BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut gembira rencana kehadiran Bobotoh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Pendukung setia Persib Bandung ini berpeluang mendampingi tim kesayangan mereka saat menghadapi Persija Jakarta, (12/9/2026) mendatang.
Farhan menilai kehadiran Bobotoh di Jakarta bukan sekadar memberi dukungan moral. Langkah ini menjadi momentum berharga untuk membuktikan kedewasaan sepak bola Indonesia dalam mengelola rivalitas antar pendukung klub.
Baca Juga: Debut Bersama Persib, Ikwan Ali Tanamal Bilang Begini
“Positif pisan ini mah. Kalau memang betul dari Sekum PSSI dan juga dari Liga itu sudah menyatakan siap untuk mengundang kita,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).
PSSI melalui Sekretaris Jenderal memang telah melayangkan undangan resmi kepada Bobotoh. Pada saat yang sama, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi jaminan keamanan penuh selama laga berlangsung.
Pemerintah Kota Bandung kini mulai menyiapkan skema keberangkatan Bobotoh ke Jakarta untuk mengawal pertandingan panas tersebut.
“PSSI melalui Sekum sudah menyatakan mengundang Bobotoh untuk datang ke GBK. PT Liga pun menjamin keamanan GBK. Maka, insyaallah kita akan menjajaki kemungkinan untuk Bobotoh bisa berangkat ke GBK,” katanya.
Mendobrak Kesan Angker Stadion GBK
Farhan menyebut momen kembalinya Bobotoh ke GBK mengukir nilai sejarah baru. Selama ini, stadion megah di ibu kota tersebut seolah menyimpan hawa angker bagi Persib dan para pendukungnya.
Meskipun Maung Bandung pernah mengangkat trofi juara di GBK pada tahun 2015, laga tandang dalam kompetisi liga tetap membawa atmosfer berbeda. Kehadiran Bobotoh menjadi bukti nyata bahwa atmosfer sepak bola tanah air semakin matang.
“Saya kira ini sejarah yang sangat penting, karena selama ini seakan-akan GBK teh angker. Walaupun kemarin 2015 kita berhasil menjadi juara di GBK, tetapi dalam konteks liga, datang ke GBK lagi sebagai Bobotoh itu merupakan sebuah pengakuan bahwa sepak bola Indonesia sudah semakin dewasa dan matang,” ucapnya.
Ia juga meyakini rivalitas antara Bobotoh dan The Jakmania tidak harus berujung permusuhan. Menurut Farhan, banyak pendukung dari kedua pihak sebenarnya menjalin hubungan pribadi yang sangat harmonis di luar lapangan.
“Selama ini mah dalam tataran pribadi kita bersama dengan para pendukung Persija kan punya hubungan-hubungan pribadi tertentu lah ya, yang tidak pernah bermusuhan,” katanya.
Meneladani Sikap Ramah Suporter di Bandung
Kota Bandung sendiri sudah lebih dulu memberi contoh dengan membuka pintu bagi pendukung tim tamu. Farhan mengingatkan masyarakat bahwa suporter Arema hingga PSM Makassar pernah datang dan menyaksikan laga di Bandung dengan aman.
“Makanya kita mau memberikan contoh bahwa ini salah satu hal yang terbaik lah. Toh Bandung sudah pernah tahun lalu, walaupun saya khawatir ya, para pendukung Arema datang. Terus kemarin juga kita memberikan tempat untuk para pendukung Makassar,” ungkapnya.
Kendati optimistis, Farhan tetap memprioritaskan faktor pengamanan. Ia percaya pihak kepolisian akan menerapkan prosedur keselamatan ekstra ketat untuk mengawal laga klasik ini.
“Kalau pengamanan mah pasti, saya teu kabayang sih. Pengamanan di GBK mah, dulu aja terakhir kan 2015. Yang memimpin komando pengamanannya langsung Pak Kapolda Metro Jaya yang sekarang jadi Menteri Dalam Negeri, Pak Tito,” ucapnya.
Selain tensi di tribun suporter, pertandingan ini juga menyajikan adu taktik yang menarik dari pinggir lapangan. Pertemuan Persib dan Persija bakal menjadi ajang pembuktian kapasitas strategi kedua pelatih.
“Makanya, kita akan melihat siapa yang lebih sukses, Igor atau STY,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



