spot_imgspot_img
Sabtu 15 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 101

Kampung Angklung Ciamis Rutin Pasok Angklung ke Saung Udjo dan Berbagai Destinasi Wisata di Indonesia

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Dari Ciamis untuk Indonesia, Kampung Angklung Suplai Angklung ke Berbagai Destinasi Wisata

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Nama Kampung Angklung di Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, mungkin belum setenar destinasi wisata budaya papan atas lainnya. Namun, gema musik bambu karya para pengrajin setempat telah lama menghiasi berbagai pusat edukasi, sanggar seni, dan tempat wisata di seluruh Indonesia.

Pengrajin angklung, Nunu Angklung, membeberkan bahwa dirinya rutin mengirimkan pasokan alat musik bambu ke Saung Angklung Udjo di Bandung sejak tahun 2010. Berbagai lembaga pendidikan dan destinasi wisata nasional juga menggunakan angklung buatan warga Panyingkiran.

Baca Juga: Satu Kampung di Ciamis Hidup dari Angklung, Produksinya Capai 1.000 Oktaf Setiap Bulan

Menembus Saung Udjo hingga Proyek Besar ke Medan

Nunu menceritakan perjalanan usahanya yang kini makin masyarakat kenal secara luas. Dulu, pemesan hanya memanfaatkan produknya tanpa mengetahui daerah asal pembuatannya.

“Sejak tahun 2010 saya sudah rutin mengirim angklung ke Saung Udjo. Dulu belum banyak yang mengetahui asalnya. Sekarang mulai banyak yang tahu bahwa angklung di berbagai tempat wisata berasal dari Ciamis,” ujar Nunu di Kampung Angklung Panyingkiran Ciamis, Minggu (26/07/2026).

Nunu menjelaskan bahwa jajarannya membidik dua ceruk pasar utama, yaitu sektor pariwisata dan duni pendidikan. Pengrajin melayani pesanan dari skala satuan hingga satu set angklung utuh.

Patokan harga angklung tergolong bervariasi. Pengrajin membanderol satu nada mulai Rp25 ribu, sementara satu set angklung dengan spesifikasi khusus dapat menembus angka puluhan juta rupiah.

Nunu mengenang keberhasilannya merampungkan proyek raksasa saat mengirim hampir 30 set angklung ke Kota Medan. Setiap set memuat 150 nada, dan tim pengrajin menuntaskan seluruh pesanan tersebut dalam waktu 25 hari kerja saja.

“Alhamdulillah proyek itu selesai tepat waktu dan saya mengantarkan langsung ke Medan. Itu menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan,” kataya.

Membangun Kepercayaan Pasar Nasional

Nunu menilai kepercayaan dari berbagai daerah membuktikan bahwa angklung buatan Kampung Angklung Ciamis memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Ia mengusung harapan agar masyarakat luas semakin mengenal Kampung Angklung Panyingkiran sebagai produsen utama alat musik tradisional Sunda ini.

“Harapan kami, ketika orang memainkan angklung di berbagai daerah, mereka juga tahu bahwa salah satu daerah yang memproduksinya adalah Kampung Angklung di Ciamis,” kata Nunu.

(Mia)

Satu Kampung di Ciamis Hidup dari Angklung, Produksinya Capai 1.000 Oktaf Setiap Bulan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Rumah Pembuatan Angklung di Kampung Angklung Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kampung Angklung di Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, memperkuat posisinya sebagai sentra kerajinan musik tradisional yang menggerakkan puluhan warga. Sebanyak 70 pengrajin dalam 10 kelompok memproduksi angklung dengan kapasitas mencapai 1.000 oktaf atau sekitar 8.000 nada setiap bulan.

Pengrajin setempat, Nunu Angklung, mengisahkan bahwa kegiatan pembuatan alat musik bambu ini melibatkan partisipasi luas masyarakat. Hampir seluruh warga di RW 07, yang mencakup tiga RT, mengambil peran aktif dalam proses produksi.

Baca Juga: Kampung Angklung Ciamis Dilirik Wisatawan Mancanegara

Menggerakkan Ekonomi Satu Kampung

Nunu menjelaskan bahwa keberadaan sentra ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi warga. Kelompok-kelompok pengrajin bekerja sama untuk memenuhi pesanan yang mengalir dari dalam hingga luar daerah.

“Di sini hampir satu kampung menjadi pengrajin. Ada tiga RT dan di setiap RT terdapat pengrajin. Totalnya lebih dari 70 orang yang aktif memproduksi angklung,” ujarnya saat ditemui di Kampung Angklung Panyingkiran Ciamis, Minggu (26/07/2026).

Para pengrajin mengolah setiap unit angklung secara manual. Mereka merangkai seluruh tahapan secara teliti, mulai dari memilih bambu berkualitas, membentuk tabung suara, menyetel keselarasan nada, hingga memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Menjaga Warisan Budaya dan Regenerasi

Nunu menilai keterlibatan penuh masyarakat menjadikan usaha kerajinan ini bukan sekadar alat pencari nafkah. Kerajinan angklung sekaligus berfungsi sebagai benteng pelestarian budaya warisan leluhur sejak puluhan tahun lalu.

Ia menyoroti pentingnya regenerasi pengrajin muda demi menjamin keberlanjutan produksi sekaligus mempertahankan identitas Panyingkiran sebagai pusat kerajinan bambu di Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut mempertahankan kerajinan ini. Selain melestarikan budaya, angklung juga menjadi sumber penghasilan bagi warga,” kata Nunu.

Kehadiran puluhan pengrajin terampil ini menjadi modal kuat bagi Kampung Angklung untuk kemudian terus mengepakkan sayap sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Kampung Angklung Ciamis Dilirik Wisatawan Mancanegara

0
Kampung Angklung Ciamis fokusjabar.id
Wisatawan mancanegara

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kampung Angklung di Desa Panyingkiran Kecamatan/Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Hal itu di tandai dengan kunjungan 26 dosen, profesor, peneliti dan mahasiswa dari Jepang, Filipina serta Indonesia yang menjadikan sentra kerajinan angklung sebagai salah satu lokasi pembelajaran budaya dalam program Islamic Southeast Asia Traveling Classroom, Minggu (26/7/2026).

BACA JUGA:

Rakerda PAN Ciamis Perkuat Konsolidasi, 10 Kursi DPRD jadi Target

Kunjungan yang di fasilitasi melalui program Gatrik (Galuh Tour Kota Klasik) itu merupakan bagian dari kegiatan yang di selenggarakan Seasrep Foundation (Southeast Asian Studies Regional Exchange Program) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Darussalam (UID).

Selama berada di Ciamis, para peserta mempelajari sejarah Islam, budaya lokal, dialog antaragama hingga kehidupan masyarakat multikultural.

Di Kampung Angklung, rombongan di ajak menyaksikan proses pembuatan angklung, mengenal sejarah perkembangannya hingga mencoba memainkan alat musik bambu yang menjadi salah satu identitas budaya Sunda.

Pengrajin angklung, Nunu Angklung mengaku bangga karena kini mulai di kenal oleh wisatawan dari berbagai negara.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terutama saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BP2D yang telah membawa wisatawan dari berbagai negara berkunjung ke sini. Kami sangat bangga Kampung Angklung sudah di kunjungi wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Menurut Nunu, kunjungan wisatawan asing menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Kampung Angklung ke dunia internasional.

Ia optimistis promosi dari para peserta melalui media sosial maupun jejaring akademik akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan ke Ciamis.

BACA JUGA:

Kwarcab Pramuka Ciamis Siapkan Generasi Tangguh untuk Jambore Nasional XII

“Dampaknya sangat terasa, terutama terhadap penjualan. Setelah ada wisatawan asing yang datang, kami optimistis ke depan akan semakin banyak orang yang datang untuk belajar dan mengenal angklung,” katanya.

Salah seorang mahasiwa asal Filipina, Rafael Sandoy dari Mindanao State University–Iligan Institute of Technology mengaku terkesan melihat langsung proses pembuatan angklung.

“Saya sangat senang bisa melihat bagaimana cara membuat angklung. Saya juga sangat terkejut dengan proses pembuatannya,” kata Dia.

Rafael mengatakan, dirinya mengikuti program tersebut untuk mempelajari budaya Islam dan kehidupan masyarakat di Asia Tenggara.

Menurutnya, kunjungan ke Kampung Angklung memberikan pengalaman baru mengenai bagaimana budaya tradisional tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Bagi masyarakat Desa Panyingkiran, kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa Kampung Angklung tidak hanya berkembang sebagai sentra kerajinan. Tetapi juga mulai di perhitungkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dan akademisi mancanegara.

(Mia)

Rakerda PAN Ciamis Perkuat Konsolidasi, 10 Kursi DPRD jadi Target

0
Rakerda PAN Ciamis fokusjabar.id
Rakerda PAN Ciamis Perkuat Konsolidasi, Targetkan 10 Kursi DPRD

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang di rangkaikan dengan pelantikan relawan serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Ciamis, di Aula Gedung KH Ahmad Dahlan STIKes Muhammadiyah, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.

BACA JUGA:

Kwarcab Pramuka Ciamis Siapkan Generasi Tangguh untuk Jambore Nasional XII

Rakerda di hadiri Ketua DPW PAN Jawa Barat, Ahmad Najib Qodratullah, jajaran pengurus DPD PAN Ciamis, anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Ciamis, pengurus DPC, relawan serta kader PAN dari berbagai wilayah.

Ketua DPW PAN Jawa Barat, Ahmad Najib Qodratullah mengapresiasi capaian PAN Ciamis yang berhasil meraih tujuh kursi DPRD.

Menurutnya, raihan tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Barat dan menunjukkan soliditas kader yang patut di contoh daerah lain.

“PAN Ciamis telah membuktikan mampu menjadi salah satu DPD terbaik di Jawa Barat. Dengan semangat kader yang luar biasa, saya optimistis target 10 kursi DPRD pada Pemilu 2029 bukan sesuatu yang mustahil,” tegas Ahmad Najib.

Menurut Dia, target tersebut dapat di capai apabila seluruh kader terus menjaga kekompakan, memperkuat konsolidasi organisasi dan aktif hadir di tengah masyarakat melalui program Bantu Rakyat, yang menjadi salah satu agenda utama DPW PAN Jawa Barat.

BACA JUGA:

Swasembada Pangan, Ciamis Perkuat Sinergi Penyuluh dan Petani Capai Target LTT

Ahmad Najib juga meminta seluruh struktur partai segera menuntaskan proses konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi agenda politik mendatang.

Ketua DPD PAN Kabupaten Ciamis, Komar Hermawan mengatakan, Rakerda menjadi forum penting untuk menyatukan langkah seluruh kader dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Kami akan terus menjaga soliditas seluruh kader hingga tingkat DPC dan relawan. Kebersamaan menjadi modal utama untuk mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan kursi PAN pada Pemilu 2029,” kata Komar.

BACA JUGA:

Inovasi Muharam Karya Penyuluh Ciamis Dongkrak Hasil Panen Padi dari 3 Ton Jadi 7,5 Ton per Hektare

Ia menambahkan, keberhasilan PAN meraih tujuh kursi DPRD Kabupaten Ciamis merupakan hasil kerja keras seluruh kader. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus di pelihara agar target politik ke depan dapat tercapai.

Melalui Rakerda tersebut, PAN Ciamis menegaskan komitmennya untuk memperkuat mesin partai, memperluas konsolidasi hingga akar rumput serta mempersiapkan strategi pemenangan guna meraih target 10 kursi DPRD pada Pemilu 2029.

(Mia)

5 Pilar Rancangan Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara

0
Pemerintahan garut utara fokusjabar.id
Uus Sumirat

GARUT, FOKUSJabar.id: Setiap daerah memiliki kesempatan untuk mengubah sejarahnya. Bagi masyarakat Garut Utara, pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) merupakan momentum yang tidak hanya menandai lahirnya sebuah entitas pemerintahan baru.

Namun membuka peluang untuk membangun peradaban birokrasi yang lebih maju, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

BACA JUGA:

PM Gatra Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Cibatu Garut

Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Paguyuban Masyrakat Garut Utara (PM Gatra), Uus Sumirat menegaskan, pemekaran daerah bukanlah tujuan akhir.

Kata Dia, esensi sesungguhnya adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif, pelayanan publik yang lebih dekat kepada masyarakat, pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, keberhasilan DOB Garut Utara tidak boleh hanya di ukur dari berdirinya kantor pemerintahan atau terbentuknya perangkat daerah Namun dari kualitas tata kelola pemerintahan yang di bangun sejak awal.

Menurutnya, rencana pembentukan DOB merupakan momentum yang sangat berharga bagi masyarakat Garut Utara.

Lebih dari sekadar pemekaran administratif, DOB adalah kesempatan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Berdasarkab sejarah, keberhasilan sebuah DOB tidak di tentukan oleh status administratif semata. Keberhasilannya bergantung pada kualitas fondasi yang di bangun sejak awal.

Oleh karena itu, pembentukan DOB Garut Utara harus di maknai sebagai titik awal untuk melahirkan pemerintahan yang berintegritas, profesional, akuntabel dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Di sinilah perlunya di bangun fondasi pemerintahan DOB Garut Utara yang mampu menjawab semua tantangan zaman. Jika fondasi tersebut di bangun dengan baik, bukan tidak mungkin akan tumbuh menjadi salah satu contoh pemerintahan daerah terbaik di Indonesia.

“Ini kesempatan emas bagi seluruh elemen masyarakat Garut Utara untuk meletakkan fondasi pemerintahan yang kokoh. Yakni di bangun di atas lima pilar utama (integritas, profesionalisme, praktik Good Governance, Spiritual Leadership dan Pride of Service),” kata Uus Sumirat.

“Kelima pilar tersebut akan menentukan wajah pemerintahan Garut Utara puluhan tahun ke depan,” dia menambahkan.

Kepercayaan Publik

Kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi pemerintahan yang baru lahir. Tanpa kepercayaan, kebijakan yang baik pun akan sulit memperoleh dukungan.

Oleh karena itu, integritas harus menjadi nilai dasar yang melekat pada setiap penyelenggara pemerintahan.

BACA JUGA:

Curug Kancil Cibatu Mutiara Terpendam Garut Utara

Uus menyebut, integritas bukan hanya berarti bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Namun adanya kesesuaian antara ucapan, kebijakan dan tindakan.

“Aparatur pemerintahan harus mampu menjaga kejujuran, menjunjung etika, memegang teguh amanah serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.

Pemerintahan yang di bangun di atas integritas akan melahirkan budaya organisasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi pemerintah daerah.

Profesionalisme untuk Menghasilkan Kinerja Berkualitas

Uus mengtakan, pemerintahan yang baik memerlukan aparatur yang memiliki kompetensi, kapasitas dan komitmen tinggi.

Profesionalisme menjadi syarat mutlak agar setiap kebijakan dapat di laksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prinsip meritokrasi harus menjadi dasar dalam pengisian jabatan. Sehingga promosi dan pengembangan karier di dasarkan pada kompetensi, prestasi dan integritas. Artinya bukan pada kedekatan politik ataupun hubungan pribadi.

Profesionalisme juga berarti kemampuan pemerintah dalam memanfaatkan teknologi informasi, mengelola keuangan daerah secara efisien, menyusun perencanaan berbasis data serta mengambil keputusan secara objektif.

“Dengan birokrasi yang profesional, Garut Utara dapat bergerak lebih cepat dalam menjawab tantangan pembangunan,” ungkap Uus Sumirat.

Good Governance sebagai Budaya Tata Kelola

Walaupun berkembang dari dunia korporasi, prinsip-prinsip Good Governance  telah di adopsi secara luas dalam sektor publik karena mampu menciptakan organisasi yang sehat, transparan dan akuntabel.

Lima prinsip Good Corporate Governance (GCG), transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan sangat relevan menjadi budaya kerja pemerintahan DOB Garut Utara.

BACA JUGA:

Bupati Garut: SKPD Percepat Tindak Lanjut Evaluasi Kinerja Pemerintahan

Transparansi mendorong keterbukaan informasi. Sehingga masyarakat mengetahui bagaimana anggaran di kelola dan bagaimana kebijakan di buat.

Akuntabilitas memastikan setiap pejabat bertanggung jawab atas keputusan dan penggunaan sumber daya publik.

Tanggung jawab mengharuskan setiap kebijakan berpihak kepada kepentingan masyarakat dan sesuai dengan hukum.

Independensi menjaga birokrasi dari intervensi yang tidak semestinya dan keadilan menjamin setiap warga memperoleh pelayanan tanpa diskriminasi.

“Jika kelima prinsip tersebut di terapkan secara konsisten sejak awal, Garut Utara tidak hanya akan memiliki pemerintahan yang bersih. Namun juga yang di percaya masyarakat dan di hormati oleh berbagai pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Spiritual Leadership

Uus menambahkan, keberhasilan pemerintahan tidak hanya di tentukan oleh sistem yang baik. Tetapi juga oleh karakter pemimpinnya.

Spiritual Leadership mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar menjalankan kewenangan administratif. Melainkan sebuah amanah yang harus di jalankan dengan nilai-nilai moral, kejujuran, keteladanan, kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual akan memandang jabatan sebagai sarana untuk melayani, bukan untuk di layani. Sehingga mampu menginspirasi aparatur melalui keteladanan, membangun budaya kerja yang penuh empati,dan menciptakan lingkungan organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Bagi masyarakat Garut Utara yang di kenal religius dan menjunjung tinggi budaya gotong royong, Spiritual Leadership merupakan pendekatan yang sangat sesuai untuk membangun pemerintahan yang berkarakter.

Pride of Service

Hakikat pemerintahan adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap aparatur pemerintah harus memiliki Pride of Service. Yaitu, kebanggaan dalam memberikan pelayanan terbaik.

Budaya ini menempatkan masyarakat sebagai mitra yang harus di hormati, bukan sebagai pihak yang di persulit.

Pelayanan publik harus cepat, sederhana, ramah, adil, mudah di akses dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi.

“Ketika aparatur merasa bangga karena mampu membantu masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas. Maka akan lahir budaya birokrasi yang positif. Kepuasan masyarakat meningkat, kepercayaan publik tumbuh dan citra pemerintah daerah menjadi semakin baik,” imbuhnya.

Pride of Service bukan sekadar slogan. Tetapi harus menjadi identitas setiap perangkat daerah di Garut Utara.

Integritas, profesionalisme, Good Corporate Governance, Spiritual Leadership dan Pride of Service bukanlah konsep yang berdiri sendiri. Kelimanya saling melengkapi dan membentuk ekosistem pemerintahan yang unggul.

BACA JUGA:

Cibatu Garut Punya Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk

Integritas menjadi fondasi moral. Profesionalisme menghasilkan kinerja yang berkualitas. Good Corporate Governance membangun sistem yang transparan dan akuntabel. Spiritual Leadership memberikan arah dan keteladanan. Pride of Service menghadirkan pelayanan publik yang membanggakan.

Jika lima pilar tersebut di integrasikan dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. Mulai dari rekrutmen aparatur, perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, pelayanan publik hingga evaluasi kinerja, maka Garut Utara memiliki peluang besar menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi. Tetapi juga unggul dalam tata kelola pemerintahan.

Fondasi Pemerintahan Menentukan Masa Depan Daerah

Setiap bangunan yang kokoh selalu berdiri di atas fondasi yang kuat. Demikian pula sebuah pemerintahan. Masa-masa awal pembentukan DOB merupakan periode yang sangat menentukan arah pembangunan untuk puluhan tahun ke depan.

Pada fase inilah sistem pemerintahan, budaya birokrasi, tata kelola keuangan serta kualitas pelayanan publik mulai di bentuk.

Karena itu, proses penataan kelembagaan tidak boleh hanya berorientasi pada pembentukan struktur organisasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun budaya kerja yang mengedepankan integritas, disiplin, transparansi dan tanggung jawab.

Aparatur pemerintah harus di pilih berdasarkan komitmen,  kompetensi, profesionalisme dan moral yang kuat. Sehingga birokrasi mampu bekerja secara efektif dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

BACA JUGA:

Ade Husna: Politik dan Dunia Usaha Harus Ikut Memikul Perjuangan Garut Utara

Masyarakat tentu berharap, DOB Garut Utara tidak mengulang berbagai persoalan yang masih di hadapi sejumlah daerah lain. Seperti birokrasi yang lambat, pelayanan yang berbelit-belit, rendahnya akuntabilitas atau praktik korupsi.

Garut Utara harus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk membangun sistem pemerintahan yang modern, efisien dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

(Bambang Fouristian)

Bocil Asal Sidarahayu Ciamis Tewas di Bendung Manganti Sungai Citanduy

0
Bendung Manganti sungai citanduy fokusjabar.id
Korban tenggelam saat dievakuasi personel SAR

CIAMIS, FOKUS,Jabar.id: Seorang Bocah Cilik (Bocil) bernama Kefin (7) warga Dusun Manganti Desa Sidarahayu Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) di temukan sudah tak bernyawa di Bendung Manganti Sungai Citanduy.

Menurut warga sekitar, Ardi, saat itu korban bersama empat temannya bermain sepeda di kawasan Bendung Manganti.

BACA JUGA:

Kwarcab Pramuka Ciamis Siapkan Generasi Tangguh untuk Jambore Nasional XII

Mereka berencana akan berenang di aliran Sungai Citanduy. Namun untuk menuju lokasi, mereka harus berjalan melewati bebatuan yang licin dan berlumut.

BACA JUGA:

“Untuk menuju lokasi berenang di aliran Sungai Citanduy harus melewati bebatuan yang licin dan berlumut,” katanya, Minggu (26/7/2026)

Ardi menuturkan, saat ke empat anak itu berjalan menuju lokasi berenang, Kevin dan Rafi terpeleset karena menginjak bebatuan yang berlumut.

“Saat keduanya terjatuh, Kevin langsung tenggelam. Sedangkan Rafi berhasil di selamatkan pemancing yang berada di lokasi itu,” ucapnya.

Setelah berhasil menyelamatkan Rafi, tidak lama kemudian masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

“Kevin berhasil di temukan Tim gabungan setelah beberapa saat tenggelam. Korban di temukan sudah dalam kondisi meniggal dunia,” jelasnya.

BACA JUGA:

Inovasi Muharam Karya Penyuluh Ciamis Dongkrak Hasil Panen Padi dari 3 Ton Jadi 7,5 Ton per Hektare

Kapolsek Lakbok, Iptu Tri Widianto membenarkan kejadian ada anak meninggal tenggelam di Bendung Manganti itu.

“Iya tadi ada empat anak berniat berenang. Namun satu orang terjatuh dan tenggelam,” ungkapnya.

(Husen Maharaja) 

Kwarcab Pramuka Ciamis Siapkan Generasi Tangguh untuk Jambore Nasional XII

0
Kwarcab Pramuka Ciamis fokusjabar.id
Ketua KwarcabGerakan Pramuka Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ciamis terus memantapkan persiapan kontingen yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.

Salah satunya melalui kegiatan training center di Aula Dasa Darma Pramuka Ciamis, Minggu (26/7/2026).

BACA JUGA:

Swasembada Pangan, Ciamis Perkuat Sinergi Penyuluh dan Petani Capai Target LTT

Sebanyak 32 anggota Pramuka Penggalang di bekali kemampuan teknis, mental dan karakter sebelum bertolak ke Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan pembekalan tersebut di buka langsung oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, Nanang Permana di dampingi Wakil Ketua Bidang Bina Muda, Wawan AS Arifien.

Ketua Kwarcab Ciamis, Nanang Permana mengatakan, training center menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh peserta siap menghadapi rangkaian kegiatan Jambore Nasional.

Menurutnya, selain mengasah keterampilan kepramukaan, pembekalan juga di arahkan untuk membentuk pribadi yang disiplin, mandiri serta mampu menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan tingkat nasional.

“Peserta di harapkan mengikuti seluruh arahan dan pembekalan dengan sungguh-sungguh. Ini menjadi bekal agar mereka memiliki kesiapan saat mengikuti Jamnas di Cibubur nanti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kontingen Kwarcab Ciamis berjumlah 32 peserta yang terbagi ke dalam dua regu putra dan dua regu putri.

“Mereka akan di dampingi satu pimpinan kontingen serta empat pembina pendamping. Terdiri dari dua pembina putra dan dua pembina putri,” tuturnya.

Nanang berharap seluruh peserta mampu mengikuti seluruh agenda Jambore Nasional dengan baik sekaligus menunjukkan karakter Pramuka Ciamis yang tangguh, berprestasi dan berakhlak.

Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarcab Ciamis, Wawan AS Arifien menambahkan, persiapan kontingen telah di lakukan sejak beberapa waktu lalu. Kini memasuki tahap pemantapan melalui kegiatan training center.

Ia menilai, pembentukan mental menjadi salah satu aspek yang paling penting karena peserta akan menjalani aktivitas selama beberapa hari jauh dari orang tua.

BACA JUGA:

Damkar Banjarsari Ciamis Tangkap Ular Berbahaya dari Rumah Warga

“Anak-anak harus mampu mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru serta hidup bersama teman-teman dari berbagai daerah. Pengalaman itu menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka,” katanya.

Wawan menjelaskan, kontingen Kwarcab Ciamis di jadwalkan di berangkatkan pada 11 Agustus 2026.

Pelepasan akan di lakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) yang juga Bupati Ciamis bersama Ketua Kwarcab Ciamis di Gedung PKK.

Adapun pelaksanaan Jambore Nasional XII akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Menurutnya, Jamnas bukan hanya menjadi ajang berkumpulnya anggota Pramuka dari seluruh Indonesia. Tetapi juga wadah memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman bangsa.

Kontingen Ciamis sendiri merupakan anggota Pramuka Penggalang tingkat SMP/MTs yang berasal dari berbagai Kwartir Ranting (Kwarran).

“Setiap Kwarran mengirimkan satu hingga dua peserta terbaik yang telah melalui proses seleksi untuk mewakili daerah pada Jambore Nasional XII Tahun 2026,” pungkasnya.

(Mia)