BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memacu percepatan penentuan mitra pengelola baru untuk Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Setelah lelang tahap pertama gagal menghasilkan kesepakatan, Pemkot Bandung langsung menggelar lelang ulang dan menargetkan seluruh prosesnya tuntas pada pekan ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa dirinya segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan guna memfinalisasi hasil seleksi yang tengah berjalan. Langkah lelang ulang ini sengaja bergulir untuk membuka ruang negosiasi yang lebih fleksibel dan optimal antara panitia penyelenggara dan para peserta lelang.
Baca Juga: Pelantikan PNS Kota Bandung, Farhan Ingatkan Bahaya Informasi Tanpa Verifikasi
“Lelang pertama memang belum mencapai titik temu. Oleh karena itu, panitia menggelar lelang ulang. Melalui skema baru ini, kami membuka ruang negosiasi yang lebih dalam antara penyelenggara lelang dengan para peserta,” ujar Muhammad Farhan saat menghadiri acara di Hotel Aryaduta Bandung, Selasa (26/5/2026).
Menyusut Jadi 3 Kandidat, Nilai Investasi Tembus Angka Triliunan
Farhan membeberkan, dari deretan korporasi yang berminat pada tahap awal, kini menyisut menjadi tiga calon mitra saja yang mampu bertahan hingga fase akhir seleksi.
Namun, Pemkot Bandung mengakui bahwa penentuan pemenang tidak berjalan mulus. Tingginya nilai aset dan beratnya komitmen finansial menjadi batu sandungan utama bagi para investor:
- Tantangan Utama: Pemenuhan komitmen nilai investasi yang sangat tinggi.
- Kriteria Ketat: Pemkot Bandung mencari mitra yang memiliki kekuatan finansial raksasa serta manajemen konservasi yang sangat tangguh.
- Durasi Kontrak Terikat: Pemenang lelang akan mengikat kontrak pengelolaan jangka panjang selama 26 tahun.
Akibat durasi kontrak yang panjang dan nilai aset yang fantastis, total nilai kerja sama pengelolaan Kebun Binatang Bandung ini diproyeksikan menembus angka triliunan rupiah.
“Kontraknya berjalan selama 26 tahun, jadi nilainya pasti menyentuh angka triliunan rupiah. Sebagai gambaran, saat Kejaksaan Tinggi melakukan audit dulu, omzet penjualan tiket masuk saja mampu meraup Rp26 miliar dalam setahun,” jelas Farhan.
Targetkan Putusan Final Pekan Ini
Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung menghormati independensi panitia lelang dan tidak mengintervensi proses penilaian. Pemkot Bandung kini memposisikan diri menunggu hasil rekomendasi final dari tim penguji sebelum menyodorkannya ke level pusat.
“Saya sudah menerima laporan hasilnya tadi malam. Agenda saya hari ini adalah melaporkan langsung hasil tersebut ke pihak Kementerian Kehutanan,” imbuhnya.
Farhan berharap pengelola baru bisa segera mengetuk palu peresmian. Dengan begitu, program revitalisasi, penataan kandang, dan pengembangan fasilitas edukasi di Kebun Binatang Bandung dapat langsung berjalan sesuai rencana induk (masterplan) daerah.
“Pokoknya target saya minggu ini harus selesai. Semua proses administrasi wajib tuntas pekan ini,” pungkas Farhan.
(Yusuf Mugni)



