spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Biografi Singkat Wakil Presiden RI Ke-6, Try Sutrisno dan Perannya bagi Indonesia

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Perjalanan Try Sutrisno mencerminkan lintasan panjang seorang prajurit yang melangkah hingga pucuk kekuasaan negara. Ia tidak hanya dikenal sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, tetapi juga sebagai figur militer yang membangun reputasi melalui disiplin dan pengalaman lapangan sebelum memasuki arena politik nasional.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia tumbuh pada masa awal kemerdekaan ketika bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan. Lingkungan dan situasi zaman membentuk karakter tegas serta kedisiplinan yang kelak mewarnai gaya kepemimpinannya.

Baca Juga: Dari Panglima ABRI ke Wakil Presiden, Bab Penting dalam Sejarah Try Sutrisno

Setelah menamatkan pendidikan SMA pada 1956, ia memilih jalur militer. Ia menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan menyelesaikannya pada 1959. Sejak saat itu, ia memulai pengabdian resmi di TNI Angkatan Darat.

Pada awal kariernya, Try Sutrisno terjun langsung dalam operasi penumpasan PRRI pada akhir 1950-an. Pengalaman tersebut mengasah kepemimpinannya di medan tugas sekaligus memperkuat reputasinya sebagai perwira lapangan.

Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab yang ia emban semakin besar. Ia memimpin berbagai satuan di tingkat daerah dan menghadapi beragam dinamika keamanan. Pengalaman komando itu memperkaya perspektif strategisnya dalam membaca situasi nasional.

Tahun 1974 menjadi titik penting ketika ia masuk ke lingkar inti pemerintahan sebagai ajudan Presiden Soeharto. Kedekatannya dengan pusat kekuasaan memperluas pemahamannya terhadap tata kelola negara dan proses pengambilan keputusan.

Puncak Karier Militer

Memasuki dekade 1980-an, kariernya melesat. Ia menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), kemudian memimpin sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Puncak karier militernya hadir saat ia memegang jabatan Panglima ABRI pada 1988–1993. Dalam posisi tersebut, ia mengarahkan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional sekaligus memainkan peran strategis dalam stabilitas negara.

Sidang Umum MPR 1993 kemudian mengantarkannya ke kursi Wakil Presiden RI. Ia mendampingi Presiden Soeharto hingga 1998, periode yang penuh dinamika politik dan tekanan ekonomi. Masa jabatan tersebut berlangsung menjelang perubahan besar yang mengubah arah perjalanan bangsa.

Setelah menyelesaikan tugas kenegaraan, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai forum kebangsaan dan organisasi purnawirawan seperti Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri. Ia konsisten menyuarakan isu pertahanan, persatuan, dan nilai kebangsaan dalam ruang diskusi publik.

Lintasan hidupnya menunjukkan kesinambungan antara disiplin militer dan tanggung jawab politik. Dari medan tugas hingga panggung kenegaraan, Try Sutrisno menorehkan peran penting dalam sejarah Indonesia menjelang era reformasi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru