TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Halaman Balekota Tasikmalaya seketika meriah oleh kehadiran ratusan ASN, unsur Forkopimda, serta elemen pekerja yang berkumpul untuk memperingati Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, Selasa (28/4/2026). Mereka kompak melakukan senam bersama guna mengampanyekan pentingnya kebugaran di lingkungan kerja.
Suasana terasa istimewa saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, bersama Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, turut berbaur dan bergerak lincah mengikuti irama musik. Kehadiran para pemimpin ini menjadi simbol kuatnya sinergi dalam menciptakan lingkungan kota yang aman dan kondusif.
Baca Juga: Prajurit Juga Manusia, Cerita di Balik Pemeriksaan Kesehatan 232 Personel Militer Tasikmalaya
Baginya, kegiatan ini merupakan pencapaian pribadi yang sangat emosional. Ini adalah kali pertama kembali berolahraga di ruang publik setelah menjalani prosedur medis pemasangan ring jantung beberapa waktu lalu.
“Momen ini sangat spesial bagi saya. Sejak pemasangan ring, saya terpaksa membatasi aktivitas fisik berat. Saya merasa sangat bahagia dan terharu bisa kembali senam bersama masyarakat dalam peringatan Hari K3 ini,” ujarnya.
Kehadirannya di barisan depan senam memicu haru sekaligus decak kagum dari para peserta. Saat melihat sang pemimpin menggerakkan badan dengan bertenaga, ratusan warga spontan memberikan tepuk tangan meriah yang menambah semangat suasana di Balekota.
Ia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah investasi yang tak ternilai harganya. Ia mengingatkan bahwa tubuh yang bugar dan lingkungan yang aman merupakan syarat mutlak agar pembangunan Kota Tasikmalaya berjalan lebih akseleratif.
“Implementasi K3 wajib berlaku di setiap instansi dan perusahaan setiap saat, bukan hanya saat terjadi insiden. Kemudian kita harus mengantisipasi risiko sejak dini dengan manajemen yang ketat, penggunaan APD standar, serta pelatihan kerja yang berkelanjutan,” tegasnya.
Iamenambahkan, semangat kerja yang produktif selalu berawal dari tubuh yang sehat dan pikiran jernih. Dengan sinergi yang baik, ia optimis angka kecelakaan kerja seminimal mungkin sehingga menghasilkan pekerjaan yang lebih inovatif dan berkualitas.
(Seda)


