spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 105

Kajian Ustadz Adang Nurdin di Masjid Besar Almanar Jatinagara Ciamis

0
ciamis@fokusjabar.id
Ustadz Adang Nurdin di Masjid Besar Al Manar Jatinegara Ciamis.(Dokumen Pribadi)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Menjalankan ibadah dengan tujuan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Merupakan hal yang tidak mudah, karena harus menjalankan dua dasar yaitu antara lain kewajiban dan kecintaan.

Hal tersebut di sampaikan Ustadz Adang Nurdin dari Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Saat memberikan tausiyah di Masjid Besar Al-Manar Desa Jatinagara Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Minggu (22/2/2026).

“Ada dua dasar dalam menjalankan ibadah. Pertama, karena kewajiban, dan barangsiapa menjalankan ibadah di dasari karena kewajiban. Maka ibadah itu akan terasa beban,” ungkap Ustadz Adang Nurdin.

Baca Juga: Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

Dan yang kedua, lanjutnya, adalah ada orang yang menjalankan ibadah yang di dasari Mahabbah atau kecintaan. Maka dari itu dalam menjalankan ibadahnya akan merasakan kenikmatan.

“Maka di bulan suci ramadan yang penuh ampunan ini, tentunya bagaimana kita semuanya. Untuk lebih menumbuhkan kecintaan terhadap Allah SWT,” ucapnya.

Selain itu, Ustadz Adang Nurdin juga menjelaskan bahwa, ada dua cara untuk lebih meningkatkan kecintaan terhadap Allah SWT. Di bulan ramadan yang penuh berkah dan pengampunan.

“Yaitu, pertama kita semua harus mengenali Allah SWT dengan cara belajar dan hadir melalui rutinitas pengajian. Juga untuk selalu mendekatkan diri dengan ulama yang di yakini ma’rifatullah (Mengenal Allah SWT),” jelasnya.

Baca Juga: Rumah Warga di Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Kelapa

Yang kedua, kata Ustadz Adang Nurdin, yaitu dengan cara membersihkan hati. Supaya qalbunya pantas dan layak di tumbuhi kecintaan kepada Allah SWT.

“Di bulan suci ramadan ini, semoga kita semuanya mendapatkan Maghfirah juga mampu melawan segala bentuk hawa nafsu dunia. Yaitu dengan selalu mengingat Allah SWT, amin ya robalalamin,” tututrnya.

Dalam acara yang sudah menjadi pengajian rutin bulanan di Masjid Besar Al-Manar Desa Jatinagara Kabupaten Ciamis tersebut. Dan para peserta yang hadir yang di dominasi kaum hawa, nampak mendengarkan penuh khidmat.

(Nanang Yudi)

Gercep! Damkar Ciamis Selamatkan Seorang Anak Terjepit Kursi

0
ciamis@fokusjabar.id
Seorang anak kakinya terjepit besi tempat duduk.(Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos wilayah manajemen kebakaran (WMK) Banjarsari Kabupaten Ciamis. Bergerak cepat menyelamatkan seorang anak bernama Wildan Syakip Al Faiza (5) yang kakinya terjepit kursi besi.

Wildan Syakip Al Faiza kakinya terjepit kursi besi di halaman TK PGRI Al Munawaroh di Dusun Cangkring RT 003/001. Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

” Iya, ada seorang anak yang sedang bermain di halaman TK PGRI Al Munawaroh. Kakinya terjepit di tempat duduk yang terbuat dari besi,” ungkap Kasie Pengendalian dan Pemadaman Kebakaran Ciamis, Trisyanto, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: Rumah Warga di Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Kelapa

Dan saat ini, lanjut dia, anak berusia 5 tahun tersebut sudah di evakuasi. Oleh personel Personel Damkar pos wilayah manajemen kebakaran (WMK) Banjarsari Kabupaten Ciamis.

“Saat di evakusi anak tersebut sedang di kerumuni warga dan ibunya. Dan alhamdulilah bisa terlepas dari himpitan kursi besi yang berada di halaman sekolah TK,” tuturnya.

Baca Juga: 2 Bersaudara Warga Sindangrasa Ciamis 1 Tahun Mengungsi

Menurutnya, sebelum kejadian, anak tersebut sedang bermain di area taman kanak-kanak, ketahuan terjepit karena ibunya mendengar teriakan Wildan anaknya.

“Ibu anak itu mengetahui kaki anaknya terjepit setelah mendengar anaknya menangis. Dan langsung meminta bantuan kepada personel piket pos Damkar WMK Banjarsari,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Federico Barba Fokus Hadapi Persita Tangerang

0
Federico Barba fokusjabar.id
Federico Barba (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Federico Barba menegaskan, Dia fokus menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (22/2/2026).

Pemain asal Italia ini mengatakan, dia bersama rekan-rekannya saat ini sudah fokus untuk menghadapi kompetisi Super League 2025/2026.

BACA JUGA:

Persib Bandung Tutup Tribun Selatan dan VBS

Lantaran langkah Persib di AFC Champions League Two 2025/2026, sudah terhenti, usai disingkirkan oleh tim asal Thailand Ratchaburi FC.

Sehingga, Federico Barba menegaskan mentalitas para pemain tetap membara untuk menyapu bersih sisa pertandingan musim ini.

“Perjuangan di AFC sudah selesai dan sekarang kami mencoba mengambil hal-hal positif dari sana. Kami akan terus mencoba sampai akhir,” kata Barba.

“Ini sangat penting karena kami ingin memenangkan semua pertandingan, dan itu harus menjadi mentalitas kami hingga akhir musim,” ujarnya.

Laga menghadapi Persita menjadi pertandingan perdana Persib di bulan Ramadan. Menurut Barba hal itu bukan kendala.

Walaupun, ini merupakan pengalaman barunya bermain di negara mayoritas muslim dengan jadwal pertandingan yang cukup larut.

Barba mengakui sedikit asing karena harus menjalani sesi latihan di malam hari. Namun hal tersebut tidak memengaruhi kesiapannya.

BACA JUGA:

Meski Berat, Federico Barba Tetap Optimistis

“Saya pikir tidak ada masalah bagi saya maupun pemain lainnya di sini. Memang terasa sedikit aneh karena kami harus berlatih sangat larut,” ungkapnya.

“Tapi untuk pertandingan sendiri itu normal. Saya sudah terbiasa bermain di jam seperti ini, jadi tidak ada masalah,” pungkasnya.

(Arif)

Persib Bandung Incar 3 Poin kontra Persita, Misi Balas Dendam

0
Persib Bandung Persita fokusjabar.id
official training Persib jelang lawan Persita. (Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung mengincar tiga poin kontra Persita Tangerang pada pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026, Minggu (22/2/2026) malam.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak menyebut, pertandingan yang akan di gelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) tidak mudah bagi pasukannya.

BACA JUGA:

Pelatih Persib Bandung: Adam Prybek Pulang ke Wales

Bagaimana tidak, skuat Maung Bandung memiliki waktu persiapan yang cukup singkat usai leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 menghadapi Ratchaburi FC, Rabu (18/2/2026).

“Kembali menghadapi laga sulit. Empat hari setelah laga di Liga Champions,” kata Bojan Hodak.

“Persita adalah tim yang bagus, terorganisir dengan baik. Dan musim ini mereka mengejutkan beberapa tim,” ujarnya.

Selain itu, Persita juga merupakan tim kuat. Bahkan pada putaran pertama berhasil menaklukkan skuat Maung Bandung dengan skor 2-1.

“Kami kalah di pertemuan pertama melawan mereka. Laga kedua nanti malam akan sulit,” ucapnya.

Bojan Hodak optimistis, pada pertandingan kali ini Persib bisa meraih kemenangan sekaligus membalas kekalahan di pertemuan sebelumnya.

BACA JUGA:

Kalah Agregat, Persib Bandung Gagal Tembus 8 Besar ACL 2

Apalagi, pada pertandingan kali ini Persib akan bermain sebagai tuan rumah dengan dukungan langsung dari ribuan Bobotoh.

“Tapi kami bermain di kandang dan di kandang kami selalu mendapatkan hasil positif,” tegas Bojan Hodak.

(Arif)

Persib Bandung Tutup Tribun Selatan dan VBS

0
Persib bandung tribun selatan fokusjabar.id
Tribun Selatan dan VBS ditutup (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajemen Persib Bandung memutuskan menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

Penutupan tribun Selatan dan VBS di mulai pada pertandingan menghadapi Persita Tangerang, Minggu (22/2/2026).

BACA JUGA:

Andrew Jung Kecewa, Pelatih Persib Fokus Liga Domestik

Keputusan penutupan sementara imbas dari insiden Persib Bandung kontra Ratchaburi FC babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026.

Berikut pernyataan resmi Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan.

Persib memahami bahwa pertandingan melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 yang lalu merupakan momen yang penuh emosi bagi banyak pihak.

Atmosfer kompetisi Asia menghadirkan harapan dan keterlibatan besar dari seluruh elemen pendukung yang ingin melihat tim tampil maksimal di panggung internasional.

Dalam dinamika tersebut terjadi sejumlah insiden. Seperti pemanjatan pagar pembatas tribun, pelemparan objek, penyalaan petasan serta pitch invasion yang melibatkan sebagian oknum suporter.

Situasi ini menjadi perhatian serius. Terlebih karena pertandingan berlangsung dalam kompetisi level Asia yang turut membawa nama Persib, Bandung dan Indonesia.

BACA JUGA:

Gagal di ACL 2, Pelatih Persib Bandung Fokus Super League

“Kami memahami bahwa dinamika emosi dalam sepakbola adalah hal yang tidak terpisahkan. Namun demikian, setiap bentuk tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial maupun sesama penonton tentu perlu kita sikapi bersama,” ungkapnya.

Sepakbola seharusnya tetap menjadi ruang dukungan yang positif, aman dan membanggakan bagi semua pihak.

Sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E. Mulai dari pertandingan Persib vs Persita hingga batas waktu yang belum di tentukan.

“Kami juga melakukan evaluasi dan investigasi internal secara menyeluruh terhadap aspek penyelenggaraan pertandingan,” katanya.

Pembenahan akan di lakukan secara bertahap dan lebih mendalam. Hal itu untuk memastikan setiap laga ke depan dapat berlangsung dalam situasi yang aman, nyaman dan kondusif.

“Kami percaya, semangat bobotoh selama ini selalu menjadi kekuatan utama Persib. Karena itu, mari kita jaga bersama marwah klub ini dengan menunjukkan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab. Dengan begitu, sepakbola tetap menjadi ruang kebanggaan yang dapat di nikmati oleh semua kalangan,” pungkasnya.

(Arif)

Rumah Warga di Pamarican Ciamis Tertimpa Pohon Kelapa

0
Pamarican Ciamis fokusjabar.id
Rumah Wasirah warga Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis yang tertimpa pohon Kelapa

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dapur rumah milik Nek Wasirah yang di huni tiga jiwa di Dusun/Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Jawa Barat rusak tertimpa pohon Kelapa.

Kejadian pohon kelapa tumbang pada Minggu (22/2/2026) subuh. Di mana saat itu, wilayah Pamarican di terjang angin kencang.

BACA JUGA:

2 Bersaudara Warga Sindangrasa Ciamis 1 Tahun Mengungsi

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaqi Effendi menyebut, tidak ada korban jiwa maupun luka. Pemilik rumah menelan kerugian materi sekita Rp5 juta.

“Mendapat informasi ada rumah warga di Pamarican tertimpa pohon tumbang, Kami langsung mendatangi lokasi kejadian,” katanya.

Menurut Baehaqi, tingkat kerusakan dapur rumah tersebut cukup parah.

“Kerusakannya cukup parah. Di mana kayu plafon atas dan gentingnya hancur tertimpa pohon Kelapa,” kata Dia.

BACA JUGA:

PJU Blok Cisagu Menyala, Warga Jelat Ciamis Bebas Pencuri

Pihaknya bersama aparatur desa setempat, relawan dan aparat TNI-Polri gorong-gorong membersihkan puing-puing rumah yang berserakan dan mengevakuasi pohon dari atap rumah.

“Kejadian ini sudah kami laporkan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

2 Bersaudara Warga Sindangrasa Ciamis 1 Tahun Mengungsi

0
Sindangrasa Ciamis fokusjabar.id
Dian Wardian di lokasi rumah ambruk

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Malang benar nasib yang di alami dua bersaudara, Dian Wardan dan adiknya warga RT01/12 Lingkungan Kertahayu Kelurahan Sindangrasa Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

Keduanya harus rela tinggal di rumah sempit milik saudaranya (Ina) yang berdampingan dengan rumah peninggalan orang tuanya yang sangat tidak layak huni.

BACA JUGA:

PJU Blok Cisagu Menyala, Warga Jelat Ciamis Bebas Pencuri

Kondisi rumah yang sempat di tinggalinya saat ini sangat memprihatinkan. Yakni, tembok yang lapuk dan tanpa atap.

Sejak ambruk 21 Mei 2025 lalu, keduanya numpang tidur di rumah Ina. Di mana kondisi rumahnya tidak jauh berbeda dengan rumah yang di tinggalkannya.

Dian mengaku, rumah tersebut belum di bangun karena keterbatasan ekonomi.

“Jangankan untuk membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja sangat sulit,” kata Dian Wardian yang berprofesi sebagai juru parkir di Pertokoan Pasar Manis Ciamis.

“Saat ini Kami numpang di rumah saudara,” Dian menambahkan, Minggu (22/2/2026).

Menurut Dia, saat bagian dapur rumahnya ambruk mendapat bantuan dari Dinsos dan Baznas Kabupaten Ciamis.

“Sejak itu, tidak ada lagi bantuan dari pihak manapun,” ungkap Dian.

Dia berharap mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan Sindangrasa dan Pemkab Ciamis.

“Harapan Saya Pemkab Ciamis membantu membangun rumah Kami,” harap Dian.

BACA JUGA:

Ngabuburit Bernuansa Sejarah di Jembatan Cirahong Ciamis

Ina membenarkan bahwa dua bersaudara tersebut kini tinggal serumah sejk ambruk total.

“Mereka itu saudara dari suami Saya. Karenanya Saya suruh tinggal di rumah milik keluarga,” beber Ina.

Lurah Sindangrasa, Derry Yusman mengaku, pihaknya sudah mengusulkan bantuan agar masuk ke dalam program Rutilahu.

“Rumah itu berdasarkan data dari Dinsos Kabupaten Ciamis sudah di prioritaskan dalam program Rutilahu tahun 2026,” singkat Derry.

(Husen Maharaja)