spot_imgspot_img
Rabu 9 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Bandung Siapkan Revitalisasi 5 Pasar, Ada 12 Aset yang Ternyata Belum Punya Bukti Hak

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat pembenahan infrastruktur perdagangan daerah. Pemkot Bandung menetapkan lima pasar tradisional dan modern masuk dalam daftar prioritas revitalisasi untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan pokok masyarakat.

Kelima pasar tersebut mencakup Pasar Cihapit, Pasar Ciroyom, Pasar Cihaur Geulis, ITC Kebon Kalapa, serta Pasar Baru.

Baca Juga: Farhan Sambut Rencana Bobotoh ke GBK, Persib vs Persija Jadi Ujian Kedewasaan Suporter

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pengerjaan Pasar Cihaur Geulis segera memasuki tahap pembenahan lanjutan setelah pedagang menempati tempat penampungan sementara. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga menata ulang sistem tata kelola pasar dengan mencari investor baru.

“Revitalisasi Cihaur Geulis berlanjut. Yang dipakai sekarang adalah pasar sementara. Pasar Baru akan dikaji ulang. Pengelola baru akan dicari untuk ITC Kebon Kalapa, Cihapit, dan Cihaur Geulis,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

Evaluasi Kerja Sama dan Negosiasi Investor

Farhan menargetkan seluruh proyek revitalisasi ini dapat berjalan penuh pada tahun 2026 lewat kesepakatan baru.

Sejumlah pasar strategis, termasuk Pasar Baru, sebenarnya telah mengantongi investor. Namun, pelaksanaan kerja sama terdahulu tidak berjalan lancar sehingga Pemkot Bandung memilih untuk bernegosiasi ulang.

Skema pengelolaan nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi serta karakteristik aset. Pemerintah dapat menerapkan skema kerja sama seperti Build Operate Transfer (BOT) maupun mengelolanya secara mandiri.

Penuntasan Status Legilitas Aset Tanah

Meski demikian, Farhan memprioritaskan penuntasan legalitas aset sebelum memulai pengerjaan fisik di lapangan. Pemkot Bandung wajib memastikan kepemilikan aset serta kejelasan alas hak tanah agar tidak memicu sengketa di kemudian hari.

“Yang terpenting, alas hak tanah harus jelas dulu. Ternyata baru kita ketahui ada 12 aset pasar yang belum punya bukti hak,” katanya.

Pasar Baru Telan Anggaran Terbesar

Kebutuhan dana revitalisasi ini bervariasi bergantung pada lokasi serta skala pengerjaan bangunan. Dari lima pasar yang masuk skala prioritas, revitalisasi Pasar Baru menelan estimasi biaya paling besar.

“Beragam, tergantung lokasi. Paling besar proyek Pasar Baru. Sekitar Rp800 miliar, masih saya cek perhitungannya. Rasanya terlalu besar dan mungkin ada revisi angka,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru