TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat menempatkan program perbaikan sekolah rusak sebagai prioritas utama guna memperkokoh fondasi kualitas pendidikan nasional. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Prof. Atip Latipulhayat, menegaskan komitmen besar tersebut saat menggelar kunjungan kerja maraton di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/5/2026).
Dalam agenda kunker tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi mendampingi langsung Prof. Atip untuk menginspeksi jalannya proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Singaparna.
Baca Juga: Kepala OJK Tasikmalaya Beberkan Alasan Ekonomi Priangan Timur Tetap Kebal dari Krisis Geopolitik
Otoritas kementerian sengaja turun ke lapangan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan optimal, sekaligus menginventarisasi kondisi sarana dan prasarana sekolah yang mendesak membutuhkan sentuhan anggaran negara.
Di hadapan para tenaga pendidik, Prof. Atip blak-blakan mengenai tantangan berat yang membayangi sektor pendidikan tanah air. Ia membeberkan fakta bahwa ratusan ribu gedung sekolah di Indonesia saat ini masih terjerat dalam kondisi rusak.
Kementerian kini mengunci fokus untuk mengakselerasi revitalisasi fasilitas pendidikan yang selama puluhan tahun terabaikan, tanpa membedakan status sekolah negeri maupun swasta.
“Perbaikan sarana pendidikan menjadi langkah awal dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Prof. Atip Latipulhayat.
Anggaran Terbatas, Kemendikdasmen Ambil Tiga Jalur Prioritas Revitalisasi
Prof. Atip mengungkapkan, sekitar 400 ribu satuan pendidikan di Indonesia memerlukan penanganan infrastruktur secara serius akibat tingkat kerusakan yang beragam.
Menyikapi keterbatasan anggaran negara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempuh langkah berani. Yakni dengan melakukan realokasi anggaran internal demi menyokong program bedah sekolah ini.
Tahun ini, kementerian menggariskan tiga indikator prioritas utama untuk menentukan sekolah mana yang berhak menerima bantuan terlebih dahulu:
- Gedung sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana alam.
- Satuan pendidikan yang mengantongi status rusak berat.
- Sekolah yang mendapat pelaporan langsung dari masyarakat atau viral di media sosial.
Prof. Atip menilai, aduan dari warga net maupun laporan publik menjadi instrumen krusial bagi kementerian. Karena mencerminkan potret riil kondisi darurat di lapangan secara instan.
Sinergi Pusat-Daerah: Tasikmalaya Amankan Bantuan Puluhan Sekolah
Merespons paparan wamen, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan bahwa Pemkab Tasikmalaya berkomitmen penuh menyokong peningkatan mutu pendidikan. Strategi daerah bertumpu pada pembangunan fisik sarana belajar, penguatan kompetensi guru, serta peningkatan mutu layanan kelas.
Cecep juga melayangkan apresiasi tinggi atas kucuran dana segar dari pemerintah pusat yang mengalir ke wilayahnya. Sepanjang tahun 2025 lalu, Kabupaten Tasikmalaya sukses mengamankan bantuan revitalisasi ruang kelas yang menyasar 53 SD, 25 SMP, serta 8 lembaga TK dan PAUD.
Usai merampungkan peninjauan di SMPN 2 Singaparna, rombongan bertolak menuju SMP Al-Ittihad Persis Jamanis Kober 450 Al-Fatih. Tujuannya untuk mengevaluasi hasil proyek renovasi gedung sekolah.
Di lokasi kedua ini, Wamendikdasmen memantau langsung aktivitas belajar mengajar di dalam ruang kelas yang kini jauh lebih representatif, sehat, dan nyaman bagi para siswa pasca-renovasi.
Agenda kunker ini sukses memperkuat sinergi segitiga emas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan swasta dalam mendongkrak indeks pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya.
Turut mengawal kunjungan kerja tersebut jajaran Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, serta para pejabat teknis struktural lainnya.
(Farhan K)



