spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ulama Jatim dan Madura Dukung Ridwan Kamil Maju Di Pilpres

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sejumlah ulama Jatim dan Madura menggelar acara dukungan politik Ridwan Kamil for President, Kamis (26/5/2022).

Tampak hadir cucu pendiri NU mendiang KH Wahab Chasbullah, KH Ghozi Wahid Wahab Hasbullah.

Berlangsung sejak siang hingga petang di kompleks Delta Raya, kalangan kiai NU tersebut secara terbuka menyuarakan sokongan bagi Gubernur Jawa Barat untuk berlaga dalam kontestasi Pilpres 2024.

BACA JUGA: Survei Pilpres 2024 Indo Riset: Anies-Ridwan Kamil Tumbangkan Ganjar-Erick

“Kita mendukung Ridwan Kamil. Secara lahir batin beliau siap (nyapres). Insyaallah ada kendaraannya,” kata koordinator acara, KH Djafar Shodiq, dalam rilis yang diterima.

Djafar mengungkapkan para kiai melihat selama ini Ridwan sebagai pemimpin tidak bermasalah. Baik di birokrasi pemerintahan, maupun keluarga.

“Beliau tidak pernah tersangkut praktik KKN. Keluarganya juga baik-baik saja,” ujar tokoh ulama Madura itu.

Menurutnya Djafar, sosok RK dinilai shidiq, amanah, tabligh dan fathonah. Para ulama sangat berharap pemimpin Indonesia ke depan memiliki sikap demikian.

“Dan juga, RK bisa diterima semua golongan. Dia tidak masuk kategori ‘cebong’ atau ‘kampret’. Tidak ada resistensi dari kelompok manapun,” kata dia.

Djafar menambahkan pertemuan ini akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Guna mengintensifkan dukungan riil akar rumput, terutama kalangan NU kultural kepada Ridwan Kamil.

“Insyaallah dari nama capres yang beredar, RK kandidat kuat presiden Indonesia mendatang,” ucap pengurus GP Ansor yang telah mengabdi selama 20 tahun itu.

Ridwan merupakan pemenang Pilgub Jabar 2018. Sebelumnya, jebolan Arsitektur ITB itu mengemban amanah sebagai Wali Kota Bandung. Sederet terobosan dilakukan Ridwan Kamil selama memimpin.

BACA JUGA: Jelang Idhul Adha, Masyarakat Jangan Tergoda Harga Sapi Murah

Di antaranya menggulirkan program pemberdayaan masyarakat pesantren lewat One Pesantren One Product (OPOP), kemudian Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha), English For Ulama hingga penerbitan Perda Pesantren, yang pertama kali ada di Indonesia.

spot_img

Berita Terbaru