaan PBJT setiap tahun, bagaimana alokasi penggunaan dan sejauh mana manfaat telah di rasakan masyarakat. Evaluasi tersebut penting agar kebijakan baru benar-benar di dasarkan pada data dan kebutuhan riil daerah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan yang konstruktif, PM Gatra menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Garut.

  1. Membuka hasil feasibility study dan kajian kemampuan fiskal kepada publik.
  2. Menyampaikan secara transparan proyeksi biaya, manfaat dan jangka waktu KPBU.
  3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penggunaan penerimaan PBJT atas Tenaga Listrik.
  4. Memprioritaskan pembangunan PJU di wilayah yang masih minim penerangan, memiliki tingkat kecelakaan tinggi serta menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
  5. Melibatkan DPRD, akademisi dan unsur masyarakat dalam proses pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan akuntabel.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

Holil menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya di ukur dari besarnya nilai investasi. Namun juga dari manfaat yang di rasakan masyarakat dan kemampuan daerah untuk menjaga keberlanjutan pembiayaannya.

“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Kami dukung program Garut Caang selama di laksanakan secara transparan, berdasarkan kajian yang matang serta benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” katanya.

“Dengan tata kelola yang baik, pembangunan akan menjadi investasi bagi masa depan, bukan menjadi beban bagi generasi berikutnya,” pungkas Holil.

(Bambang Fouristian)