CIAMIS,FOKUSJabar.id: Elemen masyarakat di tatar Galuh terus menggelorakan semangat menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan. Langkah konkret ini mewujud saat Muspika Kecamatan Pamarican bersama puluhan unsur relawan lintas sektor menggelar aksi resik-resik masif di sepanjang bantaran Sungai Citalahab hingga kawasan Pasar Pamarican, Jumat (22/5/2026).
Gerakan peduli lingkungan ini berhasil menggalang kolaborasi besar yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari Relawan Ciamis Selatan (RCS), RAPI, Pramuka, BAZNAS, BPP, Puskesmas Pamarican, Puskesmas Kertahayu, Korwildik, GSR, Karang Taruna, UPTD Pasar, UPTD P5A, Pemerintah Desa Pamarican, personel TNI-Polri, Media Partner Pamarican, hingga warga setempat.
Baca Juga: Gelar Sosialisasi Kamtib, Lapas Kelas IIB Ciamis Satukan Persepsi Deteksi Dini Barang Masuk
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan kekompakan para relawan saat menyisir aliran Sungai Citalahab. Mereka bahu-bahu memungut dan mengangkut tumpukan sampah plastik yang mengapung dan mendominasi area sungai. Kuat dugaan, limbah rumah tangga tersebut menumpuk akibat ulah oknum warga yang masih nekat membuang sampah sembarangan ke badan air.
Aksi bersih-bersih ini tidak sekadar menjadi ajang gotong royong musiman, melainkan menjelma sebagai sarana edukasi visual yang efektif. Pemerintah ingin memperlihatkan contoh nyata kepada masyarakat luas agar menghentikan kebiasaan merusak kelestarian alam sekitar.
Camat Pamarican, Asep S. Kodari, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bukti sahih kepedulian bersama antara jajaran birokrasi dan seluruh elemen masyarakat dalam merawat keasrian lingkungan.
“Kabupaten Ciamis saat ini dikenal sebagai salah satu daerah terbersih di Asia, sehingga prestasi itu harus kita pertahankan secara bersama-sama melalui aksi nyata di lapangan,” ujar Asep S. Kodari.
Pertahankan Predikat Terbersih di Asia: Pamarican Perketat Edukasi Sungai
Asep menuturkan, pihak kecamatan sengaja menggandeng seluruh unsur relawan dan elemen pemuda agar tercipta kerja sama yang solid di akar rumput. Di samping membersihkan limbah, kegiatan ini mengunci target untuk menumbuhkan komitmen kolektif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan (K3) lingkungan fasilitas umum.
“Kami tidak akan pernah berhenti mengedukasi masyarakat. Agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan sungai dan fasilitas umum,” ucapnya.
Asep menambahkan, lingkungan yang resik dan bebas dari sumbatan sampah menjadi kunci utama. Tujuannya untuk memitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang. Langkah ini juga efektif memotong rantai penyebaran wabah penyakit yang lahir dari pencemaran air.
Pihak Muspika mengakui bahwa membalikkan kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah bukanlah perkara instan. Kendati demikian, jajaran aparatur kecamatan tetap memasang sikap optimistis. Berharap kesadaran warga akan terus terkerek naik seiring masifnya sosialisasi dan aksi turun ke lapangan secara berkelanjutan.
“Memang tidak mudah mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan. Namun kami tetap optimistis, jika terus menggelar sosialisasi dan contoh nyata di lapangan, lambat laun masyarakat akan semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Asep.
(Husen Maharaja)



