spot_imgspot_img
Rabu 27 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengusaha asal Tasimalaya, Tawar Koi Irfan Hakim dan Hartono Seokwanto Rp 1,3 M

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dunia pencinta ikan koi tanah air mendadak gempar oleh aksi spektakuler seorang pengusaha asal Tasikmalaya, Erwin Kurniawan. Demi meminang dua ekor ikan koi berstatus jawara, Erwin rela merogoh kocek dalam-dalam hingga miliaran rupiah.

Erwin membidik ikan klangenan milik presenter kondang Irfan Hakim dan sang maestro koi Indonesia, Hartono Soekwanto. Namun secara mengejutkan, kedua pemilik ikan menolak mentah-mentah tawaran fantastis dengan nilai total mencapai Rp1,3 miliar tersebut.

Baca Juga: Irfan Hakim Hadiri Pesta Ultah Bos Koi Hartono Soekwanto, Tuna Raksasa 88 Kg Jadi Simbol Keberuntungan

Rp1 Miliar untuk Sanke Juara, Rp300 Juta untuk Ginrin Irfan Hakim

Erwin membeberkan bahwa ia memang sudah lama mengincar dua jenis koi berkualitas super tersebut. Ia menyodorkan angka keramat sebesar Rp1 miliar untuk menebus Sanke milik Hartono Soekwanto. Sementara untuk jenis Ginrin milik Irfan Hakim, Erwin menawar di angka Rp300 juta.

“Publik sebenarnya sudah tahu reputasi ikan Sanke milik Pak Hartono itu, sudah mencetak 11 kali juara (champion) di Indonesia. Jika saya membelinya langsung di Jepang, harganya pasti menembus di atas 20 juta Yen (sekitar Rp2 miliar lebih). Makanya saya berani menawar Rp1 miliar,” ungkap Erwin saat bertamu ke kediaman Hartono Soekwanto di Bandung, Selasa (26/5/2026).

Sebagai pria yang berpengalaman menjuri kontes koi di berbagai negara, Erwin langsung bisa melihat potensi masa depan cerah dari ikan milik Irfan Hakim. Kendati baru mendarat dari Jepang, varian Ginrin tersebut memiliki kualitas warna yang sangat bening dan berkelas. Angka Rp300 juta itu bahkan sejatinya masih di bawah harga pasar orisinalnya di Jepang.

Ikatan Emosional Kalahkan Godaan Uang Miliaran Rupiah

Mendengar sodoran uang bernilai rumah mewah tersebut, Irfan Hakim mengaku sempat bimbang dari kacamata bisnis. Namun, ikatan emosional serta perjuangan berburu ikan ke Negeri Sakura membuat Irfan memilih untuk mempertahankan peliharaannya.

“Secara bisnis, penawaran itu sangat masuk akal karena saya membelinya tidak semahal itu. Namun, saya memang jarang menjual hewan peliharaan. Jika sudah masuk ke rumah saya, pantang untuk keluar lagi. Perjalanan dan kenangan pas mencari ikan ini ke Jepang sangat sulit tergantikan,” jelas Irfan Hakim.

Setali tiga uang, Hartono Soekwanto atau akrab bersapa Bos Koi juga emoh melepas aset berharganya tersebut. Pria berkacamata ini menegaskan bahwa ikan Sanke legendarisnya masih mengemban tugas besar untuk mendulang prestasi di berbagai kontes papan atas.

Plot Twist: Tawaran Ditolak, Malah Dapat Hak ‘Breeding’ Gratisan!

Meski pulang dengan tangan hampa tanpa membawa ikan impian, Erwin Kurniawan tidak berkecil hati. Sebuah kesepakatan besar yang jauh lebih menguntungkan justru lahir dari penolakan tersebut.

Hartono Soekwanto memberikan tantangan sekaligus hadiah luar biasa bagi Erwin. Setelah ikan-ikan tersebut menyelesaikan seluruh rangkaian lomba dan meraih piala, Erwin mengantongi izin untuk memboyong para jawara tersebut ke fasilitas budidayanya, Kio Koi di Ciawi.

Ikan harus menyelesaikan sisa kompetisi nasional terlebih dahulu. Kemudian Erwin berhak mengawinkan indukan super tersebut di Ciawi. Selanjutnya Hartono Soekwanto akan menggratiskan seluruh anakan hasil perkawinan untuk Erwin, tanpa perlu membayar royalti indukan.

“Saya merasa sangat berterima kasih. Meskipun mereka menolak tawaran fantastis saya, saya bahagia luar biasa karena mendapat kesempatan emas untuk melakukan breeding bersama di Kio Koi Ciawi. Harusnya keluar duit miliaran, ini malah dapet anaknya gratis,” kata Erwin.

Misi Mulia: Mendongkrak Kualitas Ikan Koi Lokal Indonesia

Langkah berani ketiga tokoh koi ini menyimpan misi besar untuk memajukan industri perikanan nasional. Perkawinan dua indukan super berdarah Jepang (bloodline Sakai) ini diproyeksikan melahirkan anakan berkualitas tinggi seperti Kohaku, Ginrin Kohaku, dan Sanke super.

Nantinya, mereka akan membagikan anakan-anakan berkualitas tinggi ini kepada para pembudidaya (breeder) lokal di Indonesia. Langkah ini bertujuan agar mutu koi dalam negeri bisa bersaing ketat dan memutus dominasi pasar Jepang.

(Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru