CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan warga tumpah ruah memadati kawasan Situs Patapaan yang berlokasi di Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Masyarakat mengikuti seluruh rangkaian prosesi ritual “Merlawu” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa setempat dengan penuh khidmat.
Usai merampungkan prosesi puncak berupa doa bersama, warga langsung menikmati acara makan bersama di lokasi kegiatan. Momen kebersamaan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan berkah yang mereka terima selama ini.
Baca Juga: Tanggap Kemarau Panjang, Polres Ciamis dan BPBD Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
Camat Sukadana, dr. Yanti, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan ritual Merlawu yang melibatkan kolaborasi erat antara warga dan Pemerintah Desa Ciparigi.
“Untuk yang kedua kali nya Saya hadir diacara budaya setelah sebelumnya menghadiri kegiatan hajat bumi Cicariu di Desa Sukadana,” katanya, Kamis (20/8/2026).
Yanti menjelaskan, tradisi Merlawu mengajarkan nilai-nilai luhur dari para nenek moyang. Seperti semangat gotong royong dan kebiasaan saling berbagi antarsesama warga.
“Adat merlawu ini merupakan wujud dari bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas limpahan berkah selama ini,” ucapnya.
Identitas Budaya
Mengingat nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Yanti berharap masyarakat serta pemerintah desa terus menjaga keberlanjutan tradisi Merlawu. Ritual ini berpotensi menjadi identitas budaya yang kuat, baik bagi Desa Ciparigi maupun Kabupaten Ciamis secara umum.
“Sukadana ini memang sangat unik dari mulai adat budaya sampai keagamaan sangat bagus. Namun masih kental adat budayanya dari mulai Sukadana, Bunter dan Ciparigi ini,” ungkapnya.
Kecamatan Sukadana sendiri terkenal memiliki kekayaan tradisi lokal yang masih terjaga dengan baik. Kerukunan masyarakat dalam merawat adat istiadat leluhur menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan potensi wisata budaya di Kabupaten Ciamis.
(Husen Maharaja)



