spot_imgspot_img
Selasa 3 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Prabowo Terima Laporan Danantara soal Kredit dan DPK Bank Himbara

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Perkembangan kinerja perbankan milik negara menjadi salah satu hal yang dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 2 November 2026.

Laporan tersebut di sampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto Gelar Pertemuan dengan Jajaran Ekonomi

Dalam pertemuan bersama sejumlah pejabat ekonomi itu, Dony memaparkan perkembangan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari laporan kinerja perbankan yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

Dony mengungkapkan bahwa pembahasan ekonomi bersama Presiden juga melibatkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Ia menyampaikan laporan mengenai sejumlah perkembangan di sektor perbankan. Termasuk aktivitas penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana dari masyarakat.

Laporan itu menjadi bagian dari koordinasi Danantara dengan pemerintah terkait kondisi bank-bank Himbara.

Secara khusus, Dony menyebut pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga sebagai dua hal yang di sampaikan kepada Presiden.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan perbankan tersebut termasuk dalam materi pelaporan yang menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Kita report mengenai pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga dan lain sebagainya. Kan itu Himbara di bawah kita,” ujarnya.

BACA JUGA:

MA Batalkan Konpers Surat Penyetaraan Ijazah Gibran

Pertumbuhan kredit merupakan salah satu indikator untuk melihat aktivitas perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

Perkembangan indikator ini dapat memberikan gambaran mengenai penyaluran dana oleh bank untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi.

Sementara itu, DPK merujuk pada dana yang di himpun perbankan dari masyarakat melalui sejumlah produk simpanan.

Penghimpunan tersebut umumnya berasal dari tabungan, giro, dan deposito yang menjadi salah satu sumber pendanaan bagi kegiatan operasional bank.

Meski telah menyampaikan perkembangan kedua indikator tersebut, Dony tidak membeberkan angka pertumbuhan kredit ataupun nilai DPK yang di laporkan kepada Presiden.

Karena itu, belum tersedia rincian kuantitatif mengenai capaian terbaru perbankan Himbara berdasarkan penjelasan yang disampaikannya setelah pertemuan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat yang menangani sektor ekonomi. Di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Selain menjelaskan materi yang dilaporkan kepada Presiden, Dony turut mengklarifikasi sejumlah isu yang tidak dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Ia menyatakan bahwa rencana investasi US-ASEAN Business Council dan ekspor listrik bukan bagian dari pembahasan bersama Prabowo.

BACA JUGA:

Shell Jual BBM Lagi di Indonesia, Cek Harga dan Daftar SPBU

Laporan mengenai kredit dan DPK Himbara tersebut menjadi salah satu materi koordinasi ekonomi yang berlangsung di Istana Kepresidenan pada Senin, 2 November 2026.

Melalui pertemuan itu, Dony menyampaikan perkembangan indikator perbankan yang berada dalam pengelolaan Danantara kepada Presiden bersama pejabat terkait.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru