CIAMIS,FOKUSjabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melontarkan gagasan berani untuk meredam gejolak politik global. Ia ingin memanfaatkan keberadaan Gong Perdamaian Dunia di Kabupaten Ciamis sebagai wadah mediasi bagi para pimpinan negara yang tengah berkonflik.
Herdiat bahkan menargetkan nama-nama besar dunia untuk hadir langsung di Jawa Barat. Pihaknya berharap dapat mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga Mojtaba Khamenei selaku penerus kepemimpinan Iran.
Baca Juga: Kebun Belakang SMPN 2 Banjarsari Ciamis Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Sekolah
Langkah ini berlandaskan pada rekam jejak Ciamis yang memiliki warisan sejarah kuat dalam menjaga nilai-nilai perdamaian.
“Ciamis memiliki warisan sejarah yang berkaitan erat dengan upaya menjaga perdamaian,” katanya, Rabu (9/9/2026).
Melalui momentum ini, Herdiat menegaskan bahwa Gong Perdamaian Dunia di Ciamis tidak boleh sekadar menjadi pajangan atau simbol semata. Pihaknya ingin menggerakkan nilai historis tersebut untuk menciptakan aksi nyata di tingkat internasional.
“Sudah sepantasnya kalau di tanah ini kita mengundang Donald Trump, kita mengundang Netanyahu, kita mengundang Ayatullah Khamenei dengan penerusnya. Karena dari sinilah terciptanya perdamaian,” ucapnya.
Mendorong Komitmen Nyata Para Pemimpin Dunia
Herdiat menilai proses penghentian konflik global membutuhkan komitmen moral yang jauh lebih kuat dari para kepala negara. Ia menyoroti kegagalan beberapa kesepakatan internasional terdahulu, seperti forum perdamaian di Pakistan yang tidak mampu menghentikan aksi militer secara permanen.
“Kesepakatan damai tidak selalu menghentikan konflik ketika para pihak kembali ke negaranya masing-masing. Begitu didamaikan, di dalam forum damai begitu keluar saling rudal lagi,” jelasnya.
Rencana Rangkul Para Duta Besar Negara Asing
Guna mewujudkan visi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis akan memulai langkah taktis dengan merangkul para korps diplomatik. Herdiat berencana mengundang para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia untuk berkunjung ke Ciamis.
Melalui perantara para diplomat tersebut, pesan dan semangat perdamaian dari Ciamis dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah serta pimpinan negara masing-masing.
“Ke depan, insyaallah melalui Abah Anton paling tidak kita undang duta-duta besar negara-negara yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
(Husen Maharaja)



