spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 20

Jalan Baregbeg–Sukadana Mulus Kembali, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkab Ciamis

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Ketpot: Kondisi jalan Baregbeg-Sukadana Ciamis saat sudah diperbaiki yang diapresiasi pengendara dan warga

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perbaikan jalan rusak di jalur Baregbeg–Sukadana, tepatnya di wilayah Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, mengaku kini merasa lebih nyaman dan aman saat melintas di jalur tersebut.

Apresiasi itu ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) yang dinilai bergerak cepat menindaklanjuti kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: Satgas MBG Ciamis Perketat Standar Dapur Sehat Program Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, kondisi jalan di Jalan Baregbeg–Sukadana Ciamis penuh lubang yang kerap tergenang air saat hujan. Genangan itu menutup lubang jalan sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, permukaan jalan juga menjadi licin akibat material tanah dari pinggir jalan yang menumpuk karena saluran drainase yang dangkal.

“Alhamdulillah, jalan yang sebelumnya rusak sekarang sudah Pemerintah perbaiki,” ujar Cucu, warga Ciilat, Selasa (27/1/2026).

Menurut Cucu, sebelum perbaikan, pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas, khususnya saat hujan turun. Lubang jalan yang tertutup air kerap mengecoh pengendara, terutama mereka yang belum terbiasa melewati jalur tersebut.

“Kalau orang yang baru lewat, pasti mengira jalannya aman, padahal di bawah air itu ada lubang,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut kini sudah berubah. Setelah perbaikan, arus lalu lintas kembali lancar dan pengendara merasa lebih tenang saat melintasi jalur Baregbeg–Sukadana.

“Sekarang jalannya sudah nyaman lagi. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Herdiat Sunarya yang cepat merespons dan memperbaiki jalan rusak ini,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Satgas MBG Ciamis Perketat Standar Dapur Sehat Program Makan Bergizi Gratis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Launching Dapur MBG Kawasen 2 Yang berloksi di Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis diminta menjalankan pelayanan sesuai standar dan regulasi yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan Satgas MBG Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, saat meninjau pembukaan Dapur Sehat Kawasen 2 di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Selasa (27/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Ani menekankan aspek utama yang tidak boleh pengelola Dapur abaikan adalah kebersihan sanitasi lingkungan dapur. Menurutnya, dapur pengolahan makanan harus berada dalam kondisi higienis, termasuk memastikan sumber air steril dan aman dari bakteri berbahaya.

Baca Juga: Harga “Cabe-cabean” di Pasar Manis Ciamis Bikin Miris

“Lingkungan dapur harus benar-benar bersih, mulai dari bangunan hingga sumber air untuk memasak,” ujarnya.

Selain sanitasi, kualitas bahan baku makanan juga menjadi perhatian serius. Ani menegaskan, pengolahan bahan pangan harus memiliki mutu baik serta mengandung nilai gizi tinggi sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Bahan baku tidak boleh asal-asalan. Harus benar-benar memperhatikan kualitas dan kandungan gizinya,” katanya.

Lebih lanjut, Ani menyampaikan bahwa proses pengolahan makanan, mulai dari memasak, pengemasan hingga pendistribusian, harus berada di bawah pengawasan ketat. Hal tersebut untuk memastikan tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi sampai ke tangan penerima manfaat.

“Sebelum membagikan makanan, pastikan dalam kondisi aman dan layak unuk para penerima manfaat konsumsi,” tegasnya.

Terkait menu makanan, Ani juga mendorong pengelola SPPG agar tidak menyajikan menu yang monoton. Variasi menu penting agar anak-anak tidak merasa bosan, tanpa mengabaikan standar gizi dalam program MBG.

“Menu harus bervariasi, tetapi tetap mengacu pada kandungan gizi yang sudah Badan Gizi tetapkan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Hadiri APCAT Summit, Wali Kota Tasikmalaya Paparkan Strategi Kota Sehat

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama delegasi lainnya foto bersama, dalam acara forum internasional KTT APCAT Summit Ke-8 Tahun 2026 Jakarta (ist Prokopim)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membangun sektor kesehatan kembali ditegaskan di panggung internasional. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menghadiri Konferensi Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit ke-8 Tahun 2026 yang digelar di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kehadiran Viman bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra, Staf Ahli Dr. Uus Supangat, serta Hesti Widiawati. Para kepala daerah dari seluruh Indonesia dan delegasi internasional, di antaranya dari Vietnam, India, Thailand, hingga Timor Leste hadir dalam forum bergensi ini.

Baca Juga: Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Keluarga TNI Cegah DBD

APCAT Summit ke-8 secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, dan turut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan RI, termasuk Dirjen P2P, Direktur PTM, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Forum Asia Pasifik ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam merespons tantangan pembangunan. Khususnya di sektor kesehatan yang kini berhadapan dengan persoalan global yang semakin kompleks.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa APCAT Summit tidak sekadar menjadi ajang diplomasi antarwilayah, melainkan wadah kolaborasi lintas daerah dan negara dalam merumuskan solusi konkret atas isu-isu kesehatan.

“Forum ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas untuk menjawab tantangan kesehatan global. Mulai dari penyakit tidak menular hingga penguatan kebijakan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Viman, Selasa (27/1/2026).

Pembahasan Isu Krusial

Dalam konferensi tersebut, sejumlah isu krusial menjadi pembahasan utama. Di antaranya pengendalian tembakau, pencegahan penyakit tidak menular, serta perumusan kebijakan kesehatan yang adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan.

Menurut Viman, peran pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan sektor kesehatan harus berjalan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

“Sektor kesehatan merupakan prioritas pembangunan di Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Terkait pengendalian tembakau, Viman menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sejumlah lokasi strategis. Kebijakan tersebut tertuang melalui Perda KTR Tahun 2018 dan diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Tahun 2025.

“Pengaturan penggunaan tembakau, baik konvensional maupun elektrik, merupakan langkah preventif dan promotif untuk mewujudkan Tasikmalaya sebagai kota sehat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk implementasi konkret, Pemkot Tasikmalaya membatasi visibilitas penjualan rokok di pusat perbelanjaan. Tampilan rokok di supermarket wajib tertutup dan mendapat pengawasan secara rutin melalui edukasi serta patroli pengawasan oleh Satpol PP.

Selain itu, Pemkot Tasikmalaya juga mengembangkan inovasi sosial melalui pembentukan pojok rokok di setiap RW yang tersebar di 10 kecamatan. Program ini bertujuan mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah guna meminimalkan dampak asap rokok terhadap kesehatan keluarga.

“Edukasi terus kita lakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari PKK, kader kesehatan hingga dasawisma. Agar kesadaran hidup sehat tumbuh dari lingkungan terkecil,” terangnya.

Viman menegaskan, partisipasi Tasikmalaya dalam APCAT Summit menjadi momentum memperkuat komitmen daerah dalam menghadirkan kebijakan. Kemudian memperkuat konsep inovasi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Mari kita batasi penggunaan rokok demi masa depan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

(Seda)

33 DPW Partai Berkarya Mundur Serentak, Siap Deklarasikan Partai Baru

0
partai berkarya mundur serentak@fokusjabar.id
Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardien.(Dok)

MEDAN, FOKUSJabar.id: Gelombang tsunami politik menghantam internal Partai Berkarya. Dan sejumlah 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari total 38 DPW se-Indonesia, di kabarkan menarik dukungan.

Juga menyatakan mundur secara massal dari kepengurusan maupun keanggotaan partai Berkarya pimpinan Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR).

Gerakan ini di picu oleh kekecewaan mendalam para kader di daerah terhadap kepemimpinan pusat.

Baca Juga: BMKG: 23-29 Januari 2026 Masih Diterjang Cuaca Ekstrem

Ketua DPW Partai Berkarya Sumatera Utara (Sumut), Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardien. Secara terbuka menyatakan pengunduran diri, juga menuding adanya ketidaktaatan Ketum Berkarya terhadap konstitusi parpol.

Dalam keterangan resminya, Ketua DPW Sumut menegaskan bahwa langkah drastis ini di ambil bukan tanpa alasan. Ia menyoroti sikap Ketua Umum Muchdi PR yang di nilai tidak patuh terhadap hasil. Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya tahun 2025.

“Karena ketidaktaatan dan ketidakpatuhan Ketum Partai Berkarya saudara Muchdi PR terhadap hasil keputusan Munas Partai Berkarya tahun 2025 yang lalu. Maka saya Ketua DPW Sumut Partai Berkarya mengundurkan diri dari kepengurusan. Dan dari anggota Partai Berkarya,” kata dia dalam pernyataan tertulis, yang di terima FOKUSJabar.id Senin (26/1/2026) kemarin.

Pengunduran diri ini bukan aksi tunggal. Ketua DPW Sumut mengklaim bahwa ini adalah gerakan nasional. Data yang di himpun menyebutkan bahwa soliditas di akar rumput telah pecah.

“Terdapat 33 DPW dari 38 DPW se-Indonesia dan ratusan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) se-Indonesia. Yang juga mundur dari kepengurusan dan anggota Partai Berkarya,” ungkapnya.

Jika klaim angka ini valid, Partai Berkarya di bawah Muchdi PR terancam lumpuh total. Karena kehilangan hampir 90 persen struktur kepemimpinan di tingkat provinsi.

Siapkan “Perahu” Politik Baru

Langkah mundur ini ternyata adalah awalan untuk sebuah manuver politik baru. Para loyalis yang kecewa sepakat untuk tidak sekadar bubar jalan, melainkan mengonsolidasikan kekuatan untuk membentuk entitas politik anyar.
Surat pengunduran diri Ketua DPW Sumut di sebut sebagai salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk deklarasi partai baru tersebut.

“Selanjutnya (kami) akan membentuk Partai Politik Baru yang mandiri dan terbebas dari konflik internal Partai Berkarya,” ujar dia.

Baca Juga: Kader Senior NasDem Rusdi Masse Pindah Perahu? Saan Mustopa Bilang Begini

Menutup pernyataannya, mantan Ketua DPW Sumut ini memberikan kebebasan kepada seluruh gerbong Partai Berkarya di Sumatera Utara. Baik di tingkat DPW maupun DPD Kabupaten/Kota, untuk menentukan nasib politik mereka.

“Para anggota Partai Berkarya, DPW dan DPD se-Sumut silakan menentukan sikap dan pilihannya. Lanjut di PB (Partai Berkarya) atau gabung bersama saya dalam partai baru,” pungkasnya.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPP Partai Berkarya terkait klaim eksodus massal pengurus daerah ini.

(Anthika Asmara)

Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Keluarga TNI Cegah DBD

0
cegah DBD Kodim tasikmalaya@fokusjabar.id
Lawan DBD, Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Keluarga TNI Jadi Garda Terdepan Kebersihan Lingkungan

TASIKMLAYA, FOKUSJabar.id: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius yang memerlukan kewaspadaan tinggi. 

Menanggapi hal tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya mengambil langkah proaktif dengan menggelar penyuluhan kesehatan intensif bagi prajurit dan keluarga besar TNI pada Selasa (27/01/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0612/Tasikmalaya ini menghadirkan ahli medis dari Rumkitban Galunggung, dr. Deden Danial Bunyamin, sebagai narasumber utama. 

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Komitmen Benahi Situs Lingga Yoni

Fokus utamanya jelas, pencegahan berbasis keluarga adalah kunci utama memutus mata rantai penularan virus dengue.

Karakteristik Nyamuk Aedes aegypti

​Dalam paparannya, dr. Deden mengingatkan bahwa nyamuk pembawa virus DBD bukanlah nyamuk sembarangan. Berbeda dengan nyamuk got yang kotor, Aedes aegypti justru gemar berkembang biak di genangan air bersih yang sering di abaikan.

​”Nyamuk ini aktif menggigit di pagi dan sore hari. Tempat favoritnya adalah bak mandi, vas bunga, hingga tempat minum burung yang jarang di kuras. Barang-barang bekas di halaman rumah pun bisa jadi hotel berbintang bagi jentik nyamuk jika terisi air hujan,” ujar dr. Deden.

​Menurut dr Deden banyak orang terkecoh menganggap DBD sebagai demam biasa. Agar tidak terlambat, ia menekankan beberapa gejala kunci yang wajib di waspadai.

​Demam tinggi mendadak dengan panas yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas. Kemudian  sakit kepala hebat, serta nyeri pada otot dan sendi. Kondisi fisik melemah. Rasa lemas yang ekstrem dan hilangnya nafsu makan dan muncul bintik merah di kulit, mimisan, atau gusi berdarah.

​”Jika demam berlangsung lebih dari dua hari dan kondisi tubuh menurun drastis, segera lakukan pemeriksaan medis untuk memantau kadar trombosit,” kata dr Deden.

Bukan Sekadar Fogging

​Meskipun pengobatan medis penting, Kodim 0612/Tasikmalaya menekankan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar gerakan musiman.

Langkah pencegahan merupakan tindakan nyata dan harus melakukan upaya nyata di lingkungan masing-masing yang antara lain. 

-Menguras Bersihkan wadah air (bak mandi, toren) secara rutin.

-Menutup Pastikan tempat penampungan air tertutup rapat.

-Mendaur Ulang Manfaatkan atau buang barang bekas yang bisa menampung air.

-Memantau Cek jentik nyamuk di sudut-sudut rumah seminggu sekali.

Baca Juga: Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?

Sebagai Agen Perubahan

​Kegiatan ini di ikuti dengan antusias oleh ibu-ibu Persit dan para Babinsa. Harapannya, mereka tidak hanya menerapkan pola hidup bersih di rumah sendiri, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi masyarakat luas.

​”Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui penyuluhan ini, kami ingin setiap anggota keluarga TNI menjadi pelopor kebersihan lingkungan di wilayahnya masing-masing,” pungkas perwakilan Kodim 0612/Tasikmalaya.

​Dengan semangat kebersamaan, Tasikmalaya di harapkan mampu menekan angka kasus DBD melalui langkah sederhana namun konsisten dari lingkup terkecil yaitu Keluarga.

(Abdul)

KP-RI Sasakadana Garut, Pendapatan Tembus 116 Persen

0
kpri sasakadana garut@fokusjabar.id
‎Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Sasakadana Garut menyelenggarakan Rapat Akhir Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Kantor KP-RI Sasakadana Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (27/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id:  Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Sasakadana Kabupaten Garut menunjukkan taji finansialnya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.

Acara tersebut di gelar di Kantor KP-RI Sasakadana, Jalan Patriot, Selasa (27/1/2026), KPRI melaporkan realisasi pendapatan yang mencapai 116 persen dari target yang di rencanakan.

Ketua KP-RI Sasakadana Garut, Suhartono, memaparkan bahwa capaian gemilang ini di dorong oleh produktivitas jasa simpan pinjam yang melampaui ekspektasi. Dari target perputaran dana sebesar Rp7 miliar, koperasi berhasil memutar angka hingga Rp9 miliar.

Baca Juga: Pemkab Garut Ajak Mahasiswa tak Bergantung jadi ASN

“Tren kenaikan ini konsisten. Pada 2023 pendapatan naik 9,6 persen, tahun 2024 melonjak 114 persen, dan tahun 2025 ini mencapai 116 persen,” ungkap Suhartono.

Selain pendapatan, kekuatan modal koperasi juga tumbuh 11,9 persen di bandingkan tahun sebelumnya, dengan total aset kini menembus angka Rp12 miliar.

Di sisi lain, manajemen berhasil melakukan efisiensi dengan menjaga biaya operasional tetap di bawah pagu anggaran.

Apresiasi dan Tantangan Permodalan

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja pengurus. Namun, ia juga menyoroti tantangan klasik yang di hadapi, yakni keterbatasan modal untuk memenuhi seluruh permintaan pinjaman anggota.

“Sasakadana belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan pinjaman anggota karena keterbatasan modal. Tadi ada rencana untuk mencari sumber dana dari luar anggota, kami harap itu bisa terealisasi,” jelas Hendra.

Baca Juga: Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

Dia juga mendorong Sasakadana untuk melakukan di versifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada satu unit bisnis. Menurutnya, inovasi unit usaha sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan 947 anggota yang saat ini terdaftar.

Pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi sumber daya manusia. Setelah lonjakan signifikan pada 2023, jumlah anggota kembali tumbuh stabil sebesar 5% pada tahun buku 2025.

“Roda usaha ini terus berputar berkat peran aktif anggota dalam membayar simpanan pokok maupun melakukan transaksi simpan pinjam,” pungkasnya. 

(Y.A. Supianto)

Pemkot Tasikmalaya Komitmen Benahi Situs Lingga Yoni

0
lingga yoni pemkot tasikmalaya@fokusjabar.id
Situs Lingga Yoni di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.(Dok)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan sinyal kuat dalam upaya penyelamatan dan pengembangan aset sejarah daerah. Khususnya situs Lingga Yoni di Kecamatan Indihiang.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan. Secara bertahap terhadap sejumlah peninggalan budaya. Situs Lingga Yoni sebagai salah satu prioritas utama.

“Kekayaan budaya yang di miliki Kota Tasikmalaya adalah modal besar yang harus di kelola dengan cerdas. Meskipun di hadapkan pada tantangan anggaran,” ungkap Dicky Chandra saat melepas Kontingen Budaya di halaman Kantor Disporabudpar, Selasa (27/01/2026). 

Baca Juga: Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?

​Dicky Chandra mengungkapkan bahwa pembenahan situs sejarah tidak bisa di lakukan sendirian oleh Pemkot Tasikmalaya. Di perlukan ketelitian dalam tata kelola anggaran serta kemampuan membangun relasi dengan pihak luar.

​”Kita harus akui bahwa peninggalan budaya itu sangat banyak. Kita lakukan secara bertahap. Penting bagi pemerintah untuk cerdas mengolah TAPD di tengah keterbatasan anggaran. Sekaligus menjalin hubungan dengan pusat, provinsi maupun swasta,” ujarnya.

​Langkah serius Pemkot juga dengan koordinasi langsung ke kementerian terkait. Untuk memastikan status dan keabsahan Situs Lingga Yoni, Tugu Juang dan Tugu Koperasi agar mendapatkan dukungan fasilitas yang lebih mumpuni.

​Sejalan dengan visi Wakil Wali Kota, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi menjelaskan bahwa langkah teknis pembenahan Situs Lingga Yoni sudah di depan mata.

Dana Aspirasi Anggota DPRD

​Meskipun akses jalan menuju situs masih merupakan tanah milik warga. Area pusat (puseur) Lingga Yoni telah resmi di hibahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini memudahkan sinergi anggaran antara kota dan provinsi.

​Rencana aksi nyata dalam waktu dekat meliputi perbaikan atap untuk melindungi objek cagar budaya dari kerusakan alami.

​Kemudian pembangunan pagar untuk memberikan batas pengaman dan meningkatkan estetika situs. Anggaran yang di gunakan memanfaatkan dana aspirasi anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKB, Asep Endang Nur Syam yang di jadwalkan terealisasi tahun 2026.

Baca Juga: Terjepit Tambang Pasir, Situs Lingga Yoni Tasikmalaya Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

Dicky Chandra berharap, pembenahan Situs Lingga Yoni bukan sekadar proyek fisik. Melainkan jembatan untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Priangan Timur.

​”Mudah-mudahan hasilnya banyak yang datang untuk meramaikan Kota Tasikmalaya sebagai kota kunjungan yang luar biasa,” pungkasnya. 

Dengan situs yang tertata rapi, di harapkan ekonomi lokal di sekitar cagar budaya dapat ikut terdongkrak melalui kunjungan wisatawan.

(Abdul)