CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tim SAR gabungan bersama warga akhirnya berhasil menemukan Ar (8), bocah laki-laki yang hilang terseret arus di aliran Sungai Cijolang. Namun, operasi pencarian ini berujung duka setelah tim menemukan tubuh korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Camat Rancah, Nia Kurnia, mengonfirmasi langsung kabar duka tersebut, Senin (8/6/2026) sore.
Nia menjelaskan bahwa pihak kecamatan awalnya menerima laporan darurat dari jajaran aparat Pemerintah Desa Patakaharja pada Senin siang. Laporan tersebut menerangkan adanya insiden kecelakaan air yang menimpa seorang anak kecil di kawasan Bendungan Sungai Cijolang, tepatnya di Blok Tangkolo, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Baca Juga: Dari Pena ke Bet, Wartawan Ciamis Ramaikan Turnamen Tenis Meja JSE 2026
“Begitu menerima informasi awal mengenai insiden tersebut, kami langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menggelar operasi pencarian darurat di sekitar lokasi kejadian,” ucap Nia.
Nia membeberkan kronologi berdasarkan kesaksian rekan-rekan korban. Sebelum petaka terjadi, korban bersama dua orang temannya memang sengaja mendatangi lokasi dengan rencana untuk berenang bersama di aliran sungai pembatas wilayah tersebut.
“Korban berinisiatif mendahului teman-temannya dengan langsung melompat terjun ke dalam sungai. Sementara itu, dua rekannya masih tertinggal di area pinggiran dan belum sempat menyentuh air sungai,” kata Nia.
Warga Sekitar Berhamburan ke Lokasi Bendungan
Nia melanjutkan, petaka mulai muncul setelah tubuh korban masuk ke dalam air. Dua temannya yang setia menunggu di tepi sungai mulai panik karena korban tidak kunjung memunculkan diri kembali ke permukaan sungai dalam beberapa saat.
“Melihat korban tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan, kedua temannya langsung bergegas lari menuju permukiman warga. Mereka berteriak meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar sambil membawa pakaian milik korban,” jelasnya.
Mendengar aduan histeris dari kedua anak tersebut, warga sekitar langsung berhamburan menuju titik lokasi bendungan untuk melakukan aksi penyelamatan awal. Warga menyisir setiap sudut pusaran air di sekitar bendungan guna menemukan keberadaan bocah malang itu.
“Tim pencari akhirnya berhasil mengevakuasi tubuh korban. Pihak keluarga juga sudah langsung melakukan proses pulasara (pengurusan jenazah) terhadap jasad korban sebagaimana mestinya,” pungkas Nia Kurnia.
(Husen Maharaja)



