spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 13

PM Gatra Pertanyakan Pembangunan RSUD Limbangan

0
PM Gatra RSUD Limbangan fokusjabar.id
Kondisi bangunan RSUD Limbangan Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan pembangunan RSUD Limbangan yang hingga kini belum di fungsikan.

Bangunan utamanya telah berdiri dengan desain yang megah. Proyek tersebut terhenti pada tahap akhir. Alhasil, pembangunannya mangkrak.

BACA JUGA:

Ormas GAS Soroti Raker Disdik Garut di Luar Kantor

Kini kondisi bangunan RSUD Limbangan tidak terawat. Rumput dan semak liar tumbuh di area sekitar bangunan serta akses masuk tidak terpelihara.

Ketua Umum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen menyebut, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai status proyek strategis yang sangat di nantikan warga Garut Utara.

Menurut Dia, masyarakat tidak hanya butuh penjelasan mengenai keterlambatan pembangunan. Namun juga jaminan bahwa bangunan tersebut benar-benar aman sebelum di gunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“RSUD adalah bangunan dengan tingkat risiko tinggi karena akan di gunakan untuk melayani masyarakat. Keselamatan pasien, tenaga kesehatan dan seluruh pengguna harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai rumah sakit di operasikan tanpa kepastian mengenai kelayakan struktur bangunannya,” ungkap Holil.

Oleh karena itu, PM Gatra meminta Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin segera menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai status terkini RSUD Limbangan.

“Apa kendala yang mengakibatkan pembangunan RSUD Limbangan mangkrak?,” tanya Holil, Minggu (12/7/2026).

Pihaknya mendesak di lakukan audit teknis independen terhadap bangunan RSUD Limbangan sebelum pembangunan di lanjutkan maupun sebelum rumah sakit di operasikan.

Audit tersebut mencakup pemeriksaan kondisi struktur bangunan, mutu beton, pondasi, kondisi tanah dasar (geoteknik), potensi penurunan tanah (settlement) serta seluruh aspek keselamatan konstruksi sesuai standar nasional.

Pihaknya mengusulkan agar pemeriksaan di lakukan oleh lembaga yang memiliki kompetensi tinggi di bidang rekayasa struktur dan geoteknik.

“Kami tidak menuduh telah terjadi kegagalan pondasi ataupun kegagalan struktur. Justru karena belum ada kepastian itulah kami minta di lakukan pengujian laboratorium secara independen. Dengan begitu, semua spekulasi di masyarakat dapat di jawab secara ilmiah dan objektif,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Kemenkeu dan LMAN Jajaki Kerja Sama Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keamanan bangunan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.

Sebagai salah satu proyek strategis pelayanan kesehatan di wilayah utara Kabupaten Garut, keberadaan RSUD Limbangan memiliki arti yang sangat penting.

Rumah sakit ini di harapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan, mempercepat penanganan pasien, mengurangi beban RSU dr. Slamet Garut serta menjadi infrastruktur kesehatan utama bagi masyarakat Garut Utara.

Holil menegaskan, permintaan audit independen bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu. Namun untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang telah di keluarkan menghasilkan bangunan yang aman, berkualitas dan siap melayani masyarakat.

“Masyarakat Garut Utara tidak butuh polemik. Namun butuh kepastian, transparansi, akuntabilitas dan percepatan penyelesaian RSUD Limbangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan konstruksi,” katanya.

“Jangan sampai rumah sakit yang di bangun dengan uang rakyat justru menimbulkan risiko bagi rakyat,” pungkas Holil Aksan Umarzen.

(Bambang Fouristian)

Minimalisir Macet, Pemkot Bogor Bangun Off-Ramp Ciawi Selatan

0
off-ramp Ciawi Selatan fokusjabar.id
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (foto: jabarprov.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Jawa Barat (Jabar) mulai merealisasikan pembangunan off-ramp Ciawi Selatan sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Simpang Ciawi.

Proyek infrastruktur ini juga di harapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah. Khususnya bagi masyarakat di wilayah Bogor Selatan.

BACA JUGA:

Jembatan Pemuda Penghubung Depok-Bogor di Cipayung Jaya Direvitalisasi

Selama ini, Simpang Ciawi menjadi salah satu titik lalu lintas yang kerap mengalami kepadatan karena menjadi pertemuan arus kendaraan dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi dan kawasan Jabodetabek.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menghadirkan akses baru yang di nilai lebih efektif untuk mengurai kemacetan.

Pembangunan off-ramp ini akan memberikan alternatif akses bagi kendaraan dari arah Jakarta maupun Kota Bogor. Nantinya, pengguna jalan dapat langsung keluar dan masuk melalui akses Tol Ciawi Selatan tanpa harus melintasi Simpang Pasar Ciawi yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan bahwa akses baru tersebut akan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Bogor Selatan.

“Dengan adanya off-ramp Ciawi Selatan maka bisa keluar dan masuk tol. Jadi selama ini, masyarakat Kecamatan Bogor Selatan yang pulang dari arah Jakarta ataupun Bogor melewati akses tol hanya bisa keluar dari Pintu Tol Ciawi dan melanjutkan perjalanan melewati Simpang Pasar Ciawi,” kata Dedie.

Menurut Dedie, pembangunan ini menjadi jawaban atas persoalan aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini di rasakan masyarakat. Terutama warga di Kelurahan Rancamaya, Bojongkerta, Genteng, Cipaku dan Harjasari.

Off-ramp tersebut di bangun di Km 48A Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. Pembangunannya di lakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor, PT Trans Jabar Tol, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Waskita Karya (Persero) dan Sinar Mas Land.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Gelar Kerja Bakti Akbar Tata Bersih Jalan Raya Jakarta–Bogor

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil memberikan apresiasi terhadap skema pembangunan yang di tempuh pemerintah daerah.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan terobosan dalam pembiayaan infrastruktur karena tidak membebani APBD.

“Kami apresiasi langkah yang sudah di lakukan Pak Wali Kota sebagai sebuah terobosan, creative financing dalam melakukan pembangunan tanpa membebani APBD,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, proyek pembangunan off-ramp Ciawi Selatan telah melewati berbagai tahapan perencanaan yang di susun secara menyeluruh.

Proses tersebut mencakup penyusunan studi kelayakan dan desain awal, analisis lalu lintas, kajian kebutuhan pengadaan lahan, kajian sosial dan lingkungan serta penyesuaian dengan rencana tata ruang.

Selain itu, proyek ini juga telah memperoleh sejumlah persetujuan. Mulai dari izin prinsip pembukaan akses keluar Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Km 48A dari Direktorat Jenderal Bina Marga, persetujuan teknis analisis dampak lalu lintas dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, hingga persetujuan Rencana Teknis Akhir (RTA).

“Pembangunan off-ramp exit Tol Ciawi Selatan merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Bogor untuk mendukung peningkatan konektivitas wilayah dan mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Simpang Ciawi,” kata Juniarti.

BACA JUGA:

Setelah Juara di Yogyakarta, Irfan Hakim Borong 14 Gelar Bergengsi di Bogor Koi Show 2026

Pemerintah Kota Bogor berharap, pembangunan off-ramp Ciawi Selatan dapat di selesaikan sesuai target yang telah di tetapkan.

Kehadiran akses baru tersebut di harapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan. Tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih besar bagi Kota Bogor dan wilayah sekitarnya.

(Jingga Sonjaya)

Fakta Penelusuran Aset Ratusan Milyar di Rumah Sentul, Penyidik Dalami Asal-usul Kekayaan

0
aset rumah bogor fokusjabar.id
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (kedua kiri) didampingi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon (kedua kanan) foto Tempo

BOGOR, FOKUSJabar.id: Penelusuran terhadap aset bernilai ratusan milyar rupiah yang di temukan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) masih menjadi perhatian Aparat Penegak Hukum (APH).

Hingga Sabtu 11 Juli 2026, penyidik masih mendalami asal-usul dan status kepemilikan harta yang di amankan dari lokasi tersebut.

BACA JUGA:

Setelah Juara di Yogyakarta, Irfan Hakim Borong 14 Gelar Bergengsi di Bogor Koi Show 2026

Kasus ini bermula dari penggeledahan yang di lakukan tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 Juli 2026.

Penggeledahan itu menjadi bagian dari rangkaian penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Temuan aset dengan nilai yang di perkirakan mencapai lebih dari Rp400 milyar membuat proses penyelidikan berkembang ke tahap penelusuran aset secara mendalam.

Aparat berupaya memastikan sumber perolehan dan keterkaitan harta tersebut dengan perkara yang sedang di tangani.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita 74 kilogram emas batangan dan uang tunai sebesar Rp100 juta. Selain itu, petugas juga mengamankan valuta asing berupa 4.767.300 dolar Amerika Serikat dan 14.083.800 dolar Singapura.

Tidak hanya uang dan emas, penyidik turut membawa sejumlah dokumen, telepon seluler serta barang bukti lainnya untuk mendukung proses penyidikan.

Seluruh barang yang di amankan kini menjadi bagian dari pendalaman yang masih berlangsung.

Penyidik saat ini menitikberatkan proses pemeriksaan pada penelusuran asal-usul aset. Termasuk memastikan siapa pemilik sah dari emas, uang tunai dan valuta asing tersebut.

Aparat juga mendalami bagaimana aset itu di peroleh dan apakah terdapat hubungan dengan dugaan tindak pidana yang sedang di selidiki.

Pendalaman tersebut turut di arahkan untuk menelusuri kemungkinan adanya aliran dana yang berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola batu bara, dugaan korupsi di PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025 serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Nyatakan Perang Terhadap Judi Online

Sampai Sabtu, 11 Juli 2026, Polda Metro Jaya menyatakan belum menetapkan tersangka dalam perkara ini.

Aparat masih mengumpulkan alat bukti dan melakukan serangkaian pemeriksaan guna memperjelas konstruksi perkara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap hasil pemeriksaan terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Febrie Adriansyah.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan atas LHKPN yang bersangkutan. Rumah yang di Sentul di duga atas nama nominee.

Hingga kini, proses penelusuran aset dan pendalaman keterkaitannya dengan perkara yang sedang di selidiki masih terus berlanjut.

(Jingga Sonjaya)

Wajah Baru Merapat, Persib Latihan Perdana Bersama Igor Tolic

0
latihan Persib bandung fokusjabar.id
Sesi latihan perdana Persib Bandung (foto:Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung menggelar latihan perdana untuk musim 2026/2027 di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Sesi latihan perdana ini di pimpin langsung pelatih baru skuad Maung Bandung, Igor Tolic, bersama asisten pelatih yang baru bergabung Zlatko Runje dan Karlo Reinholz.

BACA JUGA:

Piala Presiden 2026: Persib Berpotensi Tampil dengan Skuad Muda

Wajah-wajah baru tampak terlihat pada sesi latihan tersebut. Di antaranya, Luka Menalo, Gabriel Mutombo, Balsa Sekulic serta pemain yang sebelumnya di pinjamkan.

Igor Tolic mengatakan, pada sesi latihan perdana tersebut anak asuhnya masih mendapatkan program dengan intensitas ringan, lantaran mereka baru bergabung kembali usai liburan.

“Ya ini adalah latihan perdana, ini hanya pengenalan dengan penjelsan mengenai prinsi sepakbola yang akan diterapkan di pertandingan. Dan Karlo memberikan pemain materi latihan fisik untuk bisa menjalani permainan,” ucapnya.

“Pada dasarnya sesi latihan ini hanya sama saja. Prinsip sepakbola di pertandingan dan saya berharap kami bisa langsung melakukan persiapan,” jelasnya.

Lebih lanjut Igor Tolic mengatakan, skuad Maung Bandung harus langsung fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi musim 2026/2027, karena ada banyak agenda pertandingan menanti.

Agenda terdekat yang akan dilakoni skuad Maung Bandung yakni Piala Presiden 2026 yang akan berlangsung pada 25 Juli mendatang.

“Kami harus bersiap untuk Piala Presiden di tanggal 25. Jadi kami akan bekerja sepanjang pekan, pekan ini dan di pekan depan,” ujarnya.

Persib harus mematangkan persiapan, agar pemain bisa mengenal karakter permainan satu dengan lainnya. Sehingga, pada pertandingan nanti bisa tampil maksimal.

BACA JUGA:

Balsa Sekulic Resmi jadi Andalan Baru Persib di Lini Depan

“Kami mulai bekerja supaya para pemain mulai mengenal satu sama lain, bagaimana full back bisa mengenal winger, bagaimana bola-bola yang mereka inginkan, apakah rekan setimnya itu berkaki kiri atau kanan,” ungkapnya.

“Bagaimana kombinasi yang ingin mereka inginkan. Kami juga harus cepat karena kini pertandingan akan segera tiba,” tegasnya.

(Arif)

Batik Cakra Galuh Resmi Hadir, Perpaduan Sejarah, Filosofi dan Sentuhan Modern

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Langkah memperkuat identitas budaya Kabupaten Ciamis kembali menorehkan sejarah baru lewat lahirnya Motif Batik Cakra Galuh. Prameswari Galuh memperkenalkan secara resmi mahakarya ini dalam gelaran bertajuk Sekar Cakra Galuh Rahayu di Bale Reka Paminton, Sabtu malam (11/7/2026).

Peluncuran motif batik tersebut menjadi bukti nyata dalam menghadirkan warisan luhur Galuh ke bentuk karya kreatif. Kain ini tidak hanya menyuguhkan nilai estetika yang memukau, melainkan juga mengunci filosofi sejarah kuat sebagai identitas pembeda Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Dinsos Ciamis Luncurkan Barber Desile, Pangkas Rambut Bayar Seikhlasnya

Malam peluncuran tersebut menyedot perhatian banyak pihak. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, budayawan, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, hingga komunitas budaya hadir memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya motif batik yang berakar pada peninggalan Kerajaan Galuh ini.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menilai Batik Cakra Galuh mengantongi potensi raksasa untuk menjelma sebagai ikon budaya baru sekaligus mendongkrak promosi pariwisata daerah.

Menurut Endang, tren pariwisata masa kini tidak lagi melulu bertumpu pada pesona destinasi alam. Namun juda pada kekuatan narasi kekayaan budaya yang memiliki latar sejarah dan karakter kuat.

“Motif Batik Cakra Galuh bukan hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga menjadi identitas yang merepresentasikan sejarah dan filosofi masyarakat Galuh. Ini merupakan aset budaya yang patut terus dikenalkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Media Diplomasi Budaya

Ia menambahkan, kain batik mampu menjadi media diplomasi budaya yang sangat efektif untuk menanamkan jati diri daerah kepada generasi muda maupun pelancong. Lewat strategi ini, setiap helai kain tidak cuma mendatangkan nilai ekonomi, tetapi juga memikul misi mengenalkan peradaban Galuh kepada dunia.

Endang berharap kolaborasi solid antara pemerintah, komunitas adat, akademisi, serta pelaku UMKM mampu mendorong Batik Cakra Galuh menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri Prameswari Galuh sekaligus pemilik Arimbi Wedding Panawangan, Mia Sumiari Dewi, membeberkan asal-usul ide pembuatan batik tersebut. Ia menjelaskan bahwa motif Cakra Galuh lahir dari inspirasi simbol Kembang Cakra atau Cakra Rahayu Kancana yang terukir pada prasasti peninggalan Prabu Niskala Wastu Kancana di Situs Astana Gede Kawali.

Melalui batik ini, Mia ingin menciptakan media pelestarian sejarah yang hidup. Tujuannya untuk menyampaikan pesan-pesan luhur dari nenek moyang kepada generasi masa kini.

“Motif Batik Cakra Galuh lahir bukan sekadar sebagai karya seni, tetapi sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai luhur warisan Galuh agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tegas Mia.

Ia menjabarkan, motif ini membawa filosofi kedatukan Tri Tangtu yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Kreator menuangkan nilai-nilai sakral tersebut ke dalam elemen visual seperti titik, lingkaran dan garis. Hngga elemen tunas bunga yang melambangkan harmoni kehidupan dan harapan masa depan.

Memperkuat Edukasi Budaya

Demi memperkuat edukasi budaya, produsen menyertakan lembar penjelasan filosofi motif pada setiap produk Batik Cakra Galuh. Langkah ini bertujuan agar konsumen tidak sekadar mengenakannya sebagai busana, tetapi juga meresapi pesan sejarah di dalamnya.

Selain memproduksi kain menggunakan teknik batik cap tradisional, pengelola juga mengembangkan teknik printing yang berpadu dengan guratan tinta prada emas. Inovasi visual ini sengaja menyasar pasar yang lebih luas, khususnya kawula muda yang menyukai kesan modern namun tetap elegan.

Mia menggantungkan harapan besar agar Batik Cakra Galuh mampu memperluas peluang ekonomi bagi para perajin lokal. Sekaligus menghidupkan industri kreatif di Tatar Galuh.

“Harapan kami, Batik Cakra Galuh dapat menjadi duta budaya Tanah Galuh yang membawa pesan harmoni dan sejarah. Terlebih menjadi kebanggaan daerah hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

(Mia)

Dinsos Ciamis Luncurkan Barber Desile, Pangkas Rambut Bayar Seikhlasnya

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Barber Desile, Hasil Pelatihan Dinsos Ciamis Layani Warga dengan Seikhlasnya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis menelurkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang unik bernama Barber Desile. Layanan pangkas rambut ini lahir dari rahim program pelatihan keterampilan bagi warga binaan sosial.

Menariknya, layanan pangkas rambut ini mengusung konsep bayar seikhlasnya. Sistem pembayaran ini membuat seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati jasa potong rambut yang rapi sesuai dengan kemampuan kantong masing-masing.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Spot Nongkrong dengan Live Music di Ciamis, Temani Akhir Pekan Lebih Berkesan

Kehadiran Barber Desile menjadi bukti sahih bahwa pelatihan dari Dinsos Ciamis tidak sekadar mandek di ruang kelas. Instansi ini melanjutkan program tersebut menjadi wadah praktik nyata sekaligus peluang usaha bagi para peserta yang telah mengantongi bekal keterampilan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menjelaskan bahwa Barber Desile merupakan bagian dari strategi besar untuk mengubah pola pelayanan sosial. Dinsos Ciamis ingin bermutasi, dari yang semula sekadar membagikan bantuan sosial kini berfokus membangun kemandirian masyarakat melalui keterampilan produktif.

“Selama ini Dinas Sosial identik dengan bantuan sosial. Padahal, kami juga ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan. Barber Desile menjadi salah satu wujud nyata dari program pemberdayaan tersebut,” ujar Ihsan.

Kadinsos menyampaikan, Barber Desile mengambil tempat di lingkungan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Lokasi ini sengaja menjadi ruang praktik mandiri bagi para peserta yang telah menuntaskan masa pelatihan mereka.

“Masyarakat juga bisa langsung datang untuk memanfaatkan layanannya dengan konsep bayar seikhlasnya,” tutur Ihsan Rasyad.

Konsep Bayar Seikhlasnya

Ia menjabarkan, pihak pengelola sengaja memilih konsep bayar seikhlasnya agar layanan ini ramah bagi dompet masyarakat luas. Di sisi lain, sistem ini juga menjadi media bagi para lulusan pelatihan untuk terus mengasah kemahiran mereka dalam melayani pelanggan dengan jam terbang tinggi.

Menurut Ihsan, Pemerintah memilih keterampilan memotong rambut karena melihat prospek usaha ini sangat menjanjikan dan berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat terhadap jasa pangkas rambut tidak akan pernah mati, sehingga peluang alumni untuk membuka usaha mandiri di rumah masing-masing terbuka lebar.

“Usaha pangkas rambut akan terus masyarakat butuhkan. Harapan kami, setelah mendapatkan pengalaman di Barber Desile, mereka semakin percaya diri untuk membuka usaha sendiri dan mampu meningkatkan taraf hidupnya,” katanya optimistis.

Melalui Barber Desile, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis ingin membuktikan bahwa program pemberdayaan masyarakat mampu membuahkan dampak besar lewat cara-cara yang sederhana.

Selain menyediakan layanan potong rambut yang ramah kantong lewat tarif sukarela, program ini sukses menjadi jembatan bagi para peserta pelatihan untuk mendulang pengalaman kerja sekaligus memupuk kemandirian ekonomi masa depan.

(Mia)

6 Rekomendasi Spot Nongkrong dengan Live Music di Ciamis, Temani Akhir Pekan Lebih Berkesan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
QR Studio – Music on The Street

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menikmati suasana malam di Kabupaten Ciamis kini tidak lagi sebatas berburu kuliner malam semata. Sejumlah kafe yang mengusung konsep live music mulai menjelma menjadi destinasi favorit masyarakat untuk bersantai, menyeruput secangkir kopi hangat, sekaligus menikmati alunan melodi yang mencairkan suasana. Setiap akhir pekan tiba, tempat-tempat ini hampir selalu panen pengunjung.

Selain menjadi magnet berkumpulnya keluarga, pasangan, maupun sahabat, kehadiran panggung live music ini juga membuka ruang kreatif bagi para musisi lokal untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka.

Baca Juga: Universitas Galuh Raih Juara I Pengelolaan Media Sosial AHD LLDIKTI Wilayah IV 2026

Bagi Anda yang ingin menghabiskan malam Minggu dengan atmosfer yang berbeda, berikut enam spot nongkrong dengan fasilitas live music yang wajib Anda kunjungi di Kabupaten Ciamis:

1. Doi Cafe Coffee & Kitchen

Berlokasi di Jalan Pajajaran, Lingkungan Janggala, Doi Cafe Coffee & Kitchen menawarkan suasana hangat dengan sentuhan arsitektur klasik modern. Setiap akhir pekan, pertunjukan musik langsung siap menghibur para pengunjung yang tengah menikmati aneka racikan kopi, makanan berat, hingga camilan ringan.

Doi Cafe Coffee & Kitchen
Doi Cafe Coffee & Kitchen

2. Hollow Space Cafe

Mengambil tempat di Jalan Koperasi Nomor 11, Hollow Space Cafe sukses memikat hati para anak muda Ciamis. Pengelola memadukan konsep industrial modern dengan pertunjukan musik akustik yang syahdu untuk menghadirkan atmosfer santai dan estetik, sangat cocok untuk melepas penat pasca-aktivitas seharian.

3. Podjok Stasiun Cafe

Bagi Anda yang mendambakan sensasi unik, Podjok Stasiun Cafe menawarkan latar tempat yang tidak biasa di kawasan Stasiun Ciamis. Alunan musik akustik yang berpadu dengan pemandangan kereta api yang melintas menciptakan pengalaman nongkrong yang khas dan jarang Anda temukan di tempat lain.

Podjok Stasiun Cafe

4. Markas Cafe

Terletak strategis di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 141, Markas Cafe menjadi salah satu episentrum berkumpulnya kawula muda Ciamis. Terlebih agenda live music yang bergulir rutin setiap akhir pekan sukses membuat suasana kafe ini selalu riuh dan ramai oleh pengunjung.

5. Angkringan Soearti

Mengusung konsep angkringan modern dengan patokan harga yang ramah di kantong, Angkringan Soearti memanjakan para pencinta suasana santai. Perpaduan kuliner tradisional, seduhan kopi, dan musik akustik membuat tempat ini selalu padat, khususnya pada malam Sabtu dan malam Minggu.

6. QR Studio – Music on The Street

Mengambil lokasi di bawah tangga Taman Raflesia dan area food court Alun-Alun Ciamis, QR Studio menyuguhkan konsep Music on The Street. Mereka menggelar pertunjukan musik langsung di ruang terbuka setiap sore menjelang malam. Alunan lagu yang menemani suasana senja menjadi daya pikat magis bagi warga yang sedang bersantai di pusat kota.

CIAMIS, FOKUSJabar.id
QR Studio – Music on The Street

Dukungan Penuh dari BPPD Ciamis

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menilai tren perkembangan kafe berkonsep live music ini menjadi motor penggerak tumbuhnya sektor wisata malam di Tatar Galuh.

“Kehadiran kafe dengan live music memberikan pilihan aktivitas bagi wisatawan saat malam hari. Semakin banyak pengalaman yang bisa dinikmati, semakin besar peluang wisatawan untuk tinggal lebih lama di Ciamis. Dampaknya tentu akan dirasakan oleh pelaku UMKM, usaha kuliner, industri kopi hingga komunitas musik lokal,” tutur Endang.

Ia menaruh harapan besar agar masyarakat maupun pelancong luar daerah dapat memanfaatkan beragam ruang kreatif yang kini tumbuh subur di Ciamis sebagai bagian dari pengalaman berwisata.

“Jangan buru-buru pulang setelah menikmati wisata alam atau kuliner pada siang hari. Ciamis kini juga memiliki suasana malam yang menarik untuk dinikmati. Ini menjadi bukti pariwisata daerah terus berkembang dengan didukung sektor ekonomi kreatif,” pungkasnya.

(Mia)