spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 19

DPRD Kota Bandung: Bongkar Aktor Penebangan 10 Pohon Jalan Riau

0
DPRD Kota Bandung fokusjabar.id
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Agus Hermawan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Agus Hermawan mendesak Pemda mengusut tuntas kasus penebangan 10 pohon di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau).

Menurutnya, kasus tersebut tidak cukup di selesaikan dengan penyegelan lokasi atau penggantian pohon. Tetapi harus mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Camat Coblong Disorot KDM, Wakil Wali Kota Bandung Bilang Begini

Agus menilai, penebangan pohon di ruang publik merupakan persoalan serius yang menyangkut perlindungan lingkungan, aset daerah, kepatuhan terhadap perizinan hingga efektivitas pengawasan pemerintah.

“Penebangan sepuluh pohon di ruang publik Kota Bandung merupakan persoalan serius yang tidak boleh di selesaikan hanya dengan penyegelan lokasi atau penggantian pohon semata. Persoalan ini menyangkut perlindungan lingkungan, aset daerah, kepatuhan terhadap perizinan serta efektivitas pengawasan Pemerintah Kota Bandung,” kata Agus, Rabu (5/8/2026).

Agus menegaskan, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pelaksana penebangan di lapangan. Seluruh pihak yang di duga terlibat harus di telusuri. Mulai dari pemberi perintah, pihak yang membiayai, memfasilitasi hingga pihak yang memperoleh keuntungan.

“Pemeriksaan tidak boleh berhenti hanya kepada pelaksana penebangan di lapangan. Harus di telusuri siapa yang memerintahkan, siapa yang membiayai, siapa yang memberikan fasilitas, siapa yang memperoleh keuntungan serta apakah terdapat pihak yang mengetahui tetapi sengaja melakukan pembiaran,” katanya.

Selain itu, Agus meminta Wali Kota memerintahkan Inspektorat Kota Bandung melakukan audit menyeluruh terhadap ASN. Khususnya perangkat daerah dan unsur kewilayahan yang memiliki tanggung jawab di bidang perizinan, pertamanan, lingkungan hidup, pengawasan dan penertiban.

BACA JUGA:

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Satpol PP Disebut Sudah Tahu

Menurut Agus, audit tersebut penting untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian, pembiaran, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan maupun keterlibatan ASN.

“Apabila di temukan ASN yang melakukan kesalahan atau kelalaian, maka harus di berikan sanksi secara tegas dan proporsional. Apabila terbukti ada ASN yang bermain, menyalahgunakan jabatan, melindungi pelanggaran atau mengambil keuntungan, maka berikan hukuman administratif terberat sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Agus meminta hasil pemeriksaan segera di serahkan kepada aparat penegak hukum apabila di temukan unsur pidana. Ia menegaskan, proses hukum harus berjalan hingga tuntas dan tidak hanya menyasar pekerja di lapangan.

“Jangan sampai kasus ini hanya menyeret pekerja atau pelaksana di lapangan. Sementara pemberi perintah, pihak yang memfasilitasi, pihak yang melakukan pembiaran, serta pihak yang menikmati keuntungan justru tidak tersentuh,” jelasnya.

Komisi III DPRD Kota Bandung akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan dari perangkat daerah terkait untuk memastikan proses pemeriksaan berlangsung terbuka dan pemulihan lingkungan di lakukan secara nyata.

Ia menilai, kasus tersebut juga harus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pengawasan pemerintah di tingkat kelurahan, kecamatan hingga dinas teknis.

“Kasus ini harus menjadi titik balik untuk membenahi sistem pengawasan di tingkat kewilayahan. Sulit di terima apabila penebangan 10 pohon di ruang publik dapat berlangsung tanpa terdeteksi dan di cegah sejak awal oleh sistem pengawasan pemerintah,” ungkapnya.

Agus menambahkan, penyelesaian kasus penebangan pohon ini tidak boleh berhenti pada proses penyelidikan semata. Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan sekaligus memulihkan lingkungan yang terdampak.

“Penyelesaian kasus ini harus menghasilkan empat hal. Yakni kebenaran yang di buka secara terang, hukuman bagi pihak yang terbukti bersalah, pemulihan lingkungan yang nyata dan perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

El Clasico Jawa Jilid 2, Persib-Persebaya Berebut Mahkota Piala Presiden 2026

0
final piala presiden 2026 fokusjabar.id
Ilustrasi final Piala Presiden 2026

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Final “Panas” setelah sama-sama menang di semifinal 4 Agustus 2026 kemarin akan tersaji di Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) besok.

Juara grup A, Persib Bandung akan bentrok dengan kampiun grup B Persebaya Surabaya.

BACA JUGA:

Shin Tae-yong Ucapkan Selamat untuk Persib usai Persija Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Ini final antara 2 tim tuan rumah penyelenggara Piala Presiden 2026 plus basis suporter terbesar di Indonesia.

Kekuatan Persib Bandung

Persib Bandung punya modal pertahanan. Tim kebanggaan Bobotoh tiga clean sheet dari 3 laga fase grup di bawah komando Patricio Matricardi yang baru perpanjang kontrak sampai 2028.

Selain itu, tim besutan Igor Tolic memiliki mental juara. Sehingga sulit untuk di kalahkan tim lawan.

Coach Igor Tolic fokus pada kerja sama tim dan integrasi fisik. Taktik pressing dan transisi cepat jadi andalan.

Kedalaman Skuad ada Uilliam Barros dan Balsa Sekulic yang sudah cetak gol di turnamen pramusim 2026.

Kekuatan Persebaya Surabaya

Tim berjuluk Bajul Ijo punya modal di lini belakang yang disiplin. Duet Yuran Fernandes dan Risto Mitrevski mampu meredam serangan tim lawan.

Sang Pelatih, Bernardo Tavares menerapkan kerja keras, bukan sekadar hoki. Tim besutannya kompak dan main sebagai tim.

Laga akan berjalan ketat dan minim gol. Persib sedikit di unggulkan karena pertahanan terbaik turnamen. Namun Persebaya tim yang tidak bisa di remehkan.

Mereka ahli dalam “mencuri” kemenangan lewat 1 momen dan disiplin bertahan.

BACA JUGA:

Luciano Guaycochea Soroti Kondisi Lapangan usai Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Persib Bandung mengunci tiket final setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Sementara Persebaya Surabaya menundukan Arema FC dengan skor tipis 1-0.

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.

Fokus Dia saat ini pemulihan kondisi fisik para pemain sebelum laga penentuan. Dia juga belum bisa memastikan komposisi pemain yang akan di turunkan di partai final karena masih harus melihat perkembangan kebugaran seluruh anggota skuad.

Dengan waktu persiapan yang singkat, Persib kini berupaya memaksimalkan pemulihan fisik pemain agar dapat tampil optimal saat menghadapi Persebaya Surabaya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares mengaku puas dengan perjuangan para pemain. Namun, dia menilai kondisi fisik skuad belum berada di level ideal karena waktu pemulihan yang sangat terbatas.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, jadwal yang padat membuat Persebaya tidak memiliki kesempatan cukup untuk memulihkan tenaga sebelum kembali bertanding.

Tavares menilai, kemenangan atas Arema menjadi bukti karakter kuat yang di miliki anak asuhnya.

“Dalam situasi seperti ini tentu sulit mengharapkan performa yang benar-benar sempurna. Karena itu, saya semakin menghargai semangat juang yang di perlihatkan para pemain sepanjang pertandingan,” ungkapnya.

(Bambang Fouristian)

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Bantah Isu Pabrik Semen

0
kebun durian kedungwuluh fokusjabar.id
Penampakan lahan seluas 17 hektar di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Isu miring terkait alih fungsi lahan seluas 17 hektar di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) di bantah pihak pengelola kebun Durian, Hendra Gunawan.

‎Menurut Hendra, lahan tersebut tidak akan di jadikan pabrik semen. Namun murni untuk pengembangan perkebunan durian.

BACA JUGA:

17 H Perkebunan Durian Bikin Resah Warga Kedungwuluh Pangandaran

‎”Saya membenarkan adanya pembukaan lahan 17 hektar di Desa Kedungwuluh. Betul, peruntukannya untuk perkebunan durian. BUkan untuk pabrik semen,” tegas Hendra kepada wartawan di Padaherang, Rabu (5/8/2026).

Dia mengatakan, pembukaan lahan ini merupakan upaya mengubah kawasan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.

Hendra memastikan seluruh proses administrasi telah di tempuh sejak awal. Pihaknya sudah berkoordinasi dan mengantongi izin tertulis dari pemerintah desa hingga dukungan warga sekitar.

‎”Perizinan secara tertulis sudah ada dari pihak pemerintahan desa dan warga sekitar. Seharusnya semuanya sudah clear,” ucap Hendra.

‎Terkait pengajuan jaringan listrik ke PLN untuk kebutuhan operasional mess karyawan. Ke depan, jaringan tersebut juga bisa di manfaatkan warga untuk penerangan jalan.

‎Menjawab kekhawatiran warga soal potensi longsor, Hendra menjelaskan, kondisi lapangan yang di dominasi batuan karang jenis limestone yang sangat keras.

‎”Kami menerapkan sistem terasering hanya untuk tanah-tanah saja. Sementara untuk gunung bebatuan tidak kami pugar sama sekali. Tidak di keruk, hanya di bersihkan rumput dan ilalangnya,” kata Dia.

‎Ia menilai mustahil melakukan pengerukan karena keterbatasan alat berat.

“Itu lahan bukan tanah gambut. Karena banyak batuan karang putih. Alat berat juga tidak akan kuat untuk membongkar gunung itu,” katanya.

BACA JUGA:

Hiu Tutul 5 Meter Mati Terdampar di Batukaras Pangandaran

‎Untuk perawatan tanaman, pihaknya akan menggunakan sistem kocor atau pemupukan langsung ke tanah. Penyemprotan dari atas hanya di lakukan jika ada serangan hama.

‎Selain membuka lahan produktif, Hendra berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar. Sebanyak 80 persen tenaga kerja yang di rekrut nantinya berasal dari warga Dusun Balater Desa Kedungwuluh dan sekitarnya.

‎”Justru kami ingin memberikan peluang pekerjaan. Biasanya 80 persen itu orang-orang setempat dulu. Kami terbuka untuk pekerjaan,” ucap Hendra.

‎Hendra mencontohkan, model perkebunan modern seperti ini juga sudah di terapkan di beberapa lokasi lain seperti di Banjarsari, Karangmulya, Ciparakan, dengan komoditas durian, lengkeng dan jeruk.

‎”Jadi kami dari awal memang bergerak di sektor perkebunan, bukan pabrik. Tujuannya menciptakan pertanian modern dengan menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya.

(Sajidin)

Pratama Arhan Terima Kekalahan Persija dari Persib

0
pratama arhan fokusjabar.id
pratama arhan (foto: web(

BALI, FOKUSJabar.id: Bek Persija Jakarta, Pratama Arhan, menerima kekalahan dari Persib Bandung pada pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 dengan lapang dada.

Pada pertandingan semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026), skuad Maung Bandung menaklukkan Persija dengan skor 2-1.

BACA JUGA:

Kandaskan Rival Masing-Masing, Persib dan Persebaya Bentrok di Partai Puncak Piala Presiden 2026

Dua gol kemenangan Persib di cetak oleh Uilliam Barros serta eksekusi penalti Balsa Sekulic.

Sedangkan gol tunggal skuad Macan Kemayoran di  cetak melalui Kwon Changhoon di babak kedua. Tepatnya saat memasuki menit ke-86.

“Ya pertama-tama saya mengucapkan selamat buat Persib untuk melaju ke final,” kata Arhan.

Menurut Pratama Arhan, meski gagal melangkah ke babak final, namun turnamen pramusim Piala Presiden 2026 ini menjadi pembelajaran bagi skuad Macan Kemayoran.

Dari pertandingan turnamen pramusim Piala Presiden 2026 ini banyak sekali pembelajaran menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 yang akan berlangsung pada September mendatang.

“Ya buat saya dan teman-teman ini akan menjadi pembelajaran untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan,” ucapnya.

BACA JUGA:

Shin Tae-yong Ucapkan Selamat untuk Persib usai Persija Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Setelah gagal melangkah ke babak final, Persija akan berhadapan dengan Arema FC pada pertandingan perebutan peringkat tiga Piala Presiden 2026.

Sedangkan skuad Maung Bandung akan menghadapi Persebaya Surabaya pada pertandingan final. Dua laga ini akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

(Arif)

Tanpa Suporter, Lucho Sebut Semifinal Persib vs Persija Terasa Berbeda

0
Lucho persib fokusjabar.id
Luciano Guaycochea (foto: web)

BALI, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Luciano Guaycochea (Lucho) merasakan hal berbeda dengan tidak adanya suporter pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 menghadapi Persija Jakarta.

Pertandingan semifinal Persib vs Persija berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) dan di gelar tanpa kehadiran penonton dengan pertimbangan keamanan.

BACA JUGA:

Luciano Guaycochea Soroti Kondisi Lapangan usai Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Menurut Lucho, kehadiran penonton atau suporter sangat penting, karena menambah motivasi dan kepercayaan diri pemain.

“Ya, bagi kami motivasi kami selalu tinggi, tetapi dengan hadirnya suporter, suporter kami, itu memberikan motivasi ekstra,” kata Lucho.

“Tahu tidak? Saya pikir kami bermain lebih baik dengan adanya suporter. Terkadang saat kami lelah, mereka mendorong kami untuk memberikan yang terbaik,” ucapnya menambahkan.

Dengan tidak adanya suporter di Stadion situasi pertandingan menjadi berbeda, meski demikian sebagai pesepakbola profesional ia berusaha memberikan penampilan terbaiknya dan menerima keputusan panitia.

“Jadi, tidak menyenangkan bermain tanpa suporter, tetapi keputusan tersebut bukan di tangan kami. Kami harus bertanding, kami harus mengambil motivasi ekstra itu, dan mencoba melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Pada pertandingan semifinal, Persib berhasil meraih kemenangan atas Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1. Dengan hasil tersebut, skuad Maung Bandung lolos ke final.

BACA JUGA:

Shin Tae-yong Ucapkan Selamat untuk Persib usai Persija Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Hasil tersebut menurut gelandang asal Argentina ini menjadi kado bagi Bobotoh, dan di partai final ia bersama rekan-rekannya siap untuk menampilkan permainan terbaiknya dan membawa pulang gelar juara.

“Namun, yang pasti Bobotoh senang bisa berada di final lagi. Jadi, ya, kami akan melakukan yang terbaik untuk membawa piala tersebut ke Bandung,” tegasnya.

(Arif)

Krisis Air, Puluhan Warga Ciwahangan Ciamis Mandi di Sungai

0
warga ciwahangan ciamis fokusjabar.id
Seorang warga Dusun Ciwahangan saat mencuci pakaian di Sungai Ciwahangan

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Puluhan warga Dusun Ciwahangan  Desa/Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) sudah mulai mencuci pakaian dan mandi di Sungai.

Mereka terpaksa menggunakan air sungai untuk menghemat air bersih yang sudah jauh berkurang.

BACA JUGA:

Tinggalkan Api Pembakaran Sampah, Gudang Kayu di Ciamis Ludes Dilalap Si Jago Merah

Menurut Amih (45) warga Dusun Ciwangan, air sumur yang ada sudah berkurang. Sehingga kalau di pakai mencuci pakaian dan mandi tidak cukup untuk kebutuhan memasak,” katanya, Rabu (5/8/2026).

“Banyak yang mencuci di sungai ini. jika sore hari biasa di pakai mandi anak-anak,” ucapnya.

Dia menyebut, sudah dua minggu terakhir ini warga memanfaatkan aliran sungai Ciwahangan untuk mencuci. Mereka berjalan kaki sekitar 200 meter menuruni jalan setapak untuk menuju sungai.

“Peralatan mencuci tidak lupa di bawanya dari rumah. Warga mempersiapkan sabun cuci hingga ember sebagai wadah untuk membawa pakaian bersih,” jelasnya.

Senada di katakan Neni. Dia mengaku tidak mengkhawatirkan adanya sampah rumah tangga di aliran sungai. Kondisi air sungai cukup bening.

“Ya ini kan hanya untuk pakaian saja, tidak untuk minum atau keperluan memasak,” jelasnya.

BACA JUGA:

Warga Purwasari Ciamis Digegerkan Penemuan Pria Meninggal di Pohon Jati

Warga lainnya, Endang menerangkan, setiap musim kemarau panjang warga biasanya membuat tempat mandi dan mencuci darurat di sekitar sungai. Tempat tersebut berdinding triplek, bilik, bekas seprai hingga gorden.

“Semacam pancuran yang di pinding (di sekat) oleh triplek atau bilik,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Pemkab Pangandaran Apresiasi Literasi Digital KPID Jabar

0
pemkab pangandaran fokusjabar.id
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pangandaran, Darso

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengapresiasi kegiatan literasi digital yang di gelar KPID Jawa Barat (Jabar) pada Selasa, (4/8/2026) di SMAN 1 Mangunjaya.‎

‎Pemkab Pangandaran menilai, edukasi tersebut penting agar anak-anak tidak salah memanfaatkan teknologi di tengah masifnya pembelajaran berbasis digital di sekolah.

BACA JUGA:

Disparbud Pangandaran: Ada Kejanggalan SHM Tanah Harim Laut Madasari

‎Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pangandaran, Darso mengatakan, Pemda sudah mengembangkan pembelajaran digital secara maksimal.

‎Bahkan menurutnya, satu sekolah di Pangandaran, setiap ruang kelasnya sudah menggunakan fasilitas digital.

‎Namun ia mengingatkan, di balik dampak positif digitalisasi, juga muncul dampak negatif. Salah satunya terkait penyalahgunaan media sosial dan konten yang tidak sesuai.

‎”Karena memang melalui digital itu pengaruhnya tidak semata-mata hal-hal yang positif. Hal-hal negatif justru banyak juga terjadi,” katanya.

‎Terkait maraknya kasus perundungan atau bullying, Pemkab Pangandaran mengakui angkanya mengalami peningkatan pada 2026.

‎”Memang tidak di mungkiri bahwa di kegiatan rapat terbatas kemarin saya juga merasa menohok bahwa perundungan, bullying itu tahun 2026 meningkat,” ucapnya.

‎Menurut data dari KBP3A, hingga Juli 2026 tercatat 38 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

‎”Macam-macam. Mulai bullying, kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak,” jelasnya.

‎Ia menyebut penanganan di lakukan secara kolaboratif antara Dinas Pendidikan, KBP3A, Dinas Sosial hingga Satpol PP.

‎”Alhamdulillah ada beberapa hal tentang perundungan, bullying itu bisa di tangani dengan baik. Sehingga tidak menjadi beban buat anak-anak yang terkena,” ujarnya.

BACA JUGA:

KPID Jabar Ungkap 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet, Siapkan Perda Pasagi

‎Salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan internet oleh anak.

‎”Pembatasan penggunaan internet yang kurang pengawasan dari orang tua. Anak-anak kita dalam masa-masa serba ingin tahu, penasaran. Nah jangan sampai penasaran ini mengacu pada hal yang salah,” tegasnya.

‎Ia pun sepakat dengan wacana pembatasan penggunaan media sosial pada anak.

Dia mengajak seluruh stakeholder termasuk media untuk bersama-sama mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi pada anak-anak di Pangandaran.

(Sajidin)