CIAMIS,FOKUSJabar.id: Jajaran alumni dari dua sekolah favorit, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ciamis dan SMPN 2 Ciamis, menggelar acara silaturahmi akbar lintas sekolah. Pertemuan penuh kehangatan tersebut mengambil tempat di kawasan wisata budaya Lembur Galuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2026).
Meskipun para peserta berasal dari almamater yang berbeda, atmosfer pertemuan tetap menyajikan keseruan yang meriah dan keakraban yang kental. Panitia sengaja mengemas agenda temu kangen lintas sekolah ini sebagai bentuk partisipasi aktif para alumni dalam memeriahkan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-384.
Baca Juga: Dari Koin Receh Jadi Rumah Layak Huni, Program Infak Desa Ciamis Bikin Daerah Lain Takjub
Guna melipatgandakan keseruan, pengurus ikatan alumni menghadirkan beragam perlombaan olahraga tradisional. Mulai dari permainan hadang (galah asin), balap bakiak, hingga pertandingan sepak bola mini sukses menyedot partisipasi massal para alumni dari lintas angkatan, baik kelompok senior maupun junior.
Dalam persaingan sengit sarat canda tawa tersebut, kontingen alumni SMPN 2 Ciamis sukses menyabet predikat juara umum. Mereka menyapu bersih podium utama pada seluruh kategori olahraga tradisional yang panitia pertandingkan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan hari ini berjalan sangat seru dan membahagiakan. Semua alumni menikmati setiap momen kebersamaan ini dengan wajah riang,” ungkap Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMPN 2 Ciamis, H. Akasah, Sabtu (20/6/2026).
Gelorakan Semangat Gotong Royong Tanpa Sekat Politik Menjelang Hari Jadi Tatar Galuh
H. Akasah memaparkan bahwa pengurus IKA SMPN 1 Ciamis bersama jajaran IKA SMPN 2 Ciamis merancang konsep kolaborasi unik ini secara bersama-sama. Ia menepis adanya muatan-muatan kepentingan tersembunyi di balik pengumpulan massa alumni dua sekolah terbesar di pusat kota ini.
“Kami menginisiasi kegiatan kolaboratif ini murni sebagai wujud rasa syukur mendalam karena Kabupaten Ciamis tercinta kini telah menginjak usia ke-384 tahun. Agenda ini steril dan sama sekali tidak mengandung unsur kepentingan lainnya,” tegas Akasah.
Sinyal positif juga meluncur dari perwakilan alumni SMPN 1 Ciamis, Dadang. Ia mengaku sangat mengapresiasi terobosan panitia gabungan yang berani menyatukan dua kutub alumni sekolah yang selama ini kerap bersaing secara akademik di Tatar Galuh. Menurut Dadang, kegiatan interaktif di lapangan terbuka seperti ini ampuh meruntuhkan sekat pemisah antar-angkatan.
“Ide mempertemukan dua sekolah ini sangat brilian untuk mempererat tali silaturahmi. Kami yang awalnya belum saling mengenal kini bisa membaur akrab. Olahraga tradisional ini benar-benar menambah saudara baru dan memperpanjang usia di masa tua kami,” tutur Dadang.
(Husen Maharaja)



