MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Bupati Majalengka Eman Suherman mengajak seluruh elemen masyarakat membentengi daerah dari bahaya narkotika dan minuman keras. Pihaknya mendukung penuh langkah penegakan hukum demi keselamatan warga.
Eman menyampaikan pesan tersebut saat memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Majalengka, Rabu (30/9/2026). Kepolisian setempat bertindak tegas memberantas peredaran miras dan obat ilegal.
Baca Juga: Kedapatan Bawa Samurai, Remaja Majalengka Diamankan Polisi
Eman menilai tindakan tegas kepolisian menjadi bagian penting dari perlindungan masa depan masyarakat.
“Apresiasi saya, pemerintah daerah, karena Beliau komitmen dan konsisten untuk melaksanakan upaya preventif menjaga Majalengka dari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama dengan adanya peredaran minuman keras, tadi kita saksikan bersama. Kemudian juga ada peredaran obat terlarang, ya. Semua ini adalah pemicu terjadinya persoalan di masyarakat, ya,” ujar Eman.
Polisi Amankan Ribuan Obat Keras dan Tangkap Tujuh Tersangka
Dalam operasi dua pekan terakhir, jajaran kepolisian mengamankan 4.575 butir obat keras terlarang. Petugas juga menyita 3,8 gram sabu-sabu dan menangkap tujuh orang tersangka.
Selain itu, polisi memusnahkan sebanyak 2.348 botol minuman keras ilegal di Mapolres Majalengka.
Eman menyampaikan peringatan keras kepada para pengguna obat terlarang dan pelaku peredaran miras.
“Pesan kami, ya, ini kepada masyarakat Majalengka khususnya kepada pengguna, jangan coba-coba menggunakan kembali dan saatnya untuk berhenti, ya, untuk selamanya,” tegas Eman.
Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda dan Tokoh Agama
Eman meminta seluruh lapisan masyarakat mendukung langkah ketegasan kepolisian setempat. Langkah ini menjaga situasi Kabupaten Majalengka agar tetap aman dan kondusif.
Ia menyebut upaya ini sebagai bentuk sinergitas antara Pemkab Majalengka dan Unsur Forkopimda.
“Nah, inilah sebuah program sinergitas, ya. Kita harus bahu-membahu, semua Forkopimda bersepakat bagaimana mengawal Pemerintah Majalengka untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae dari semua aspek kehidupan,” jelas Eman.
Eman turut mengajak para tokoh agama dan generasi muda memperkuat benteng pencegahan di lingkungan masing-masing.
“Bukan hanya dari aspek kriminal, ada Pak Kiai, ada generasi muda kita. Yuk, bentengi Majalengka dari bahaya yang akan merusak masyarakat kita, Yang akan merusak mental masyarakat kita, akan merusak juga hal-hal yang sifatnya meresahkan masyarakat kita,” pungkas Eman.
(Jilly Ortega)



