spot_imgspot_img
Kamis 23 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Begini Hasil Survei Program Pendidikan di Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perbaikan sektor pendidikan di Kota Bandung mulai menunjukkan dampak nyata di tingkat sekolah.

Hal ini tercermin dari hasil Survei Teropong Daerah oleh Litbang Kompas pada 23 Februari – 3 Maret 2026. Yang mencatat 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan.

Capaian tersebut menegaskan bahwa berbagai upaya pembenahan yang di lakukan Pemerintah Kota Bandung. Tidak lagi berhenti pada tataran program, tetapi mulai di rasakan langsung oleh siswa dan orang tua.

Baca Juga: Ratusan Ribu Remaja Putri di Bandung Berisiko Lahirkan Anak Stunting

Perubahan paling terlihat pada aspek yang dekat dengan keseharian siswa, mulai dari kondisi ruang kelas yang lebih layak. Metode pembelajaran yang semakin adaptif, hingga meningkatnya perhatian terhadap pendidikan karakter dan kesehatan mental.

Dalam satu tahun terakhir, Pemkot Bandung memperkuat dukungan terhadap operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Program ini memberi fleksibilitas bagi sekolah dalam memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran dan operasional harian.

Penataan sarana pendidikan juga di lakukan lebih terarah, terutama di sekolah dengan keterbatasan ruang belajar. Sepanjang 2025, Pemkot Bandung mencatat penambahan 7 ruang kelas baru jenjang SD. Rehabilitasi 260 ruang kelas, perbaikan 87 toilet, penyediaan 10 sumur bor, serta pembangunan tembok batas di 4 SD Negeri.

Pada jenjang SMP, penguatan di lakukan melalui pembangunan satu unit sekolah baru, penambahan 16 ruang kelas. Rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, serta penyediaan dua ruang ibadah. Upaya ini berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan belajar dan efektivitas proses pembelajaran di kelas.

Dinas Pendidikan Kota Bandung

Transformasi juga menyasar pendekatan pembelajaran. Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mendorong penguatan pendidikan karakter yang kini di terapkan di seluruh SMP Negeri untuk kelas 9. Program ini mulai berdampak pada kedisiplinan siswa, interaksi sosial, dan suasana belajar yang lebih kondusif.

Selain itu, perhatian terhadap siswa di perluas ke aspek kesehatan mental. Dalam satu tahun terakhir, Dinas Pendidikan mulai mengembangkan sistem deteksi dini kesehatan mental sebagai langkah preventif. Untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak awal.

Di sisi akses, bantuan pendidikan bagi keluarga rentan terus di perluas. Program ini telah menjangkau sekitar 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP. Guna memastikan tidak ada anak yang terhambat mengakses pendidikan karena faktor ekonomi.

Meski tren menunjukkan perbaikan, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, terutama terkait pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah. Keterbatasan kapasitas sekolah di kawasan padat penduduk, serta tekanan ekonomi yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan pendidikan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron menyatakan, perubahan yang terjadi. Saat ini mulai terlihat pada aspek paling mendasar dalam pendidikan.

“Yang sekarang mulai di rasakan itu bukan hanya programnya, tapi perubahan di sekolahnya. Dari ruang kelas yang lebih layak, cara belajar yang mulai berubah, sampai perhatian ke kesehatan mental siswa. Itu semua mulai di rasakan langsung oleh siswa dan orang tua,”kata Asep Kamis (23/4/2026).

Pemerataan Kualitas Pendidikan

Asep menyebut, untuk ke depannya,  fokus utama di arahkan pada pemerataan kualitas pendidikan agar manfaatnya dapat di rasakan lebih luas.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas ini tidak hanya di rasakan di sekolah tertentu. Karena itu kami fokus pada pemerataan kualitas, termasuk penguatan sekolah di wilayah dengan kapasitas terbatas,”katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, bahwa sektor pendidikan akan tetap menjadi prioritas pembangunan kota.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Jadi Sektor Terbaik di Kota Bandung

“Perubahan di sektor pendidikan harus di rasakan langsung oleh siswa, bukan hanya terlihat di atas kertas. Karena itu kami memperkuat dukungan ke sekolah, salah satunya melalui BOSDA. Agar kebutuhan dasar pendidikan bisa terpenuhi dan proses belajar berjalan lebih baik,” kata Farhan.

Ke depan, penguatan sektor pendidikan akan di fokuskan pada aspek yang paling berdampak langsung bagi siswa. Terutama kualitas pembelajaran di kelas, pemerataan kondisi sekolah. Serta dukungan menyeluruh terhadap perkembangan siswa, baik akademik maupun non-akademik.

“Kami ingin memastikan setiap sekolah punya kapasitas untuk berkembang, mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran. Sampai dukungan terhadap siswa, termasuk perhatian pada kesehatan mental yang semakin penting hari ini,”ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru