spot_imgspot_img
Kamis 23 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ratusan Ribu Remaja Putri di Bandung Berisiko Lahirkan Anak Stunting

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung mengungkap temuan serius terkait kesehatan remaja putri di Kota Bandung.

Sebanyak 11–12 persen remaja putri di Kota Bandung tercatat mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia, kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko melahirkan anak stunting di masa depan.

Kepala DPPKB Kota Bandung, Anhar Hadian menyampaikan, bahwa angka tersebut setara dengan lebih dari 100 ribu remaja putri, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga mahasiswi yang belum menikah.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Jadi Sektor Terbaik di Kota Bandung

“Remaja putri ini kan calon ibu. Kalau sejak remaja sudah anemia, itu menjadi bibit risiko anak stunting,”kata Anhar, Kamis (23/4/2026).

Anhar menjelaskan, salah satu penyebab utama tingginya angka anemia adalah pola makan yang tidak seimbang. Banyak remaja putri yang lebih memilih makanan instan atau jajanan kekinian dibandingkan asupan bergizi seperti ikan.

Baca Juga: Sampah Menggunung di Jalan Makam Caringin Kota Bandung

“Kalau pilihannya ikan salem sama seblak, kebanyakan memilih seblak. Padahal itu tidak memenuhi kebutuhan gizi. Akibatnya, banyak remaja putri kita yang mengalami anemia,” katanya.

Sebagai upaya pencegahan, pemerintah telah menggulirkan program pemberian tablet tambah darah (tablet Fe) di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih banyak remaja yang enggan mengonsumsi suplemen tersebut.

“Program tablet Fe sudah berjalan, tapi memang banyak yang tidak mau minum karena efek samping seperti mual,”ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru