spot_imgspot_img
Rabu 9 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

AHY Tegaskan Komitmen Demokrat Kawal Pemerintahan Prabowo

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Partai Demokrat kembali menyampaikan sikapnya mengenai posisi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

AHY bersama partainya berkomitmen menjaga jalannya pemerintahan sekaligus mengawal berbagai kebijakan yang di tujukan untuk kepentingan masyarakat.

BACA JUGA:

AHY Bicara Soal Kekuasaan, Golkar Baca Sinyal Menuju Pilpres 2029

Pernyataan tersebut muncul setelah pidato politik AHY dalam peringatan 25 tahun Partai Demokrat pada Sabtu, 5 September 2026, mendapat sorotan.

Sejumlah pihak mengaitkan pernyataan AHY mengenai kekuasaan dengan kemungkinan arah politik menuju Pilpres 2029.

Demokrat kemudian memberikan penjelasan bahwa fokus AHY saat ini adalah menjalankan tanggung jawab partai sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo.

Penegasan itu juga di sampaikan langsung AHY dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota Fraksi Partai Demokrat di Red Top Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa, 8 September 2026.

Di hadapan kader, AHY meminta Demokrat ikut memastikan pemerintahan Prabowo berjalan efektif dan program-programnya dapat memberikan hasil bagi masyarakat.

“Semangat kita adalah bagaimana kita turut mengawal dan menyukseskan pemerintahan ini. Tidak ada agenda lain, agenda kita adalah mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata AHY.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (Brains) Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam turut memberikan penjelasan mengenai sikap partainya.

Ia meminta pernyataan AHY di baca secara utuh karena Demokrat saat ini menjadi bagian dari pemerintahan.

Menurutnya, partai ingin ikut memastikan pemerintahan berjalan baik dan hasil pembangunan dapat di rasakan masyarakat.

“Silakan di baca secara utuh, pesan pidato Mas Ketum AHY sangat jelas. Demokrat adalah bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo, dan ingin ikut memastikan pemerintahan ini berhasil. Fokusnya adalah kerja pemerintahan dan bagaimana manfaat pembangunan benar-benar di rasakan rakyat. Itu intinya,” kata Umam.

BACA JUGA:

Fespin ke-13, Payung Geulis Kota Tasikmalaya Tampil Mempesona di Taman Balekambang Solo

Dia menjelaskan, dukungan tersebut mencakup sejumlah agenda pemerintah yang di anggap strategis.

AHY di sebut memberikan dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat, Gerakan Indonesia ASRI, serta upaya Presiden Prabowo untuk menutup kebocoran kekayaan negara. Sehingga hasil pengelolaannya dapat kembali di manfaatkan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kader Demokrat juga di arahkan untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan tepat sasaran.

“Kader Demokrat juga di minta mengawal program strategis pemerintah agar tepat sasaran dan manfaatnya di rasakan masyarakat,” ujarnya.

Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang secara khusus mendapat perhatian AHY.

Dalam pembahasan mengenai Program Sekolah Rakyat, ia menekankan bahwa kondisi keluarga dan tempat seseorang di lahirkan tidak semestinya menjadi penentu masa depannya.

“Kita tidak memilih di mana kita di lahirkan atau siapa orang tua kita. Tetapi masa depan seseorang tidak boleh di tentukan oleh keadaan ketika ia di lahirkan,” kata AHY.

BACA JUGA:

Perkuat Mitigasi Bencana, Prabowo Subianto Siapkan Kapal Induk dan Drone

Atas dasar itu, AHY menyatakan dukungannya terhadap program pendidikan tersebut sekaligus meminta agar pelaksanaannya di kawal.

“Karena itu, kita dukung dan kawal Program Sekolah Rakyat serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengubah masa depannya melalui pendidikan,” pesannya.

Dukungan tersebut menunjukkan perhatian Demokrat terhadap agenda pemerintah di sektor pendidikan. Khususnya upaya memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.

Selain pendidikan, perhatian Demokrat juga di arahkan pada agenda lingkungan.

AHY menyatakan dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang menjadi salah satu program yang di canangkan Presiden Prabowo.

Program tersebut berkaitan dengan persoalan lingkungan seperti kebersihan, sampah serta pencemaran yang turut berhubungan dengan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat.

“Kita juga mendukung penuh Gerakan Indonesia ASRI yang di canangkan Presiden Prabowo Subianto,” tegas AHY.

Dukungan Demokrat juga mencakup aspek tata kelola pemerintahan.

Umam menyebut, AHY mendukung langkah Prabowo dalam mencegah penyimpangan dan korupsi. Termasuk memastikan anggaran negara yang di gunakan untuk proyek strategis nasional di kelola secara akuntabel.

BACA JUGA:

Badan Geologi Ungkap Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir

Di luar isu tersebut, Demokrat juga ingin ikut memperkuat sejumlah agenda seperti penciptaan pekerjaan berkualitas, pengembangan UMKM, hilirisasi, ekonomi digital, pendidikan, pemerataan pembangunan, dan lingkungan hidup.

Meski menyatakan dukungan terhadap pemerintahan, AHY mengingatkan bahwa kader Demokrat di lembaga legislatif tetap memiliki kewajiban menjalankan fungsi pengawasan.

Dukungan dalam koalisi tidak berarti seluruh kebijakan pemerintah harus di terima tanpa evaluasi.

Menurut AHY, anggota legislatif Demokrat tetap perlu menyampaikan berbagai hal yang masih dapat di perbaiki. Baik terkait kebijakan maupun pengelolaan anggaran dan program yang menyentuh masyarakat.

“Walaupun kita dalam koalisi, kita juga terus menyuarakan apa saja yang bisa kita perbaiki kebijakan, pengelolaan anggaran, program-program pro rakyat dan lain sebagainya,” katanya.

AHY juga mengingatkan adanya perbedaan tanggung jawab antara kader Demokrat yang menjalankan tugas di eksekutif dan mereka yang berada di legislatif.

Meskipun sama-sama menjadi bagian dari kekuatan politik yang mendukung pemerintahan, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

“Walaupun kita sama-sama berwarna biru, tapi ketika menjalankan peran eksekutif dan legislatif kita berbeda. Bukan berarti harus tidak sejalan, tetapi artinya masing-masing punya peran dan tanggung jawab yang berbeda,” tuturnya.

Karena itu, Demokrat menempatkan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sebagai bagian yang tetap harus di jalankan oleh kader di parlemen.

Penjelasan mengenai dukungan tersebut tidak terlepas dari pernyataan AHY dalam perayaan 25 tahun Demokrat. Saat itu, AHY berbicara mengenai pengalaman Demokrat yang pernah menjadi bagian dari pemerintahan maupun berada di luar pemerintahan.

Pernyataannya tentang kekuasaan kemudian menimbulkan tafsir politik dari sejumlah pihak. Namun, Umam menilai pembahasan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu dini karena pemerintah saat ini masih memiliki mandat yang harus di selesaikan.

“Jelas, 2029 masih jauh. Ada mandat pemerintahan yang harus di tunaikan hari ini. Energi politik Demokrat di arahkan untuk membantu Presiden Prabowo menghasilkan capaian konkret bagi masyarakat,” katanya.

Pidato AHY tidak di maksudkan sebagai pembahasan mengenai kepentingan Pilpres 2029. Partai menilai isi pidato lebih banyak berbicara mengenai gagasan, tanggung jawab politik, masa depan bangsa, serta peran Demokrat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

BACA JUGA:

458 H Bukit Soeharto Dekat IKN Terbakar, BNPB Kerahkan Water Bombing

Dalam konteks pemerintahan saat ini, Umam kembali menegaskan agenda yang ingin di kawal partainya.

Dengan berbagai penegasan tersebut, Demokrat menempatkan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo sebagai agenda yang sedang di jalankan, bukan sebagai pembahasan mengenai kontestasi politik berikutnya.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru