JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) mengubah aturan jam kerja baru bagi Kepala dapur si seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia.
Menurutnya, pengawasan kini di lakukan secara ketat. Termasuk melalui pengecekan langsung via konferensi video (zoom) pada jam-jam krusial.
BACA JUGA:
Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional
Sudaryono menjelaskan, aturan jam kerja telah di tetapkan dalam dua shift utama.
“Jadi jam kerjanya adalah sore hari pukul 17.00 hingga 19.00. Kemudian jam 02.00 hingga pukul 08.00,” kata Sudaryono di kutip JawPos.com, Rabu (26/8/2026).
Mas Dar menyebut, langkah tersebut di ambil untuk memastikan kehadiran personel di saat-saat paling penting dalam proses pengolahan makanan.
Untuk meminimalkan celah kelalaian, BGN menerapkan sistem absensi manual melalui aplikasi Zoom pada pukul 02.00 (di sesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah).
“Kita Zoom, kita cek orangnya ada nggak, pengawas gizinya ada nggak, kepala dapurnya ada nggak di jam-jam krusial itu,” tegasnya.
Pengawasan ketat ini di lakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi sebelumnya, di temukan adanya kendala pada beberapa titik dapur akibat ketidakhadiran petugas.
“Soalnya ada beberapa dapur, nggak banyak gitu, itu orangnya kagak ada gitu lho. Karena kagak ada, kemudian masaknya asal-asalan,” ungkapnya.
Selain kehadiran personel, aspek Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kualitas bahan baku juga menjadi sorotan utama.
BACA JUGA:
Kepala BGN Sudaryono Optimalkan Anggaran Rp240 Trilyun
Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala BGN tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang terbukti melanggar SOP. Terlebih jika pelanggaran tersebut sampai menimbulkan kejadian fatal atau masuk dalam ranah hukum.
Peringatan keras Sudaryono di sampaikan di tengah upaya BGN membenahi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak penyediaan makanan dalam program MBG.
Sudaryono siap mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan investigasi.
Dia mengatakan, pembenahan menjadi salah satu fokus utama sejak dirinya di percaya memimpin BGN. Seluruh aspek pelaksanaan program akan di evaluasi. Mulai dari tata kelola hingga penerapan SOP di lapangan.
“Intinya kita benahi semua. Mulai dari tata kelola hingga SOP. Termasuk rantai pasok dan cara belanja,” ungkapnya.
(Bambang Fouristian)



