spot_imgspot_img
Senin 8 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ratusan Karateka Unjuk Gigi di Kejurprov Jabar Satria Tama Karate 2026 Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ratusan karateka dari berbagai daerah di Jawa Barat (Jabar) ramaikan gelanggang Kejuaraan Provinsi Jawa Barat Satria Tama Karate 2026 di GOR Siliwangi, Jalan BKR, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/6/ 2026).

Ajang tersebut menjadi pembuktian sekaligus seleksi bibit atlet karate potensial tanah air.

BACA JUGA:

Semua Peserta Lolos Target, ALTI Ciamis Temukan Harapan Baru untuk Porprov

Ketua Panpel Kejurprov Satria Tama, Yanyan Insan Sidiq mengungkapkan, antusias dan animo peserta dalam meramaikan kejuaran sangat luar biasa.

Ia menjelaskan, even kejuaraan ini di ikuti ratusan peserta dari kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Event Kejurprov ini bukan sekadar meraih juara dan menerima medali emas. Namun untuk mencetak dan melahirkan karateka yang berbakat,” ungkap Yanyan Insan.

Dia mengaku bangga, banyak atlet binaan Satria Tama sudah menembus level nasional. Tak sedikit pula yang berhasil masuk sekolah unggulan dan di terima di instansi pemerintahan berkat prestasi olahraga karate.

“Harapannya dari sini lahir atlet yang bisa mengharumkan Jabar dan Indonesia. Tapi saya tekankan, junjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman menyambut positif gelaran tersebut. Ia menilai, kejuaraan tingkat provinsi seperti ini penting untuk mengukur pembinaan daerah.

“Saya apresiasi even ini di gelar di Kota Tasikmalaya. Semoga dalam kejuaraan bergengsi ini mampu melahirkan atlet-atlet karate yang mampu berprestasi di level lebih tinggi,” kata Momon.

BACA JUGA:

Bangkit di Bandung Arena, Satria Muda Taklukkan Bogor Hornbills 89-81

Ia mengingatkan, pertandingan karate risikonya tinggi. Karenanya, pelatih dan orang tua agar mengasuransikan karatekanya. Ini bentuk perlindungan dan perhatian terhadap keselamatan serta jaminan terhadap atlet..

Menurutnya, even ini level Provinsi. Maka piagam penghargaan wajib di tandatangani pejabat tingkat provinsi agar sah dan bernilai.

Dari sisi teknis, kepala wasit dan juri pertandingan sekaligus Ketua Umum Majelis Sabuk Hitam Satria Tama, Ii Ruhiat menjelaskan aturan mainnya. Setiap partai di beri durasi satu menit. Ada dua sistem yang di pakai.

Pertama, rule Kyokushin atau full contact. Aturannya, pukulan dan sikutan ke muka serta leher di larang, tapi tendangan ke kepala di perbolehkan. Laga di gelar tanpa pelindung tubuh.

Kedua, rule Shinken Shobu. Sistem ini lebih terbuka. Pukulan ke wajah, sikutan, bantingan hingga kuncian di izinkan. Namun peserta wajib memakai pelindung tangan.

“Semua wasit dan juri yang bertugas sudah berlisensi dan legal. Jadi pertandingan di pastikan fair,” terang Ruhiat.

Sekretaris Kormi Kota Tasikmalaya, Rohimat menilai perkembangan karate di Kota Tasikmalaya makin menggeliat serta banyak di gemari anak-anak muda.

“Event ini bukti nyata adanya peningkatan minat olahraga Karate, dan ini bukan hanya soal olahraga. Ada tiga keuntungan. Yakni menjaga kebugaran, jadi bekal bela diri dan membuka jenjang karir prestasi,” ujarnya.

Pertandingan berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Kejurprov Jabar Satria Tama Karate 2026 di harapkan menjadi agenda rutin. Selain memupuk prestasi, ajang ini mempererat silaturahmi antarperguruan dan daerah.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru