spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 22

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

0
longsor kbb fokusjabar.id
Proses identifikasi korban longsor Cisarua KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mengutip tempo.co. seluruh jenazah yang telah teridentifikasi itu telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1/2026), tim SAR gabungan telah mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos identifikasi.

“Hingga Senin sore, tim SAR gabungan telah mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos identifikasi. 20 di antaranya sudah berhasil di identifikasi serta di serahkan kepada keluarga korban,” ungkapny, Selasa (27/1/2026).

“Saat ini masih terdapat 18 kantong jenazah yang proses identifikasinya belum selesai,” Abdul menambahkan.

Menurut Dia, operasi pencarian dan pertolongan di lanjutkan pada Selasa sekitar pukul 08.00 WIB.

Untuk memperluas area pencarian di sektor A dan B, tim SAR menambah sembilan unit ekskavator.

BNPB mencatat, jumlah personel tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi mencapai sekitar 800 orang.

Seluruh personel bekerja secara terpadu dalam upaya pencarian korban yang di duga masih tertimbun material longsor.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu mencapai 685 jiwa.

Para pengungsi menempati dua lokas. Yakni gedung olahraga desa sebanyak 353 jiwa dan aula desa (332 jiwa).

BACA JUGA:

BPBD Garut Bantu Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BNPB menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 selimut, 100 matras serta 50 paket alat kebersihan.

(Bambang Fouristian)

Harga “Cabe-cabean” di Pasar Manis Ciamis Bikin Miris

0
pasar manis ciamis fokusjabar.id
Harga Cabai Merah dipasar manis Ciamis Naik

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Manis Ciamis mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu per kg.

Selain Cabai rawit merah, garga cabai rawit hijau juga meroket dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.

BACA JUGA:

Seni, Budaya, dan Kuliner Priangan Bertemu di EXSIS Niskala X SMAN 1 Ciamis

Untuk harga Cabai merah keriting mengalami kenaikan Rp5 ribu per kg. Harga semula Rp40 ribu naik jadi Rp45 ribu per kg.

“Di duga kenaikan harga cabai akibat pasokan dari petani berkurang karena cuaca ekstrem,” kata Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudiana, Selasa (27/1/2026).

Menurut Dana, saat ini permintaan pasar cukup tinggi karena akan menghadapi bulan suci Ramadhan.

“Di sini hukum ekonomi berlaku. Jika permintaan banyak dan pasokan berkurang maka harga akan naik,” ucapnya.

Dana menuturkan, selain harga komoditas cabe-cabean naik, harga bawang merah dan putih juga ikut ikutan melejit.

“Untuk harga bawang merah dari Rp28 ribu naik menjadi Rp35 ribu per kg. Sedangkan untuk harga Bawang putih dari Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu per kg,” ungkapnya.

Dana menjelaskan, untuk harga wortel impor karena diduga banyak digunakan oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harganya mengikuti tren. Sehingga mengalami kenaikan dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kg.

“Sementara untuk harga Bunga Kol mengalami penurunan dari Rp20 ribu menjadi Rp18 ribu perkg,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

inDrive Fokus Perkuat Pasar Indonesia pada 2026

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Platform mobilitas global inDrive menegaskan komitmennya memperkuat posisi di Indonesia pada 2026. Hal itu di lakukan melalui strategi bisnis berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan pasar.

Dengan lebih dari 360 juta unduhan secara global, Indonesia di proyeksikan tetap menjadi salah satu pasar prioritas inDrive di Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, inDrive menyiapkan sejumlah program hiperlokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di kota-kota operasional.

BACA JUGA: inDrive Hadiahkan Mobil untuk Pelanggan Setia Bandung

Perusahaan juga akan melakukan optimalisasi dan peluncuran ulang di beberapa kota guna meningkatkan efisiensi layanan serta memperkuat brand awareness di tingkat lokal.

Chief Ride-Hailing Officer inDrive, Evgenia Matrosova, menyatakan Indonesia memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perusahaan.

“Pada 2026, fokus kami adalah menghadirkan layanan yang andal, transparan, dan bermanfaat bagi pengguna maupun pengemudi,” kata Evgenia.

Selain ekspansi layanan, inDrive terus mengembangkan fitur dan produk yang relevan dengan karakteristik pengguna di Indonesia. Aspek kualitas dan keselamatan tetap menjadi prioritas, termasuk penguatan pelatihan pengemudi serta penerapan fitur keselamatan berbasis teknologi.

Menghadapi persaingan industri ride-hailing, inDrive mengadopsi strategi adaptif terhadap dinamika pasar, teknologi, dan regulasi. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal dan inovasi berkelanjutan, inDrive menargetkan Indonesia sebagai salah satu pasar ride-hailing terdepan di Asia Tenggara.

(LIN)

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Pemkot Bandung Harus Perkuat Kesiapsiagaan

0
Wali Kota Bandung muhammad farhan@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Farhan menegaskan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem merupakan kondisi nyata yang harus di hadapi dengan kesiapan serta perencanaan yang matang, bukan dengan saling menyalahkan.

“Kita tidak boleh menyalahkan cuaca. Kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut,”kata Farhan Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Tahan Operasional Insinerator, Masih Tunggu Hasil Uji Emisi

Farhan juga menyinggung bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Bandung agar lebih sigap dalam melakukan mitigasi dan penanganan risiko bencana.

Farhan menjelaskan, bahwa kondisi lingkungan di wilayah utara Kota Bandung saat ini semakin rentan akibat berkurangnya tutupan hutan dari wilayah barat hingga timur.

Situasi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir, longsor, serta berbagai gangguan lingkungan lainnya yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Kota Bandung ini berada di posisi sebagai penerima dampak. Karena itu kita harus lebih antisipatif, kesiapsiagaan harus di perkuat dari sekarang,”katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mulai menerapkan teknologi sistem peringatan dini. Hingga kini, baru satu titik sensor ketinggian air terpasang di Sungai Cikapundung.

Ke depan, Pemkot berencana menambah titik sensor di sejumlah sungai lain yang melintasi Kota Bandung.

“Sekarang ini baru satu titik di Sungai Cikapundung yang punya sensor. Kalau airnya naik dengan deras yang sangat tinggi, kita bisa tahu. Ke depan kita cari beberapa titik lain untuk diterapkan teknologi sensor,” jelasnya.

Tambah Ruang Terbuka Hijau

Selain penguatan sistem peringatan dini, Pemkot Bandung juga menargetkan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang.

Perhitungan ulang luasan RTH tengah di lakukan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Cipta Bintar) bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional dan ATR.

“Target kita menambah RTH. Perhitungan barunya sedang di lakukan. Selain itu, saya juga akan mencari kemungkinan CSR dari perusahaan-perusahaan besar untuk membuka RTH di Kota Bandung,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Bahkan tidak menutup kemungkinan di lakukan penataan ulang ruang demi mengejar target minimal 30 persen RTH sesuai ketentuan. Langkah tersebut di nilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Terkait kesiapsiagaan anggaran, Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung masih memiliki cadangan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat di mobilisasi sewaktu-waktu apabila terjadi bencana.

“Cadangan kas kita insyaallah bisa dengan mudah di alihkan apabila terjadi bencana,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bojan Hodak Ungkapkan harapan untuk 2 Pemain Anyar

0
Bojan Hodak fokujabar.id
Bojan Hodak (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak punya harapan besar dengan bergabungnya dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.

Bojan Hodak berharap, keduanya bisa menambah kekuatan lini belakang timnya di Super League dan AFC Champions League Two 2025/2026.

BACA JUGA:

Geladang Serang Persib Berguinho Man Of the Match versus PSBS Biak

Menurut Dia, kedua pemain tersebut didatangkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa.

Dion Markx fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

Mereka dipinjamkan Persib Bandung ke Persik Kediri pada awal putaran kedua.

“Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Sebab, kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah,” tegas Hodak.

Khusus untuk Dion, Hodak berharap, pemain Tim Nasional Indonesia U23 tersebut bisa mengikuti jejak Kakang Rudianto dan Robi Darwis yang mampu menembus tim utama.

“Dion itu seperti Kakang dan Robi. Dia pemain U-23. Kami mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat,” ungkapHodak.

Hadirnya Dion menjadikan Maung Bandung punya cukup stok pemain muda. Sebelumnya, sudah memiliki Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro dan penjaga gawang Fitrah Maulana.

“Mereka adalah masa depan klub. Semuanya perlu berlatih dan mendapatkan kesempatan untuk melihat siapa yang bisa masuk tim utama nantinya,” jelas Hodak.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Soroti Penyelesaian Akhir

Untuk Kurzawa yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain, selain membantu tim dengan kualitasnya, sosok Dia bagus bagi Indonesia juga Persib karena punya nama besar.

Layvin Kurzawa fokusjabar.id
Layvin Kurzawa (foto: persib.co.id)

Hodak berharap, semua bersabar karena para pemain akan perlu waktu untuk adaptasi.

“Dalam 3,5 bulan ke depan, kita akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan. Jadi pasti ada menit bermain untuknya. Kami akan melakukannya perlahan. Kita tahu dia sudah lama tidak bermain, sama seperti kasus Federico Barba atau Stefano Beltrame dulu. Pemain yang absen beberapa bulan butuh waktu. Tapi dia punya kualitas yang kita butuhkan. Kami akan bersabar,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut Ajak Mahasiswa tak Bergantung jadi ASN

0
mahasiswa garut fokusjabar.id
Kuliah Umum Uniga

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut Jawa Barat (Jabar) menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi generasi muda di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Garut Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Nia Garnia Karyana.

BACA JUGA:

Nyalakan ‘Lilin’ dari Giriawas, Jejak Bakti Permata Intan Garut Berakhir

Dia menyoroti tantangan demografi Kabupaten Garut yang kini di huni sekitar 2,9 juta jiwa.

Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp4,9 trilyun, dukungan pemerintah memiliki keterbatasan. Sehingga masyarakat, khususnya mahasiswa harus mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri.

“Mahasiswa sebagai usia produktif jangan hanya bergantung pada kegiatan formal seperti menjadi dosen, guru ataupun ASN. Saya mendorong mahasiswa yang memilih jurusan kewirausahaan minimal memiliki bisnis sendiri dalam bidang apa pun,” tegas Gania di hadapan para para mahasiswa Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut (Uniga) dalam Kuliah Umum di Atrium Ciplaz Garut.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Uniga yang terus konsisten menghadirkan inovasi bagi mahasiswa.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten Garut yang saat ini sangat menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor kewirausahaan.

BACA JUGA:

Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

Dekan Fakultas Kewirausahaan Uniga, Sukma Nugraha menjelaskan, kuliah umum ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai inovasi di lapangan.

Dia menekankan bahwa keberhasilan seorang wirausaha tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang.

“Kami ingin mahasiswa bisa melangkah di lapangan. Memahami bagaimana kewirausahaan itu berjalan melalui proses dan mental yang perlu dibentuk. Menjadi wirausaha bukan sekadar hasil akhir, tapi soal ketahanan mental,” ujar Sukma.

Kegiatan yang mengusung tema “Kebijakan Inovatif BUMN dan BUMD dalam Menciptakan Nilai Tambah Sosial dan Ekonomi serta Menumbuhkan Kewirausahaan Skala Besar (Mass Entrepreneurship)  menjadi ajang kolaborasi strategis dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD serta praktisi dunia industri untuk memberikan wawasan mengenai kontribusi nyata sektor korporasi terhadap nilai tambah sosial dan ekonomi daerah.

(Y. A. Supianto)

Nyalakan ‘Lilin’ dari Giriawas, Jejak Bakti Permata Intan Garut Berakhir

0
Desa Giriawas Garut fokusjabar.id
‎Kegiatan Pamungkas Bakti Desa 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Ada suasana hangat yang menyelimuti Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Senin (26/1/2026) kemarin.

Di sana, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan (Permata Intan) Garut berkumpul. Bukan untuk unjuk rasa melainkan untuk berpamitan setelah menuntaskan misi pengabdian dalam program “Pamungkas Bakti Desa 2026.”

BACA JUGA:

Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

Membawa semangat “Ngajadikeun Permata Intan nu Sajati, Ngabdi ka Lemah Cai Sangkan Garut Madani” para intelektual muda ini mencoba menjembatani antara teori di bangku kuliah dengan realita sosial di pedesaan yang dingin dan asri.

Desa Sebagai Sumber Cahaya

Ketua Umum Permata Intan Garut 2025-2026, Suni Subagja menjelaskan, desa bukanlah pinggiran. Namun jantung dari kemajuan bangsa.

“Indonesia tidak akan bercahaya oleh obor yang ada di Jakarta. Indonesia akan bercahaya oleh lilin-lilin yang ada di desa,” ucapnya.

Analogi tersebut menjadi alasan kuat mengapa mereka memilih Desa Giriawas sebagai lokus pengabdian. Di sini, mahasiswa belajar bahwa perubahan besar seringkali di mulai dari langkah-langkah kecil di pelosok desa.

Penerimaan Hangat di Tanah Cikajang

Kehadiran mahasiswa di sambut terbuka oleh warga setempat. Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani menyebut, desanya memiliki filosofi unik. Yakni, “Membangun Desa dengan Silaturahmi.”

Baginya, kedatangan mahasiswa bukan sekadar tamu. Melainkan keluarga baru yang membawa energi segar.

“Kami percaya silaturahmi membuka segalanya. Termasuk rezeki. Semoga jalinan ini membawa berkah bagi semua,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Rilis Panduan Hari Jadi ke-213, Upacara Puncak Digelar 18 Februari

Sekretaris Kecamatan Cikajang, Ratu Ayu Wira Pertiwi melihat, dedikasi mahasiswa selama di Giriawas telah meninggalkan jejak program yang nyata.

Dia titip pesan agar tongkat estafet program yang telah di rintis mahasiswa dapat di lanjutkan oleh perangkat desa dan masyarakat setempat.

Bagi para mahasiswa, Bakti Desa ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban organisasi. Ini adalah ajang menempa empati. Di Giriawas, mereka belajar mendengar keluh kesah petani, berinteraksi dengan anak-anak desa hingga memahami dinamika kemasyarakatan yang tidak di temukan di buku teks.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Pulang dari sini, mereka bukan hanya membawa kenangan. Namun  membawa bekal karakter untuk masa depan,” kata Suni.

(Y.A. Supianto)