JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kinerja Kementrian Pertanian belum optimal mendukung rencana program ketahanan pangan, lumbung pangan alternatif di luar Jawa (food estate) di Kalimantan Tengah. Demikian disampaikan Anggota DPR RI Ono Surono menilai kinerja Kementan. Dia pun mempertanyakan ketidakhadiran Mentan yang tidak ikut terlibat bersama jajaran menteri yang diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka food estate.
Padahal, kata dia, Kementan memiliki analisis terkait lahan rawa atau gambut di Kalimantan (bisa ditanami padi atau pangan lainnya). Program cetak sawah baru, kata dia, seharusnya menjadi salah satu tugas Kementan sebagai institusi yang berfungsi menjaga ketahanan pangan.
BACA JUGA: DPRD Kota Banjar diminta Serius Terkait Anggaran Covid-19
Presiden Jokowi justru mengutus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Dia menduga karena Mentan kurang berhasil mencetak sawah baru. Mungkin karena keterbatasan anggaran di Kementan. Atau bisa karena kemampuan Kementan yang kurang maksimal terkait infrastruktur pertanian.
“Jadi itu mungkin yang jadi pertimbangan Presiden,” kata Ono, Kamis (2/7/2020).
Presiden Jokowi, kata dia, pasti punya penilaian terhadap kinerja para menterinya. Dia berharap ada perubahan signifikan di Kementan. Dari tahun ke tahun periode ke periode ganti menteri tetap saja tidak ada perubahan yang signifikan di Kementan.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai bahwa Kementan belum efektif dalam kondisi pandemi Covid-19. Untuk menjaga produksi dalam kondisi pandemi ini seharusnya Kementan melakukan gebrakan. Hal itu penting jika wabah virus corona terus berlanjut dan stok semakin menipis.
“Di saat pandemi, impor itu bukan barang haram untuk ketahanan pangan. Karena sulit mencari bahan pangan impor di saat pandemi,” kata Uchok.
Terkait dengan program cetak sawah, Uchok mengingatkan agar pemerintah belajar dari kegagalan program serupa sebelumnya.
(**)


