spot_imgspot_img
Minggu 26 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Perkuat Nilai-nilai Budaya Daerah

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) kembali menggelar Kibar Budaya ke-11 di Kampung Situbeet RW 08, Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi, Sabtu (25/7/2026) malam.

Kibar Budaya yang di kemas panggung rakyat penuh semarak itu menampilkan ragam kesenian. Mulai dari tari tradisional, lagu Sunda hingga pertunjukan wayang golek serta cerita rakyat.

BACA JUGA:

Satlantas Polres Tasikmalaya Salurkan Bantuan Kambing dan Ribuan Benih Ikan untuk Panti Asuhan

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih atas konsistensi DKKT mengangkat kembali nilai seni dan budaya. Di mana saat ini sedikit mulai di tinggalkan masyarakat.

Menurut Dia, hlaran Kibar Budaya sebagai upaya untuk memperkuat kembali nilai-nilai budaya daerah di masyarakat agar tetap terjaga dan terus lestari demi masa depan generasi muda.

“Saya bangga dan kagum dengan penampilan anak-anak muda, para seniman dan budayawan. Mereka tampil luar biasa di atas panggung. Ini sebuah bukti jika budaya Tasikmalaya masih hidup dan terus tumbuh,” ungkap Dicky Candra.

Dia mengungkapkan, potensi Situbeet Mangkubumi tidak hanya kaya di bidang seni dan budayatapi juga kerajinan. Dulu, kampung ini di kenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu. Namun seiring berjalannya waktu dan keterbatasan bahan baku, usaha para perajin mulai di tinggalkan.

“Ke depan kita akan kolaborasi dengan Perhutani Provinsi untuk menanam bambu di wilayah Situbeet. Tujuannya agar para perajin tidak lagi kesulitan bahan baku dan kembali menghidupkannya sebagai sentra kerajinan anyaman bambu,” ujarnya.

Dicky Candra mengaku, gelaran Kibar Budaya telah menjadi wadah dan jembatan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat untuk saling menjaga serta melestarikan nilai-nilai seni dan budaya daerah.

Ketua DKKT, Tatang Pahat menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Kibar Budaya ke-11 tahun 2026.

Ia menuturkan, Situ Beet memiliki potensi yang luar biasa sebagai sentra penghasil Anyaman Bambu. Ini harus kita jaga dan lestarikan.

BACA JUGA:

TPS Dadaha Kota Tasikmalaya Ditutup, Warga Kini Bisa Berolahraga Tanpa Bau Sampah

Ia menjelaskan, Kibar Budaya 11 merupakan kelanjutan dari kegiatan budaya serupa saat Ngarumat Hulu Cai di Gunung Kokosan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari.

“Tujuan kita sederhana, untuk mengingatkan masyarakat dan pemerintah bahwa Tasikmalaya ini kaya akan budaya dan kesenian daerah. Ini harus di jaga dan di kembangkan demi kemajuan budaya daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Tatang Pahat.

Ia mengaku, potensi unggulan tiap wilayah tentu sangat banyak dan beragam. Dan Situ Beet Mangkubumi ini sejak dahulu kaya dengan anyaman bambu, Mangkubumi sentra alas kaki, Kawalu sentra bordir, Tamansari dengan Kelom Geulis hingga Purbaratu dengan anyaman mendong, dan masih banyak potensi lainnya dan ini tugas kita bersama untuk mengangkat potensi ini.

“Rencananya ke depan, kegiatan Kibar Budaya akan kami gelar di setiap kecamatan. Budaya harus jadi pemantik semangat. Dari kesenian dan kerajinan lokal, kita bisa dorong ekonomi kerakyatan warga,” paparnya.

Sesepuh setempat menceritakan asal-usul Kampung Situbeet. Dia pun menceritakan nama Situbeet berasal dari kata “Situ Deet” yang berarti danau dangkal.

Dan tokoh daerah yang pertama kali memperkenalkan kerajinan anyaman bambu ke kampung ini adalah almarhum Samri dan Erum, pasangan suami istri yang merintis usaha sejak puluhan tahun lalu.

Dari semangat Kibar Budaya, DKKT berharap generasi muda Tasikmalaya semakin cinta pada seni, budaya dan produk lokal.

Dari panggung sederhana di Situ Beet, akan menjadi pemantik lahirnya gerakan besar untuk menjaga identitas budaya sebagai ciri khas bangsa.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru