CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis Polda Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga. Langkah ini merespons dampak musim kemarau yang memicu krisis air selama beberapa bulan terakhir.
Petugas menyalurkan satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi aksi tanggap bencana tersebut pada Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Disbudpora Ciamis Dorong Buku Hikayat Cihonje 1828 Jadi Warisan Generas
Ani menjelaskan bahwa warga Desa Wangunjaya sangat membutuhkan pasokan air bersih, terutama untuk keperluan konsumsi harian seperti memasak dan minum.
“Sumber air warga sudah pada mengering sehingga membutuhkan pasokan air bersih untuk keperluan mereka,” katanya.
Melihat kondisi sumber air warga yang kian memprihatinkan, BPBD Ciamis bergerak cepat menggandeng Polres Ciamis untuk melakukan droping air bersih langsung ke pemukiman warga.
“Mudah mudahan saja bantuan air bersih ini bisa membantu kesulitan warga dan warga pun bisa bisa hemat dalam pemakaian nya,” ucapnya.
Wujud Pengabdian dan Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat
Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa aksi pendistribusian air bersih ini merupakan bukti nyata kepedulian kepolisian terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.
“Pendistribusian air bersih ini sebagai wujud pengabdian Polisi terhadap masyarakat. Bahwa Polisi dan Pemkab Ciamis itu ada di tengah kesulitan warga,” jelasnya.
Aksi sosial ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara jajaran Polres dan Pemkab Ciamis. Tentunya dalam membantu meringankan beban warga terdampak bencana alam maupun fenomena cuaca ekstrem.
Wacanakan Pembangunan Sumur Bor untuk Solusi Jangka Panjang
Guna mencegah krisis serupa berulang di masa mendatang, Eko mendorong pihak BPBD Kabupaten Ciamis untuk segera melakukan kajian teknis di lokasi kekeringan. Kajian ini bertujuan memetakan potensi pembangunan fasilitas sumur bor di wilayah tersebut.
“Langkah itu harapannya dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan kekeringan yang setiap tahun melanda wilayah itu,” ungkapnya.
Dengan adanya langkah permanen seperti pembangunan sumur bor, pemerintah daerah dan kepolisian berharap masyarakat Desa Wangunjaya tidak lagi mengalami krisis air bersih saat musim kemarau melanda pada tahun-tahun mendatang.
(Husen Maharaja)



