spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 104

Hujan Deras Picu Longsor di Cihaurbeuti Ciamis, Dua Rumah Warga Terdampak

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : jalan di wilayah Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis yang longsor

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang hingga malam memicu longsor di Dusun Cikadongdong, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Minggu (22/2/2026). Tebing di pinggir jalan desa runtuh sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian diperkirakan mencapai 30 meter.

Longsor tersebut berdampak pada dua rumah warga milik Akoh dan Daliah. Selain itu, material longsoran menggerus hampir setengah badan jalan desa, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintasi lokasi kejadian.

Baca Juga: Tebing Tujuh Meter Longsor di Ciamis, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari aparat Kecamatan Cihaurbeuti pada sore hari.

“Longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Cihaurbeuti dan sekitarnya,” ujar Ani.

Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Ciamis langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen. Hasil pengecekan lapangan tersebut akan menjadi dasar laporan kepada pimpinan serta langkah penanganan lanjutan.

“Karena kondisi badan jalan tergerus hampir separuh, kendaraan roda empat kami larang melintas demi keselamatan,” jelasnya.

Ani menambahkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Kecamatan Cihaurbeuti. BPBD juga menerima informasi adanya longsor yang menggerus badan jalan di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg.

“Kami sudah mencatat laporan dari Desa Saguling terkait tebing pinggir jalan yang longsor dan sedang menindaklanjutinya,” pungkas Ani.

(Husen Maharaja)

Kelola Sampah dari Hulu, Wali Kota Bandung Gandeng Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Ketfot: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Bersama Pengusaha Hartono Soekwanto dan Presenter Irfan Hakim Saat Meninjau Langsung tiga titik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sejumlah wilayah di Bandung, pada Minggu (22/2/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak pengusaha Hartono Soekwanto dan presenter Irfan Hakim meninjau langsung praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandung, Minggu (22/2/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RW. Farhan menilai, keberhasilan pengelolaan sampah harus bermulai dari hulu, yakni rumah tangga dan lingkungan warga.

Baca Juga: Macet Jadi PR Utama, Pemkot Bandung Dorong Infrastruktur dan Transportasi Terpadu

Tiga lokasi menjadi tujuan peninjauan, yaitu Jasmine Integrated Farming, Buruan SAE Cibangkong, serta Rumah Maggot Kurdi Timur. Ketiga titik tersebut menunjukkan bagaimana mengolah sampah rumah tangga menjadi maggot, pupuk kompos, sekaligus mendukung urban farming warga.

Di Jasmine Integrated Farming, warga telah menjalankan pengelolaan sampah terpadu sejak 2019. Setiap hari, komunitas ini mengolah sekitar 150 kilogram sampah organik atau hampir lima ton per bulan. Langkah tersebut membuat sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan sementara.

Ketua KSM Jasmine Integrated Farming, Dodi Iriana, menekankan bahwa konsistensi warga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Secara materi mungkin tidak besar, tetapi keberkahannya luar biasa. Sejak 2019 kami menerima berbagai penghargaan dari tingkat kecamatan hingga nasional. Bahkan tamu dari luar kota dan luar negeri datang setelah melihat aktivitas kami di media sosial,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah tersebut mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp2 juta per bulan kegunaannya untuk operasional dan penguatan ekonomi komunitas.

Pengolahan Sampah Seperti di Jepang

Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Bersama Pengusaha Hartono Soekwanto

Pada kesempatan yang sama, Hartono Soekwanto yang akrab disapa Bos Koi mengaku terkesan dengan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, pola tersebut mencerminkan disiplin pengelolaan sampah seperti yang diterapkan di Jepang.

“Sampah yang dihasilkan, dikelola sendiri, lalu diubah menjadi maggot dan kompos. Ini luar biasa. Sebagai warga, tentu kami senang melihat perkembangan seperti ini,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana untuk mendukung kebersihan Kota Bandung.

“Mulai dari hal kecil, seperti memisahkan kulit buah. Kita bantu program pemerintah. Harapan kita semua sama, Bandung jadi kota yang lebih bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki 1.592 RW yang harus terlibat aktif dalam pengelolaan sampah. Ia mendorong agar praktik baik dari sejumlah RW segera direplikasi ke wilayah lain.

“Kita harus replikasi, replikasi, dan replikasi. Komitmen kami jelas, sampah harus selesai dari hulunya, dari rumah dan lingkungan sendiri,” tegas Farhan.

Farhan optimistis, meningkatnya partisipasi warga akan membantu Kota Bandung menangani persoalan sampah secara bertahap dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Irfan Hakim menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan, terutama di kota kreatif seperti Bandung. Menurutnya, keterlibatan anak muda akan mempercepat perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, figur publik, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang bermulaii dari rumah dan lingkungan warga.

(Yusuf Mugni)

Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga di Gebyar Kuliner Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Photo : Suasana sore hari di Gebyar Kuliner dan kegiatan ngabuburit di Desa Cibogo dan Desa karangmulya.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Hujan deras tidak menyurutkan antusiasme warga Desa Cibogo dan Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, untuk menghadiri Gebyar Kuliner sekaligus ngabuburit Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (22/2/2026).

Sejak sore hari, warga memadati lokasi kegiatan. Panitia menyiapkan tenda-tenda sederhana yang menjadi tempat berteduh bagi pedagang dan pengunjung. Di bawah rintik hujan, aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai.

Baca Juga: Ketua DPRD Pangandaran Dorong BK Usut Laporan Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan di Kasus MBA

Deretan stan kuliner menawarkan beragam makanan tradisional hingga jajanan kekinian. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk berburu takjil sebagai menu berbuka puasa, sekaligus menikmati suasana sore Ramadan.

Nuansa kebersamaan terasa kuat. Masyarakat dari berbagai kalangan datang bersama keluarga dan sahabat. Hamparan sawah hijau yang mengelilingi area kegiatan menjadi latar alami, menambah kehangatan suasana meski cuaca kurang bersahabat.

Salah seorang pedagang, Tarman, mengaku tetap bersemangat melayani pembeli. Ia bersyukur karena hujan tidak menghalangi warga untuk datang dan berbelanja.

“Kami tetap semangat jualan. Alhamdulillah pembeli masih ramai walaupun hujan,” ujarnya.

Gebyar Kuliner tersebut menjadi agenda yang dinanti warga setiap sore Ramadan. Selain menjadi tempat berburu takjil, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang lokal dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Tarman berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin. Menurutnya, Gebyar Kuliner mampu menghadirkan suasana ngabuburit yang positif, produktif, dan penuh kebersamaan, bahkan di tengah guyuran hujan.

(Sajidin)

Tebing Tujuh Meter Longsor di Ciamis, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.d: Ketpot istimewa : Tebing longsor yang terjadi di wilayah Desa Mangkubumi Sadananya Ciamis
Ketpot istimewa : Tebing longsor yang terjadi di wilayah Desa Mangkubumi Sadananya Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam hari memicu longsor di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tebing setinggi sekitar tujuh meter runtuh dan menerjang area di sekitarnya, Minggu (22/2/2026).

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, material longsor menimbun bangunan madrasah milik Wawan Arif Rahman serta menutup akses jalan desa, sehingga aktivitas warga sempat terganggu.

Baca Juga: Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

Kapolsek Ciamis, Alan Dahlan, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama sebelum kejadian. Aparat desa melaporkan longsor tersebut kepada pihak kepolisian sesaat setelah peristiwa terjadi.

“Mendapat laporan dari pemerintah Desa Mangkubumi, anggota Polsek Ciamis langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Alan.

Ia memastikan kondisi madrasah dalam keadaan kosong saat longsor terjadi. Libur sekolah membuat tidak ada aktivitas belajar mengajar maupun kehadiran siswa di dalam bangunan tersebut.

“Saat kejadian, madrasah tidak digunakan karena masih libur, sehingga tidak ada orang di lokasi,” katanya.

Setelah melakukan peninjauan, pihak kepolisian segera melaporkan kejadian itu kepada pimpinan serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis guna penanganan lanjutan.

Alan juga menyebut, longsor tidak hanya terjadi di Desa Mangkubumi. Pihaknya menerima informasi adanya tebing di pinggir jalan wilayah Desa Saguling yang turut mengalami longsor akibat hujan deras.

“Kami mencatat ada kejadian serupa di Desa Saguling. Seluruh laporan kami teruskan agar mendapat penanganan cepat,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Ketua DPRD Pangandaran Dorong BK Usut Laporan Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan di Kasus MBA

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin (dokumen)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, merespons laporan Rakyat Pangandaran Bergerak terkait dugaan keterlibatan anggota dewan dalam aktivitas MBA yang telah disampaikan kepada Badan Kehormatan (BK).

Asep menegaskan, lembaga legislatif telah memiliki tata tertib, tata beracara, serta kode etik yang mengatur perilaku anggota dewan. Karena itu, ia mendorong BK segera menggelar rapat dan konsolidasi untuk membahas laporan tersebut secara serius dan objektif.

Baca Juga: Berkah Ramadan, Perajin Kolang-Kaling Pangandaran Kebanjiran Pesanan

“Kami sudah memiliki mekanisme yang jelas. Saya mendorong Badan Kehormatan segera melakukan rapat dan konsolidasi guna menindaklanjuti aduan dari masyarakat,” ujar Asep, Minggu (22/2/2026).

Selain itu, Asep menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat kepolisian yang tengah mengusut kasus MBA. Menurutnya, proses hukum harus berjalan transparan agar publik memperoleh kejelasan.

“Nanti akan terlihat secara nyata, apakah persoalan ini masuk ranah pidana atau perdata,” katanya.

Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk memperkuat edukasi literasi keuangan sekaligus mendorong program pemulihan ekonomi. Asep menilai, kasus MBA tidak hanya terjadi di Pangandaran, tetapi juga muncul di berbagai daerah lain.

“Prinsipnya ini merupakan kejahatan ekonomi yang berdampak luas, tidak hanya secara finansial, tetapi juga sosial dan psikologis,” jelasnya.

Kepada Satgas PASTI, Asep berharap ada kepastian bagi masyarakat yang menuntut pengembalian dana. Ia menilai, kejelasan sikap dari satgas sangat perlu agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Asep mengakui, hingga saat ini pihaknya belum melakukan penyisiran untuk memastikan apakah anggota dewan yang terlibat hanya sebagai korban atau justru ikut mengajak pihak lain.

“Saya meminta Badan Kehormatan melakukan penyisiran itu secara menyeluruh,” tegasnya.

Terkait sanksi, Asep menyatakan belum dapat menyimpulkan bentuk hukuman yang akan dijatuhkan. Ia menilai, persoalan tersebut masuk ke ranah politis dan memerlukan pembahasan internal yang matang.

“Nanti kami akan mengundang fraksi-fraksi dan pihak terkait. Silakan menempuh langkah-langkah internal sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.

(Sajidin)

Berkah Ramadan, Perajin Kolang-Kaling Pangandaran Kebanjiran Pesanan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
oto: Proses buah aren menjadi kolang-kaling dari Pengrajin di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Berkah Ramadan terasa nyata bagi Nana Priatna (52), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Melalui ketekunan mengolah buah aren, ia menghidupkan dapur produksinya dengan kolang-kaling yang banyak diburu untuk menu berbuka puasa.

Setiap pagi, Nana mendatangi kebun aren milik warga. Ia membeli buah yang telah disepakati sebelumnya, lalu merebusnya menggunakan kayu bakar di halaman rumah. Proses tradisional itu terus ia pertahankan demi menjaga cita rasa dan kualitas kolang-kaling.

Baca Juga: Hati-hati, Aksi Pencurian di Pangandaran Incar Rumah Saat Shalat Tarawih 

Bersama beberapa tetangga, Nana mengolah buah aren menjadi kolang-kaling pilihan. Aktivitas tersebut ia jalani tanpa jeda, terutama selama Ramadan. Lonjakan permintaan membuat dapurnya nyaris tak pernah sepi.

“Setiap hari saya produksi. Saat Ramadan, pesanan naik cukup terasa berbanding dengan hari biasa,” ujar Nana, Minggu (22/2/2026).

Ia mengakui, sebelum Ramadan omzet penjualan sempat menurun. Namun memasuki bulan puasa, pesanan kembali mengalir deras. Harga jual pun ikut menyesuaikan. Jika hari biasa kolang-kaling dijual sekitar Rp8 ribu per kilogram, saat Ramadan harganya naik menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Dalam satu hari, Nana mampu memproduksi hingga 50 kilogram kolang-kaling. Meski demikian, ia menghadapi tantangan besar dari sisi bahan baku. Harga pohon aren melonjak tajam. Dari semula Rp50 ribu per pohon, kini mencapai Rp100 ribu saat Ramadan.

“Sekarang bahan baku agak sulit. Pohon aren mulai jarang. Kalau ada pun harganya mahal,” ungkapnya.

Sumber Penghidupan yang Dijaga dengan Kerja Keras dan Rasa Syukur

Kelangkaan aren memaksa Nana lebih aktif mencari pasokan agar produksi tetap berjalan. Meski tantangan kian berat, semangatnya tak surut. Baginya, kolang-kaling menjadi sumber penghidupan yang harus ia jaga dengan kerja keras dan rasa syukur.

Produk olahannya terpasarkan ke berbagai wilayah, mulai dari Pangandaran hingga Cilacap, Jawa Tengah. Jaringan pelanggan setia yang ia bangun sejak lama membuat usahanya tetap bertahan dan berkembang.

“Alhamdulillah, rezeki dari alam cukup untuk menyambung hidup. Yang penting mau terus bekerja,” tutup Nana, yang kini mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

(Sajidin)

Kajian Ustadz Adang Nurdin di Masjid Besar Almanar Jatinagara Ciamis

0
ciamis@fokusjabar.id
Ustadz Adang Nurdin di Masjid Besar Al Manar Jatinegara Ciamis.(Dokumen Pribadi)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Menjalankan ibadah dengan tujuan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Merupakan hal yang tidak mudah, karena harus menjalankan dua dasar yaitu antara lain kewajiban dan kecintaan.

Hal tersebut di sampaikan Ustadz Adang Nurdin dari Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Saat memberikan tausiyah di Masjid Besar Al-Manar Desa Jatinagara Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Minggu (22/2/2026).

“Ada dua dasar dalam menjalankan ibadah. Pertama, karena kewajiban, dan barangsiapa menjalankan ibadah di dasari karena kewajiban. Maka ibadah itu akan terasa beban,” ungkap Ustadz Adang Nurdin.

Baca Juga: Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

Dan yang kedua, lanjutnya, adalah ada orang yang menjalankan ibadah yang di dasari Mahabbah atau kecintaan. Maka dari itu dalam menjalankan ibadahnya akan merasakan kenikmatan.

“Maka di bulan suci ramadan yang penuh ampunan ini, tentunya bagaimana kita semuanya. Untuk lebih menumbuhkan kecintaan terhadap Allah SWT,” ucapnya.

Selain itu, Ustadz Adang Nurdin juga menjelaskan bahwa, ada dua cara untuk lebih meningkatkan kecintaan terhadap Allah SWT. Di bulan ramadan yang penuh berkah dan pengampunan.

“Yaitu, pertama kita semua harus mengenali Allah SWT dengan cara belajar dan hadir melalui rutinitas pengajian. Juga untuk selalu mendekatkan diri dengan ulama yang di yakini ma’rifatullah (Mengenal Allah SWT),” jelasnya.

Baca Juga: Rumah Warga di Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Kelapa

Yang kedua, kata Ustadz Adang Nurdin, yaitu dengan cara membersihkan hati. Supaya qalbunya pantas dan layak di tumbuhi kecintaan kepada Allah SWT.

“Di bulan suci ramadan ini, semoga kita semuanya mendapatkan Maghfirah juga mampu melawan segala bentuk hawa nafsu dunia. Yaitu dengan selalu mengingat Allah SWT, amin ya robalalamin,” tututrnya.

Dalam acara yang sudah menjadi pengajian rutin bulanan di Masjid Besar Al-Manar Desa Jatinagara Kabupaten Ciamis tersebut. Dan para peserta yang hadir yang di dominasi kaum hawa, nampak mendengarkan penuh khidmat.

(Nanang Yudi)