spot_imgspot_img
Jumat 8 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Bandung Alokasikan Rp300 Miliar untuk Perbaikan Jalan Tahun 2026

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat pemeliharaan dan perbaikan jalan. Langkah ini bertujuan meningkatkan standar kenyamanan serta menjamin keselamatan para pengguna jalan di seluruh wilayah kota.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menjelaskan bahwa dana tersebut mencakup biaya pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga pengaspalan ulang (overlay).

Baca Juga: Cara Sehat Ala Hartono Soekwanto: Hindari Makan Malam Berat

“Anggaran sekitar Rp300 miliar pada tahun 2026 ini mendukung berbagai pekerjaan jalan, termasuk yang bersifat kontraktual maupun rutin,” ujar Rizki, Jumat (8/5/2026).

Progres Pengerjaan di Lapangan

DSDABM saat ini tengah mengerjakan tahap pertama yang meliputi 10 paket pekerjaan kontraktual. Rizki mengonfirmasi bahwa petugas telah menuntaskan perbaikan di kawasan Jalan Sunda. Sementara itu, sejumlah ruas jalan lain seperti Taman Sari, Siliwangi–Sulanjana, Dago, Wastu Kencana, Cihampelas, Sukaraja, hingga Gunung Batu masih dalam proses pengerjaan awal.

Rizki menekankan bahwa pengerjaan jalan tidak serta-merta langsung berupa pengaspalan. Tim di lapangan harus membenahi saluran air (drainase) dan struktur dasar jalan terlebih dahulu sebelum melakukan tahap finalisasi atau overlay.

“Prosesnya bertahap. Kami memperbaiki saluran airnya dulu sebelum melakukan pengaspalan akhir agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Strategi Pengerjaan dan Cuaca

DSDABM mempertimbangkan faktor cuaca secara saksama dalam penggunaan material hotmix. Pihaknya melakukan penghamparan aspal secara hati-hati agar kualitas dan daya tahan jalan tetap optimal.

Untuk mengurangi gangguan arus lalu lintas, petugas menjadwalkan proses pengaspalan ulang pada malam hari. Pemilihan waktu ini bertujuan agar mobilitas warga tetap lancar mengingat volume kendaraan pada malam hari jauh lebih lengang daripada siang hari.

Selain tahap pertama, DSDABM telah menyiapkan tahap kedua dengan 11 paket pekerjaan, serta tahap ketiga yang mencakup 12 hingga 13 paket lainnya.

Peran UPT dalam Penanganan Cepat

Di samping proyek berskala besar, DSDABM tetap menyiagakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk menangani kerusakan ringan secara cepat. Tim UPT bertugas memperbaiki jalan retak, berlubang, atau kerusakan kecil lainnya yang membutuhkan penanganan segera tanpa melalui proses kontrak panjang.

“Teman-teman di UPT tetap menjalankan pemeliharaan rutin untuk menangani lubang dan retakan jalan, sementara proyek skala besar kami jalankan melalui skema kontrak,” pungkas Rizki.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru