spot_imgspot_img
Selasa 6 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 174

Disbudpora Ciamis Rilis Agenda Tradisi Budaya Agustus–September 2026

0
Ciamis, FOKUSjabar.id
Ketpot: Kadis Budpora Kabupaten Ciamis Dian Budiyana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis merilis sejumlah tradisi budaya yang telah dan akan berlangsung sepanjang bulan Agustus hingga September 2026.

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana, menyampaikan informasi tersebut, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: IKOMAT Ciamis Perkuat SDM, Dorong Koperasi Syariah Naik Kelas

Dian menjelaskan bahwa masyarakat Tatar Galuh telah menyelesaikan beberapa tradisi budaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi. Pelaksanaan ritual tersebut meliputi tradisi Merlawu di Situs Patapan (Desa Ciparigi, Sukadana), Merlawu di Situs Ciluncat (Sukadana), Nyuguh di Kampung Adat Kuta (Tambaksari), serta Nelesan di Desa Nagara Pageuh (Panawangan).

“Kami akan terus berkomitmen dalam merawat tradisi budaya. Selama bulan Maulid (Rabiul Awal) masyarakat di Tatar Galuh Ciamis kembali menggelar berbagai upacara adat warisan leluhur,” katanya.

Wujud Syukur dan Penguat Identitas Kebudayaan Daerah

Dian menuturkan bahwa warga Tatar Galuh tidak hanya menggelar upacara adat saat bulan Maulid. Masyarakat di desa-desa yang memiliki situs budaya juga aktif menyelenggarakan tradisi serupa saat menyambut bulan suci Ramadan.

“Melalui konsistensi penyelenggaraan tradisi ini, kami berharap warisan sejarah dan kearifan lokal Tatar Galuh Ciamis tetap terjaga serta menjadi pilar penguat identitas kebudayaan daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rangkaian upacara adat ini bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini kemudian menjadi wujud ungkapan rasa syukur (tasyakur binikmat) masyarakat Ciamis kepada Allah SWT.

Jadwal Tradisi Merlawu Gandoang dan Nyangku Panjalu

Masyarakat Kabupaten Ciamis akan melanjutkan agenda kebudayaan ini dalam beberapa waktu ke depan.

“Dalam waktu dekat masyarakat akan menyelenggarakan Tradisi Merlawu di Situs Gandoang, Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih pada 28 Agustus 2026. Selanjutnya ada prosesi Nyangku di Panjalu berlangsung pada 7 September 2026 mendatang,” ungkapnya.

Raih Predikat Kwarcab Tergiat Jabar, Pramuka Kota Tasikmalaya Rayakan HUT ke-65 Penuh Prestasi

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pramuka Ke-65 tingkat Kota Tasikmalaya di Aula Utama Kantor Bappelitbangda (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya memperingati puncak Hari Pramuka Ke-65 dengan penuh khidmat dan semangat pengabdian.

Panitia menggelar acara puncak tersebut di Aula Utama Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Nomor 1, Bungursari, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Kapolres Tasikmalaya Intruksikan Personel Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Komandan Brigif Raider 13 Galuh, Sekretaris Daerah Asep Goparulloh, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta seluruh jajaran Kwartir Ranting se-Kota Tasikmalaya.

Pada momen tersebut, panitia menyerahkan penghargaan Lencana Dharma Bakti dan Pramuka Garuda kepada sejumlah penggerak serta anggota Pramuka atas jasa dan keaktifan mereka memajukan pendidikan kepramukaan daerah.

Suasana haru mewarnai prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Kwarcab Muhammad Yusuf yang kemudian menyerahkan potongan tumpeng tersebut kepada Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan.

Momentum Membangun Karakter Generasi Muda

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa peringatan Hari Pramuka bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momen ini menjadi pijakan mengenang perjalanan panjang Gerakan Pramuka dalam membangun sumber daya manusia bermartabat.

Ia mendorong penguatan Gerakan Pramuka guna membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, tangguh, serta siap mengabdi kepada masyarakat.

“Selama 65 years Pramuka berdiri, tentu telah menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM Indonesia. Melalui pendidikan kepramukaan, nilai Tri Satya dan Dasa Dharma tidak hanya diajarkan dalam gerakan Pramuka, tetapi juga harus dipraktikkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Muhammad Yusuf, Senin (24/8/2026).

Sabet Predikat Kwarcab Tergiat Jawa Barat 2026

Puncak peringatan tahun ini terasa makin istimewa karena Kwarcab Kota Tasikmalaya berhasil menyabet predikat sebagai Kwarcab Tergiat tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026.

“Pencapaian prestasi ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita sebagai penggerak dan anggota Pramuka. Ini buah kerja keras, kekompakan, dan dukungan seluruh jajaran pembina,” ujar Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf juga membanggakan partisipasi aktif anggota Pramuka Kota Tasikmalaya dalam Jambore Nasional serta lonjakan jumlah Pramuka Garuda.

Guna menjawab tantangan zaman, Kwarcab terus meluncurkan berbagai inovasi, salah satunya program Kampung Pramuka sebagai pusat gotong royong dan kemandirian warga.

“Untuk menjawab tantangan zaman, Kwarcab Pramuka Tasikmalaya terus berinovasi. Salah satunya melalui pengembangan Kampung Pramuka. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat penumbuhan semangat gotong royong, kepedulian sosial, kemandirian, dan kreativitas berbasis nilai kepramukaan di Kota Tasikmalaya,” paparnya.

Perluas Kolaborasi Strategis dan Bentuk Saka Khusus

Kwarcab Tasikmalaya memperkuat kolaborasi strategis dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Siliwangi (Unsil). Bentuk kolaborasi melalui penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar bagi para pembina.

“Kami bersama BNN, dibentuk Satuan Karya Pramuka Anti Narkoba untuk menanamkan kesadaran bahaya narkotika. Sementara bersama Bawaslu dibentuk Saka Adhyasta Pemilu agar anggota Pramuka memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan pemahaman demokrasi,” terangnya.

Yusuf mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru seperti maraknya hoaks dan perundungan cyber.

“Teknologi dan media digital memberi peluang, tapi juga menghadirkan tantangan seperti hoaks dan perundungan. Sehingga Pramuka kemudian harus hadir sebagai solusi, harus menjadi ruang pendidikan yang menyenangkan, kreatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Trisatya dan Dasa Darma Pramuka,” tegasnya.

Wali Kota Viman Siapkan Lahan Bumi Perkemahan Baru di Situ Cibeureum

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menilai semangat Hari Pramuka harus menjadi fondasi utama mencetak SDM unggul. Ia meyakini program Pramuka Garuda membuka jalan bagi para siswa menembus jenjang sekolah dan perguruan tinggi favorit.

“Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Gerakan Pramuka harus terus bersinergi dalam melahirkan dan mencetak generasi penerus bangsa. Yakni Generasi yang unggul dan bermartabat guna, mengantarkan Indonesia emas 2045 mendatang,” ungkap Viman Alfarizi.

Viman mengajak seluruh kader Pramuka terus memupuk rasa nasionalisme demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Melalui gerakan Pramuka dengan Trisatya dan Dasa Darmanya, anggota Pramuka harus memiliki nasionalisme yang tinggi. Terlebih dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Tasikmalaya berencana menyediakan lahan khusus untuk Bumi Perkemahan baru di kawasan Situ Cibeureum, Kecamatan Tamansari.

“Setiap Pramuka adalah teladan, setiap kegiatan adalah pembelajaran, dan setiap pengabdian adalah kontribusi bagi bangsa. Dari Kota Tasikmalaya, mari kobarkan semangat Pramuka untuk terus berkarya, berinovasi, mengabdi, dan berbakti. Satu Pramuka, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Indonesia,” tutupnya.

(Seda)

IKOMAT Ciamis Perkuat SDM, Dorong Koperasi Syariah Naik Kelas

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Capacity Building Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi IKOMAT Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Koperasi Ikatan Ekonomi Umat (IKOMAT) Ciamis terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini bertujuan mendorong terwujudnya koperasi syariah yang sehat, profesional, dan sanggup bersaing.

Pengurus menggelar kegiatan Capacity Building Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi IKOMAT selama dua hari pada 23–24 Agustus 2026. Acara yang bertempat di Sekretariat Koperasi IKOMAT ini menghadirkan pengurus, pengawas, manajer, staf operasional, petugas lapangan, hingga layanan pelanggan (CS).

Baca Juga: Ruang Kelas Kebakaran, Disdik Ciamis Pastikan KBM SDN 1 Gerba Cipaku Tetap Berjalan

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli. Pemateri pertama yakni Ahmad Agung selaku Dosen UID sekaligus Praktisi Koperasi Syariah. Sementara itu, Tim Konsultan Koperasi Dinas Koperasi UKM Jawa Barat, Syamsiar H Sandiah, menjadi pemateri kedua.

Fokus Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Syariah

Ketua IKOMAT, Wawan Ruswandi, menilai pelatihan ini sangat penting untuk memperdalam keahlian para pengelola, khususnya jajaran pengawas. Langkah ini menjadi fondasi awal untuk membesarkan skala usaha IKOMAT.

Wawan menegaskan bahwa pengembangan IKOMAT tidak hanya menyasar aspek kelembagaan, tetapi juga wajib memberi dampak manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat luas.

Nama Ikatan Ekonomi Umat sendiri membawa semangat besar bagi pengurus untuk memajukan roda ekonomi warga dengan memegang teguh prinsip syariah.

“Melalui dengan branding Ikatan Ekonomi Umat, kita mengikat seluruh umat untuk menjalankan ekonomi, berbasis syariah, dan mengikuti aturan-aturan syariah,” katanya, Senin (24/8/2026)

Panitia merancang pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis para pengelola. Materi pelatihan mencakup Fatwa DSN-MUI, strategi penghimpunan dana (funding), penyaluran dana (financing), kelayakan usaha metode 5C + 1S, manajemen risiko, hingga penanganan pembiayaan bermasalah (NPF).

Dinas Koperasi Jabar Dorong IKOMAT Jadi Koperasi Syariah Unggulan

Konsultan Koperasi Dinas Koperasi UKM Jawa Barat, Syamsiar H Sandiah, mengapresiasi langkah IKOMAT dalam membangun tata kelola organisasi sejak dini.

“IKOMAT sebagai koperasi syariah yang baru berdiri, harus betul-betul menjadi koperasi yang sehat, koperasi yang maju, khusus dengan sistem syariah,” ujar Syam.

Syam optimis koperasi syariah mampu bersaing ketat dengan koperasi konvensional lain jika mengandalkan SDM dan tata kelola yang kuat.

“Jadi bisa menunjukkan bahwa koperasi syariahpun mampu bersaing dengan koperasi-koperasi lainnya yang ada di Indonesia ini,” katanya.

Ia berharap pelatihan ini menjadi pijakan awal bagi IKOMAT untuk terus konsisten menerapkan asas syariah pada level operasional nasional.

“Karena koperasi syariah ikatan ekonomi umat termasuk koperasi tingkat nasional, sehingga mudah-mudahan dengan dilaksanakan Capacity Building ini sebagai langkah awal untuk menjalankan operasional koperasi ke depannya berdasarkan asas syariah,” ujarnya.

Susun Langkah Konkret dan Panduan Operasional Koperasi

Para peserta pelatihan juga langsung menyusun dokumen kerja konkret. Langkah ini meliputi penyusunan Standar Operasional Manajemen (SOM), Standar Operasional Prosedur (SOP), Peraturan Khusus (PERSUS), hingga Rencana Kerja Koperasi.

Penguatan sistem ini membantu IKOMAT membangun kepercayaan publik serta seluruh anggota melalui transparansi dan tata kelola yang rapi.

Syam berharap kemajuan IKOMAT sanggup memicu pertumbuhan koperasi syariah lain di wilayah Kabupaten Ciamis.

“Sebagai pamungkas semua koperasi yang ada di Ciamis, khususnya koperasi syariah, mudah-mudahan ke depan betul-betul mampu menempatkan dirinya sebagai model simpan pinjam syariah yang diperhitungkan,” tandasnya.

(Mia)

Terjaring Razia Jam Malam di Pangandaran, Remaja Perempuan Tiba-Tiba Meraung Kesurupan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan gadis saat Diduga kesurupan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang remaja perempuan mengalami fenomena aneh saat terjaring razia kendaraan di depan Mako Polres Pangandaran, Sabtu (22/8/2026) dini hari.

Gadis tersebut menunggangi sepeda motor Honda Vario hitam bersama temannya pada tengah malam. Petugas Satlantas yang berjaga langsung menghentikan kendaraan dan menghampiri mereka secara humanis.

Baca Juga: ISBI Bandung Dapat Hibah Lahan 30 Hektar, Bupati Pangandaran: Tinggal Proses

Saat petugas memeriksa kelengkapan kendaraan, remaja yang berada di posisi depan tiba-tiba menunduk dengan tatapan kosong. Ia mendadak roboh terlentang di atas tanah sambil meraung seperti kerasukan makhluk halus.

Briptu Vesa Bacakan Ayat Suci Alquran untuk Tenangkan Korban

Anggota Satlantas Polres Pangandaran, Briptu Vesa, langsung merespon kejadian tersebut. Ia memegang tangan dan kepala gadis itu, membacakan ayat suci Alquran, serta mengusap bagian wajahnya agar segera tersadar.

Briptu Vesa kemudian membantu mengangkat tubuh gadis itu menuju sepeda motornya sambil terus melantunkan ayat suci.

Namun raungan gadis itu justru semakin nyaring dengan posisi kedua tangan mengepal serta mata terpejam. Rekannya yang membonceng langsung memeluk dan menenangkan korban. Petugas juga mengarahkan senter ke mata perempuan tersebut untuk memastikan kondisinya.

Setelah menerima penanganan beberapa menit, kondisi siswi tersebut berangsur membaik. Petugas lantas mengimbau agar kedua remaja itu segera pulang ke rumah.

Polres Pangandaran Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Briptu Vesa menjelaskan bahwa operasi malam ini menyasar penertiban truk ODOL, pengecekan kelengkapan kendaraan, serta pemantauan pelajar pada jam malam sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Barat.

Pihak Polres Pangandaran meminta para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak mereka saat malam hari. Orang tua wajib memastikan keberadaan anak, teman beraktivitas, serta melarang anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.

“Karena menjaga keselamatan anak bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama,” kata Briptu Vesa melalui Humas Polres Pangandaran, Senin (24/8/2026).

(Sajidin)

Tanpa Solusi Relokasi, Kebijakan Penertiban PKL Pemkot Bandung Pancing Kritik Pakar ITB dan Unpas

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Tanpa Solusi Relokasi, Kebijakan Penertiban PKL Pemkot Bandung Pancing Kritik Pakar ITB dan Unpas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM di kawasan Cibeunying Utara memicu kritik tajam. Kebijakan ini menyasar sentra usaha anak muda dengan dalih penataan estetika kota serta pengembalian fungsi trotoar.

Banyak pihak menilai langkah tersebut berbenturan langsung dengan hak warga berwirausaha saat lapangan kerja makin sulit.

Baca Juga: Pemkot Bandung Soroti Perubahan Status Kesejahteraan Desil 5 ke 6

Para pakar mengingatkan bahwa penertiban tanpa solusi relokasi konkret berisiko meningkatkan angka pengangguran. Kondisi ini juga rentan memicu kerawanan sosial di Kota Bandung.

Pakar ITB Soroti Tata Ruang dan Lemahnya Sinergi Regulasi

Pakar dan Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, menilai penataan kota oleh pemerintah masih terkesan parsial.

Frans menyebut wirausaha sebagai hak asasi warga yang lahir akibat minimnya peluang kerja di sektor formal. Meski begitu, ia mengakui penggunaan trotoar secara ilegal tetap melanggar aturan zonasi dan Undang-Undang Jalan.

“PKL adalah bagian dari sektor informal yang ada di setiap kota di dunia. Permasalahannya ada pada penataan lokasi. Kenapa bermasalah? Karena pemerintah tidak menyediakan lokasinya sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang ada,” ucap Frans saat dihubungi, Senin (24/8/2026).

Frans juga menyinggung potensi penguasaan lahan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) di titik strategis karena pemerintah tidak memberikan fasilitasi resmi. Menurutnya, Pemkot Bandung hanya membutuhkan aturan turunan yang menyinergikan tata ruang dengan sektor informal.

“RTR, RDTR, aturan zonasi, hingga UU Jalan dan Trotoar itu sudah ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah political will dari pemerintah untuk menyinergikan dan mengeksekusi aturan tersebut agar kebutuhan para pelaku usaha informal dapat terakomodasi tanpa melanggar hukum,” tegasnya.

Dampak Ekonomi: Potensi Kenaikan Begal dan Kriminalitas

Dari sudut pandang ekonomi, Pakar dan Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta, menegaskan penertiban ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Kebijakan tanpa masa transisi matang berisiko memutus mata pencaharian dan menciptakan pengangguran baru.

Acuviarta menilai kebijakan ini berbanding terbalik dengan janji politik Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang ingin memperkuat UMKM sebagai benteng penahan PHK.

“Kebijakan penertiban saat ini jelas tidak sejalan dengan strategi penguatan UMKM. Pemerintah belum menyediakan alternatif solusi yang mampu mengakomodasi transisi perpindahan para pedagang agar tetap bisa melanjutkan usahanya,” jelas Acuviarta.

Ia memperingatkan Pemkot Bandung mengenai risiko jangka panjang jika terus mengabaikan dampak ekonomi masyarakat.

“Jika aspek ekonomi diabaikan, risikonya adalah peningkatan pengangguran, kemiskinan, hingga aksi kriminalitas seperti begal dan curanmor. Maraknya kriminalitas adalah refleksi dari kesulitan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Dorong Langkah Transformatif dan Pemanfaatan Lahan Produktif

Acuviarta mendorong Muhammad Farhan dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengambil langkah transformatif. Kedua pemimpin perlu membuka komunikasi antarlembaga guna memanfaatkan bangunan atau kawasan tidak produktif sebagai lokasi baru UMKM.

“Penataan tidak boleh berhenti pada penertiban dan relokasi seadanya. Usaha mereka harus didorong secara transformatif ke kawasan yang teratur, dengan standar kebersihan dan keamanan yang jauh lebih baik,” pungkasnya.

Hingga kini, para pelaku UMKM dan PKL di Cibeunying Utara masih menunggu kepastian tempat usaha yang layak dari Pemkot Bandung.

Menanti Realisasi Janji Kampanye Inkubator Bisnis

Sebelumnya, Muhammad Farhan sempat berjanji memperkuat sektor UMKM melalui program inkubator bisnis di setiap kecamatan.

“Program kami ketika terpilih adalah memastikan di setiap kecamatan ada inkubator bisnis,” ucap Farhan saat bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Pasir Wangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (23/10/2024).

Farhan berencana menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk memetakan potensi tiap wilayah.

“Di sana ada tim ahli dari pemerintah kota yang akan melihat dan mengembangkan potensi UMKM di setiap kecamatan,” ucap dia.

Melalui inkubator bisnis, warga akan menerima pelatihan, dukungan manajemen, serta teknologi untuk memajukan usaha.

“Jadi jangan dulu berorientasi ekspor. Ya syukur kalau sampai bisa ekspor. Tapi penuhi dulu kebutuhan warga sekitar. Jadi produk atau jasanya harus laku di masyarakat itu sendiri. Jadi UMKM itu barangnya dibeli oleh warga sekitar,” katanya.

Farhan berharap jejaring ekonomi rakyat ini mampu melahirkan wirausahawan sukses di seluruh wilayah Bandung.

“30 kecamatan, 151 kelurahan, masing-masingnya harus punya usahawan yang berhasil, bahkan jadi konglomerat. Mimpi akan terwujud dengan satu langkah awal,” harapnya.

(Alpin Septian)

Ruang Kelas Kebakaran, Disdik Ciamis Pastikan KBM SDN 1 Gerba Cipaku Tetap Berjalan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Personel Damkar pos WMK Kawali saat memadamkan api di ruang kelas SDN 1 Gerba Kecamatan Cipaku

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memastikan aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gerba, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tetap berjalan normal.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, menyampaikan kepastian tersebut, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Dinas Pariwisata Ciamis Lirik Festival Layang-Layang Hias Rancah Jadi Ikon Wisata Baru

Sigit menjelaskan bahwa pihak sekolah memindahkan sementara siswa kelas VI yang ruangannya terbakar ke ruangan lain. Langkah ini memastikan para siswa dapat mengikuti proses belajar seperti biasa.

“Dugaan sementara kebakaran itu menurut laporan dari korsleting listrik,” katanya.

Respon Cepat Damkar Kawali dan Warga Berhasil Jinakkan Api

Sigit menuturkan bahwa peristiwa tersebut membakar buku-buku di dalam rak. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan lain karena petugas Damkar pos WMK Kawali langsung menjinakkan si jago merah sesaat setelah kejadian.

“Beruntung bisa langsung ditangani oleh petugas Damkar dan warga di lokasi sehingga api bisa padamkan dengan cepat,” ucapnya.

Sigit menambahkan, pihak guru bergerak cepat menghubungi petugas sesaat setelah menerima laporan dari warga setempat.

“Guru yang rumahnya tidak jauh dari sekolah saat mendapt info sekolah kebakaran langsung melaporkan kejadian itu ke pos Damkar WMK Kawali,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Dinas Pariwisata Ciamis Lirik Festival Layang-Layang Hias Rancah Jadi Ikon Wisata Baru

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kepala Naga Layang layang hias sebelum terbang dalam festival layang layang hias Desa Cileungsir Rancah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis menaruh perhatian besar terhadap gelaran festival layang-layang hias di Kecamatan Rancah. Pemerintah daerah menilai ajang tersebut memiliki daya tarik luar biasa untuk mendorong sektor pariwisata lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Heryan melalui Sekretaris Dinas Dian Udeng menyampaikan apresiasi tersebut, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Diskominfo Ciamis Perkuat Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting

Dian menyebut kreasi layang-layang hias sebagai bentuk atraksi wisata yang sangat potensial. Oleh karena itu, pihaknya bertekad memperjuangkan keberlanjutan event ini agar makin berkualitas dan menyerap lebih banyak peserta.

“Pihak kami akan mencoba untuk lebih mengembangkan lagi event itu supaya Desa Cileungsir menjadi tujuan wisata,” katanya.

Dinas Pariwisata Siapkan Support Maksimal untuk Penyelenggara

Guna mematangkan potensi event tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada panitia pelaksana.

“Suport dan dukungan Dinas Pariwisata kedepannya agar kegiatan itu kembali digelar secara meriah dan pesertanya lebih banyak yang hadir mengkutinya,” ucapnya.

Dian berharap agenda mendatang sanggup menarik partisipasi publik yang lebih luas. Langkah ini penting agar festival layang-layang hias bisa menjelma sebagai ikon wisata khas Ciamis. Selama ini, kegiatan serupa identik dengan wilayah lain seperti Kecamatan Lakbok.

“Layang hias di Kecamatan Lakbok itu biasa digelar malam hari dan layangannya memakai lampu,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)