spot_imgspot_img
Jumat 22 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gelar Sosialisasi Kamtib, Lapas Kelas IIB Ciamis Satukan Persepsi Deteksi Dini Barang Masuk

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis terus memperketat sistem pengawasan di pintu masuk utama. Melalui Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib), otoritas lapas menggelar sosialisasi dan diskusi interaktif guna membedah standardisasi prosedur penggeledahan barang bawaan titipan di Ruang Rapat Lapas Ciamis.

Agenda strategis ini merangkul seluruh personel dari Tim Layanan Terpadu dan jajaran staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). Hingga personel Regu Pengamanan. Langkah kolaboratif ini bergulir sebagai bagian dari upaya memperkuat deteksi dini. Sekaligus memutus total rantai penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam area hunian warga binaan.

Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Ciamis Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp75 Juta

Kasi Adm. Kamtib Lapas Ciamis, Yunias William Robinson Sauyai, membuka langsung jalannya kegiatan. Dalam arahannya, Yunias menegaskan bahwa semua lini petugas wajib mengantongi kesamaan persepsi saat mengeksekusi pemeriksaan barang di lapangan.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, turut hadir memberikan atensi khusus kepada para peserta. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk selalu menjunjung tinggi kedisiplinan dan ketelitian tanpa kompromi. Serta integritas moral demi menjaga muruah dan stabilitas keamanan Lapas.

Memasuki sesi inti, Kasubsi Keamanan Lapas Ciamis, Uyun Bahtiar, bertindak sebagai pemateri utama. Uyun mengupas tuntas dokumen Standard Operating Procedure (SOP) penggeledahan barang dan tata cara teknis pemeriksaan yang efektif. Hingga metode mengidentifikasi berbagai modus penyelundupan barang terlarang.

“Kegiatan sosialisasi ini kami gelar supaya ada kesamaan persepsi di antara seluruh jajaran yang bertugas di Lapas,” katanya, Jumat (22/5/2026).

Geliat Produktif di Balik Jeruji: Warga Binaan Panen Raya 70 Kilogram Ikan Nila

Menariknya, Lapas Kelas IIB Ciamis tidak hanya fokus pada urusan pengamanan fisik. Pada hari yang sama, pihak Lapas juga merayakan keberhasilan sektor ketahanan pangan lewat agenda panen raya ikan nila sebanyak 70 kilogram dari fasilitas kolam budidaya internal Lapas.

Supriyanto memuji keberhasilan panen komoditas perikanan air tawar ini sebagai bukti sahih atas ketekunan dan kerja keras para warga binaan yang terampil mengaplikasikan materi pembinaan kemandirian.

Melalui program Kegiatan Kerja (Giatja) perikanan tersebut, manajemen Lapas menargetkan para warga binaan bisa mengantongi bekal keterampilan berwirausaha yang matang dan adaptif.

“Setelah bebas nanti, para mantan narapidana ini setidaknya sudah mempunyai keahlian mumpuni dalam hal budidaya ikan. Ini modal penting bagi mereka untuk menata dan menjalani kehidupan baru yang lebih baik di tengah masyarakat,” pungkas Supriyanto.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru