spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 102

Pabrik Plastik di Tapos Dilaporkan Warga, DLHK Depok Uji Air dan Udara

0
Pabrik Plastik Depok fokusjabar.id
Tim DLHk Kota Depok saat mengunjungi pabrik plastik di wilayah Kecamatan Tapos (foto: depokkota.go.id)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengambil langkah lanjutan setelah menerima laporan masyarakat mengenai dugaan dampak lingkungan dari aktivitas sebuah pabrik plastik di Kecamatan Tapos.

Sebagai bagian dari tindak lanjut tersebut, DLHK melakukan pemeriksaan langsung di sekitar lokasi pabrik plastk pada Selasa, 8 September 2026.

BACA JUGA:

Upacara Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI Digelar di Depok, Ini Tujuh Perintah Jaksa Agung

Sejumlah aspek lingkungan menjadi perhatian dalam pengujian untuk mengetahui kondisi sebenarnya di kawasan sekitar pabrik plastik.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, pemeriksaan mencakup beberapa komponen. Mulai dari kebisingan, bau hingga kualitas air serta udara.

“Sedang kami lakukan pengujian. Kami cek dari kebisingan, kebauan, uji kualitas air dan udara,” ungkapnya.

Pemeriksaan itu di lakukan setelah masyarakat menyampaikan laporan mengenai dugaan adanya dampak lingkungan yang berasal dari kegiatan perusahaan.

Laporan tersebut kemudian di tindaklanjuti DLHK dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Dalam proses pemeriksaan, DLHK tidak hanya melihat satu aspek lingkungan. Pengujian di lakukan terhadap tingkat kebisingan dan kebauan di sekitar lokasi sekaligus mencakup pemeriksaan kualitas air dan udara.

Langkah tersebut di perlukan untuk memperoleh data mengenai kondisi lingkungan di area sekitar perusahaan.

Hasil pengujian nantinya menjadi dasar untuk mengetahui kondisi lingkungan berdasarkan parameter yang telah di periksa.

Reni menyebut, hasil pengujian di perkirakan baru akan tersedia setelah proses pemeriksaan berlangsung selama 14 hari kerja.

BACA JUGA:

Pemkot Depok Buka Pelatihan Driver Gratis untuk Kerja ke Jepang, Ini Syaratnya

Sambil menunggu hasil tersebut, DLHK Kota Depok tetap melakukan pemantauan terhadap perusahaan.

Pengawasan ini di lakukan untuk melihat perkembangan kondisi lingkungan selama rangkaian pemeriksaan dan pengujian masih berjalan.

Pemantauan juga di tujukan untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar area perusahaan tetap aman bagi masyarakat.

DLHK ingin memastikan aktivitas perusahaan tidak menimbulkan gangguan terhadap warga yang berada di lingkungan sekitar.

Dengan masih berlangsungnya proses pengujian, DLHK belum memberikan kesimpulan terkait dugaan pencemaran maupun dampak lingkungan yang di laporkan masyarakat.

Kesimpulan mengenai kondisi lingkungan akan menunggu hasil pemeriksaan yang di lakukan terhadap sejumlah parameter tersebut.

Reni memastikan, pengawasan terhadap perusahaan tetap dilakukan hingga hasil pemeriksaan di peroleh.

“Kami terus monitor perusahaan tersebut sampai adanya hasil pemeriksaan,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

Persija vs Persib, Umuh Muchtar Larang Bobotoh ke GBK

0
Umuh Muchtar fokusjabar.id
Umuh Muchtar dan Kapolda Jabar (foto: Arif)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar minta Bobotoh untuk tidak datang ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta saat skuad Maung Bandung di jamu Persija Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini menyampaikan imbauan tersebut saat bertemu dengan perwakilan komunitas Bobotoh di kediamannya di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (9/9/2026) malam.

BACA JUGA:

Farhan Sambut Rencana Bobotoh ke GBK, Persib vs Persija Jadi Ujian Kedewasaan Suporter

Menurut Umuh Muchtar, situasi saat ini belum memungkinkan bagi Bobotoh untuk hadir langsung di Stadion GBK. Meski regulasi yang sebelumnya melarang suporter tim tamu hadir di stadion telah di cabut.

“Jangan sampai ada yang datang, walaupun nanti selundup-selundup, sendiri-sendiri, ya, tanpa diberitahukan kepada orang lain. Kalau kita mendapat gol tuh spontan (selebrasi) ketahuan, itu habis di situ. Jangan!,” kata Umuh.

Umuh menegaskan, meski Bobotoh tidak hadir di Stadion GBK namun skuad Maung Bandung di pastikan bakal berusaha menampilkan permainan terbaiknya untuk mengamankan kemenangan.

“Lebih baik tidak berangkat. Ikuti apa yang saya sampaikan. Ini untuk kebaikan biar nyantai, tenang. Terpenting Persib menang. ​Itu aja, Persib-nya menang tiga poin,” ucapnya.

BACA JUGA:

Debut Bersama Persib, Ikwan Ali Tanamal Bilang Begini

Kemenangan Persib atas Persija menurut Umuh Muchtar, nantinya di harapkan bisa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh Bobotoh.

“Nanti untuk memberikan kebahagiaan kepada para Bobotoh. Itu kan senang, ya. Doakan Persib menang. Dan di situ pun juga kalian akan senang,” tegasnya.

(Arif)

Bertemu Manajer Persib, Ini Imbauan Kapolda Jabar untuk Bobotoh

0
Persib bandung fokusjabar.id
Bertemu Umuh Muchtar, Kapolda Jabar Sampaikan Imbauan untuk Bobotoh (foto: Arif)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung akan menghadapi Persija Jakarta pada pertandingan tandang kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026),

Menjelang pertandingan tersebut, Manajer Persib, Umuh Muchtar bertemu dengan perwakilan komunitas Bobotoh di kediamannya di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (9/9/2026) malam.

BACA JUGA:

Debut Bersama Persib, Ikwan Ali Tanamal Bilang Begini

Pertemuan tersebut di hadiri Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pipit Rusmanto.

Kapolda Jawa Barat mengimbau kepada Bobotoh untuk tidak datang ke Stadion GBK demi keamanan.

Selain itu, ia juga mengajak Bobotoh untuk nonton pertandingan tandang Persib kontra Persija di tempat masing-masing atau nonton bareng (bareng).

“Hari ini kita silaturahmi dengan Pak H. Umuh Muchtar. Beliau sesepuh kita, orang tua kita semuanya, ya. Harii ini kita berkomitmen bersama. Di samping silaturahmi untuk bagaimana merencanakan persiapan di hari Sabtu nanti,” ucapnya.

“Kita komitmen untuk semua mendukung Persib dari tempat masing-masing. Kita ramaikan di wilayah kita sendiri, kita hidupkan ekonomi di Jawa Barat. Tapi tetap dukungan dan doa kepada Persib kita harus kuatkan di situ,” tegasnya.

Irjen Pipit menuturkan, tiket pertandingan yang di sediakan oleh Panpel Persija sudah ludes untuk suporter tuan rumah. Sehingga, Bobotoh jangan memaksakan diri datang.

“Karena 60.000 tiket itu semua terjual oleh Persija semua. Jadi kita tidak usah, kita nonton sendiri, kita buat kegiatan-kegiatan yang positif di Jawa Barat saja,” ungkapnya.

Pihak Kepolisian menurutnya siap mendukung kegiatan nonton bareng yang di laksanakan oleh Bobotoh. Ia juga meminta Bobotoh untuk berkoordinasi agar pelaksanaan nobar berjalan dengan aman dan lancar.

“Jadi kita kepolisian akan membantu kegiatan bersama-sama nobar di spot-spot yang sudah di siapkan teman-teman Bobotoh,” ujarnya.

BACA JUGA:

Adam Alis: Persib Bandung Dapat Suntikan Mental

“Kita akan membantu menjaga keamanan bersama dengan teman-teman dari Bobotoh di tempat nobar. Jika memang pengen nobar tidak ada tempat, silakan laporkan kepada kita, kita akan adakan nobar,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah komunitas Bobotoh sudah mempersiapkan agenda nonton bareng. Di antaranya Viking Persib Club (VPC) yang rencananya akan menggelar kegiatan tersebut di The Park – Pasar Kreatif Jawa Barat, Kota Bandung.

(Arif)

Kandidat Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Digugurkan, Tim Pemenangan Pertanyakan Transparansi Panitia

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Calon Ketua KADIN Kota Tasikmalaya H. Fauzan Wahyu Noor bersama Tim, saat memberikan ketentraman terkait dirinya tidak lolos pada penjaring Ketua KADIN Kota Tasikmalaya 2026-2031 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Proses pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 memicu gejolak internal. Keputusan panitia pengarah yang menggugurkan salah satu kandidat memicu protes keras dari tim pemenangan.

Awalnya, tiga orang mendaftar sebagai Bakal Calon Ketua KADIN Kota Tasikmalaya. Mereka adalah Muhamad Abdul Karim, H. Fauzan Wahyu Noor, dan H. Asep Saefullah.

Baca Juga: DPRD Tasikmalaya Dorong Pemerintah Pusat Segera Sahkan UU Ketenagakerjaan

Namun, panitia Steering Committee (SC) Musyawarah Kota (MUKOTA) Bersama KADIN Jawa Barat menggugurkan Fauzan Wahyu Noor dalam tahap verifikasi berkas.

Tim pemenangan Fauzan langsung mempertanyakan keabsahan dan transparansi penilaian panitia tersebut.

“Kami tim pemenangan Fauzan dengan tegas mempertanyakan legalitas dan transparansi hasil verifikasi yang dilakukan oleh panitia penjaringan MUKOTA Ke-VI KADIN Kota Tasikmalaya dan juga KADIN Jawa Barat,” kata Juru Bicara Tim Pemenangan, Angga Kris M., Rabu (9/9/2026).

Kritik Persyaratan Yayasan dan Kejanggalan KTA

Angga menyesalkan alasan panitia yang menggugurkan Fauzan karena menggunakan badan usaha berbentuk Yayasan. Menurutnya, panitia seharusnya menyampaikan aturan tersebut sejak awal pengambilan formulir.

“Jika memang badan usaha berbentuk Yayasan tidak memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri, semestinya sejak awal pengambilan formulir pendaftaran panitia sudah menyampaikan. Tapi ini setelah proses pencalonan sudah mulai berjalan, panitia penjaringan baru menyampaikan persyaratan Fauzan Wahyu tidak memenuhi syarat,” tegas Angga.

Ia juga merasa panitia berlaku tidak adil. Angga menyebut ada kandidat lain yang lolos verifikasi meski Kartu Tanda Anggota (KTA) KADIN milik kandidat tersebut tidak aktif dua tahun berturut-turut.

“Ini kan sudah menjadi aturan dan regulasi dalam tubuh organisasi. Kenapa yang bersangkutan bisa lolos verifikasi? Aturan itu wajib berlaku kepada semua calon tanpa terkecuali. Jangan ada pilih kasih,” ucapnya.

Angga juga memprotes cara pengumuman hasil verifikasi yang hanya melalui pesan WhatsApp pribadi, bukan secara terbuka di hadapan para calon. Pihaknya berencana melaporkan temuan ini ke KADIN Jawa Barat.

Soroti Uang Pendaftaran Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, Fauzan Wahyu Noor mengungkapkan bahwa ia telah menyerahkan uang pendaftaran bernilai ratusan juta rupiah kepada panitia MUKOTA.

“Uang ratusan juta itu kita serahkan terlebih dulu ke Panitia. Panitia menyebutkan, kalau nanti kalah dalam kontestasi pemilihan Ketua, akan dikembalikan 50 persen. Nah ini saya belum ikut kontestasi uang sudah diambil,” kata Fauzan.

Fauzan menegaskan masalah utamanya bukan pada nominal uang tersebut, melainkan pada prinsip keadilan dan transparansi panitia. Ia menolak penuh hasil verifikasi yang penuh kejanggalan.

“Saya tegaskan, proses hasil verifikasi semua kandidat ketua KADIN Kota Tasikmalaya 2026-2031 kami menolak karena dinilai banyak kejanggalan yang tidak sesuai aturan dan pedoman di dalam tubuh organisasi KADIN,” pungkas Fauzan.

(Seda)

Kebakaran Belum Sepenuhnya Selesai, Operasional TPA Galuga Bogor Kembali Berjalan

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bogor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor.

BOGOR,FOKUSJabar.id: Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, resmi beroperasi kembali. Pemkab Bogor membuka kembali layanan ini setelah sebelumnya menutup kawasan TPA akibat fokus penanganan kebakaran.

Meski demikian, Pemkab Bogor membatasi dan mengatur ketat alur keluar masuk kendaraan pengangkut sampah. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas armada pemadam kebakaran di area TPA.

Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga, Dinkes Bogor Turun Langsung Layani Warga Terdampak

Pengaturan arus armada ini mencegah truk sampah menghambat ruang gerak mobil damkar serta kendaraan Dinas Sosial yang masih bersiaga di lokasi.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budiarso, membenarkan pembukaan kembali operasional TPA Galuga atas instruksi pimpinan.

“Atas arahan Bupati Bogor, mulai hari ini kegiatan operasional TPA Galuga sudah kembali berjalan. Namun, sesuai arahan pimpinan, pengaturan terhadap armada yang masuk ke TPA tetap dilakukan agar tidak menghambat mobil pemadam kebakaran maupun armada dari Dinas Sosial yang masih membantu penanganan kebakaran di wilayah TPA Galuga,” ujar Agus, Rabu (9/9/2026).

Titik Api Terisolasi di Ujung Area TPA

Agus mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran masih menemukan beberapa titik api di kawasan TPA. Namun, tim damkar dapat mengendalikan dan menjangkau seluruh titik api tersebut dengan cepat.

“Informasi yang kami terima, masih terdapat beberapa titik api. Namun, titik-titik tersebut masih dapat petugas pemadam kebakaran tangani,” jelasnya.

Ia menjamin bahwa lokasi kebakaran berada di area terpisah dan jauh dari zona utama pembuangan sampah. Hal ini membuat aktivitas bongkar muat sampah dapat berjalan normal dan aman.

“Kondisi secara umum masih aman. Lokasi kebakaran berada di bagian ujung area TPA. Jadi, masih merupakan bagian dari kawasan TPA, tetapi bukan berada di lokasi operasional utama TPA,” katanya.

Guna mengantisipasi antrean panjang truk sampah, DLH Kabupaten Bogor menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengurai arus kendaraan di sekitar kawasan TPA Galuga.

Langkah ini penting untuk mencegah penumpukan armada sekaligus memastikan jalur evakuasi penanganan kebakaran tetap terbuka.

“Kami juga meminta bantuan dari Dinas Perhubungan, sesuai arahan pimpinan, untuk membantu mengatur pergerakan armada yang masuk ke TPA agar tidak terjadi kemacetan dan tidak mengganggu proses penanganan kebakaran,” tandasnya.

(Jingga Sonjaya)

Kebakaran TPA Galuga, Dinkes Bogor Turun Langsung Layani Warga Terdampak

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bogor Dinas Kesehatan melakukan langkah jemput bola untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak kebakaran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat memberikan bantuan medis bagi warga terdampak kebakaran TPA Galuga. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Bogor meluncurkan layanan kesehatan langsung ke pemukiman penduduk sekitar.

Langkah darurat ini mengikuti arahan langsung Bupati Bogor demi menjaga kondisi kesehatan masyarakat. Tim medis memfokuskan perhatian ke kawasan terpapar asap pekat, seperti Kampung Cimangir, Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang.

Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Bogor Masih Ditangani, Luas Area Terdampak Capai 42 Hektare

Dinas Kesehatan menerapkan sistem jemput bola dalam menyalurkan bantuan medis ini. Para tenaga kesehatan mendatangi rumah-rumah warga selain menyiagakan posko kesehatan utama.

Kepala Puskesmas Cibungbulang, dr. Aria, mengonfirmasi bahwa penanganan langsung ini merespons banyaknya keluhan dari masyarakat Desa Dukuh.

“Jadi, terkait memang adanya keluhan dari warga yang terdampak kebakaran di TPA Galuga, khususnya di Desa Dukuh, Kampung Cimangir, maka Dinas Kesehatan mengirimkan tenaga kesehatan untuk jemput bola, untuk melayani pengobatan pasien-pasien yang terdampak, khususnya di Desa Dukuh,” ujar dr. Aria, Rabu (9/9/2026).

Penyisiran Permukiman dan Penanganan Cepat

Aria menegaskan bahwa pola pelayanan langsung ini sangat penting bagi warga yang sulit menjangkau posko kesehatan.

Petugas medis menyisir area-area berisiko tinggi agar seluruh korban paparan asap segera mendapatkan pengobatan medis yang layak.

“Jadi, kita tidak hanya berjaga di pos, tapi kita juga jemput bola ke lokasi-lokasi yang memang banyak warga terdampak untuk melayani pengobatan,” jelasnya.

Kehadiran tim medis di permukiman juga mempercepat penanganan gangguan pernapasan serta keluhan kesehatan lain akibat polusi asap TPA Galuga.

Pemantauan Kesehatan Secara Berkala

Sistem jemput bola ini memudahkan Dinas Kesehatan untuk memetakan kebutuhan obat-obatan serta fasilitas medis di lapangan secara akurat.

Pemkab Bogor berjanji akan terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat di sekitar TPA Galuga. Petugas medis siap bersiaga di lokasi hingga situasi lingkungan kembali normal dan aman bagi warga.

(Jingga Sonjaya)

Kebakaran TPA Galuga Bogor Masih Ditangani, Luas Area Terdampak Capai 42 Hektare

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bogor Kebakaran TPA Galuga.

BOGOR,FOKUSJabar.id: Petugas gabungan terus berjuang memadamkan kebakaran hebat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor. Kebakaran meluas hingga mencakup lahan seluas 42 hektare dan memasuki hari ketiga penanganan.

Musibah ini berawal pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Api pertama kali muncul dari perkebunan warga sebelum akhirnya merambat cepat ke area timbunan sampah.

Baca Juga: MUI Kabupaten Bekasi Bersama 25 Ormas Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait LGBTQ

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa tiupan angin kencang di lokasi menjadi penghambat utama proses pemadaman.

“Memang faktor yang memengaruhi itu cuaca dan angin yang memang cukup kencang, sehingga sangat berpotensi mudah menyala kembali api yang sudah padam,” ujar Jenal saat meninjau lokasi, Rabu (9/9/2026).

Tantangan Medan dan Keterbatasan Pasokan Air

Selain faktor cuaca, tim gabungan menghadapi kendala minimnya pasokan air dan terbatasnya jarak pandang akibat asap pekat.

“Stok air kita memang ini yang cukup menjadi kendala dan keterbatasan penglihatan, karena jarak pandang sangat terbatas sehingga alat berat pun perlu hati-hati dalam melangkah,” kata Jenal.

Petugas juga mewaspadai kontur TPA Galuga yang berbukit dan labil. Risikolongsor dapat terjadi sewaktu-waktu jika alat berat salah mengurai gundukan sampah.

“Kontur yang memang berbukit dan bawahnya bisa jadi ada yang kosong dan khawatir longsor. Jadi kami sangat berhati-hati dan tentu terus berupaya untuk maksimal dengan potensi yang ada,” lanjut Jenal.

Guna mencegah api meluas, tim gabungan membuat lerengan sebagai batas proteksi. Petugas mengerahkan dump truck dan ekskavator untuk membolak-balik timbunan sampah sambil menyiramkan air ke bara bagian dalam.

“Metode yang dilakukan oleh Pemkot dan jajaran, relawan, kemudian dari kabupaten juga, kita membuat lerengan agar si api tidak menyebar dan kita lokalisir di satu titik, tidak menyebar ke hamparan tempat pembuangan sampah yang kita miliki,” jelas Jenal.

Bantuan Helikopter TNI AU dan Alat Monitoring Udara

Upaya pemadaman darat mendapat dukungan penuh dari udara. Helikopter TNI AU Lanud Atang Sendjaja menerjunkan operasi water bombing menggunakan Bambi Bucket berkapasitas 2.950 liter. Helikopter tersebut telah melancarkan 10 sorti penyiraman udara.

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memasang mobile monitoring system untuk memantau tingkat polusi udara di pemukiman sekitar.

“KLH akan taruh mobile sistem monitoring kualitas udara disini, sehingga nanti kita tau tingkat kualitas udara disini berada di tingkat apa, agar kepala daerah bisa himbau warga,” jelas Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.

Diaz mengapresiasi kerja cepat tim gabungan dan memperkirakan proses pemadaman selesai total dalam dua hari ke depan.

“Semoga (upaya pemadaman) selesai dalam 1-2 hari, tadi kita sudah lihat penanganannya sangat cepat, dari pihak Kota dan juga Kabupaten Bogor,” ujar Diaz.

Saat ini, Pemkot Bogor mulai membuka kembali aktivitas armada pengangkut sampah ke TPA Galuga secara bertahap dan bergantian.

(Jingga Sonjaya)