spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 101

Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga di Gebyar Kuliner Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Photo : Suasana sore hari di Gebyar Kuliner dan kegiatan ngabuburit di Desa Cibogo dan Desa karangmulya.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Hujan deras tidak menyurutkan antusiasme warga Desa Cibogo dan Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, untuk menghadiri Gebyar Kuliner sekaligus ngabuburit Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (22/2/2026).

Sejak sore hari, warga memadati lokasi kegiatan. Panitia menyiapkan tenda-tenda sederhana yang menjadi tempat berteduh bagi pedagang dan pengunjung. Di bawah rintik hujan, aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai.

Baca Juga: Ketua DPRD Pangandaran Dorong BK Usut Laporan Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan di Kasus MBA

Deretan stan kuliner menawarkan beragam makanan tradisional hingga jajanan kekinian. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk berburu takjil sebagai menu berbuka puasa, sekaligus menikmati suasana sore Ramadan.

Nuansa kebersamaan terasa kuat. Masyarakat dari berbagai kalangan datang bersama keluarga dan sahabat. Hamparan sawah hijau yang mengelilingi area kegiatan menjadi latar alami, menambah kehangatan suasana meski cuaca kurang bersahabat.

Salah seorang pedagang, Tarman, mengaku tetap bersemangat melayani pembeli. Ia bersyukur karena hujan tidak menghalangi warga untuk datang dan berbelanja.

“Kami tetap semangat jualan. Alhamdulillah pembeli masih ramai walaupun hujan,” ujarnya.

Gebyar Kuliner tersebut menjadi agenda yang dinanti warga setiap sore Ramadan. Selain menjadi tempat berburu takjil, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang lokal dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Tarman berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin. Menurutnya, Gebyar Kuliner mampu menghadirkan suasana ngabuburit yang positif, produktif, dan penuh kebersamaan, bahkan di tengah guyuran hujan.

(Sajidin)

Tebing Tujuh Meter Longsor di Ciamis, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.d: Ketpot istimewa : Tebing longsor yang terjadi di wilayah Desa Mangkubumi Sadananya Ciamis
Ketpot istimewa : Tebing longsor yang terjadi di wilayah Desa Mangkubumi Sadananya Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam hari memicu longsor di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tebing setinggi sekitar tujuh meter runtuh dan menerjang area di sekitarnya, Minggu (22/2/2026).

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, material longsor menimbun bangunan madrasah milik Wawan Arif Rahman serta menutup akses jalan desa, sehingga aktivitas warga sempat terganggu.

Baca Juga: Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

Kapolsek Ciamis, Alan Dahlan, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama sebelum kejadian. Aparat desa melaporkan longsor tersebut kepada pihak kepolisian sesaat setelah peristiwa terjadi.

“Mendapat laporan dari pemerintah Desa Mangkubumi, anggota Polsek Ciamis langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Alan.

Ia memastikan kondisi madrasah dalam keadaan kosong saat longsor terjadi. Libur sekolah membuat tidak ada aktivitas belajar mengajar maupun kehadiran siswa di dalam bangunan tersebut.

“Saat kejadian, madrasah tidak digunakan karena masih libur, sehingga tidak ada orang di lokasi,” katanya.

Setelah melakukan peninjauan, pihak kepolisian segera melaporkan kejadian itu kepada pimpinan serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis guna penanganan lanjutan.

Alan juga menyebut, longsor tidak hanya terjadi di Desa Mangkubumi. Pihaknya menerima informasi adanya tebing di pinggir jalan wilayah Desa Saguling yang turut mengalami longsor akibat hujan deras.

“Kami mencatat ada kejadian serupa di Desa Saguling. Seluruh laporan kami teruskan agar mendapat penanganan cepat,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Ketua DPRD Pangandaran Dorong BK Usut Laporan Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan di Kasus MBA

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin (dokumen)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, merespons laporan Rakyat Pangandaran Bergerak terkait dugaan keterlibatan anggota dewan dalam aktivitas MBA yang telah disampaikan kepada Badan Kehormatan (BK).

Asep menegaskan, lembaga legislatif telah memiliki tata tertib, tata beracara, serta kode etik yang mengatur perilaku anggota dewan. Karena itu, ia mendorong BK segera menggelar rapat dan konsolidasi untuk membahas laporan tersebut secara serius dan objektif.

Baca Juga: Berkah Ramadan, Perajin Kolang-Kaling Pangandaran Kebanjiran Pesanan

“Kami sudah memiliki mekanisme yang jelas. Saya mendorong Badan Kehormatan segera melakukan rapat dan konsolidasi guna menindaklanjuti aduan dari masyarakat,” ujar Asep, Minggu (22/2/2026).

Selain itu, Asep menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat kepolisian yang tengah mengusut kasus MBA. Menurutnya, proses hukum harus berjalan transparan agar publik memperoleh kejelasan.

“Nanti akan terlihat secara nyata, apakah persoalan ini masuk ranah pidana atau perdata,” katanya.

Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk memperkuat edukasi literasi keuangan sekaligus mendorong program pemulihan ekonomi. Asep menilai, kasus MBA tidak hanya terjadi di Pangandaran, tetapi juga muncul di berbagai daerah lain.

“Prinsipnya ini merupakan kejahatan ekonomi yang berdampak luas, tidak hanya secara finansial, tetapi juga sosial dan psikologis,” jelasnya.

Kepada Satgas PASTI, Asep berharap ada kepastian bagi masyarakat yang menuntut pengembalian dana. Ia menilai, kejelasan sikap dari satgas sangat perlu agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Asep mengakui, hingga saat ini pihaknya belum melakukan penyisiran untuk memastikan apakah anggota dewan yang terlibat hanya sebagai korban atau justru ikut mengajak pihak lain.

“Saya meminta Badan Kehormatan melakukan penyisiran itu secara menyeluruh,” tegasnya.

Terkait sanksi, Asep menyatakan belum dapat menyimpulkan bentuk hukuman yang akan dijatuhkan. Ia menilai, persoalan tersebut masuk ke ranah politis dan memerlukan pembahasan internal yang matang.

“Nanti kami akan mengundang fraksi-fraksi dan pihak terkait. Silakan menempuh langkah-langkah internal sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.

(Sajidin)

Berkah Ramadan, Perajin Kolang-Kaling Pangandaran Kebanjiran Pesanan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
oto: Proses buah aren menjadi kolang-kaling dari Pengrajin di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Berkah Ramadan terasa nyata bagi Nana Priatna (52), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Melalui ketekunan mengolah buah aren, ia menghidupkan dapur produksinya dengan kolang-kaling yang banyak diburu untuk menu berbuka puasa.

Setiap pagi, Nana mendatangi kebun aren milik warga. Ia membeli buah yang telah disepakati sebelumnya, lalu merebusnya menggunakan kayu bakar di halaman rumah. Proses tradisional itu terus ia pertahankan demi menjaga cita rasa dan kualitas kolang-kaling.

Baca Juga: Hati-hati, Aksi Pencurian di Pangandaran Incar Rumah Saat Shalat Tarawih 

Bersama beberapa tetangga, Nana mengolah buah aren menjadi kolang-kaling pilihan. Aktivitas tersebut ia jalani tanpa jeda, terutama selama Ramadan. Lonjakan permintaan membuat dapurnya nyaris tak pernah sepi.

“Setiap hari saya produksi. Saat Ramadan, pesanan naik cukup terasa berbanding dengan hari biasa,” ujar Nana, Minggu (22/2/2026).

Ia mengakui, sebelum Ramadan omzet penjualan sempat menurun. Namun memasuki bulan puasa, pesanan kembali mengalir deras. Harga jual pun ikut menyesuaikan. Jika hari biasa kolang-kaling dijual sekitar Rp8 ribu per kilogram, saat Ramadan harganya naik menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Dalam satu hari, Nana mampu memproduksi hingga 50 kilogram kolang-kaling. Meski demikian, ia menghadapi tantangan besar dari sisi bahan baku. Harga pohon aren melonjak tajam. Dari semula Rp50 ribu per pohon, kini mencapai Rp100 ribu saat Ramadan.

“Sekarang bahan baku agak sulit. Pohon aren mulai jarang. Kalau ada pun harganya mahal,” ungkapnya.

Sumber Penghidupan yang Dijaga dengan Kerja Keras dan Rasa Syukur

Kelangkaan aren memaksa Nana lebih aktif mencari pasokan agar produksi tetap berjalan. Meski tantangan kian berat, semangatnya tak surut. Baginya, kolang-kaling menjadi sumber penghidupan yang harus ia jaga dengan kerja keras dan rasa syukur.

Produk olahannya terpasarkan ke berbagai wilayah, mulai dari Pangandaran hingga Cilacap, Jawa Tengah. Jaringan pelanggan setia yang ia bangun sejak lama membuat usahanya tetap bertahan dan berkembang.

“Alhamdulillah, rezeki dari alam cukup untuk menyambung hidup. Yang penting mau terus bekerja,” tutup Nana, yang kini mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

(Sajidin)

Kajian Ustadz Adang Nurdin di Masjid Besar Almanar Jatinagara Ciamis

0
ciamis@fokusjabar.id
Ustadz Adang Nurdin di Masjid Besar Al Manar Jatinegara Ciamis.(Dokumen Pribadi)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Menjalankan ibadah dengan tujuan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Merupakan hal yang tidak mudah, karena harus menjalankan dua dasar yaitu antara lain kewajiban dan kecintaan.

Hal tersebut di sampaikan Ustadz Adang Nurdin dari Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Saat memberikan tausiyah di Masjid Besar Al-Manar Desa Jatinagara Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Minggu (22/2/2026).

“Ada dua dasar dalam menjalankan ibadah. Pertama, karena kewajiban, dan barangsiapa menjalankan ibadah di dasari karena kewajiban. Maka ibadah itu akan terasa beban,” ungkap Ustadz Adang Nurdin.

Baca Juga: Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

Dan yang kedua, lanjutnya, adalah ada orang yang menjalankan ibadah yang di dasari Mahabbah atau kecintaan. Maka dari itu dalam menjalankan ibadahnya akan merasakan kenikmatan.

“Maka di bulan suci ramadan yang penuh ampunan ini, tentunya bagaimana kita semuanya. Untuk lebih menumbuhkan kecintaan terhadap Allah SWT,” ucapnya.

Selain itu, Ustadz Adang Nurdin juga menjelaskan bahwa, ada dua cara untuk lebih meningkatkan kecintaan terhadap Allah SWT. Di bulan ramadan yang penuh berkah dan pengampunan.

“Yaitu, pertama kita semua harus mengenali Allah SWT dengan cara belajar dan hadir melalui rutinitas pengajian. Juga untuk selalu mendekatkan diri dengan ulama yang di yakini ma’rifatullah (Mengenal Allah SWT),” jelasnya.

Baca Juga: Rumah Warga di Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Kelapa

Yang kedua, kata Ustadz Adang Nurdin, yaitu dengan cara membersihkan hati. Supaya qalbunya pantas dan layak di tumbuhi kecintaan kepada Allah SWT.

“Di bulan suci ramadan ini, semoga kita semuanya mendapatkan Maghfirah juga mampu melawan segala bentuk hawa nafsu dunia. Yaitu dengan selalu mengingat Allah SWT, amin ya robalalamin,” tututrnya.

Dalam acara yang sudah menjadi pengajian rutin bulanan di Masjid Besar Al-Manar Desa Jatinagara Kabupaten Ciamis tersebut. Dan para peserta yang hadir yang di dominasi kaum hawa, nampak mendengarkan penuh khidmat.

(Nanang Yudi)

Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

0
ciamis@fokusjabar.id
Seorang anak kakinya terjepit besi tempat duduk.(Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos wilayah manajemen kebakaran (WMK) Banjarsari Kabupaten Ciamis. Bergerak cepat menyelamatkan seorang anak bernama Wildan Syakip Al Faiza (5) yang kakinya terjepit kursi besi.

Wildan Syakip Al Faiza kakinya terjepit kursi besi di halaman TK PGRI Al Munawaroh di Dusun Cangkring RT 003/001. Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

” Iya, ada seorang anak yang sedang bermain di halaman TK PGRI Al Munawaroh. Kakinya terjepit di tempat duduk yang terbuat dari besi,” ungkap Kasie Pengendalian dan Pemadaman Kebakaran Ciamis, Trisyanto, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: Rumah Warga di Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Kelapa

Dan saat ini, lanjut dia, anak berusia 5 tahun tersebut sudah di evakuasi. Oleh personel Personel Damkar pos wilayah manajemen kebakaran (WMK) Banjarsari Kabupaten Ciamis.

“Saat di evakusi anak tersebut sedang di kerumuni warga dan ibunya. Dan alhamdulilah bisa terlepas dari himpitan kursi besi yang berada di halaman sekolah TK,” tuturnya.

Baca Juga: 2 Bersaudara Warga Sindangrasa Ciamis 1 Tahun Mengungsi

Menurutnya, sebelum kejadian, anak tersebut sedang bermain di area taman kanak-kanak, ketahuan terjepit karena ibunya mendengar teriakan Wildan anaknya.

“Ibu anak itu mengetahui kaki anaknya terjepit setelah mendengar anaknya menangis. Dan langsung meminta bantuan kepada personel piket pos Damkar WMK Banjarsari,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Federico Barba Fokus Hadapi Persita Tangerang

0
Federico Barba fokusjabar.id
Federico Barba (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Federico Barba menegaskan, Dia fokus menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (22/2/2026).

Pemain asal Italia ini mengatakan, dia bersama rekan-rekannya saat ini sudah fokus untuk menghadapi kompetisi Super League 2025/2026.

BACA JUGA:

Persib Bandung Tutup Tribun Selatan dan VBS

Lantaran langkah Persib di AFC Champions League Two 2025/2026, sudah terhenti, usai disingkirkan oleh tim asal Thailand Ratchaburi FC.

Sehingga, Federico Barba menegaskan mentalitas para pemain tetap membara untuk menyapu bersih sisa pertandingan musim ini.

“Perjuangan di AFC sudah selesai dan sekarang kami mencoba mengambil hal-hal positif dari sana. Kami akan terus mencoba sampai akhir,” kata Barba.

“Ini sangat penting karena kami ingin memenangkan semua pertandingan, dan itu harus menjadi mentalitas kami hingga akhir musim,” ujarnya.

Laga menghadapi Persita menjadi pertandingan perdana Persib di bulan Ramadan. Menurut Barba hal itu bukan kendala.

Walaupun, ini merupakan pengalaman barunya bermain di negara mayoritas muslim dengan jadwal pertandingan yang cukup larut.

Barba mengakui sedikit asing karena harus menjalani sesi latihan di malam hari. Namun hal tersebut tidak memengaruhi kesiapannya.

BACA JUGA:

Meski Berat, Federico Barba Tetap Optimistis

“Saya pikir tidak ada masalah bagi saya maupun pemain lainnya di sini. Memang terasa sedikit aneh karena kami harus berlatih sangat larut,” ungkapnya.

“Tapi untuk pertandingan sendiri itu normal. Saya sudah terbiasa bermain di jam seperti ini, jadi tidak ada masalah,” pungkasnya.

(Arif)