spot_imgspot_img
Senin 14 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasutri Tinggal di Tengah TPU Pandu Bandung, Begini Faktanya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan suami istri (pasutri) Dadang Mulyo (60) dan Yanti Kurnianti (47) viral di media sosial setelah disebut tinggal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pandu, Kota Bandung.

Kabar tersebut kemudian mendapat sorotan publik. Pasalnya, pasutri tersebut disebut tinggal bersama satu anaknya di sebuah bangunan semi permanen berukuran sekitar 8 meter x 1,5 meter yang berada di tengah area pemakaman.

Bangunan beratap seng itu juga dilengkapi sebuah sumur. Namun, pihak keluarga maupun pengelola TPU membantah anggapan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat tinggal permanen.

Baca Juga: Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (14/9/2026), bangunan yang sebelumnya berada di tengah area makam tersebut kini telah dibongkar oleh petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPU Kristen Pandu. Lokasinya saat ini tampak sudah rata dengan tanah.

Yanti mengatakan, dirinya bersama suami dan anaknya memiliki rumah sendiri di Jalan Terusan Durasana, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Membersihkan dan Merawat Makam

“Sehari-hari saya tinggal di rumah, saya punya rumah sendiri. Kalau tinggal di sini tidak benar, saya ke sini saja tiap hari, jadi enggak tinggal menetap,”kata Yanti saat ditemui di TPU Kristen Pandu, Senin (14/9/2026).

Menurut Yanti, bangunan tersebut bukan digunakan sebagai tempat tinggal, melainkan untuk menyimpan berbagai peralatan yang digunakan suaminya untuk bekerja membersihkan dan merawat makam.

“Bapak (suami) kan kerja di sini, saya cuma nganterin nasi kalau ke sini, jadi bapak juga sebetulnya tinggal di rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT TPU Kristen Pandu, Saiful Iman, membenarkan bahwa Dadang tidak menetap secara permanen di area pemakaman tersebut.

Menurutnya, bangunan yang berada di tengah makam itu lebih banyak digunakan sebagai tempat penyimpanan peralatan kerja milik Dadang.

“Karena pekerjaan beliau itu sehari-hari membersihkan atau merawat makam. Nah, di mana di sela-sela membersihkan, beliau juga kadang kala beristirahat,” kata Saiful.

Sejumlah Ahli Waris

Saiful menjelaskan, Dadang selama ini mendapat amanah dari sejumlah ahli waris untuk merawat dan memperbaiki makam. Pekerjaan tersebut di antaranya memperbaiki tembok makam yang rusak.

Karena membutuhkan berbagai material dan peralatan kerja, seperti semen, barang-barang tersebut kemudian disimpan di bangunan yang berada di area makam.

“Nah itu disimpan di sini karena khawatir ada yang ngambil, makanya dia jaga sambil tidur di sini. Tapi kesehariannya tidak tinggal di sini, ada rumah tinggal yang dia punya di pemukiman warga bersama istri dan anaknya,” katanya.

Baca Juga: Selain Jadi Feeder BRT, Angkot Bandung Bakal Masuk Bandara Husein Sastranegara

Terkait keberadaan sumur di dekat bangunan tersebut, Saiful memastikan sumur itu bukan digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari Dadang dan keluarganya.

Menurutnya, sumur tersebut memang diperuntukkan sebagai sumber air untuk menyiram pepohonan maupun tanaman yang berada di sekitar area pemakaman.

“Kalau yang bersangkutan keperluan air bersihnya itu kerap mengambil dari sumber artesis warga yang ada di Kelurahan Pamoyanan,” jelasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru