spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 104

Resmi Berganti! Ini Sosok Wakapolres dan Kasat Reskrim Baru Polres Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: upacara pelepasan purnabakti sekaligus serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran menggelar upacara pelepasan purnabakti sekaligus serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan tersebut di lingkungan Mako Polres Pangandaran.

Dalam acara ini, Polres Pangandaran melepas AKBP Purnawirawan Subagja yang resmi memasuki masa pensiun. Mantan Kabag Ops Polres Pangandaran tersebut telah mengabdikan dirinya di institusi Polri selama kurang lebih 37 tahun.

Baca Juga: Unik! Purnabakti Polres Pangandaran Dapat Hadiah Sepasang Domba, Ternyata Ini Filosofinya

Ikrar menegaskan, tradisi pelepasan purnabakti menjadi wujud rasa hormat institusi terhadap loyalitas para anggota.

“Hari ini kami Polres Pangandaran melaksanakan kegiatan pelepasan purnabakti AKBP Purnawirawan Subagja, mantan Kabag Ops Polres Pangandaran,” ujar Ikrar, Rabu (9/9/2026).

Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas rekam jejak dan pengabdian panjang Subagja selama bertugas di kepolisian.

“Ini merupakan wujud penghargaan kita kepada personel tersebut sebagaimana beliau melaksanakan tugas dan dedikasinya kepada Polri, khususnya Polres Pangandaran selama kurang lebih 37 tahun,” katanya.

Rotasi Jabatan Wakapolres dan Kasat Reskrim

Selain pelepasan purnabakti, momen ini juga menandai pergantian posisi Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Pangandaran.

Kompol Tikok kini resmi mengemban jabatan Wakapolres Pangandaran menggantikan Kompol Usep. Sementara itu, AKP Asep menggantikan AKP Idas untuk menduduki posisi Kasat Reskrim Polres Pangandaran yang baru.

Pesan Kapolres: Pejabat Baru Harus Segera Adaptasi

Ikrar meminta para pejabat baru untuk langsung bergerak cepat dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. Langkah ini penting agar program kerja yang sedang berjalan tidak terhambat.

“Saya mengharapkan pejabat-pejabat baru segera menyesuaikan, beradaptasi di tempat kerja yang sekarang ini, menyesuaikan apa yang menjadi turunan dan menjadi tunggakan-tunggakan yang mungkin menjadi prioritas utama,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan langkah dengan kebijakan Kapolda Jawa Barat serta menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara optimal.

Ikrar memastikan seluruh prosesi pelepasan purnabakti dan sertijab di Polres Pangandaran berjalan tertib, aman, serta lancar.

(Sajidin)

Unik! Purnabakti Polres Pangandaran Dapat Hadiah Sepasang Domba, Ternyata Ini Filosofinya

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: pelepasan Mantan Kabag Ops Polres Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Acara pelepasan purnabakti di Polres Pangandaran menyajikan pemandangan unik dan berbeda dari biasanya. Mantan Kabag Ops Polres Pangandaran, AKBP Purnawirawan Subagja, menerima hadiah sepasang domba sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian puluhan tahun di institusi Kepolisian.

Penyerahan sepasang domba tersebut berlangsung dalam rangkaian acara pelepasan purnabakti. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan serah terima jabatan Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Pangandaran.

Baca Juga: Kepatuhan Pakai Helm di Pangandaran Baru 75 Persen, Polisi Masih Temukan Pelanggar

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menegaskan, pemberian hewan ternak ini bukan sekadar cenderamata biasa. Pihaknya menyimpam filosofi mendalam di balik hadiah unik tersebut.

“Sejak tradisi kepemimpinan saya, filosofinya adalah kambing itu makhluk hidup yang harus dijaga. Artinya, yang bersangkutan untuk menjaga dan merawat,” ujar Ikrar.

Menyiapkan Modal Usaha di Masa Pensiun

Ikrar sengaja memilih sepasang domba jantan dan betina agar personel purnabakti bisa mengembangbiakkannya.

Langkah ini bertujuan agar hadiah tersebut memberi manfaat berkesinambungan. Selain menjadi kenang-kenangan, domba-domba ini dapat menjadi sumber penghasilan baru di masa pensiun.

“Kita sengaja berikan satu pasang agar mungkin menjadi modal nanti di masa purnabaktinya. Jadi yang bersangkutan bisa mengembangbiakkan dan mungkin menjadi penghasilan nanti di kemudian hari,” katanya.

Bentuk Penghargaan Atas Pengabdian 37 Tahun

Pemberian hadiah ini menjadi wujud penghormatan tertinggi Polres Pangandaran bagi anggota yang menyelesaikan tugas kedinasan.

AKBP Purnawirawan Subagja sendiri telah mencurahkan tenaga dan pikirannya di institusi Polri selama 37 tahun.

Momen pelepasan ini membuktikan bahwa Polres Pangandaran tetap menghargai tinggi dedikasi dan loyalitas jajarannya, meskipun masa kedinasan resmi telah berakhir.

(Sajidin)

Farhan Sambut Rencana Bobotoh ke GBK, Persib vs Persija Jadi Ujian Kedewasaan Suporter

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif rencana Bobotoh diperbolehkan hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, saat Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta pada 12 September 2026 mendatang. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut gembira rencana kehadiran Bobotoh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Pendukung setia Persib Bandung ini berpeluang mendampingi tim kesayangan mereka saat menghadapi Persija Jakarta, (12/9/2026) mendatang.

Farhan menilai kehadiran Bobotoh di Jakarta bukan sekadar memberi dukungan moral. Langkah ini menjadi momentum berharga untuk membuktikan kedewasaan sepak bola Indonesia dalam mengelola rivalitas antar pendukung klub.

Baca Juga: Debut Bersama Persib, Ikwan Ali Tanamal Bilang Begini

“Positif pisan ini mah. Kalau memang betul dari Sekum PSSI dan juga dari Liga itu sudah menyatakan siap untuk mengundang kita,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

PSSI melalui Sekretaris Jenderal memang telah melayangkan undangan resmi kepada Bobotoh. Pada saat yang sama, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi jaminan keamanan penuh selama laga berlangsung.

Pemerintah Kota Bandung kini mulai menyiapkan skema keberangkatan Bobotoh ke Jakarta untuk mengawal pertandingan panas tersebut.

“PSSI melalui Sekum sudah menyatakan mengundang Bobotoh untuk datang ke GBK. PT Liga pun menjamin keamanan GBK. Maka, insyaallah kita akan menjajaki kemungkinan untuk Bobotoh bisa berangkat ke GBK,” katanya.

Mendobrak Kesan Angker Stadion GBK

Farhan menyebut momen kembalinya Bobotoh ke GBK mengukir nilai sejarah baru. Selama ini, stadion megah di ibu kota tersebut seolah menyimpan hawa angker bagi Persib dan para pendukungnya.

Meskipun Maung Bandung pernah mengangkat trofi juara di GBK pada tahun 2015, laga tandang dalam kompetisi liga tetap membawa atmosfer berbeda. Kehadiran Bobotoh menjadi bukti nyata bahwa atmosfer sepak bola tanah air semakin matang.

“Saya kira ini sejarah yang sangat penting, karena selama ini seakan-akan GBK teh angker. Walaupun kemarin 2015 kita berhasil menjadi juara di GBK, tetapi dalam konteks liga, datang ke GBK lagi sebagai Bobotoh itu merupakan sebuah pengakuan bahwa sepak bola Indonesia sudah semakin dewasa dan matang,” ucapnya.

Ia juga meyakini rivalitas antara Bobotoh dan The Jakmania tidak harus berujung permusuhan. Menurut Farhan, banyak pendukung dari kedua pihak sebenarnya menjalin hubungan pribadi yang sangat harmonis di luar lapangan.

“Selama ini mah dalam tataran pribadi kita bersama dengan para pendukung Persija kan punya hubungan-hubungan pribadi tertentu lah ya, yang tidak pernah bermusuhan,” katanya.

Meneladani Sikap Ramah Suporter di Bandung

Kota Bandung sendiri sudah lebih dulu memberi contoh dengan membuka pintu bagi pendukung tim tamu. Farhan mengingatkan masyarakat bahwa suporter Arema hingga PSM Makassar pernah datang dan menyaksikan laga di Bandung dengan aman.

“Makanya kita mau memberikan contoh bahwa ini salah satu hal yang terbaik lah. Toh Bandung sudah pernah tahun lalu, walaupun saya khawatir ya, para pendukung Arema datang. Terus kemarin juga kita memberikan tempat untuk para pendukung Makassar,” ungkapnya.

Kendati optimistis, Farhan tetap memprioritaskan faktor pengamanan. Ia percaya pihak kepolisian akan menerapkan prosedur keselamatan ekstra ketat untuk mengawal laga klasik ini.

“Kalau pengamanan mah pasti, saya teu kabayang sih. Pengamanan di GBK mah, dulu aja terakhir kan 2015. Yang memimpin komando pengamanannya langsung Pak Kapolda Metro Jaya yang sekarang jadi Menteri Dalam Negeri, Pak Tito,” ucapnya.

Selain tensi di tribun suporter, pertandingan ini juga menyajikan adu taktik yang menarik dari pinggir lapangan. Pertemuan Persib dan Persija bakal menjadi ajang pembuktian kapasitas strategi kedua pelatih.

“Makanya, kita akan melihat siapa yang lebih sukses, Igor atau STY,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Mitra Netra Catat 200 Tunanetra Tersalurkan ke Dunia Kerja, Serapan di Bandung Masih Minim

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Yayasan Mitra Netra bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung dan PT Pijar Integra Psikologi Unpad menggelar Bandung Employment Forum For The Blind 2026 di Hotel Grand Asrilia, Bandung Rabu (9/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Penyandang tunanetra memiliki peluang karir yang luas di berbagai sektor. Mereka tidak hanya bisa menjadi guru atau bekerja di bidang pendidikan saja.

Yayasan Mitra Netra mendorong para lulusan perguruan tinggi tunanetra untuk terus menggali potensi diri. Langkah ini penting agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Baca Juga: BNPB Ungkap 1.730 Bencana Terjadi sejak Januari 2026

Kepala Bagian Humas dan Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, menyebut stigma masyarakat masih menjadi penghambat utama. Sebab, publik sering menganggap tunanetra hanya mampu mengenyam pendidikan khusus atau bekerja di bidang tertentu saja.

“Potensinya sangat besar. Masyarakat sering terjebak dalam stigma bahwa penyandang tunanetra hanya belajar di pendidikan khusus atau luar biasa. Padahal, mereka memiliki potensi yang sangat luas. Kuncinya adalah mengajak mereka mengenali potensi tersebut, lalu mengasahnya hingga menjadi kompetensi yang nyata,” kata Aria saat menghadiri Bandung Employment Forum For The Blind 2026 di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Rabu (9/9/2026).

Kisah Sukses: Dari Sarjana Pendidikan Menjadi Programmer

Aria menceritakan kisah inspiratif seorang penyandang tunanetra berlatar belakang pendidikan Guru Sekolah Dasar. Orang tersebut berhasil beralih profesi menjadi seorang programmer.

Saat tidak menemukan lowongan guru, ia memilih mengikuti pelatihan pemrograman dari Mitra Netra pada masa pandemi Covid-19. Instruktur melihat kemampuan logika yang sangat kuat dalam dirinya. Setelah menyelesaikan seluruh proses seleksi, ia resmi bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan teknologi.

“Contohnya, ada staf pemrogram yang diceritakan Pak Agung, berlatar belakang pendidikan guru SD. Saat melamar kerja, tidak ada lowongan yang sesuai. Namun, ketika mengikuti pelatihan pemrograman yang kami selenggarakan pada masa pandemi, instruktur menilai ia sangat berbakat karena kemampuan logikanya kuat. Terbukti, ia lulus tes dan diterima bekerja,” katanya.

Aria menegaskan, pilihan profesi untuk tunanetra mencakup bidang penulisan, public speaking, teknologi informasi, hukum, hingga antropologi budaya.

Bahkan, seorang tunanetra lulusan antropologi budaya saat ini bekerja sebagai analis kebijakan di Kementerian Desa. Pekerjaan tersebut rutin mengharuskan dirinya melakukan kunjungan ke lapangan.

“Padahal, mereka bisa menjadi pengacara, sarjana hukum, ahli antropologi budaya, dan profesi lainnya. Ada contoh penyandang tunanetra yang bekerja di Kementerian Desa sebagai analis kebijakan yang melakukan kunjungan lapangan,” ucapnya.

Mendorong Kepercayaan Diri dan Membuka Peluang di Bandung

Stigma negatif masyarakat sering kali merusak kepercayaan diri tunanetra saat memilih jurusan kuliah maupun pekerjaan.

Banyak pihak masih mengarahkan lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mengambil jurusan pendidikan khusus. Padahal, setiap individu memiliki minat serta bakat yang berbeda-beda.

“Mereka hanya membutuhkan bantuan untuk menggali potensi yang terpendam dan mengembangkannya menjadi kemampuan nyata,” katanya.

Sejak tahun 1990-an, Yayasan Mitra Netra telah menyalurkan sekitar 200 tenaga kerja tunanetra ke berbagai bidang usaha.

Namun, sebagian besar penyerapan tenaga kerja tersebut masih terpusat di wilayah Jakarta. Kini, Mitra Netra mulai memfokuskan perhatian ke Kota Bandung. Bandung memiliki banyak lulusan perguruan tinggi tunanetra, tetapi penyerapan kerjanya masih sangat rendah.

Aria juga meluruskan anggapan bahwa tunanetra yang belum bekerja di perusahaan otomatis berstatus menganggur.

“Belum tentu menganggur. Mungkin mereka sudah bekerja, namun pekerjaannya belum sesuai dengan harapan atau keahlian yang dimiliki. Di sinilah peran Mitra Netra sebagai jembatan penghubung,” ujarnya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung, Deriksa Arifiaty Soewandana, menegaskan komitmen pemerintah dalam membuka ruang kerja formal bagi tunanetra.

“Forum ini sebagai bentuk komitmen untuk mengupayakan perluasan peluang kerja bagi tunanetra lulusan perguruan tinggi di Bandung,” kata Deriksa.

Acara ini turut menghadirkan Soniya Permata Surya, seorang sarjana Sastra Indonesia UPI penyandang tunanetra. Soniya membagikan pengalamannya menembus seleksi PNS jalur afirmasi. Selain Soniya, hadir pula para praktisi tunanetra yang aktif bekerja sebagai programmer dan software tester.

(Yusuf Mugni)

DPRD Tasikmalaya Dorong Pemerintah Pusat Segera Sahkan UU Ketenagakerjaan

0
DPRD Kabupaten Tasikmalaya fokusjabar.id
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Yudi Zulkarnaen

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) menyatakan dukungannya terhadap perjuangan buruh agar pemerintah pusat segera merampungkan pembentukan UU Ketenagakerjaan yang baru.

Sikap tersebut di sampaikan dalam audiensi Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya bersama DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya dengan puluhan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang di wakili Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 Kabupaten Tasikmalaya, di Ruang Serbaguna 1 DPRD setempat, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA:

220 Tukang Becak Lansia di Kota Tasikmalaya Dapat Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Dalam audiensi itu, SBSI 92 meminta dukungan pemerintah daerah dan DPRD untuk menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah pusat agar proses pembentukan UU Ketenagakerjaan segera di tuntaskan.

Ketua SBSI 92 Kabupaten Tasikmalaya, Deni mengatakan, dukungan tersebut di butuhkan agar aspirasi buruh tidak berhenti di tingkat daerah.

“Kami berharap DPRD dan Bupati Tasikmalaya mendukung perjuangan SBSI 92 agar UU Ketenagakerjaan yang baru segera di sahkan atau di terbitkan oleh pemerintah pusat,” kata Deni.

Deni menyebut, koalisi buruh menargetkan pengesahan UU Ketenagakerjaan paling lambat akhir Oktober 2026.

Aspirasi tersebut di kaitkan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 yang di bacakan pada 31 Oktober 2024.

Putusan tersebut mengabulkan sebagian permohonan pengujian terhadap UU Cipta Kerja dan memberikan sejumlah pemaknaan baru terhadap norma ketenagakerjaan.

BACA JUGA:

Mahasiswi Tasikmalaya Hilang Dibawa ke Lampung, Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu 24 Jam

Antara lain menyangkut pekerja asing, PKWT, alih daya, waktu istirahat, pengupahan, PHK dan sejumlah aspek hubungan industrial.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Yudi Zulkarnaen menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi aspirasi buruh tersebut.

“Kita ikut memfasilitasi dan mendukung apa yang di sampaikan perwakilan buruh melalui SBSI 92. Yang jelas, apa yang sudah menjadi keputusan MK terkait tiga poin dalam RUU Ketenagakerjaan tersebut sudah final dan mengikat. DPRD sangat mendorong agar pusat segera merealisasikan dan mengesahkan RUU Ketenagakerjaan,” ujar Yudi.

BACA JUGA:

Ada 9 Pejabat yang Bergeser, Ini Daftar Mutasi Terbaru di Polres Tasikmalaya

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, Komisi IV telah mempelajari substansi putusan MK yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

DPRD mendorong agar regulasi baru nantinya mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan yang lebih baik bagi pekerja.

“Intinya kami mendukung dan mendorong agar pemerintah pusat mengesahkan UU Ketenagakerjaan sesuai harapan para buruh. Karena para buruh adalah mitra dan masyarakat yang harus di perjuangkan oleh daerah bersama DPRD,” katanya.

Kabid Tenaga Kerja DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Heri Susanto menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi buruh kepada pemerintah daerah terkait tindak lanjut Putusan MK Nomor 168/PUU-XXI/2023.

Heri menyebut, putusan MK memberikan tenggat waktu paling lama dua tahun untuk pembentukan UU ketenagakerjaan yang baru sejak putusan di bacakan pada 31 Oktober 2024. Dengan demikian, tenggat tersebut jatuh pada 31 Oktober 2026.

Dalam pandangan pemerintah daerah, proses pembentukan regulasi tersebut perlu di kawal agar substansi perlindungan pekerja dan kepastian hubungan industrial tetap menjadi perhatian.

SBSI 92 juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain. Di antaranya peningkatan perhatian pemerintah daerah terhadap perlindungan buruh, penguatan kelembagaan ketenagakerjaan serta peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja agar memiliki keterampilan dan daya saing.

BACA JUGA:

SDN Panglayungan Tasikmalaya Raih Dua Penghargaan di LOBB Ampera Waterpark Championship 2026

Kasi Tenaga Kerja DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Aa Ahmad Riswandi menambahkan, pihaknya mendukung aspirasi buruh sepanjang di arahkan untuk memperkuat perlindungan tenaga kerja dan membangun hubungan industrial yang harmonis serta berkeadilan.

Audiensi tersebut akhirnya menjadi ruang bersama bagi buruh, DPRD dan pemerintah daerah untuk menyatukan pandangan serta mendorong agar pembentukan regulasi ketenagakerjaan di tingkat pusat tidak mengabaikan kepentingan pekerja di daerah.

(Farhan Kamil)

Ketua DPC Garut Beri Pesan Berkelas HUT ke-25 Partai Demokrat

0
HUT ke-25 Partai Demokrat fokusjabar.id
Doa bersama DPC Partai Demokrat Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat secara serentak di gelar sederhana seluruh DPC Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, Rabu (9/9/2026).

Salah satunya DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar). Para pengurus gelar doa bersama di Aula Manggala Karya Bhakti, Jalan Proklamasi Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul.

BACA JUGA:

AHY Bicara Soal Kekuasaan, Golkar Baca Sinyal Menuju Pilpres 2029

Kegiatan Doa Bersama di pimpin Sekretaris DPC Demokrat Garut, Deddy Yusuf Arhapi, Wakil Ketua 1, Asep Rahwanto, Kepala Bappilu, Dadang Sudrajat, Kepala BPOKK, Dedi Rosadi.

Hadir pada kesempatan itu, pengurus DPAC, Srikandi Demokrat, organisasi sayap dan kader lainnya.

“Hari ini, kami gelar tasyakuran yang di isi dengan doa bersama. Ini  wujud rasa syukur kami di usia ke-25. InsyaAllah Partai Demokrat ke depan akan terus konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Wakil Ketua 1.

Pihaknya siap menjalankan tiga agenda perjuangan utama yang di sampaikan Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato politiknya.

AHY menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi rakyat terkait harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan dan daya beli.

Fokusnya adalah menciptakan pekerjaan berkualitas, menjaga ekonomi keluarga serta membantu UMKM agar naik kelas.

Selain itu menegakkan keadilan. Ini di artikan memberikan peluang yang sama bagi setiap warga negara untuk maju, tanpa memandang latar belakang.

Hal tersebut juga mencakup penegakan hukum yang setara bagi semua orang dan pemberantasan korupsi untuk menjaga kepercayaan publik.

Selanjutnya menjaga demokrasi. Di mana AHY menyampaikan, suatu keharusan profesionalisme dan netralitas aparatur negara dalam Pemilu serta mengingatkan pentingnya peran partai untuk tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Sebelumnya Partai Demokrat pernah mengalami kejadian yang sangat krusial dan akan di ingat oleh seluruh kader. Yakni terjadinya upaya pengambilan kekuasaan oleh pihak tertentu secara ilegal dan hiruk pikuk perjuangan.

Namun berkat kesolidan seluruh kader, upaya pengambilan kekuasaan tersebut bisa di antisipasi. Partai Demokrat tetap berdiri di pegang oleh kepengurusan yang sah.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader yang hingga saat ini terus konsisten membantu kepentingan masyarakat dari segala latar belakang dan kondisinya, dengan segala kemampuan dan kapasitasnya,” katanya.

BACA JUGA:

AHY Tegaskan Komitmen Demokrat Kawal Pemerintahan Prabowo

Sekretaris DPC Demokrat Garut, Deddy Yusuf Arhapi mengajak seluruh kader untuk tidak sekadar hadir saat membutuhkan suara rakyat. Tetapi hadir saat rakyat membutuhkan kerja nyata.

“Saya mengajak seluruh kader tetap solid dan kompak. Kami akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Tujuan akhirnya adalah untuk memenangkan masa depan bangsa Indonesia,” ungkap Deddy.

Melalui sambungan telpon, Ketua DPC Demokrat Garut, Aman Nurjaman mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus, Srikandi, Orsap dan kader yang telah kompak menggelar doa bersama.

“Tasyakuran doa bersama meskipun sederhana tapi sangat bermakna. Intinya adalah bagaimana kita bisa mengimplementasikan apa yang di sampaikan Ketua Umum. Yakni, memajukan ekonomi, menegakkan keadilan dan menjaga demokrasi.”

“Ini adalah pedoman bagi seluruh kader Demokrat. Khususnya di Kabupaten Garut,” kata Aman di sela-sela acara puncak HUT ke-25 di Jakarta.

Dia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden ke 6 Republik Indonesia, pendiri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Selamat ulang tahun Pak SBY. Semoga senantiasa di berikan kesehatan, perlindungan dari Allah SWT.”

“Ketum (Mas AHY) juga di berikan kesehatan, bisa terus mengabdi untuk bangsa dan negara,” tutup Aman Nurjaman.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Ajukan KPBU Pengadaan APJ ke Kemenkeu

0
Bupati garut KPBU fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur melakukan koordinasi dan konsultasi terkait proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) penyediaan infrastruktur Alat Penerangan Jalan (APJ) ke Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (PDPPI) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI, Heri Setiawan, Rabu (9/9/2026).

Langkah tersebut di lakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah Kabupaten Garut melalui dukungan pembiayaan infrastruktur dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:

Daya Beli Masyarakat Turun, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Terjun Bebas

Bupati Garut mengapresiasi penerimaan jajaran Direktorat PDPPI Kemenkeu RI terhadap permohonan fasilitas Project Development Facility (PDF) yang di ajukan.

“Intinya kami mengajukan bantuan untuk pengadaan infrastruktur di Kabupaten Garut. Khususnya alat penerangan jalan,” kata Syakur Amin.

Bupati berharap, proses pengajuan berjalan lancar. Sehingga manfaatnya segera di rasakan masyarakat.

“Semoga terealisasi dan saya ucapkan terima kasih Pak Heri Setiawan dan jajaran. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan segera di dapatkan oleh Kabupaten Garut,” katanya.

Direktur PDPPI DJPPR Kementerian Keuangan RI, Heri Setiawan menyambut positif inisiatif Pemkab Garut dalam memanfaatkan skema pembiayaan kreatif untuk pembangunan daerah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tutup Turnamen Bola Voli Liga Desa 2026

“Kami menyambut baik inisiatif dari pak Bupati dan kami akan memproses permohonan PDF-nya dan mempercepat prosesnya. Mudah-mudahan tahun depan alat penerangan jalan ini sudah bisa di nikmati,” ungkap Heri.

Melalui skema KPBU dan dukungan PDF dari Kementerian Keuangan, Pemkab Garut berkomitmen mempercepat pemerataan infrastruktur jalan yang aman dan terang bagi masyarakat.

(Bambang Fouristian)