BANDUNG, FOKUSJabar.id: Warga di Kelurahan Arjuna beberapa bulan terakhir kesulitan mendapat air bersih. Hal itu terjadi karena sumur milik warga sudah mengering. Untuk mendapatkan air, mereka bergantung pada bantuan pengiriman air bersih dari PDAM Tirtawening, Kota Bandung.
Sebagian besar warga memang memiliki sumur dengan kedalaman mencapai 12 meter, namun akibat kemarau yang berkepanjangan, sumur mereka kering.
“Sebanyak 800 kepala keluarga (KK) mengalami kekeringan selama empat bulan,” kata Sekretaris RW 8 Kurniayanti saat ditemui di Jalan Industri Barat, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kamis (11/10/2018).
Sebelum adanya bantuan dari PDAM Tirtawening Kota Bandung, warga hanya bisa mengandalkan sumur yang masih ada airnya walaupun kotor. Adapun cara lainnya yaitu dengan membeli.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 50 ribu liter air perharinya ke daerah itu. Hal tersebut guna membantu keperluan warga sehari-hari.
“Sekarang kita kirim setiap hari tanpa biaya, tetapi untuk pembagian diserahkan kepada warga biar adil,” katanya.
Adapun upaya lain yang dilakukan PDAM Tirtawening, yakni dengan membuat sumur artesis yang nantinya akan dikelola langsung oleh pihaknya.
“Kemarin baru dapat izin pengeboran, mungkin beberapa hari ke depan akan dimulai,” kata Sonny.
(Achmad Nugraha/LIN)


