spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 21

MDMC Garut Kirim Personel Spesialis SAR ke Lokasi Longsor Cisarua KBB

0
MDMC Garut fokusjabar.id
Tim Search and Rescue (SAR) MDMC Garut turun untuk membantu proses evakuasi korban bencana tanah longsor berskala besar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

GARUT, FOKUSJabar.id: Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mengirim tim Search and Rescue untuk membantu proses evakuasi korban bencana tanah longsor berskala besar di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah tersebut di ambil menyusul laporan adanya korban jiwa dan sejumlah warga yang hingga kini masih di nyatakan hilang tertimbun material longsor.

BACA JUGA:

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

Ketua MDMC Kabupaten Garut, Wahyu Hidayat menyatakan, keputusan tersebut di dasari oleh koordinasi intensif dengan MDMC Wilayah Jawa Barat dan pantauan situasi lapangan yang menunjukkan dampak bencana cukup parah.

Saat ini, lima personel spesialis SAR dari MDMC Garut telah berada di titik fokus pencarian. Yakni di Kampung Pasirkuning.

Wahyu menjelaskan, para personel di bekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Di antaranya, helm, sepatu boot dan masker untuk menjaga keamanan di zona merah.

“Fokus kami dalam tiga hari ke depan adalah membantu menemukan korban yang masih tertimbun. Namun, kendala terbesar di lapangan adalah kondisi lumpur yang masih labil serta intensitas hujan yang masih tinggi. Jika hujan turun, pencarian terpaksa di hentikan sementara demi keselamatan relawan,” kata Wahyu kepada FOKUSJabar, Selasa (27/1/2026).

Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan telah menemukan total 13 kantong jenazah (body pack) dari berbagai titik kerja (work site). Namun, tantangan masih besar mengingat masih ada puluhan korban yang belum di temukan.

Dalam menjalankan tugasnya, MDMC Garut memastikan telah mengantongi surat tugas resmi yang di serahkan kepada BPBD KBB sebagai bentuk legalitas koordinasi.

“Kami sudah bermitra lama dengan Basarnas dan BPBD. Sehingga koordinasi di lapangan tidak canggung lagi. Semua bergerak dalam satu komando untuk kemanusiaan,” tegas Wahyu.

Terkait dukungan logistik, pihaknya terus berkoordinasi dengan Lazismu Kabupaten Garut.

Hingga saat ini, Lazismu Garut mendukung penuh biaya akomodasi dan perbekalan personel serta tengah menyiapkan skema bantuan bagi para penyintas di pengungsian.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Wahyu mengimbau masyarakat di lokasi terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Dia juga titip pesan penting mengenai kelestarian lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang.

“Bencana ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga lingkungan dan melestarikan hutan. Kerusakan lingkungan adalah salah satu pemicu utama longsor. Kami juga mengetuk pintu hati warga Garut untuk membantu saudara-saudara kita di Cisarua. Baik secara moril maupun materil,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?

0
adakah anggaran alun-alun kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Alun-alun Kota Tasikmalaya.(foto; Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dengan ubin yang mengelupas, cat tembok yang sudah pudar dan tempat pembuangan sampah sudah rusak di area Alun-alun Kota Tasikmalaya. Kini menjadi sorotan dari aktivis eksponen 96, Dadi Abidarda.

Alun-alun Kota Tasikmalaya, menurut Dadi Abidarda, seharusnya areanya tertata rapi dan lingkungannya selalu bersih, asri dan indah mempesona.

“Intinya menurut hemat saya bahwa alun alun adalah wajah dari Pemerintah Kota Tasikmalaya yang sudah semestinya dapat perhatian penuh,” ungkap Dadi Abidarda, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Alun-alun Kota Tasikmalaya Seperti Tak Terurus?

Perhatian tersebut, lanjut Dadi, yaitu baik dari sisi optimalisasi estitika bangunan, atau paling tidak dari aspek pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya.

“Dan yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah ada anggaran pada tahun 2026 dari Pemkot yang peruntukannya untuk Alun-alun Kota Tasikmalaya?,” tanya Dadi Abidarda.

Minimal, kata Dadi, anggaran tersebut untuk pemeliharaan bangunan atau fasilitas Alun-alun Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.

“Dan dari sisi manfaatnya sudah jelas sangat produktif untuk sarana bermain juga kegiatan olahraga bagi masyarakat,” ujarnya.

Ikon Kota Tasikmalaya

Alun-alun yang merupakan ikon Kota Tasikmalaya, kata Dadi, seharusnya menjadi kewajiban Pemkot Tasikmalaya untuk memperindah dan memelihara dengan baik, supaya jadi kebanggaan masyarakat.

“Alun-alun Kota Tasikmalaya, lokasinya sangat strategis berada di pusat kota. Kalau rapih, bersih dan indah kan enak di lihatnya, karena ini wajah pemkot Tasikmalaya juga. Bersih dan tidaknya alun-alun bisa menjadi ciri pemimpinnya,” tegasnya.

Baca Juga: Joging Track dan Pesona Indah Situ Gede Kota Tasikmalaya

Sementara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim saat di konfirmasi belum juga memberikan tanggapan hingga berita ini publis.

Alun-alun Kota Tasikmalaya, jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang. Adalah tempat beraktivitas olahraga joging track juga bermain pilihan masyarakat.

Banyak aktivitas yang di lakukan warga, mulai dengan olahraga lari, jalan. Bahkan jadi tempat bermain bola bagi anak-anak yang berkunjung ke alun-alun Kota Tasikmalaya.

Alun-alun Kota Tasikmalaya tepat berada di depan Pendopo Lama, dengan lokasinya yang strategis, banyak warga yang berkunjung untuk beraktivitas olahraga maupun nongkrong.

(Nanang Yudi)

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

0
longsor kbb fokusjabar.id
Proses identifikasi korban longsor Cisarua KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mengutip tempo.co. seluruh jenazah yang telah teridentifikasi itu telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1/2026), tim SAR gabungan telah mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos identifikasi.

“Hingga Senin sore, tim SAR gabungan telah mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos identifikasi. 20 di antaranya sudah berhasil di identifikasi serta di serahkan kepada keluarga korban,” ungkapny, Selasa (27/1/2026).

“Saat ini masih terdapat 18 kantong jenazah yang proses identifikasinya belum selesai,” Abdul menambahkan.

Menurut Dia, operasi pencarian dan pertolongan di lanjutkan pada Selasa sekitar pukul 08.00 WIB.

Untuk memperluas area pencarian di sektor A dan B, tim SAR menambah sembilan unit ekskavator.

BNPB mencatat, jumlah personel tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi mencapai sekitar 800 orang.

Seluruh personel bekerja secara terpadu dalam upaya pencarian korban yang di duga masih tertimbun material longsor.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu mencapai 685 jiwa.

Para pengungsi menempati dua lokas. Yakni gedung olahraga desa sebanyak 353 jiwa dan aula desa (332 jiwa).

BACA JUGA:

BPBD Garut Bantu Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BNPB menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 selimut, 100 matras serta 50 paket alat kebersihan.

(Bambang Fouristian)

Harga “Cabe-cabean” di Pasar Manis Ciamis Bikin Miris

0
pasar manis ciamis fokusjabar.id
Harga Cabai Merah dipasar manis Ciamis Naik

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Manis Ciamis mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu per kg.

Selain Cabai rawit merah, garga cabai rawit hijau juga meroket dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.

BACA JUGA:

Seni, Budaya, dan Kuliner Priangan Bertemu di EXSIS Niskala X SMAN 1 Ciamis

Untuk harga Cabai merah keriting mengalami kenaikan Rp5 ribu per kg. Harga semula Rp40 ribu naik jadi Rp45 ribu per kg.

“Di duga kenaikan harga cabai akibat pasokan dari petani berkurang karena cuaca ekstrem,” kata Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudiana, Selasa (27/1/2026).

Menurut Dana, saat ini permintaan pasar cukup tinggi karena akan menghadapi bulan suci Ramadhan.

“Di sini hukum ekonomi berlaku. Jika permintaan banyak dan pasokan berkurang maka harga akan naik,” ucapnya.

Dana menuturkan, selain harga komoditas cabe-cabean naik, harga bawang merah dan putih juga ikut ikutan melejit.

“Untuk harga bawang merah dari Rp28 ribu naik menjadi Rp35 ribu per kg. Sedangkan untuk harga Bawang putih dari Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu per kg,” ungkapnya.

Dana menjelaskan, untuk harga wortel impor karena diduga banyak digunakan oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harganya mengikuti tren. Sehingga mengalami kenaikan dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kg.

“Sementara untuk harga Bunga Kol mengalami penurunan dari Rp20 ribu menjadi Rp18 ribu perkg,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

inDrive Fokus Perkuat Pasar Indonesia pada 2026

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Platform mobilitas global inDrive menegaskan komitmennya memperkuat posisi di Indonesia pada 2026. Hal itu di lakukan melalui strategi bisnis berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan pasar.

Dengan lebih dari 360 juta unduhan secara global, Indonesia di proyeksikan tetap menjadi salah satu pasar prioritas inDrive di Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, inDrive menyiapkan sejumlah program hiperlokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di kota-kota operasional.

BACA JUGA: inDrive Hadiahkan Mobil untuk Pelanggan Setia Bandung

Perusahaan juga akan melakukan optimalisasi dan peluncuran ulang di beberapa kota guna meningkatkan efisiensi layanan serta memperkuat brand awareness di tingkat lokal.

Chief Ride-Hailing Officer inDrive, Evgenia Matrosova, menyatakan Indonesia memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perusahaan.

“Pada 2026, fokus kami adalah menghadirkan layanan yang andal, transparan, dan bermanfaat bagi pengguna maupun pengemudi,” kata Evgenia.

Selain ekspansi layanan, inDrive terus mengembangkan fitur dan produk yang relevan dengan karakteristik pengguna di Indonesia. Aspek kualitas dan keselamatan tetap menjadi prioritas, termasuk penguatan pelatihan pengemudi serta penerapan fitur keselamatan berbasis teknologi.

Menghadapi persaingan industri ride-hailing, inDrive mengadopsi strategi adaptif terhadap dinamika pasar, teknologi, dan regulasi. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal dan inovasi berkelanjutan, inDrive menargetkan Indonesia sebagai salah satu pasar ride-hailing terdepan di Asia Tenggara.

(LIN)

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Pemkot Bandung Harus Perkuat Kesiapsiagaan

0
Wali Kota Bandung muhammad farhan@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Farhan menegaskan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem merupakan kondisi nyata yang harus di hadapi dengan kesiapan serta perencanaan yang matang, bukan dengan saling menyalahkan.

“Kita tidak boleh menyalahkan cuaca. Kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut,”kata Farhan Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Tahan Operasional Insinerator, Masih Tunggu Hasil Uji Emisi

Farhan juga menyinggung bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Bandung agar lebih sigap dalam melakukan mitigasi dan penanganan risiko bencana.

Farhan menjelaskan, bahwa kondisi lingkungan di wilayah utara Kota Bandung saat ini semakin rentan akibat berkurangnya tutupan hutan dari wilayah barat hingga timur.

Situasi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir, longsor, serta berbagai gangguan lingkungan lainnya yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Kota Bandung ini berada di posisi sebagai penerima dampak. Karena itu kita harus lebih antisipatif, kesiapsiagaan harus di perkuat dari sekarang,”katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mulai menerapkan teknologi sistem peringatan dini. Hingga kini, baru satu titik sensor ketinggian air terpasang di Sungai Cikapundung.

Ke depan, Pemkot berencana menambah titik sensor di sejumlah sungai lain yang melintasi Kota Bandung.

“Sekarang ini baru satu titik di Sungai Cikapundung yang punya sensor. Kalau airnya naik dengan deras yang sangat tinggi, kita bisa tahu. Ke depan kita cari beberapa titik lain untuk diterapkan teknologi sensor,” jelasnya.

Tambah Ruang Terbuka Hijau

Selain penguatan sistem peringatan dini, Pemkot Bandung juga menargetkan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang.

Perhitungan ulang luasan RTH tengah di lakukan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Cipta Bintar) bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional dan ATR.

“Target kita menambah RTH. Perhitungan barunya sedang di lakukan. Selain itu, saya juga akan mencari kemungkinan CSR dari perusahaan-perusahaan besar untuk membuka RTH di Kota Bandung,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Bahkan tidak menutup kemungkinan di lakukan penataan ulang ruang demi mengejar target minimal 30 persen RTH sesuai ketentuan. Langkah tersebut di nilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Terkait kesiapsiagaan anggaran, Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung masih memiliki cadangan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat di mobilisasi sewaktu-waktu apabila terjadi bencana.

“Cadangan kas kita insyaallah bisa dengan mudah di alihkan apabila terjadi bencana,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bojan Hodak Ungkapkan harapan untuk 2 Pemain Anyar

0
Bojan Hodak fokujabar.id
Bojan Hodak (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak punya harapan besar dengan bergabungnya dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.

Bojan Hodak berharap, keduanya bisa menambah kekuatan lini belakang timnya di Super League dan AFC Champions League Two 2025/2026.

BACA JUGA:

Geladang Serang Persib Berguinho Man Of the Match versus PSBS Biak

Menurut Dia, kedua pemain tersebut didatangkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa.

Dion Markx fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

Mereka dipinjamkan Persib Bandung ke Persik Kediri pada awal putaran kedua.

“Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Sebab, kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah,” tegas Hodak.

Khusus untuk Dion, Hodak berharap, pemain Tim Nasional Indonesia U23 tersebut bisa mengikuti jejak Kakang Rudianto dan Robi Darwis yang mampu menembus tim utama.

“Dion itu seperti Kakang dan Robi. Dia pemain U-23. Kami mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat,” ungkapHodak.

Hadirnya Dion menjadikan Maung Bandung punya cukup stok pemain muda. Sebelumnya, sudah memiliki Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro dan penjaga gawang Fitrah Maulana.

“Mereka adalah masa depan klub. Semuanya perlu berlatih dan mendapatkan kesempatan untuk melihat siapa yang bisa masuk tim utama nantinya,” jelas Hodak.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Soroti Penyelesaian Akhir

Untuk Kurzawa yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain, selain membantu tim dengan kualitasnya, sosok Dia bagus bagi Indonesia juga Persib karena punya nama besar.

Layvin Kurzawa fokusjabar.id
Layvin Kurzawa (foto: persib.co.id)

Hodak berharap, semua bersabar karena para pemain akan perlu waktu untuk adaptasi.

“Dalam 3,5 bulan ke depan, kita akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan. Jadi pasti ada menit bermain untuknya. Kami akan melakukannya perlahan. Kita tahu dia sudah lama tidak bermain, sama seperti kasus Federico Barba atau Stefano Beltrame dulu. Pemain yang absen beberapa bulan butuh waktu. Tapi dia punya kualitas yang kita butuhkan. Kami akan bersabar,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)