BANDUNG,FOKUSjabar.id: Provinsi Jawa Barat bertekad meraih hasil maksimal dengan membawa pulang medali terbanyak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate tahun 2026 ‘Piala Ketua Umum PB FORKI’. GOR Citra Arena Kota Bandung akan menjadi saksi perjuangan para karateka di kategori kadet, U-21, junior, dan senior mulai 9 hingga 12 Mei 2026.
Wakil Ketua II Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Jawa Barat, Arif Hardiana, menjelaskan bahwa Jabar menurunkan kekuatan penuh sebanyak 102 atlet. Tim ini mendapat pendampingan dari 15 pelatih dan 3 orang ofisial untuk bertanding di empat kategori usia. Rinciannya, Jabar mengirim 21 atlet kadet, 22 atlet U-21, 27 atlet junior, dan 23 atlet senior.
Baca Juga: KONI Jabar Dukung Banten dan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032
“Seluruh atlet dalam tim Jabar ini merupakan hasil seleksi ketat melalui sirkuit yang kami gelar. Kami sudah mematangkan persiapan jauh-jauh hari melalui konsep desentralisasi dan sentralisasi,” ujar Arif di sela-sela acara pelepasan dan doa bersama di GOR Sasakawa, Bandung, Jumat (8/5/2026) malam.
Target Juara Umum dan Strategi Tim
Arif menegaskan misi utama tim Jabar adalah mengembalikan supremasi prestasi karate di tingkat nasional dengan mengincar gelar juara umum. Meski beberapa atlet andalan seperti Tegar Januar dan Huggies Yustisio membela perguruan masing-masing, Arif tetap optimistis terhadap peluang timnya.
“Total ada 23 atlet andalan Jabar yang saat ini membela perguruan. Namun, kami masih memiliki peluang besar untuk keluar sebagai juara umum karena komposisi tim saat ini sangat solid,” paparnya.
Pemanasan Menuju Porprov Jabar XV
Kejurnas kali ini juga memiliki arti strategis bagi kota dan kabupaten di Jawa Barat. Banyak karateka menggunakan ajang ini sebagai sarana menambah jam terbang sebelum terjun ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV pada November 2026 mendatang.
Arif menambahkan bahwa kejurnas ini menjadi barometer penting, terutama bagi atlet di kategori U-21, junior, dan senior yang sedang mempersiapkan diri menuju pesta olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
Kekuatan Doa dan Dukungan Keluarga
Acara pelepasan tim berlangsung hangat dengan kehadiran orang tua, keluarga, serta kerabat para atlet. Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan moral dan doa bagi keselamatan serta keberhasilan para karateka yang akan bertanding.
“Ikhtiar meraih juara tidak hanya bertumpu pada latihan rutin dan kerja keras. Restu serta doa dari orang tua dan pelatih merupakan faktor kunci yang sangat penting. Kami berharap target juara umum bisa tercapai di kejurnas ini,” pungkas Arif.
(Ageng)


