spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 103

MUI Kabupaten Bekasi Bersama 25 Ormas Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait LGBTQ

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bekasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi bersama 25 organisasi Islam dan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kabupaten Bekasi mengadakan rapat bersama dan menyampaikan pernyataan sikap terkait perkembangan situasi nasional, moralitas, ketahanan bangsa, serta isu LGBTQ yang dilaksanakan di Kantor MUI Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Rabu (09/09/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: MUI Kabupaten Bekasi bersama 25 organisasi Islam dan ormas menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait moralitas dan ketahanan bangsa. Bertempat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, gabungan organisasi ini menyoroti maraknya isu penyimpangan seksual seperti LGBTQ.

Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof. Dr. KH. Mahmud memimpin langsung pembacaan sikap bersama tersebut. Pihaknya menekankan pentingnya langkah pencegahan demi melindungi ketahanan keluarga dan generasi mendatang.

Baca Juga: OMI 2026 di Ciamis Diikuti 1.261 Siswa, Peserta Terbaik Bersiap Melaju ke Tingkat Jabar

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap ketahanan bangsa, keluarga dan generasi mendatang, dengan tetap mengedepankan nilai agama, sosial, budaya, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Prof. Dr. KH. Mahmud, Rabu (9/9/2026).

MUI dan ormas Bekasi menilai perkembangan situasi nasional membutuhkan antisipasi yang terarah, sistematis, serta berjangkauan luas di tengah masyarakat.

“Kami memandang penting adanya langkah bersama yang terarah agar masyarakat, khususnya keluarga dan generasi muda, mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang,” katanya.

Landasan Hukum dan Penolakan Kegiatan LGBTQ

Penyusunan sikap ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara, Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014, serta Maklumat MUI Jawa Barat Tahun 2026.

Prof. Mahmud meminta seluruh pihak menangani persoalan ini lewat jalur edukasi moral dan penguatan peran keluarga.

“Kami mendorong agar persoalan ini dihadapi melalui penguatan keluarga, pendidikan moral dan agama, serta sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Semua langkah tentu harus berjalan sesuai aturan perundang-undangan,” tuturnya.

Atas dasar itu, MUI Kabupaten Bekasi secara terbuka menyatakan penolakan terhadap seluruh bentuk perilaku LGBTQ. Mereka mendesak Bupati Bekasi dan Polres Metro Bekasi agar menyeleksi secara ketat izin acara yang berpotensi mengandung unsur penyimpangan tersebut.

“Kami meminta seluruh pihak mengedepankan pencegahan dan pembinaan. Pengawasan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tetap berdasarkan ketentuan hukum, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan kondusif,” kata Prof. Mahmud.

Usul Pembentukan Peraturan Daerah Khusus

Selain memperketat pengawasan acara, MUI mendorong Pemkab dan DPRD Kabupaten Bekasi untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda). Regulasi baru ini nantinya berfokus pada pencegahan kegiatan LGBTQ sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Penguatan lembaga keluarga menjadi benteng utama dalam mencetak generasi muda berkarakter dan bermoral tinggi.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bersama-sama memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, moral dan masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

OMI 2026 di Ciamis Diikuti 1.261 Siswa, Peserta Terbaik Bersiap Melaju ke Tingkat Jabar

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebanyak 1.261 siswa madrasah se-Kabupaten Ciamis telah menuntaskan ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Selama tiga hari, para peserta dari jenjang MI, MTs, hingga MA saling adu kemampuan akademik di MAN 1 Darussalam Ciamis.

Seluruh peserta bertarung sengit demi mengejar tiket menuju OMI tingkat Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Mesin Oven Bocor, Pabrik Kerajinan Panahan di Purwadadi Ciamis Terbakar

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kankemenag Ciamis sekaligus Ketua Panitia OMI 2026, Jajang Jamaludin, menegaskan ajang ini memiliki tujuan jangka panjang. Pihaknya ingin mengasah kapasitas intelektual dan mental para siswa.

“OMI bukan sekadar mencari juara. Ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan potensi peserta didik, melatih kemampuan berpikir kritis, serta membangun karakter yang menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” ujar Jajang, Rabu (9/9/2026).

Sistem Lomba Bertahap dan Cabang Akademik

Jajang menjelaskan bahwa pelaksanaan OMI 2026 mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026.

Panitia membagi jadwal kompetisi secara bertahap. Siswa tingkat MA berlaga pada hari pertama, disusul peserta tingkat MTs di hari kedua, dan peserta tingkat MI pada hari ketiga.

Materi lomba juga menyesuaikan jenjang pendidikan peserta. Siswa MI bertanding di bidang Matematika dan IPA.

Siswa MTs berlomba di cabang Matematika, IPA, dan IPS. Sementara itu, siswa jenjang MA berkompetisi pada mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, serta Ekonomi.

Pengumuman Juara dan Tantangan Soal Terintegrasi

Dewan juri akan mengumumkan daftar pemenang pada pekan depan. Kankemenag Ciamis akan memberikan pembinaan khusus bagi para jawara sebelum melangkah ke tingkat provinsi.

“Selamat kepada para juara. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik serta mengharumkan nama Ciamis di tingkat Jawa Barat,” pungkas Jajang.

Salah seorang peserta dari MTs Al-Fadhilah Darussalam, Depi, membagikan kesannya usai menyelesaikan seluruh rangkaian ujian. Ia mengaku harus memutar otak lebih keras karena susunan soal menggabungkan teori umum dengan muatan Islam.

“Tingkat kesulitannya relatif, tetapi karena ini sifatnya terintegrasi, ada muatan materi agamanya juga di dalam soal. Kegiatan seperti ini sangat bagus dan rutin diadakan tiap tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Kementerian Agama,” ucap Depi.

(Mia)

Mesin Oven Bocor, Pabrik Kerajinan Panahan di Purwadadi Ciamis Terbakar

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebakaran melanda sebagian bangunan pabrik kerajinan panahan di Kabupaten Ciamis. Fasilitas usaha milik Yudi Romdhoni (30) tersebut berlokasi di Dusun Mekarsari, Desa Pasirlawang, Kecamatan Purwadadi.

Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, pemilik pabrik mengalami kerugian material yang menembus angka sekitar Rp7 juta.

Baca Juga: Mata Air Cirumanja Ciamis Tak Pernah Surut, Warga Percaya Ada Penunggu Gaib

Dugaan sementara menunjukkan bahwa kebocoran api dari mesin pengovenan menjadi pemicu utama kebakaran. Percikan api tersebut kemudian menyambar material mudah terbakar di sekitar lokasi.

Bangunan pabrik selamat dari kehancuran total berkat kesigapan personel Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari yang tiba dengan cepat di lokasi kejadian.

“Kejadian kebakaran pabrik kerajinan panahan itu tadi sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto, Rabu (9/9/2026).

Dua Armada Damkar Langsung Bergerak Cepat

Trisyanto menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan lima personel Damkar Pos WMK Banjarsari beserta dua unit armada mobil pemadam kebakaran menuju lokasi bencana.

“Api berhasil dipadamkan secepatnya sehingga tidak meluas ke bagian bangunan lainnya,” ucapnya.

Respons Cepat Pemilik Cegah Kerusakan Lebih Luas

Kecepatan petugas dalam menjinakkan si jago merah tidak lepas dari aksi sigap sang pemilik usaha. Yudi langsung menghubungi pos pemadam kebakaran sesaat setelah melihat kepulan api membakar bagian oven.

Petugas piket yang menerima laporan tersebut langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memadamkan kobaran api.

“Personel piket Damkar pos WMK Banjarsari setelah menerima laporan langsung menindaklanjuti laporan itu sehingga api berhasil dikuasai dengan cepat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Pemkot Bandung Siapkan Revitalisasi 5 Pasar, Ada 12 Aset yang Ternyata Belum Punya Bukti Hak

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farha (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat pembenahan infrastruktur perdagangan daerah. Pemkot Bandung menetapkan lima pasar tradisional dan modern masuk dalam daftar prioritas revitalisasi untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan pokok masyarakat.

Kelima pasar tersebut mencakup Pasar Cihapit, Pasar Ciroyom, Pasar Cihaur Geulis, ITC Kebon Kalapa, serta Pasar Baru.

Baca Juga: Farhan Sambut Rencana Bobotoh ke GBK, Persib vs Persija Jadi Ujian Kedewasaan Suporter

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pengerjaan Pasar Cihaur Geulis segera memasuki tahap pembenahan lanjutan setelah pedagang menempati tempat penampungan sementara. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga menata ulang sistem tata kelola pasar dengan mencari investor baru.

“Revitalisasi Cihaur Geulis berlanjut. Yang dipakai sekarang adalah pasar sementara. Pasar Baru akan dikaji ulang. Pengelola baru akan dicari untuk ITC Kebon Kalapa, Cihapit, dan Cihaur Geulis,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

Evaluasi Kerja Sama dan Negosiasi Investor

Farhan menargetkan seluruh proyek revitalisasi ini dapat berjalan penuh pada tahun 2026 lewat kesepakatan baru.

Sejumlah pasar strategis, termasuk Pasar Baru, sebenarnya telah mengantongi investor. Namun, pelaksanaan kerja sama terdahulu tidak berjalan lancar sehingga Pemkot Bandung memilih untuk bernegosiasi ulang.

Skema pengelolaan nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi serta karakteristik aset. Pemerintah dapat menerapkan skema kerja sama seperti Build Operate Transfer (BOT) maupun mengelolanya secara mandiri.

Penuntasan Status Legilitas Aset Tanah

Meski demikian, Farhan memprioritaskan penuntasan legalitas aset sebelum memulai pengerjaan fisik di lapangan. Pemkot Bandung wajib memastikan kepemilikan aset serta kejelasan alas hak tanah agar tidak memicu sengketa di kemudian hari.

“Yang terpenting, alas hak tanah harus jelas dulu. Ternyata baru kita ketahui ada 12 aset pasar yang belum punya bukti hak,” katanya.

Pasar Baru Telan Anggaran Terbesar

Kebutuhan dana revitalisasi ini bervariasi bergantung pada lokasi serta skala pengerjaan bangunan. Dari lima pasar yang masuk skala prioritas, revitalisasi Pasar Baru menelan estimasi biaya paling besar.

“Beragam, tergantung lokasi. Paling besar proyek Pasar Baru. Sekitar Rp800 miliar, masih saya cek perhitungannya. Rasanya terlalu besar dan mungkin ada revisi angka,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Mata Air Cirumanja Ciamis Tak Pernah Surut, Warga Percaya Ada Penunggu Gaib

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Sumur Cirumanja di Dusun Sedekan Desa Mekarjadi Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Masyarakat Dusun Sedekan, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, masih mengkeramatkan Mata Air Sumur Cirumanja. Sebagian warga percaya bahwa sosok makhluk tak kasat mata atau gaib menjaga keberadaan sumber air purba tersebut.

Kepercayaan mistis ini menguat karena air Sumur Cirumanja tidak pernah menyusut sedikit pun. Sumber air ini tetap melimpah meskipun musim kemarau ekstrem melanda kawasan Ciamis.

Baca Juga: Warga Ciamis Tak Perlu Lagi Naik Turun Bawa Ember, Polres Ciamis Bangun Jaringan Air Bersih

Masyarakat setempat meyakini bahwa roh karuhun leluhur kampung menjaga kesucian serta kelestarian mata air tersebut secara gaib.

“Sejak usia saya masih kecil kondisi sumur mata air Cirumanja seperti itu sampai hari ini,” kata Sardi (70), warga senior Dusun Sedekan, Rabu (9/9/2026).

Kejadian di Luar Nalar saat Uji Laboratorium

Sardi menceritakan peristiwa misterius di luar nalar manusia yang pernah terjadi beberapa tahun silam. Kala itu, debit air Cirumanja yang sangat melimpah menarik minat perusahaan air minum milik pemerintah untuk melakukan eksplorasi komersial.

Namun, kejadian aneh muncul saat tim perusahaan mengambil sampel air untuk uji laboratorium. Hasil tes menyatakan bahwa air dari mata air tersebut tidak layak konsumsi karena mengeluarkan bau.

“Anehnya saat air itu dites laboratorium katanya tidak layak karena berbau,” ucapnya.

Kegagalan uji laboratorium tersebut membuat perusahaan air minum membatalkan seluruh rencana eksplorasi bisnis mereka di Dusun Sedekan.

Penunggu Gaib Tolak Komersialisasi Air

Anomali kembali terjadi ketika warga memberanikan diri meminum air tersebut secara langsung dari tempatnya. Warga tidak merasakan bau apa pun dan tubuh mereka tetap sehat tanpa mengalami gangguan kesehatan.

“Setelah air itu hasil cek laboratoriumnya tidak lolos maka warga mencoba meminumnya langsung dari tempatnya tapi setelah itu tidak terjadi apa-apa padahal menurut penelitian tidak layak untuk diminum,” jelasnya.

Peristiwa ajaib tersebut semakin memperkuat keyakinan warga bahwa penunggu gaib Cirumanja sengaja menggagalkan uji laboratorium. Sosok gaib itu menolak keras komersialisasi air demi menjaga kelestarian alam desa.

“Alhamdulillah mata air Cirumanja tidak jadi dieksplorasi oleh perusahaan itu sehingga mata air itu lestari airnya tidak surut sampai hari ini,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Warga Ciamis Tak Perlu Lagi Naik Turun Bawa Ember, Polres Ciamis Bangun Jaringan Air Bersih

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Kapolres Ciamis AKBP. Eko Iskandar saat berada di mata air sumur Cirumanja Dusun Sedekan Desa Mekarjadi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis Polda Jawa Barat bergerak cepat membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Petugas memasang saluran pipa sepanjang 300 meter untuk menyalurkan air ke pemukiman warga di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengonfirmasi langsung aksi tanggap darurat tersebut. Pihaknya menyalurkan pasokan air dari sumber mata air Cirumanja menuju pemukiman warga di Dusun Sedekan Blok Kebon.

Baca Juga: Bupati Ciamis Ingin Undang Donald Trump Hingga Netanyahu ke Gong Perdamaian Dunia

Eko menjelaskan bahwa aksi ini bermula dari laporan masyarakat setempat yang kesulitan menggapai sumber air saat musim kemarau tiba.

“Bantuan ini diberikan setelah kami menerima informasi mengenai kesulitan warga untuk mengakses sumber air. Selama ini warga harus berjalan naik turun untuk mengambil air dari sumber yang berada di bawah permukiman,” katanya, Rabu (9/9/2026).

Bebaskan Warga dari Beban Mengangkut Air

Selama musim kemarau, sumur-sumur milik warga mengering total. Kondisi ini memaksa warga berjalan menanjak dan menurun sambil membawa ember demi memenuhi kebutuhan harian.

Melihat beban berat masyarakat tersebut, jajaran Kepolisian langsung turun tangan membentangkan jaringan pipa. Polisi juga menyediakan penampungan air berupa toren berkapasitas 1.000 liter di lokasi strategis.

“Melihat kesulitan warga itu kami jajaran Polres Ciamis memasang jaringan pipa agar warga tidak lagi harus bolak-balik membawa air dari sumber mata air. Selain pipa, polisi juga menyiapkan toren berkapasitas 1.000 liter,” ucapnya.

Sasar 80 Kepala Keluarga di Dusun Sedekan

Fasilitas air bersih ini memberi manfaat langsung bagi 80 kepala keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa di Dusun Sedekan.

Eko berharap bantuan jaringan pipa dan toren ini dapat meringankan beban hidup masyarakat Desa Mekarjadi selama masa kekeringan.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat di Desa Mekarjadi,” jelasnya.

Pihaknya juga membuka peluang untuk memperluas jaringan penampungan air jika kebutuhan warga terus meningkat. Kepolisian akan memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk elemen-elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Ciamis, bagaimana kita memberikan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bupati Ciamis Ingin Undang Donald Trump Hingga Netanyahu ke Gong Perdamaian Dunia

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat memukul gong perdamaian

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melontarkan gagasan berani untuk meredam gejolak politik global. Ia ingin memanfaatkan keberadaan Gong Perdamaian Dunia di Kabupaten Ciamis sebagai wadah mediasi bagi para pimpinan negara yang tengah berkonflik.

Herdiat bahkan menargetkan nama-nama besar dunia untuk hadir langsung di Jawa Barat. Pihaknya berharap dapat mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga Mojtaba Khamenei selaku penerus kepemimpinan Iran.

Baca Juga: Kebun Belakang SMPN 2 Banjarsari Ciamis Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Sekolah

Langkah ini berlandaskan pada rekam jejak Ciamis yang memiliki warisan sejarah kuat dalam menjaga nilai-nilai perdamaian.

“Ciamis memiliki warisan sejarah yang berkaitan erat dengan upaya menjaga perdamaian,” katanya, Rabu (9/9/2026).

Melalui momentum ini, Herdiat menegaskan bahwa Gong Perdamaian Dunia di Ciamis tidak boleh sekadar menjadi pajangan atau simbol semata. Pihaknya ingin menggerakkan nilai historis tersebut untuk menciptakan aksi nyata di tingkat internasional.

“Sudah sepantasnya kalau di tanah ini kita mengundang Donald Trump, kita mengundang Netanyahu, kita mengundang Ayatullah Khamenei dengan penerusnya. Karena dari sinilah terciptanya perdamaian,” ucapnya.

Mendorong Komitmen Nyata Para Pemimpin Dunia

Herdiat menilai proses penghentian konflik global membutuhkan komitmen moral yang jauh lebih kuat dari para kepala negara. Ia menyoroti kegagalan beberapa kesepakatan internasional terdahulu, seperti forum perdamaian di Pakistan yang tidak mampu menghentikan aksi militer secara permanen.

“Kesepakatan damai tidak selalu menghentikan konflik ketika para pihak kembali ke negaranya masing-masing. Begitu didamaikan, di dalam forum damai begitu keluar saling rudal lagi,” jelasnya.

Rencana Rangkul Para Duta Besar Negara Asing

Guna mewujudkan visi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis akan memulai langkah taktis dengan merangkul para korps diplomatik. Herdiat berencana mengundang para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia untuk berkunjung ke Ciamis.

Melalui perantara para diplomat tersebut, pesan dan semangat perdamaian dari Ciamis dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah serta pimpinan negara masing-masing.

“Ke depan, insyaallah melalui Abah Anton paling tidak kita undang duta-duta besar negara-negara yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)