spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 105

Daya Beli Masyarakat Turun, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Terjun Bebas

0
daya beli masyarakat fokusjabar.id
Daya Beli Masyarakat menurun

GARUT, FOKUSJabar.id: Daya beli masyarakat di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mulai menurun sejak beberapa bulan terakhir ini. Salah satunya Pasar Wanaraja.

Hal tersebut berdampak langsung pada omzet pedagang pasar tradisional yang anjlok hingga 50 persen.

BACA JUGA:

Bantuan Beras Diperpanjang hingga Desember 2026

Terpantau, aktivitas jual beli terlihat sepi. Banyak lapak sayur, sembako dan pakaian hanya melayani beberapa orang pembeli.

Ketua Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Wanaraja, Ali Nurdin (Bos Ceceng) membenarkan kondisi sulit saat ini yang di alami para pedagang.

Dia menyebut faktor penyebab daya beli mayarakat menurun. Di antaranya, harga kebutuhan pokok naik, banyak warga belanja ke toko modern dan predaran uang ada di tingkat elit.

“Secara umum, fenomena ini menggambarkan konsentrasi kekayaan atau peredaran likuiditas yang berputar terbatas di kalangan atas,” kata Bos Ceceng kepada FOKUSJabar, Rabu (9/9/2026).

Fenomena ini sering kali di kaitkan dengan ketimpangan ekonomi atau kondisi. Di mana stimulus moneter tidak mengalir ke sektor riil masyarakat bawah.

Selain itu, penyebab parahnya daya beli masyarakat karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak belanja ke pedagang pasar tradisional.

Menurutnya, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG belanja kebutuhan menu ke pengusaha besar atau koperasi.

Padahal, program MBG yang di usung Presiden Prabowo Subianto mengharuskan mengadopsi pendekatan kearifan lokal dalam penerapannya.

Langkah ini bertujuan agar program tidak hanya memperbaiki gizi anak-anak. Tetapi juga melestarikan kebudayaan pangan setempat sekaligus menghidupkan perekonomian masyarakat desa.

BACA JUGA:

Soal Insentif SPPG Rp6 Juta, Kepala BGN Bilang Begini

Ketua Iwapa Wanaraja berharap, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) yang juga Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mendorong pengelola SPPG belanja bahan pangan ke pasar tradisional untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang lokal.

“Harapan Kami, Mas Dar selaku Ketum APPSI memberikan memberikan perintah agar pengelola SPPG belanja ke pasar tradisional,” kata Bos Ceceng.

Tujuan dan manfaat belanja ke pasar, menyerap produk lokal, meningkatkan omzet dan menguatkan ekonomi bawah. Dengan begitu, perputaran uang tetap berada di dalam ekosistem masyarakat sekitar.

Keputusan pengelola SPPG belanja ke pasar tradisional adalah langkah tepat. Alasannya sederhana, MBG bukan cuma soal “mengenyangkan anak,” tapi juga “menghidupkan pasar.”

Jika MBG belanja ke pasar tradisional, pedagang hidup, petani senang dan anak kenyang. “Satu piring MBG sama dengan satu pedagang pasar terbantu.”

(Bambang Fouristan)

Nadeo Argawinata Fokus Pertandingan, Salah Satunya Persib Bandung

0
Nadeo Argawinata fokusjabar.id
Nadeo Argawinata (foto: ilustrasi)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Nadeo Argawinata melakoni debut resmi bersama Persija Jakarta di Super League 20326/2027. Dia mencatat clean sheet membantu tim meraih tiga poin kontra Borneo FC.

Nadeo menjadi salah satu pemain yang mendapatkan sorotan pada pekan pertama Super League di Stadion Segiri, Samarinda. Bagaimana tidak, dari statistik pun terlihat istimewa dalam laga itu.

BACA JUGA:

Terkendala Izin, Persija vs Persib Bandung Terancam Gagal Merumput di Jakarta

Dia mencatatkan sembilan saves, 18 umpan sukses, satu cross claimed serta persentase akurasi umpan mencapai 78 persen.

Bagi Nadeo, kemenangan dari Borneo FC sudah berlalu. Euforia pada pekan pertama harus segera di sudahi karena Persija masih memiliki perjalanan panjang di kompetisi musim ini.

“Bagi saya, pertandingan tidak hanya berhenti di sini. Kami masih ada pertandingan-pertandingan penting ke depannya. Salah satunya Persib Bandung,” tegas Nadeo Argawinata.

Setelah menghadapi Borneo FC yang berstatus runner-up musim lalu, Persija kembali mendapat ujian berat menjamu juara tiga musm secara beruntun Persib Bandung.

Nadeo berharap, kemenangan pada laga pembuka bukan sekadar hasil positif sesaat. Melainkan menjadi awal dari tren yang ingin di bangun Persija sepanjang musim.

BACA JUGA:

Kalah 3-1 dari Persib Bandung, Ini Kata Pelatih PSM Makassar

“Menurut saya, yang paling penting sekarang adalah menikmati kemenangan dan fokus untuk pertandingan yang masih sangat banyak ke depannya,” katanya.

Di sisi lain, gelandang Persib Bandung, Adam Alis jmemilih bersikap santai menghadapi duel panas kontra Pesija Jakarta.

Menurut Adam, tidak ada yang berbeda dari pertandingan melawan Persija di bandingkan laga lainnya.

“Yang pasti enggak ada yang spesial sih. Semua pertandingan sama. Kami selalu haus kemenangan,” katanya.

Pemain bernomor punggung 18 itu menegaskan, target Persib tetap sama. Baik ketika bermain di kandang maupun tandang.

Setiap pertandingan, kata Adam, selalu harus dijalani dengan keinginan meraih kemenangan.

“Saya berharap juga bisa bermain di Jakarta untuk yang pertama kali. Ya, ingin merasakan gimana atmosfer di Jakarta. Semua sudah siap untuk pertandingan selanjutnya, dan ingin menunjukkan yang terbaik,” kata Adam.

(Bambang Fouristian)

Debut Bersama Persib, Ikwan Ali Tanamal Bilang Begini

0
Ikwan Ali Tanamal fokusjabar.id
Ikwan Ali Tanamal (ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ikwan Ali Tanamal mendapat kepercayaan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic pada laga perdana Super League 2026/2027 kontra PSM Makassar, Minggu (6/9/2026).

Pemain belakang muda Persib Bandung ini di percaya tampil sebagai starter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:

Saddil Ramdani Dipinjamkan PERSIB ke Persebaya, Ini Alasan Igor Tolic

Kesempatan tersebut menjadi momen spesial bagi Ikwan Ali Tanamal karena ia menjalani debut di kompetisi resmi bersama tim kebanggaan Bobotoh.

Bermain untuk klub besar di hadapan ribuan Bobotoh menghadirkan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Ikwan Ali Tanamal.

Dia mengakui, tekanan bermain bersama pemain-pemain berpengalaman dan tampil di hadapan Bobotoh membuat debutnya tidak mudah.

Namun, rasa senang dan bangga mampu mengimbangi tantangan tersebut.

“Tentu cukup berat. Main di tim besar bersama pemain top. Perasaan Saya senang bisa main di depan banyak suporter. Ya semoga bisa berkembang,” ungkap Ikwan.

Kepercayaan tampil sejak menit awal menjadi kesempatan berharga bagi pemain kelahiran Maluku tersebut untuk menunjukkan kemampuannya.

Ia menyadari, posisi di tim utama tidak datang begitu saja. Sehingga setiap kesempatan bermain harus di manfaatkan dengan sebaik mungkin.

Debut tersebut juga menjadi pengalaman penting bagi Ikwan untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan kompetitif. Terlebih, laga perdana berlangsung di kandang sendiri dengan dukungan penuh Bobotoh.

BACA JUGA:

Patricio Matricardi Player of the Match Persib vs PSM Makassar

Bagi Ikwan, kesempatan tersebut di harapkan menjadi awal dari perjalanan panjang bersama Maung Bandung.

Dia ingin terus berkembang, beradaptasi dengan tuntutan bermain di klub besar serta meningkatkan kualitasnya agar dapat memberikan kontribusi lebih besar pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Di sisi lain, Gelandang Persib Bandung, Adam Alis berbicara soal hasil positif kontra PSM Makassar pada laga pembuka Super League 2026/2027.

Menuurt Dia, kemenangan 3-1 atas PSM Makassar menjadi modal penting bagi tim. Terutama dari sisi mental untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena harus melalui pertandingan yang tidak mudah.

PSM Makassar mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui Kodai Tanaka.

Persib Bandung menunjukkan karakter sebagai tim juara setelah bangkit pada babak kedua. Patricio Matricardi menyamakan kedudukan pada menit ke-48 melalui skema sepak pojok yang di eksekusi Thom Haye.

(Bambang Fouristian)

Adam Alis: Persib Bandung Dapat Suntikan Mental

0
adam alis persib fokusjabar.id
foto: ilustrasi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Adam Alis berbicara soal hasil positif kontra PSM Makassar pada laga pembuka Super League 2026/2027.

Menuurt Dia, kemenangan 3-1 atas PSM Makassar menjadi modal penting bagi tim. Terutama dari sisi mental untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

BACA JUGA:

Kalah 3-1 dari Persib Bandung, Ini Kata Pelatih PSM Makassar

“Ya yang pasti alhamdulillah kita dapat tiga poin pertama. Ini sangat positif dan jadi suntikan mental,” kata Adam Alis.

Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena harus melalui pertandingan yang tidak mudah.

PSM Makassar mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui Kodai Tanaka.

Persib Bandung menunjukkan karakter sebagai tim juara setelah bangkit pada babak kedua. Patricio Matricardi menyamakan kedudukan pada menit ke-48 melalui skema sepak pojok yang di eksekusi Thom Haye.

Hanya berselang tiga menit, Maung Bandung berbalik unggul. Balsa Sekulic mencetak gol melalui tendangan kaki kiri dari depan kotak penalti sekaligus membukukan gol pertamanya di kompetisi resmi.

Uilliam Barros kemudian melengkapi kemenangan lewat golnya pada menit ke-81. Keunggulan 3-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Adam menilai, kemenangan pada pertandingan pertama memiliki arti tersendiri. Karena laga pembuka kompetisi selalu menghadirkan tantangan.

“Karena di pertandingan pertama tidak ada yang mudah,” katanya di kutip persib.co.id.

BACA JUGA:

Patricio Matricardi Player of the Match Persib vs PSM Makassar

Menurutnya, keberhasilan membalikkan keadaan juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri seluruh pemain.

Mental yang terbangun dari kemenangan tersebut di  harapkan menjadi bekal untuk menjalani pertandingan selanjutnya.

Dengan tiga poin, Persib kini memiliki modal awal yang positif untuk melanjutkan perjalanan di Super League 2026/2027.

Bagi Adam, kemenangan atas PSM bukan hanya soal raihan angka. Tetapi juga suntikan kepercayaan diri bagi tim untuk menghadapi tantangan berikutnya.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Tutup Turnamen Bola Voli Liga Desa 2026

0
bupati garut bola voli fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin secara resmi menutup Turnamen Bola Voli Indoor Liga Desa Piala Bupati Garut 2026 di GOR Cikuray RAA Adiwidjaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (8/9/2026).

Syakur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan turnamen Bola Voli.

BACA JUGA:

Aktivasi Garut Plaza Wujudkan Pusat Perdagangan dan UMKM

Menurutnya, penyelenggaraan Liga Desa membutuhkan energi, waktu, persiapan, latihan serta pengorbanan yang besar dari seluruh peserta dan panitia penyelenggara.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan acara ini,” kata Bupati Garut.

Syakur menegaskan, bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat di gemari oleh masyarakat.

Oleh karena itu, melalui ajang ini, pihaknya ingin mendorong masyarakat untuk makin aktif berolahraga demi mewujudkan pola hidup sehat dan bugar.

Selain manfaat kesehatan, turnamen ini memiliki peran strategis dalam membangun silaturahmi antarwarga serta menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Kemarin saya dapat informasi banyak perwakilan desa yang datang ke sini dan saling mengenal satu sama lain. Kita adalah Garut. Dengan adanya acara ini, maka ada silaturahmi sehingga kita akan saling membantu dan menolong antarwarga desa di Kabupaten Garut,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Optimalisasi PAD Pariwisata

Bupati Garut berharap, ajang Liga Desa ini dapat menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk melahirkan bibit-bibit atlet potensial.

Berikut Daftar Juara Turnamen Bola Voli Indoor Liga Desa Piala Bupati Garut 2026:

Putri

  1. Juara 1 Desa Pasawaham Kecamatan Tarogong Kaler
  2. Juara 2 Desa Sukawargi Kecamatan Cisurupan
  3. Juara 3 Desa Bagendit Kecamatan Banyuresmi
  4. Juara 4 Desa Sukatani Kecamatan Cilawu

Putra

  1. Juara 1 Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan
  2. Juara 2 Desa Sikawatfi Kecamatan Cisurupan
  3. Juara 3 Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu
  4. Juara 4 Desa Pelita Asih Kecamatan Selaawi

(Bambang Fouristian)

BNPB Ungkap 1.730 Bencana Terjadi sejak Januari 2026

0
BNPB Bencana fokusjabar.id
foto: ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Indonesia masih menghadapi tingginya risiko bencana sepanjang 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.730 kejadian bencana berlangsung sejak 1 Januari hingga 7 September 2026 di berbagai daerah.

Jumlah tersebut mencakup beragam jenis bencana. Mulai dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), banjir, cuaca ekstrem hingga tanah longsor.

BACA JUGA:

Bantuan Beras Diperpanjang hingga Desember 2026

Selain bencana hidrometeorologi, sejumlah kejadian geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api juga masuk dalam pencatatan BNPB.

Data terbaru itu di sampaikan Sekretaris Utama BNPB, Rustian dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.

BNPB menyebut, seluruh 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana sedang hingga tinggi.

“Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana yang di dominasi oleh bencana hidrometeorologi serta bencana geologi,” kata Rustian.

Jika di lihat berdasarkan jenisnya, karhutla menjadi kejadian yang paling banyak di catat selama periode tersebut.

BNPB merekam 627 kejadian karhutla, kemudian 543 kejadian banjir dan 324 kejadian cuaca ekstrem.

Jenis bencana lainnya juga memberikan kontribusi terhadap total kejadian nasional.

Tanah longsor tercatat sebanyak 105 kejadian, sedangkan kekeringan mencapai 101 kejadian.

Sementara itu, gelombang pasang dan abrasi masing-masing tercatat dalam kelompok yang berjumlah 14 kejadian.

Untuk bencana geologi, BNPB mencatat terdapat 13 kejadian gempa bumi dan tiga erupsi gunung api sejak awal tahun hingga 7 September 2026.

Dalam periode pencatatan yang sama, tidak terdapat kejadian tsunami.

BACA JUGA:

AHY Tegaskan Komitmen Demokrat Kawal Pemerintahan Prabowo

Tingginya jumlah bencana tersebut turut berdampak langsung terhadap masyarakat. Berdasarkan data BNPB, sekitar 4,23 juta orang tercatat terdampak dan mengungsi.

Selain itu, sebanyak 2.109 orang mengalami luka-luka, 397 orang meninggal dunia, sementara 13 orang lainnya masih di nyatakan hilang.

Kerusakan juga terjadi pada hunian warga. BNPB mencatat total 111.533 rumah terdampak akibat berbagai kejadian bencana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.143 rumah masuk kategori rusak berat, 24.521 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 57.869 rumah lainnya rusak ringan.

Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak dalam rangkaian bencana tersebut.

BNPB mencatat 2.361 fasilitas pendidikan terdampak, kemudian 867 rumah ibadah dan 230 fasilitas kesehatan.

Selain itu, sebanyak 751 kantor serta 92 jembatan juga di laporkan terdampak atau mengalami kerusakan.

BNPB menyatakan, penanganan terhadap dampak bencana terus di lakukan, tidak hanya ketika kondisi darurat berlangsung.

Percepatan penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi di lakukan dengan mengerahkan sumber daya nasional serta melalui pendampingan kepada pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Langkah pemulihan juga di persiapkan untuk menghadapi kebutuhan penanganan bencana pada periode berikutnya.

Pemerintah telah menetapkan pagu awal anggaran BNPB untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,12 triliun.

Dari anggaran tersebut, terdapat alokasi Rp126,24 miliar yang di peruntukkan bagi percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BACA JUGA:

AHY Bicara Soal Kekuasaan, Golkar Baca Sinyal Menuju Pilpres 2029

Dengan jumlah 1.730 kejadian hingga 7 September 2026, bencana hidrometeorologi masih menjadi kelompok yang paling dominan di Indonesia.

Karhutla berada di posisi teratas, di susul banjir dan cuaca ekstrem. Di sisi lain, dampak terhadap penduduk, rumah, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, rumah ibadah, perkantoran, hingga jembatan menunjukkan luasnya konsekuensi yang di timbulkan dari rangkaian bencana tersebut.

BNPB bersama pemerintah daerah terus menjalankan penanganan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.

Data tersebut juga menjadi dasar dalam memperkuat respons darurat sekaligus proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi daerah yang mengalami kerusakan akibat bencana sepanjang Januari hingga awal September 2026.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

Bantuan Beras Diperpanjang hingga Desember 2026

0
bantuan beras fkusjabar.id
foto ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pemerintah memperpanjang penyaluran bantuan beras untuk periode Oktober, November dan Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang masuk kelompok penerima.

Keputusan tersebut di sampaikan pemerintah pada Selasa, 8 September 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, sehari sebelumnya.

BACA JUGA:

AHY Tegaskan Komitmen Demokrat Kawal Pemerintahan Prabowo

Sekitar 33,2 juta keluarga yang berada dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 menjadi sasaran bantuan lanjutan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, keberlanjutan program tersebut juga berkaitan dengan langkah antisipasi pemerintah terhadap potensi El Nino.

Kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor yang di perhitungkan karena dapat memengaruhi produksi, pasokan hingga harga pangan dalam beberapa bulan mendatang.

Airlangga menjelaskan, bantuan pangan yang di berikan sampai September telah memiliki alokasi 30 kilogram. Arahan Presiden kemudian memperpanjang program untuk tiga bulan berikutnya.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk di lanjutkan di bulan Oktober, November dan Desember,” jelas Airlangga.

Untuk periode Oktober hingga Desember, besaran bantuan secara keseluruhan tetap mencapai 30 kilogram beras bagi setiap keluarga penerima manfaat.

Artinya, jika menggunakan skema bulanan, masing-masing keluarga memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan. Namun, pola distribusi dapat berubah sesuai mekanisme teknis yang nantinya di tetapkan.

Sebelumnya, bantuan pangan tahap kedua untuk periode Juli, Agustus dan September juga di salurkan dengan skema rapel.

Dalam mekanisme tersebut, penerima memperoleh total 30 kilogram beras sekaligus, bukan menerima 10 kilogram secara terpisah setiap bulan.

Pola serupa masih menjadi salah satu opsi untuk penyaluran bantuan pada kuartal IV.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk pelaksanaan bantuan beras selama tiga bulan terakhir 2026.

Dana tersebut di tujukan untuk mendukung penyaluran kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima yang termasuk kelompok desil 1 sampai desil 4.

“Anggarannya sekitar Rp17 triliun (untuk bantuan beras selama tiga bulan),” kata Airlangga.

BACA JUGA:

AHY Bicara Soal Kekuasaan, Golkar Baca Sinyal Menuju Pilpres 2029

Soal cara penyaluran, pemerintah masih menyerahkan pembahasan teknis kepada Perum Bulog sebagai pelaksana.

Airlangga mengatakan, total bantuan dalam satu kuartal tetap 30 kilogram, meskipun bentuk paket dan waktu distribusinya masih dapat di sesuaikan.

“Ya jumlahnya tetap per kuartal 30 kilogram dan biasanya paketnya 10 (kilogram). Tetapi kemarin dari Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengusulkan supaya paketnya di jadikan satu di 30 kilogram. Nanti itu tentu teknisnya dari Bulog. Jadi bisa juga di sekaliguskan (penyalurannya),” ujar Menko Airlangga.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebut kesiapan perusahaan mencakup persediaan beras pemerintah, jaringan gudang, serta sumber daya operasional yang berada di berbagai daerah.

“Arahan Presiden menunjukkan keberpihakan dan perhatian yang sangat besar kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Oktober hingga Desember,” kata Ahmad.

Bulog menyebut, stok beras pemerintah yang tersedia telah berada di atas 4 juta ton. Persediaan tersebut di dukung jaringan pergudangan di berbagai wilayah serta pengalaman Bulog dalam menjalankan penugasan distribusi pangan nasional.

Kesiapan stok menjadi salah satu faktor penting agar bantuan pangan untuk tiga bulan terakhir 2026 dapat di salurkan sesuai penugasan.

Selain memperpanjang bantuan pangan, pemerintah juga mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan beras di pasar.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menambah alokasi beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton hingga akhir 2026.

Kebijakan ini di tujukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau sekaligus mengantisipasi kemungkinan tekanan pasokan pada periode paceklik.

Sebelum penambahan tersebut, alokasi SPHP beras 2026 tercatat sebanyak 828 ribu ton. Hingga Senin, 7 September 2026, realisasinya telah mencapai sekitar 758 ribu ton atau 91,55 persen.

Pemerintah menilai tambahan alokasi di perlukan agar distribusi beras dengan harga terjangkau tidak terhenti hingga penghujung tahun.

BACA JUGA:

Abu Vulkanik Masih Terlihat di Sejumlah Wilayah Depok

“Namun tidak boleh ada kekosongan salur beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat sampai akhir 2026,” ujar Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Kebijakan memperpanjang bantuan beras hingga Desember sekaligus memperkuat program SPHP menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi potensi gangguan terhadap kondisi pangan.

Ancaman El Nino menjadi salah satu faktor yang di perhitungkan karena kondisi kekeringan dapat berpengaruh terhadap produksi pertanian.

Dengan bantuan pangan, pemerintah memberikan dukungan langsung kepada kelompok masyarakat sasaran. Sementara program SPHP di arahkan untuk menjaga pasokan beras di pasar.

Dengan demikian, masyarakat yang masuk dalam sekitar 33,2 juta keluarga sasaran masih akan memperoleh bantuan pangan beras pada Oktober, November, dan Desember 2026.

Setiap keluarga mendapat alokasi total 30 kilogram selama tiga bulan. Sedangkan bentuk serta waktu pembagiannya akan mengikuti mekanisme yang di tetapkan Bulog.

Pemerintah dan Bulog juga terus memastikan ketersediaan stok agar program bantuan dapat berjalan sampai akhir tahun.

Perpanjangan program ini juga menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mempersiapkan bantuan untuk masyarakat penerima. Tetapi sekaligus menjaga keseimbangan pasokan beras secara nasional.

Dengan anggaran sekitar Rp17 triliun, tambahan alokasi SPHP 1 juta ton, serta stok beras pemerintah yang di sebut telah melampaui 4 juta ton, pelaksanaan bantuan hingga Desember 2026 akan menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi potensi tekanan pangan pada akhir tahun.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)