spot_imgspot_img
Rabu 30 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 20

Absen Sesi Foto Bersama Farhan Saat HJKB, Erwin Buka Suara Soal Hubungannya dengan Pemkot Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku kini tak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengungkapkan bahwa jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tidak lagi melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Erwin menjelaskan bahwa ia kini memilih fokus menghadiri berbagai undangan warga serta turun langsung menyelesaikan beragam masalah di lapangan.

Baca Juga: Super Flu Terdeteksi di Jakarta, 11 Kasus Tercatat Sejak Januari 2026

Pernyataan tersebut mencuat di tengah momentum peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216. Dalam kesempatan itu, Erwin menyisipkan doa dan harapan terbaik untuk kemajuan Kota Bandung serta kesejahteraan warganya.

“Mudah-mudahan dengan Hari Jadi Kota Bandung ini, Bandung maju kotanya, bahagia warganya,” kata Erwin di Balai Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).

Fokus Jalankan Fungsi Pengawasan dan Sambangi Warga

Erwin menegaskan bahwa posisinya sebagai Wakil Wali Kota Bandung saat ini lebih menekankan pada fungsi pengawasan. Ia bergerak cepat menuju lokasi kejadian setiap kali menerima laporan atau keluhan dari masyarakat.

“Sekarang kegiatan saya hanya menghadiri undangan dari masyarakat saja. Ada masalah-masalah di lapangan saya turun, seperti masalah air, gorong-gorong, kebakaran, dan masalah lainnya,” ujarnya.

Erwin membeberkan bahwa agenda harian padatnya bisa mencapai 11 hingga 12 kegiatan. Namun, seluruh agenda tersebut murni berasal dari inisiatif warga, bukan jadwal resmi Pemkot Bandung.

“Ada yang minta ceramah, ada masalah di lapangan, ya saya turun. Tapi kalau untuk kegiatan di pemerintahan, saya sudah tidak dilibatkan,” katanya.

Ia bahkan terang-terangan menyebut bahwa jajaran dinas di lingkungan Pemkot Bandung sudah tidak pernah lagi mengirimkan undangan kegiatan kepadanya.

“Karena kalau dari dinas, sudah tidak ada yang mengundang saya,” ucapnya.

Saat awak media mempertanyakan alasan di balik pengesampingan dirinya dari agenda dinas, Erwin enggan berspekulasi dan menyerahkan jawaban tersebut kepada Wali Kota Bandung.

“Enggak tahu, tanya saja sama Wali Kota kenapa saya tidak dilibatkan,” katanya.

Meskipun demikian, Erwin berkomitmen untuk terus mengawal jalannya roda pemerintahan dari sisi pengawasan sesuai porsi jabatannya.

“Saat ini saya hanya menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota untuk fungsi pengawasan,” ungkapnya.

Menanggapi sorotan publik mengenai ketidakhadirannya dalam sesi foto bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat HJKB ke-216, Erwin menepis spekulasi miring. Ia memastikan absennya dari foto tersebut hanya karena alasan sepele.

“Oh enggak, saya mau ke toilet dulu tadi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

PSGC Ciamis vs Semen Padang: Rezaldi Hehanussa Tegaskan Target Tiga Poin di Stadion Galuh

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Rezaldi bersama Nil Maizar saat konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2026). (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Pertarungan sengit antara PSGC Ciamis menghadapi Semen Padang FC bakal memanaskan Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (26/9/2026). Kedua tim sama-sama mengusung target tiga poin demi mengamankan posisi maksimal di papan klasemen.

PSGC Ciamis berambisi memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah. Kehadiran ribuan suporter di Stadion Galuh siap menyuntikkan energi tambahan bagi skuad Laskar Singacala untuk mengunci kemenangan.

Baca Juga: Satu Kesalahan Bisa Fatal, Nil Maizar Ingatkan Semen Padang Jelang Lawan PSGC Ciamis

Namun, Semen Padang FC datang membawa ambisi yang tak kalah membara. Pemain Semen Padang, Rezaldi Hehanussa, menegaskan bahwa jajaran pemain telah menuntaskan persiapan matang dan tetap menaruh rasa hormat tinggi kepada skuad lawan.

“Saya tidak menganggap enteng PSGC Ciamis. Mereka tim yang bagus dan kami respect terhadap mereka. Kami sudah mempersiapkan untuk melawan PSGC Ciamis,” ujar Rezaldi dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2026).

Rezaldi Hehanussa Soroti Kehadiran Para Pemain Akademi Persib

Rezaldi mengungkapkan bahwa tim pelatih dan para pemain telah memetakan kekuatan lawan, termasuk keberadaan sejumlah penggawa PSGC yang mengantongi latar belakang akademi Persib Bandung. Hal tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran pemain Semen Padang.

“Kita tahu di sana ada pemain dari akademi Persib. Saya rasa pertandingan besok, Insyaallah bisa berjalan seru dan kita bisa meraih kemenangan di Ciamis,” katanya.

Rezaldi menegaskan bahwa timnya tidak datang untuk sekadar mengincar hasil imbang. Skuad Kabau Sirah mematok target penuh membawa pulang kemenangan dari markas lawan.

“Itu tekad kita, bisa bawa tiga poin,” tegasnya.

Strategi Nil Maizar Siasati Persiapan Singkat dan Perjalanan Jauh

Sementara itu, Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, menjelaskan bahwa tim pelatih hanya memiliki waktu persiapan yang relatif terbatas. Seusai meraih hasil imbang melawan Persijap Semarang, tim langsung menggelar sesi pembenahan taktik.

“Kita setelah draw dengan Persijap Semarang, hari Rabu sudah mulai latihan. Tadi kita coba latihan taktikal sebentar,” kata Nil.

Nil mengakui bahwa jeda waktu tiga hari dan durasi perjalanan darat sekitar tujuh jam dari Jakarta menuju Ciamis memberikan tantangan tersendiri bagi kondisi fisik para pemain. Kendati demikian, ia optimistis jajaran pemain mampu menerapkan hasil evaluasi di lapangan.

“Kita mengharapkan, karena perjalanan jauh dari Jakarta ke sini kurang lebih tujuh jam, mudah-mudahan persiapan yang tidak terlalu lama ini bisa memperbaiki semua kelemahan dan kekurangan kita,” ujarnya.

Nil menekankan pentingnya kerapatan antarlini saat tim melakukan transisi permainan. Ia menginstruksikan para pemain agar mempersempit ruang gerak lawan saat bertahan maupun menyerang.

“Bagaimana transisi dari attack to defend, defend to attack. Bisa sama-sama, tidak ada gap, tidak ada jarak. Mudah-mudahan yang kita perbaiki di latihan kemarin bisa memperbaiki permainan,” jelasnya.

Pertandingan di Stadion Galuh besok memprediksikan skema permainan terbuka dari kedua kesebelasan. PSGC Ciamis mengandalkan dukungan publik sendiri, sedangkan Semen Padang FC datang membawa modal kepercayaan diri tinggi untuk merebut poin penuh.

(Mia)

Satu Kesalahan Bisa Fatal, Nil Maizar Ingatkan Semen Padang Jelang Lawan PSGC Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Nil Maizar saat konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2026) (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Semen Padang FC enggan mengulang kesalahan yang menyebabkan mereka kehilangan poin pada laga sebelumnya. Menjelang duel sengit menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh, jajaran pelatih Kabau Sirah memberikan perhatian ekstra terhadap tingkat konsentrasi para pemain hingga peluit panjang berbunyi.

Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, menegaskan bahwa tim pelatih menjadikan penurunan fokus di menit-menit krusial sebagai bahan evaluasi utama seusai meraih hasil imbang pada pertandingan terakhir.

Baca Juga: “Sepak Bola Bukan di Atas Kertas”, Heri Kiswanto Kirim Pesan Tegas Jelang PSGC vs Semen Padang

Nil mengungkapkan bahwa tim telah mematangkan strategi penjagaan dan penguatan fokus melalui sesi latihan intensif sebelum bertolak ke markas PSGC Ciamis.

“Kita sudah evaluasi di latihan dan berdiskusi dengan pemain. Kita fokus penjagaan di menit-menit terakhir. Apalagi pertandingan mau habis, itu harus diperhatikan dan difokuskan,” kata Nil dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2026).

Kelengaian Kecil Berdampak Vital pada Hasil Laga

Nil mengingatkan bahwa kehilangan fokus selama beberapa detik saja dapat mengubah hasil akhir pertandingan secara drastis. Karena itu, ia menuntut jajaran pemain tampil disiplin mengawal pergerakan lawan sepanjang pertandingan.

“Jangan kita kehilangan penjagaan. Kalau kehilangan fokus, kehilangan konsentrasi, kita tidak mendapatkan hasil maksimal di setiap pertandingan,” ujarnya.

Selain memperkuat barisan pertahanan, Nil juga mendesak para pemain depan agar tampil lebih klinis saat menyelesaikan peluang. Sektor serang menjadi perhatian penting mengingat kesempatan mencetak gol kerap datang sangat terbatas.

“Siapa pun yang berada di depan gawang besok, terutama di final third, kalau ada kesempatan mencetak gol, usahakan mencetak gol. Peluang di depan gawang itu jarang datang dengan begitu banyak,” tuturnya.

Persiapan Singkat dan Pembenahan Taktik Transisi

Semen Padang FC sebenarnya hanya mengantongi waktu persiapan yang relatif terbatas menjelang laga tandang ini. Seusai menghadapi Persijap Semarang, skuad Kabau Sirah langsung menggelar latihan pemulihan pada hari Rabu, lalu melanjutkan dengan pemantapan taktik sehari menjelang pertandingan.

“Kita punya waktu sekitar tiga hari. Mudah-mudahan semua kelemahan dan kekurangan yang kita perbaiki kemarin tidak terjadi lagi di pertandingan melawan Ciamis,” katanya.

Nil menegaskan bahwa seluruh anggota tim tetap menaruh rasa hormat terhadap kekuatan PSGC Ciamis. Ia menganggap laga di Stadion Galuh sebagai ajang pembuktian atas pembenahan taktik transisi tim, baik saat menyerang maupun bertahan.

“Bagaimana transisi dari attack to defend dan defend to attack, jangan ada gap atau jarak. Itu yang kita coba perbaiki,” pungkasnya.

(Mia)

“Sepak Bola Bukan di Atas Kertas”, Heri Kiswanto Kirim Pesan Tegas Jelang PSGC vs Semen Padang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Kepala Pelatih, Heri Kiswanto saat konferensi pers didampingi pemain PSGC, Faris Abdul Hafizh, di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (25/9/2026) (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Antusiasme publik Ciamis yang memadati Stadion Galuh memberikan energi tambahan bagi jajaran pemain Laskar Singacala. Kepala Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menegaskan bahwa tim pelatih telah menanamkan target kemenangan mutlak kepada seluruh skuad menjelang laga krusial ini.

Heri menilai dukungan suporter memegang peranan penting dalam perjuangan tim. Kendati demikian, ia mengingatkan jajaran pemain agar tetap tenang, terukur, dan fokus menjalankan strategi yang telah terencana.

Baca Juga: Heri Kiswanto Ungkap Persiapan Terakhir PSGC Ciamis Jelang Duel Lawan Semen Padang

“Penonton itu ibaratnya pemain ke-12. Tentu kami butuh dukungan. Tapi pemain juga harus tetap terukur di lapangan sehingga bisa berkembang dan sukses,” kata Heri saat konferensi pers didampingi pemain PSGC, Faris Abdul Hafizh, di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (25/9/2026).

Target Tiga Poin dan Strategi Menghadapi Tim Berpengalaman

Tampil di depan pendukung sendiri membuat jajaran pelatih PSGC memasang target tinggi. Heri menegaskan bahwa seluruh pemain sudah memahami instruksi untuk merebut poin penuh di kandang.

“Kita di kandang memang perlu sekali tiga poin. Itu sudah kami tekankan kepada para pemain semuanya,” ujarnya.

Persiapan Laskar Singacala berjalan mulus hingga sesi latihan terakhir. Tim pelatih juga memberikan perhatian mendalam pada kesiapan mental pemain untuk menghadapi tekanan pertandingan.

Menghadapi Semen Padang yang memboyong jajaran pemain berpengalaman, Heri meminta anak asuhnya agar tidak gentar oleh nama besar skuad lawan.

“Sepak bola itu bukan di atas kertas, tapi di lapangan,” tegasnya.

Tampil Agresif Layaknya Partai Final

Heri menginstruksikan anak asuhnya untuk menganggap setiap pertandingan sebagai laga pemungkas. Ia menuntut para pemain tampil agresif sejak awal dan disiplin mematuhi arahan taktik.

“Semua tim itu berat. Saya anggap setiap partai itu final. Jadi kita harus gas. Di kandang sendiri, pendekatannya seperti itu dan anak-anak sudah paham,” katanya.

Kesiapan Pemain dan Pembenahan Sektor Pertahanan

Pemain PSGC Ciamis, Faris Abdul Hafizh, mengonfirmasi bahwa jajaran pemain berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima.

Faris menyebut tim pelatih telah menuntaskan evaluasi dari laga sebelumnya. Sektor pertahanan juga mendapat porsi pembenahan ekstra guna memperkuat komunikasi dan koordinasi antar lini.

“Kondisi tim sangat bagus. Semua pemain sudah siap untuk bertanding. Evaluasi dari pertandingan kemarin juga sudah dilakukan,” kata Faris.

Faris pun optimistis chemistry barisan belakang dan lini lainnya kini semakin solid setelah melalui rangkaian latihan intensif.

“Dari lini belakang sudah dilatih juga. Sudah cukup bagus dan sudah saling mengerti dengan lini lainnya,” pungkasnya.

(Mia)

Heri Kiswanto Ungkap Persiapan Terakhir PSGC Ciamis Jelang Duel Lawan Semen Padang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Konferensi pers tim PSGC Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis menegaskan kesiapan seluruh pemain menjelang laga sengit melawan Semen Padang di Stadion Galuh. Tim pelatih terus memaksimalkan persiapan akhir, mulai dari evaluasi taktik, penguatan mental, hingga pembentukan chemistry antarpemain sebelum bertanding di depan pendukung sendiri.

Kepala Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, terus memantau perkembangan fisik dan taktik para pemain hingga sesi latihan pemungkas. Ia optimistis anak asuhnya mampu menampilkan performa terbaik dan mengamankan kemenangan.

Baca Juga: Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

“Setelah latihan pagi semuanya sudah siap. Para pemain juga sudah bertekad untuk mencoba merebut poin yang sempurna,” kata Heri saat konferensi pers, di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (25/9/2026).

Evaluasi Lini dan Kesiapan Mental Pemain

Heri menekankan bahwa kesiapan tim mencakup aspek fisik sekaligus kekuatan mental. Tekanan tinggi dari ekspektasi pendukung tuan rumah menuntut konsentrasi penuh dari seluruh anggota tim.

Tim pelatih juga membenahi seluruh lini permainan, mulai dari pertahanan, sektor tengah, hingga barisan penyerang. Heri meminta seluruh pemain menganggap laga ini sebagai pertandingan krusial.

“Semua tim itu berat. Saya anggap setiap partai itu final. Jadi kita harus gas. Di kandang sendiri, pendekatannya seperti itu dan anak-anak sudah paham,” katanya.

Komunikasi Sektor Pertahanan dan Motivasi Pemain

Pemain PSGC Ciamis, Faris Abdul Hafizh, mengonfirmasi bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi prima. Tim telah menjadikan catatan dari pertandingan sebelumnya sebagai bahan pembenahan selama latihan.

“Kondisi tim sangat bagus. Semua pemain sudah siap untuk bertanding. Evaluasi dari pertandingan kemarin juga sudah dilakukan,” kata Faris.

Faris menambahkan bahwa tim pelatih memberikan perhatian khusus pada sektor pertahanan. Pemain terus memperkuat koordinasi dan komunikasi antar lini di lapangan.

“Dari lini belakang sudah dilatih juga. Sudah cukup bagus dan sudah saling mengerti dengan lini lainnya,” ujarnya.

Kehadiran suporter di Stadion Galuh membakar semangat jajaran pemain, termasuk para pemain muda yang siap tampil tanpa rasa gentar menghadapi materi pemain lawan yang berpengalaman.

“Yang penting kami berjuang di lapangan. Kalau hasil akhirnya bagaimana, yang penting kami sudah berjuang di atas lapangan,” katanya.

Kondisi Johan Bonilla Membaik Jelang Laga

Dalam kesempatan yang sama, Heri Kiswanto memberikan klarifikasi mengenai kondisi Johan Bonilla yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Heri memastikan Bonilla sudah pulih dan telah bergabung dalam latihan terakhir.

“Tentu Bonilla waktu habis pertandingan memang ada sedikit radang. Tapi tadi latihan terakhir sudah siap,” ungkapnya.

Kabar baik ini membuat rencana permainan PSGC Ciamis berjalan lancar. Heri berharap seluruh pemain fokus menjalankan taktik dan menyapu bersih poin penuh di kandang.

Pasar Baru Ditata, Tokoh Muhammadiyah: Terima Kasih Pemkab Garut

0
Garut pasar baru fokusjabar.id
Tokoh Muhamadiyah Penduduk Asli Pasar Baru Garut, M. Fachrudin

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) menghentikan dominasi lapak liar di koridor utama kota.

Penataan kawasan Pasar Baru Garut resmi di mulai lewat pembangunan fasilitas sementara bagi 103 Pedagang Kaki Lima (PKL).

BACA JUGA:

Pemkab Garut Ingin Pencak Silat Makin Kuat

Langkah tersebut sekaligus menandai pemulihan fungsi jalan publik yang bertahun-tahun lumpuh akibat serbuan aktivitas perdagangan informal.

Tokoh senior Muhammadiyah Garut, M. Fachrudin yang juga penduduk asli Pasar Baru mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Garut. Terkhusus, Wakil Bupati, Putri Karlina dan Kepala Disperindag ESDM, Ridwan Efendi.

Dia menilai, penataan Market City  dan di bukanya akses jalan di Pasar Baru untuk kendaraan roda empat dan dua sangat tepat karena menghubungkan Jalan Ahmad Yani hingga ke Garut Plaza (GP).

Fachrudin optimistis, penataan dan di bukanya akses jalan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pasar Baru yang legendaris sejak zaman dulu.

Bagaimana tidak, ke depan masyarakat akan lebih mudah melakukan konektivitas antara Garut Plaza dan Ahmad Yani. Dengan begitu, gairah perekonomian dapat meningkat seiring banyaknya Masyarakat yang melakukan aktivitas di Pasar Baru.

Di tambah lagi dengan adanya Market City yang akan menambah daya tarik bagi masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi di sana. Sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut.

“Terima kasih Pemkab Garut, Khususnya Bu Wakil Bupati dan Pak Kadiserindag ESDM yangtelah menata dan membuka akses jalan di Pasar Baru,” kata Fachrudin, Jumat (25/9/2026).

Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Efendi menyebut, pekerjaan fisik tahap pertama di fokuskan pada koridor depan pertokoan, akses Jalan Ahmad Yani hingga perempatan Gunung Payung.

”Ini baru tahap awal. Pembangunan sarana menjadi kewenangan Kami. Sementara perbaikan jalan dan drainase di tangani Dinas PUPR,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Hadirkan Pasar Kreatif di Bungbulang

​Menurutnya, penataan tersebut menjadi titik balik dari serangkaian penertiban PKL yang sempat memicu ketegangan.

Pemerintah Daerah kini memilih pendekatan relokasi terstruktur untuk memberi kepastian ruang usaha bagi para pedagang yang selama ini beroperasi di Pasar Baru dan Jalan Ahmad Yani.

​Imbas paling signifikan terletak pada rekayasa lalu lintas. Kawasan yang semula di tutup total untuk lapak PKL bakal di buka kembali bagi kendaraan roda dua dan roda empat.

​”Ketika proyek selesai, jalan bisa kembali di lintasi kendaraan. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tapi fungsi jalan wajib di kembalikan,” tegas Ridwan.

Sebagai informasi, gagasan menyulap kawasan ini menjadi Garut City Market lahir dari usulan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Penataan tersebut di proyeksikan berlanjut ke tahap ke dua pada 2027. Yakni, area belakang Garut Plaza.

Demi mengejar skala pengembangan yang lebih luas, Pemkab Garut mulai berburu suntikan modal pihak swasta (investor).

(Bambang Fouristian)

Disdag Bekasi Tera Ulang UTTP di Pasar Induk Cibitung

0
Pasar Induk Cibitung fokusjabar.id
Petugas dari UPTD Meterologi, Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi tengah melakukan tera ulang

BEKASI, FOKUSJabar.id: Sebanyak 474 alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) milik pedagang di Pasar Induk Cibitung menjalani pemeriksaan dan tera ulang oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bekasi melalui UPTD Metrologi Legal pada Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan tersebut di lakukan untuk memastikan berbagai alat ukur yang di gunakan dalam transaksi perdagangan telah memenuhi standar yang di tetapkan.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung 3 Kecamatan

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada konsumen agar memperoleh barang sesuai ukuran yang di bayarkan.

Pelaksanaan tera ulang berlangsung selama tiga hari. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Subag TU) UPTD Metrologi Legal Disdag Kabupaten Bekasi, Eman Sulaeman mengatakan, sebagian besar kegiatan yang di lakukan petugas merupakan pemeriksaan dan tera ulang terhadap alat UTTP yang sudah di gunakan oleh pedagang.

“Untuk kegiatan ini kebanyakan tera ulang. Karena alat UTTP-nya sudah terpasang semua. Jadi kita melakukan pemeriksaan dan tera ulang,” kata Eman.

Dengan waktu pelaksanaan yang terbatas, petugas tidak dapat memeriksa seluruh alat UTTP yang ada di pasar.

Meski demikian, hingga Kamis, 24 September 2026, jumlah alat yang di periksa telah mencapai sekitar 474 unit atau hampir 500 alat.

“Kalau untuk keseluruhan memang tidak memungkinkan, karena kita hanya di berikan waktu tiga hari. Tetapi sampai hari ini sudah sekitar 474 yang kita periksa,” ujarnya.

Dari pemeriksaan yang di lakukan di lapangan, mayoritas alat UTTP masih di nilai layak untuk di gunakan dalam kegiatan perdagangan.

Eman menyebut, sekitar 90 persen alat yang di periksa berada dalam kondisi baik dan dapat kembali di gunakan setelah memenuhi ketentuan tera.

“Sekitar 90 persen kondisinya bagus dan masih bisa di gunakan. Tetapi memang ada juga alat yang sebenarnya sudah tidak layak pakai, namun masih di gunakan,” jelasnya.

Petugas juga melakukan penyetelan terhadap alat yang hasil pengukurannya belum sesuai standar.

Penyesuaian di lakukan hingga ukuran kembali menunjukkan hasil yang semestinya. Sementara alat yang sudah di nyatakan tidak layak tidak akan mendapatkan cap tanda tera.

“Kalau ukurannya tidak pas, kita standarkan lagi atau di nolkan kembali. Kalau (UTTP) itu sudah tidak layak pakai, kita tidak melakukan pembubuhan cap tanda tera,” tegas Eman.

BACA JUGA:

MUI Kabupaten Bekasi Bersama 25 Ormas Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait LGBTQ

Eman menegaskan bahwa alat UTTP yang tidak lagi memenuhi kelayakan harus di ganti dan tidak boleh di gunakan untuk transaksi.

Pengawasan terhadap penggunaan alat tersebut tetap di lakukan oleh tim pengawas bidang metrologi. Termasuk dengan memberikan teguran langsung di lapangan apabila masih di temukan alat yang tidak layak di gunakan.

“Kalau masih di gunakan, kita arahkan supaya alat UTTP tersebut tidak di gunakan lagi karena sudah tidak layak. Tegurannya kita lakukan di lapangan,” katanya.

Menurut Eman, penggunaan alat timbang atau alat ukur yang tidak memenuhi standar berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen.

Karena itu, pedagang di minta memastikan setiap alat UTTP yang di gunakan dalam transaksi berada dalam kondisi layak dan sudah menjalani proses tera.

“Kalau memang alat UTTP sudah tidak layak pakai, jangan di gunakan lagi. Ini bagian dari perlindungan konsumen, karena kalau tetap di gunakan, konsumen yang bisa di rugikan,” ujarnya.

Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani Disdag Kabupaten Bekasi, Saprudin turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan dan tera ulang membantu memastikan proses jual beli antara pedagang dan konsumen berlangsung menggunakan alat ukur yang sesuai ketentuan.

“Kegiatan ini sangat membantu konsumen. Kalau timbangan tidak di periksa dan tidak memenuhi standar, tentunya konsumen yang akan dirugikan,” kata Saprudin.

Saprudin menjelaskan, UPTD Pasar memiliki keterbatasan tenaga teknis yang menangani bidang metrologi.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan tera ulang oleh petugas yang memiliki kewenangan dan keahlian khusus menjadi penting untuk mendukung pengawasan alat ukur pedagang.

“UPTD memang mempunyai keterbatasan tenaga teknis untuk bidang metrologi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memastikan alat ukur yang di gunakan pedagang memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak UPTD Pasar Induk Cibitung juga belum menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pengurangan timbangan maupun persoalan alat ukur lain yang tidak sesuai di lingkungan pasar.

Pemantauan terhadap kondisi pasar tetap di lakukan oleh petugas setiap hari.

“Untuk laporan terkait pengurangan timbangan atau masalah lainnya, sampai saat ini belum ada. Petugas kami juga setiap hari berada di lapangan untuk memantau kondisi pasar,” katanya.

BACA JUGA:

100 Mahasiswa Bekasi Terima Beasiswa Pasti Pintar 2026

Melalui kegiatan tera ulang tersebut, Saprudin berharap kepatuhan pedagang dalam menggunakan alat ukur yang sesuai ketentuan semakin meningkat.

Menurutnya, penggunaan alat yang memenuhi standar tidak hanya berkaitan dengan ketertiban perdagangan. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga perlindungan konsumen dan kepercayaan dalam setiap transaksi.

“Harapannya para pedagang semakin tertib dan tidak menggunakan alat yang tidak sesuai. Karena ini menyangkut perlindungan konsumen dan kepercayaan dalam transaksi,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)