spot_imgspot_img
Jumat 8 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Faunaland Siapkan Konsep Konservasi Urban untuk Bandung Zoo

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Faunaland secara resmi menyatakan minatnya untuk mengikuti proses pemilihan mitra Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Pengelola lembaga konservasi ini menawarkan konsep konservasi urban modern yang mengintegrasikan fungsi edukasi, ruang hijau, serta kesejahteraan satwa dalam satu kawasan terpadu.

Berbekal pengalaman mengelola Faunaland Ancol Jakarta dan Faunaland Buperta Cibubur, pihak perusahaan menilai keahlian mereka dalam mengembangkan kawasan konservasi di tengah kota menjadi modal krusial.

Baca Juga: Pemkot Bandung Alokasikan Rp300 Miliar untuk Perbaikan Jalan Tahun 2026

CEO Faunaland Indonesia, Danny Gunalen, memandang Kebun Binatang Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi ruang publik yang edukatif. Kemudian relevan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Bandung memiliki karakter kota yang kreatif. Kami melihat kawasan ini punya peluang besar untuk berkembang menjadi ruang hijau edukatif yang hidup bagi warga. Namun tentunya tetap menjamin kesehatan satwa,” ujar Danny, Jumat (8/5/2026).

Fokus pada Kesejahteraan Satwa dan Edukasi

Danny menjelaskan bahwa Faunaland mengedepankan pendekatan yang menyatukan habitat satwa dengan aktivitas keluarga dan pendidikan lingkungan hidup. Konsep ini bertujuan mendekatkan masyarakat dengan alam tanpa mengabaikan aspek animal welfare (kesejahteraan hewan) yang kini menjadi perhatian serius publik.

Menurutnya, pengelolaan kebun binatang masa depan wajib mengutamakan kualitas habitat, kesehatan satwa, serta tata kelola profesional. Hal ini penting guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas lembaga konservasi.

“Lembaga konservasi di jantung kota harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kesejahteraan satwa, edukasi publik, dan pengalaman keluarga yang berkualitas,” tambahnya.

Kolaborasi Internasional dan Komunitas Lokal

Selain fokus pada infrastruktur, Faunaland aktif menjalin jaringan dengan mitra konservasi internasional untuk meningkatkan standar enrichment (pengayaan) habitat.

Di tingkat lokal, Danny berencana menggandeng komunitas kreatif di Kota Bandung. Tujuannya untuk memperkuat fungsi ruang publik yang lebih inklusif, mulai dari kegiatan edukasi hingga penguatan literasi lingkungan.

Posisi strategis Kebun Binatang Bandung yang berada di pusat kota menjadikannya aset penting sebagai pusat pembelajaran konservasi bagi generasi muda. Faunaland optimis pendekatan konservasi urban mereka dapat mentransformasi kawasan tersebut menjadi ikon baru bagi Kota Kembang.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung tengah membuka proses pemilihan mitra KSP sepanjang Mei 2026. Berdasarkan jadwal, pemerintah akan menetapkan pemenang tender pada 25 Mei 2026 mendatang.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru