JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan, Dia dan keluarganya tidak mempunyai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Saya dan keluarga tidak punya dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), tegas Sudaryono.
BACA JUGA:
PWI dan Dewan Pers Kecam Hotman Paris, JMSI Sumut Pasang Badan Bela Profesi Wartawan
Menurutnya, Dia dan keluarganya tidak ada konflik kepentingan dalam pelaksanaan program MBG.
Tak hanya itu, Dia juga tidak menoleransi praktik korupsi, kongkalingkong dan copet-copetan di lingkungan BGN dan MBG.
Sudaryono menyebut, MBG merupakan program prioritas dengan anggaran yang besar dan cakupannya nasional. Karenanya, harus di jalankan dengan transparan serta akuntabel.
Dia menegaskan, setiap kebijakannya harus bisa di pertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Yakinlah bahwa saya di detik ini berkomitmen untuk kerja dengan sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya,” tegas Sudaryono.
Pihaknya meminta masyarakat langsung melapor ke aparat berwajib jika menemukan ada yang mencatut namanya untuk meminta imbalan atau menawarkan jasa-jasa tertentu terkait MBG.
BACA JUGA:
Lemhannas Kirim 25 Kepala Daerah ke Singapura Disorot Ketua DPR
Sudaryono juga membuka peluang bagi pegawai BGN yang merasa tidak mampu melanjutkan tugas di tengah situasi sulit saat ini. Silahkan ajukan pindah atau kembali ke instansi semula.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden memberi waktu satu bulan untuk membereskan tata kelola yang kini tengah menjadi atensi masyarakat.
Dia menegaskan, BGN butuh tim yang siap bergerak cepat agar berbagai persoalan yang di hadapisegera di selesaikan.
Menurut Sudaryono, penanganan perkara hukum yang sedang berlangsung di lembaganya harus di serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Keberlangsungan program dan pekerjaan di BGN tidak boleh terhenti hanya karena adanya persoalan hukum yang menimpa sebagian pihak.
Karena itu, pegawai yang tidak terkait kasus hukum di minta tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya seperti biasa.
(Bambang Fouristian)



