spot_imgspot_img
Sabtu 9 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berbagai Komunitas Warga Kota Bandung Deklarasi Dukung Sonny Salimi Jadi Wali Kota

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Berbagai komunitas warga Kota Bandung mendeklarasikan dukungan kepada Sonny Salimi untuk maju pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung pada Pilkada 2024. Sonny yang merupakan putra asli daerah menjadi alasan terkuat komunitas tersebut menentukan arah politiknya.

“Bahwa hari ini anggota kami dan teman-teman semua dari seni budaya, mendeklarasikan untuk Bapak Sonny Salimi sebagai Wali Kota Bandung periode 2024-2029. Semoga bapak menjadi walikota yang tidak tuli dan buta dapat memperhatikan kami sebagai pelaku seni budaya di Kota Bandung,” kata Ketua Lintas Braga Art Global Heru Prayogo usai deklarasi di kawasan Jalan Kemuning, Kota Bandung Jabar Kamis (8/8/2024).

Menurutnya, komunitas tersebut terdiri dari para seniman, budayawan, lingkungan, mahasiswa serta para pemuda-pemudi di Kota Bandung, yang menginginkan sosok pemimpin yang mengetahui seluk beluk Ibu Kota Jawa Barat tersebut.

Baca Juga: Ini Penjelasan Sonny Salimi Saat Diminta Mundur dari Jabatan Dirut PDAM Karena Pilkada

“Beliau adalah putra daerah yang harus tahu karakteristik tentang Kota Bandung, seluk beluk Kota Bandung, ketimpangan Kota Bandung, ketimpangan seni budaya di Kota Bandung yang empat tahun terakhir ini stuck buat seni budaya. Baik untuk eksibisinya, baik untuk ekonomi, baik untuk perdagangannya,”ucapnya.

Heru mengaku, kegelisahan para seniman dan budayawan saat ini semakin memuncak, karena mereka merasa tidak memiliki wadah baik untuk mengadu atau pun menyampaikan aspirasi secara langsung.

Heru menyebut, jika Sonny Salimi terpilih menjadi walikota, diharapkan mampu menyerap aspirasi serta mencari solusi kegelisahan seniman dan budayawan yang kini semakin tersingkir.

“Yang jelas saya mengatakan bahwa wajah Kota Bandung saat-saat sekarang ini memprihatinkan terutama di sektor seni budaya lukisan,”katanya.

Heru menambahkan, deklarasi ini tidak semata-mata disuarakan. Sebelumnya, Komunitas Warga Kota Bandung telah berembug untuk berdiskusi terkait sosok pemimpin yang diharapkan dan didukung pada Pilkada Kota Bandung 2024 ini.

“Kami sebelumnya telah berdiskusi, sosok pemimpin seperti apa yang kami harapkan? Tentu ini tidak secara spontan, kami serap dan tampung aspirasi serta keingingan agar menjadi perhatian calon yang akan memimpin Kota Bandung,” ungkapnya.

Baca Juga: Hadiri Sunmori Fest, Sonny Salimi Ajak Anak Muda Kota Bandung Lawan Kaum Rebahan

Pada kesempatan yang sama, Pemerhati Sosial Politik Muhammad Farid menyampaikan, saat ini Kota Bandung dihadapkan dengan berbagai persoalan , seperti lingkungan, akses tranportasi, seni dan budaya masih menjadi isu utama di Kota Bandung. Keresahan tersebut yang akhirnya diungkapkan Komunitas Warga Kota Bandung untuk mendorong Sonny Salimi karena dinilai memumpuni dengan latar belakang sebagai profesional.

“Banyak sekali, seperti persoalan sampah yang tak kunjung usai, adalagi ruas jalan yang tidak sesuai dengan kapasitas penduduk ini menjadi persoalan pelik yang belum pernah terselesaikan hingga saat ini,” kata Farid.

Menurutnya, di tengah persoalan yang mencuat, tak bisa dipungkiri Kota Bandung hidup dengan beragam kreatifitasnya, sehingga layak dinobatkan sebagai kota seniman. Maka, menurut Farid, peluang tersebut harus ditangkap sebagai potensi oleh pemimpin Bandung selanjutnya.

“Bandung ini kota seniman, kalo pemimpinnya tanggap bisa memberikan soft power politik dari potensi yang dimiliki warganya, contohnya seperti Drama Korea bagaimana mereka bisa berintegrasi untuk memunculkan brand yang jadi produksi dalam negeri,”ujarnya.

Sementara itu, Fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) UPI, Muhammad Iqbal mengatakan, Kota Bandung saat ini memerlukan pembenahan tata ruang yang harus diperbaiki. Sebagai warga yang lahir dan besar di Bandung, saat ini kota berjuluk Paris Van Java tersebut kian semrawut di sejumlah ruas jalan.

“Contohnya seperti jalan Dipatiukur yang kian hari semakin semrawut dan padat sehingga menimbulkan kemacetan di sejumlah titik. Terus duang kreatifitasnya harus lah ada untuk menyalurkan kreatifitas dan kolaborasi antar generasi muda khususnya, harus berfungsi sesuai dengan tujuannya,”ucapnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru